4351 research outputs found
Sort by
Geger Pacinan 1740 - 1743 Persekutuan Tionghoa - Jawa melawan VOC
Inilah perang di Jawa zaman VOC yang terbesar yang mempunyai cakupan wilayah terluas. Sebuah epos yang dilatarbelakangi hubungan sosial yang cair antara golongan Tionghoa dan Jawa, atmosfer keakraban yang perlu dilestarikan dalam usaha penciptaan ke-Indonesia-an yang multikultural
Pendidikan multikultural
Indonesia adalah negeri yang kaya keberagaman budaya. Multikulturalisme sebagai penghormatan dan penghargaan terhadap segala bentuk keragaman dan perbedaan etnis, suku, ras, agama, maupun simbol perbedaan lainnya menjadi penting untuk ditanamkan dalam dunia pendidikan. Karena pendidikan adalah media strategis untuk menyemaikan nilai-nilai kultural dan diyakini mampu mencetak seseorang menjadi apa saja, maka kehadiran pendidikan multikultural merupakan kebutuhan
Desentralisasi globalisasi dan demokrasi lokal
Kebijakan otonomi daerah di Indonesia diyakini sebagai perubahan paradigm di dalam sistem pemerintahan Indonesia yang bertujuan menciptakan iklim demokratis terkait dengan pola hubungan pemerintah pusat dan daerah. Perubahan paradigma ini merupakan bagian dari tekanan transisi demokrasi dan dalam konteks internasional melingkupi Indonesia baik wacana regionalism dan atau globalisasi dalam skala yang lebih luas. Persoalannya adalah apakah benar kebijakan desentralisasi Indonesia merupakan bagian dari perkembangan transisi demokrasi Indonesia dengan ditandai oleh jatuhnya Soeharto dari kursi kepresidenan? Apakah pendulum pusat dan daerah merupakan jawaban atas kebutuhan warga Negara dan masyarakat Indonesia untuk hidup dalam Negara yang demokratis dan menjamin hak-hak warga negaranya? Apakah kebijakan otonomi daerah yang diimplementasikan telah sesuai dengan niat dan tujuannya dalam tingkat praktis
Manajemen Sumber Daya Manusia
Buku ini memberikan panduan kepada pembaca dalam mempelajari bagaimana dapat mencapai tujuan perusahaan secara efektif. Khususnya bagi pimpinan perusahaan, bagaimana cara memberdayakan karyawan agar mereka mampu menjalankan tugasnya sesuai dengan harapan perusahaan. Berhasil tidaknya tujuan perusahaan akan sangat tergantung pada kemampuan pimpinan perusahaan dalam memilih calon-calon karyawan dalam rangka rekruitmen karyawan, mengembangkan karyawan, menetapkan kompensasi yang adil dan layak, cara mengintegrasikan kepentingan perusahaan dengan kepentingan karyawan, bagaimana memelihara karyawan agar merasa betah, dan melakukan pemutusan hubungan kerja atas karyawan yang dianggap tidak produktif lagi
Pendidikan karakter: Perspektif Islam
Rasullullah SAW telah bersabda: “Anak itu disembelihkan aqiqah pada hari ketujuh dari kelahirannya, kemudian diberi nama dan dibersihkan segala kotorannya. Jika telah berumur enam tahun didiklah beradab, dan jika telah berumur sembilan tahun dipisahkan tempat tidurnya dan jika telah berumur tiga belas tahun maka dipukullah jika meninggalkan shalat. Jika telah berumur enam belas tahun maka ayahnya boleh menikahkannya, kemudian ayahnya memegang tangan anaknya seraya berkata: Aku telah mendidik kamu beradab dan aku telah mengajarimu dengan ilmu pengetahuan dan aku telah menikahkanmu. Aku berlindung kepada Allah dari fitnahmu di dunia dan azabmu di akhirat.†Betapa Islam begitu menjunjung tinggi nilai harkat dan martabat manusia. Proses pembentukan karakter sudah dimulai sejak dini/ lahir dan bahkan sejak dalam kandungan melalui contoh dan teladan yang ditunjukan oleh orang tuanya. Buku ini disusun tidak bermaksud untuk menjawab berbagai keprihatinan tentang fenomena dan gejala kemerosotan moral yang terjadi akhir-akhir ini. Mungkin lebih tepat sebagai langkah awal untuk menuju ke arah yang lebih baik. Pendidikan Karakter Perspektif Islam
Pengantar tata hukum Indonesia
Buku Pengantar Tata Hukum Indonesia ini merupakan lanjutan dari buku yang penulis susun dengan judul Pengantar Ilmu Hukum yang keduanya merupakan mata kuliah wajib di Fakultas Hukum seluruh Indonesia.Buku ini dihajatkan sebagai sebuah pengantar bagi para mahasiswa yang sedang mempelajari ilmu hukum di Fakultas Hukum agar memperoleh arah yang jelas tentang apa yang dipelajari selama menuntut ilmu di Fakultas Hukum. Meskipun buku ini hanya bersifat pengantar yang biasanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang masih duduk pada semester awal, tetapi dengan materi yang cukup padat, besar harapan saya buku ini tetap dapat dipakai pada semester lanjutan ketika memasuki materi asas-asas hukum yang lebih khusus. Oleh sebab itu, dalam buku ini pembahasan mengenai materi hukum dan asas hukum lebih diperluas guna memberikan pemahaman yang lebih memadai.Sebagai sebuah pengantar, maka buku ini juga dapat menjadi bacaan bagi para peminat hukum jika ingin mempelajari hukum secara lebih mendasar, sebab selama ini banyak sekali orang yang bukan sarjana hukum ingin belajar hukum. Oleh sebab itu, bacaan praktis guna memberikan bekal awal adalah perlunya membaca buku buku teks yang memberikan gambaran yang jelas tentang sejarah dan tata hukum di Indonesia
Metologi Penelitian Administrasi Publik
Buku ini disajikan sebagai rujukan dalam melakukan suatu penelitian ilmiah, untuk menjawab masalah-masalah yang berhubunga dengan kehidupan masyarakat umumnya dan khususnya masalah-masalah publik yang bersipat tidak menguntungakan. Era Globalisasi dan Perkembangan teknologi serta informasi makin memperketat persaingan antara kepentingan publik dengan kepentingan kelompok bisnis.Pengambilan keputusan oleh pemimpin birokrasi tidak lagi bisa dilakukan berdasarkan intuisi dan pengalaman masa lalu. Ketelitian dan analisis fenomena sosial (kepentingan publik ) yang tejadi serta perkraan masa yang akan datang merupakan faktor penting yang tidak bisa di abaikan. Salah satu cara untuk mengantisipasinya adalah melakukan penelitian yang berkaitan dengan kebutuhan publik. Hambatan utama yang kita hadapi adalah kurangnya buku-buku yang khusus membicarakan penelitian tentang administrasi publik. Kenyataan itulah yang memotivasi penulis untuk berpartisipasi dalam melengkapi buku metodologi penelitian administrasi publik.Kendala lain yang bisa di jumpai adalah ketidakmampuan para peneliti dalam memahami masalah, konsep, definisi operasional, kerangka berpikir, hipotesis, identifikasi variabel, pengukur dan menganalisanya. Peneliti sering kurang memahami dan kurang memperhatkan hal-hal tersebut bahkan mengabaikan, sehingga hasil penelitianya tidak dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Kemudian teknik penarikan sampel sering diremehkan, sehingga hasil inferensi tidak tepat untuk mewakili populasi
Pemberontakan Nuku : persekutuan lintas budaya di Maluku-Papua sekitar 1780-1810 persekutuan lintas budaya di Maluku-Papua sekitar 1780-1810
Semua wilayah di Indonesia hampir mempunyai sejarah panjang penjajahan. Dimulai dari zaman kolonial hingga berakhir pada kemerdekaan bangsa. Cerita penjajahan itu dapat kita temukan dalam berbagai literatur sejarah, maupun dalam berbagai tuturan orang di setiap daerah. Mungkin sudah berulang kali kita mendengar dan membaca awal mula cerita penjajahan di Indonesia. Adalah ketika Portugis dan Spanyol melakukan kolonisasi sumberdaya alam di Kepulauan Maluku dan kemudian disusul oleh Belanda (VOC). Tak dapat dipungkiri dari sinilah titik pangkal sumberdaya alam kepulauan Indonesia dijarah, dikolonisasi, dan dihegemoni habis-habisan.Dalam tulisan ini, penulis mencoba bercerita kembali bagaimana Kepulauan Maluku digerus oleh pihak asing yang dimulai paruh pertama abad ke-16 hingga pada abad kemerdekaan, untuk kemudian sesekali bertanya sekaligus mencaritahu mengapa seorang Pangeran Nuku harus memberontak terhadap Asing dengan segala sistem kerajaan yang dibangun kala itu, seperti dikisahkan Muridan dalam Pemberontakan Nuku, Persekutuan Lintas Budaya di Maluku-Papua Sekitar 1780-1810. Dan membandingkan kemudian dengan kondisi realitas Kepulauan Maluku hari ini