4351 research outputs found
Sort by
Metode Penelitian Kualitatif Dalam Pendidikan Dan Bimbingan Konseling
Buku ini membahas tentang makna, karakteristk dan perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Selain itu, buku ini juga membahas tentang pemanfaatan penelitian kualitatif dalam pendidikan dan bimbingan dan konseling, landasan teori, paradigma, pemilihan pendekatan, masalah, tahap-tahap, teknik-teknik pemeriksaaan kebenaran data, model penyajian data, analis data seta teknik penulisan laporan dalam penelitian kualitatif. Pembahasan dalam buku ini lebih ditekankan pada aspek-aspek praktiknya, sehingga pembahasan secara teoretis lebih dimaksudkan sebagai pengantar. Pembahasan secara praktik yang disertai contoh-contoh dimaksudkan supaya dapat diaplikasikan dengan mudah oleh para peneliti, terlebih peneliti pemula. Umumnya buku-buku metodologi penelitian kualitatif disajikan sangat teoretis sehingga sulit diaplikasikan dalam kegiatan praktik penelitian lapangan. Nilai lebih buku ini adalah ulasannya yg praktis dan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dicerna dan mudah diaplikasikan.Buku ini dapat digunakan oleh semua mahasiswa di jurusan pendidikan dan bimbingan konseling pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT), Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI). Selain itu, bisa menjadi acuan penelitian bagi para praktisi pendidikan dan bimbingan dan konseling serta bisa menjadi suplemen bagi mahasiswa Psikologi yang sedang mempelajari mata kuliah Metodologi Penelitian Kualitatif (MPK)
Evaluasi pembelajaran
Salah satu komponen penting yang juga merupakan tugas profesional guru dalam pembelajaran adalah melaksanakan evaluasi pembelajaran. Istilah evaluasi sengaja digunakan Penulis : penulis untuk membedakannya dengan istilah penilaian. Alasannya, pembelajaran sebagai suatu sistem tidak hanya terdiri atas hasil belajar tetapi juga komponen-komponen penting lainnya, seperti guru, strategi, dan media. Namun, bukan berarti di dalam buku ini tidak digunakan istilah penilaian karena hal tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari evaluasi itu sendiri. Sebagai bentuk akuntabilitas guru dalam melaksanakan pembelajaran, maka setiap guru dan tenaga kependidikan lainnya harus memahami konsep, prinsip, teknik, dan prosedur evaluasi pembelajaran sehingga hasil evaluasi dapat memberikan kepuasan bagi berbagai pihak. Di lingkungan pendidikan formal, guru juga harus dapat menggunakan berbagai inovasi dan model penilaian yang diamanatkan Penulis : pemerintah melalui Kurikulum Berbasis Kompetensi tahun 2004, yaitu penilaian berbasis kelas (classroom-based assessment) dengan salah satu jenisnya adalah penilaian portofolio (portofolio assessment). Hasil evaluasi pembelajaran selain untuk mengisi buku rapor peserta didik juga dapat dijadikan feedback bagi guru untuk melakukan refleksi pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian, setiap saat guru dapat meningkatkan kinerjanya sehingga secara bertahap tapi pasti mutu pendidikan dapat ditingkatkan
Energi Terbarukan, Konsep Dasar Menuju Kemandirian Energi
Dalam persaingan global, peranan teknologi tidak perlu disangsikan lagi. Bangsa yang menguasai teknologi walau miskin sumber daya alam telah terbukti mampu mengekslploitasi bangsa yang kaya sumber daya alam namun terbelakang dalam penguasaan teknologi. Alam telah menyediakan sumber daya alam untuk dimanfaatkan oleh manusia dalam usaha memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satu sumber daya alam yang berperan serta dalam usaha mensejahterakan masyarakat adalah sumber daya energi, yang digolongkan menjadi dua bagian besar, yaitu sumber daya energi tak terbarukan dan sumber daya energi terbarukan. Sumber daya energi tak terbarukan cadangannya sangat banyak namun karena selalu dieksploitasi terus-menerus akhirnya menjadi langka dan habis. Apabila terjadi hal yang demikian, manusia hendaknya mulai “menggali†sumber daya energi terbarukan dengan rekayasa teknologi yang telah dikuasai. Teknologi itu bersifat universal, boleh dipelajari oleh semyua orang, tidak baik namun juga tidak buruk. Baik buruknya teknologi sangat ditentukan oleh yang empunya. Teknologi tidak statis, tetapi sangat dinamis dan selalu berkembang. Oleh sebab itu anda wajib mengikuti perkembangan IPTEK yang tiada berujung itu. Dalam buku ini dibahas konsep dasar pemanfaatan sumber daya energi terbarukan, antara lain PLT Panasbumi dengan energi geothermal sebagai penggerak utama, PLTMH dengan energi air sebagai penggerak utama, PLT Bayu dengan energi angin sebagai penggerak utama, PLT Surya dengan energi panas matahari sebagai penggerak utama. Tidak ketinggalan pula dibahas konsep pemanfaatan unsur radioaktif sebagai sumber daya energi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir untuk tujuan damai dan CBM. Tidak ketinggalan pula dibahas tentang biofuel dan biogas dengan bahan baku yang ada dimasyarakat. Bila penguasaan teknologi telah dimiliki, saatnya sekarang anda tinggal membangunkan kemauan yang hingga saat ini masih “disembunyikan†dalam usaha menggapai kesejahteraan masyarakat.Penulis berkeyakinan, anda merupakan salah satu insan ilmiah yang ingin dikenal dengan berperan serta ikut mensejahterakan masyarakat. Caranya sangat sederhna, timbulkan kemauan dengan pantang menyerah. Baca dan cermati isi buku ini mulai halaman pertama hingga halaman terakhir hanya dengan menyisihkan waktu 30 menit saja setiap hari. Kemudian, pilih topik yang sesuai dengan sumber daya energi yang ada di masyarakat untuk diaplikasikan. Selamat berinovasi dan berkreasi, dengan keyakinan pasti berhasil
Physical Geography : A Landscape Appreciation by McKnight & Hess and Cram101 Textbook Reviews Staff (Sevent Edition)
Sangkan paraning Dumadi: Orang Jawa dan rahasia kematian
Upaya manusia untuk memahami keberadaanNYA diantara semua makhluk yang tergelar di jagad raya telah membawa manusia dalam perjalanan pengembaraan yang tak pernah berhenti. Pertanyaan tentang dari mana dan mau kemana (Sangkan Paraning Dumadi) pada setiap perjalanan dari individu makhluk terus menggelinding dari zaman ke zaman.IA adalah sang Sangkan sekaligus sang Paran. IA hanya satu, tanpa kembaran, Gusti Pangeran iku mung sajuga, tan kinembari. Orang jawa menyebutnya Gusti Pangeran. Kata pangeran berasal dari kata pangengeran, yang artinya tempat bernaung dan berlindung.Terhadap Allah manusia hanya mampu memberikan sebutan sehubungan dengan perannya, Gusti kang murbeng dumadi (Penentu nasib semua makhluk), Ya Rakhman Ya Rakhim (Pengasih Penyayang, red : Bocah Angon) dan tidak dapat menggambarkan wujudnya karena untuk mendefinisikanpun tidak bisa, sebab kata-kata hanyalah produk fikiran. Sehingga orang jawa menyebutnya tan kena kinaya ngapa (tak dapat disepertikan)Dasar kepercayaan masyarakat jawa (javanisme) adalah keyakinan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini pada hakikatnya merupakan kesatuan hidup. Dengan demikian kehidupan manusia merupakan suatu perjalanan yang penuh dengan pengalaman-pengalaman yang religius.Perkembangan kecerdasan dan kesadaran manusia telah membentuk budaya pencarian yang tiada hentinya. Syarat utama bagi para pejalan spiritual adalah kebersediaannya dan kemampuannya menghilangkan atau menyimpan untuk sementara pemahaman dogmatis (agama , red : bocah angon) yang telah dimilikinya, dan mempersiapkan diri dengan keterbukaan hati dan pikiran untuk merambah ke jagad ilmu pengetahuan (kawruh) non-ragawi, yaitu ilmu yang gawat dan wingit, karena sifatnya sangat pribadi dan tidak bisa diseragamkan dengan idiom-idiom yang ada.Perjalanan spiritual adalah proses panning upaya manusia untuk mencapai tataran-kahanan (strata, Maqom) dengan cara membebaskan diri dari segala bentuk keterikatan dan kemelekatan serta kepemilikan, baik itu jasmani ataupun rohani
Belajar untuk Mengajar: Learning to Teach / Buku 2
Buku ini membahas tentang pengembangan diri seorang pendidik ketika mengajar di dalam kelas dengan aspek-aspek yang berbeda, seperti lingkungan, budaya, ras, jenis kelamin, status sosial-ekonomi, dan lainnya. Pemaparan dilakukan pada berbagai jenis pengajaran beserta konsep dan teori yang mendukung, cara menerapkan dan mengelola jenis pengajaran tersebut, juga masalah yang kerap ditemui dalam proses pembelajaran. Setiap pengajaran juga memiliki pola penilaian atau evaluasi tersendiri. Buku ini menekankan pada kenyataan bahwa kemampuan guru sangat dibutuhkan dalam membaca keadaan dan memilih jenis pelajaran terbaik dengan mengembangkan konsep dan kreativitas. Semua ini agar pembelajaran dapat diterima semua siswa dan menghasilkan individu kompeten.Buku Belajar untuk Mengajar Edisi 9 ini menjelaskan topik pendidikan, terutama peran pendidik itu sendiri, membedah arti dari pendidik yang efektif, latar belakang siswa yang beragam, dan tahap-tahap yang harus dihadapi seorang pendidik mulai dari pemula hingga menjadi ahli, termasuk tanggung jawab di dalamnya. Dalam setiap bab, terdapat tujuan pembelajaran yang menjadi acuan pencapaian pembaca dalam memahami topik. Selain itu, terdapat kotak-kotak rangkuman penelitian yang menyajikan penelitian yang sejalan dengan topik yang dibahas. Terdapat juga bagian sumber portofolio sebagai catatan dalam memperoleh bahan pustaka bagi pembaca
Case Study Methods In Business Research Volume I
Case studies are one of the most popular approaches to business and management research. Over four volumes, the editors focus on central themes in the subject over time, before moving on to selected cases from positivist, interpretivist and critical approaches, and finishing with a look at traditions of the 'post'