4351 research outputs found
Sort by
Geologi dasar
Buku ini hadir guna memenuhi kebutuhan intelektual civitas akademika baik dari disiplin ilmu Geologi maupun nongeologi yang masih berkaitan dengan ilmu kebumian seperti biologi, geografi, geodesi, teknik sipil, dan lain-lain
Timor Timur the Untold Story
KIKI SYAHNAKRI membeberkan "pahit-manisnya" sebelas tahun pengalamandi Timor Timur (kini Timor Leste) baik dalam operasi tempur maupun teritorial.Mengapa Timor Timur lepas dari NKRI meski air mata, darah, dan nyawa telahdikorbankan putra-putri Indonesia? Sekitar 3.000 prajurit TNI gugur dalamOperasi Seroja. Belum terhitung berbagai bentuk pengorbanan lainnya.Pelajaran apa yang dapat dipetik dari medan tempur dan aneka pengalamandi Timor Timur?Bagaimana Kiki menghadapi "perang informasi" yang menyudutkan TNIbahkan bangsa Indonesia? Apa yang memicu konfliknya dengan Duta BesarAS untuk Indonesia Robert Gelbard? Apakah karena Kiki menantang, "Kalauberani, suruh Marinir AS melintasi perbatasan darat supaya berhadapandengan pasukan saya! Jangan hanya lewat udara!"Lebih seru lagi, ada apa di balik "gesekan" antara Kiki Syahnakri dan PrabowoSubianto soal "Operasi Melati"? Mengapa Kiki berselisih paham denganPrabowo yang saat itu ada dalam pusaran kekuasaan
Integrasi etnis muslim Hui di Cina: Studi tentang nasionalisme, identitas, dan integrasi politik
Peran kelompok Islam di Cina kembali terkuak dengan adanya reformasi di Cina. Kebijakan reformasi Deng Xiaoping berhasil memunculkan Cina sebagai negara yang maju dan menandingi Amerika Serikat sebagai negara adi kuasa. Dalam memperluas pengaruhnya di dunia internasional, Pemerintah Cina juga membutuhkan kelompok Islam di dalam negeri guna memperkuat diplomasi kepada negara-negara Islam di dunia. Etnis Muslim Hui (atau Etnis Hui), yang sebenarnya telah berperan sejak dulu dalam politik di Cina kembali mendapatkan perannya, sebagai bagian integral dari masyarakat Cina. Etnis Hui adalah salah satu etnis minoritas di Cina. Bersama dengan Etnis Uighur mereka adalah dua etnis minoritas terbesar yang kedua-duanya juga beragama Islam. Pada setiap sensus yang diadakan, Etnis Hui selalu berjumlah sekitar 10 juta jiwa. Hal ini sangat berbeda dengan pendapat Etnis Hui yang mengatakan jumlahnya bisa jauh lebih banyak. Secara tidak resmi, kelompok Muslim mengatakan bahwa ada sekitar 65-100 juta Muslim di Cina, yang mayoritas adalah Etnis Hui dan Etnis Uighur. Jumlah ini mencapai 7,5% dari keseluruhan penduduk Cina. Berbeda dengan Etnis Uighur yang penuh dengan masalah pemberontakan dan disintegrasi, Etnis Hui tidak melakukan pemberontakan dan terkesan nyaman dengan identitas kenegaraan dan nasionalisme Cina. Buku ini menjelaskan tentang integrasi Etnis Hui yang telah berlangsung lebih dari 13 abad dan ketokohan Etnis Hui yang diakui secara nasional dan dalam sejarah Cina. Buku ini juga menjelaskan pentingnya kebijakan pemerintah dalam bidang bahasa, budaya, pemberian otonomi daerah dan kebijakan ekonomi khusus untuk menunjang pembangunan dan memperkuat semangat integrasi Etnis Hui dalam kerangka nasionalisme Cina
Sistem Sosial Indonesia
Mengingat semboyan negara kita yang berbunyi "Bhinneka Tunggal Ika" tentunya sudah dibayangkan bahwa bangsa Indonesia ini sangatlah majemuk. Mari kita bayangkan, negara yang terdiri dari sekitar 17.508 pulau ini—meskipun tidak semua pulau tersebut berpenghuni—ditempati oleh suku dan etnis yang berbeda-beda, sehingga sudah barang tentu sistem kemasyarakat atau sosialnya berbeda-beda. Kompleks, memang merupakan kata yang amat tepat untuk menggambarkan kondisi tersebut. Namun tentu saja, terlepas dari kompleksitas tersebut, kita yang bhinneka ini tetap harus "bersatu", karena dengan bersatulah maka kemaslahatan dan perdamaian yang dapat dinikmati bersama dapat tercapai. Memahami bangsa dan Negara Indonesia secara utuh merupakan salah satu cara untuk mencapai kesatuan.Buku Sistem Sosial Indonesia yang ditulis oleh Prof J. Nasikun ini akan berusaha membantu Anda dalam memahami keindonesiaan dengan menyingkap berbagai fenomena sosial di Indonesia secara komplit, dan dengan bahasa yang membumi, sehingga membuat buku ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Dilengkapi dengan "Epilog" yang ditulis oleh Arie Sujito, tentu akan membuat buku ini semakin menarik dan "renyah" untuk dinikmati
Sejarah Islam pertengahan
Buku daras ini disusun dengan maksud untuk membantu para mahasiswa memahami kondisi umat Islam dan berbagai peristiwa yang terjadi pada masa pertengahan Islam. Pandangan umum yang berkembang di kalangan umat Islam, dan bahkan sebagian ilmuwan Barat menilai bahwa periode pertengahan Islam merupakan periode kemunduran Islam dan umatnya. Apalagi pasca kejatuhan Bagdad di tangan bangsa Mongol tahun 1258 M., sampai abad-abad ke-18 dan 19, sering dinyatakan sebagai masa "paceklik peradaban". Pandangan seperti ini harus dikritisi karena bukti-bukti sejarah menunjukkan hal yang sebaliknya. Munculnya kerajaan-kerajaan besar pada periode pertengahan seperti Mamluk, Usmani,, Safawiyah dan Mughal adalah menandai kembali kemajuan "Peradaban Islam"
Metodologi penelitian pendidikan
Bagi para peneliti, khususnya mahasiswa tingkat akhir, tugas dan pekerjaan yang cukup banyak menyita waktu dan perhatian adalah ketika menyelesaikan tugas akhir baik berupaskripsi, tesis, maupun disertasi. Berdasarkan pengamatan, tidak sedikit mahasiswa membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan beberapa tahun untuk menyelesaikan penelitian dan menyusunnya dalam bentuk skripsi, tesis, atau disertasi.Buku ini dirancang dan ditulis untuk memenuhi dan memberi pengarahan dan solusi yang mudah dimengerti oleh para peneliti muda dalam merancang dan mengerjakan penelitiannya. Penggunaan istilah dan susunan kalimat yang pendek disertai contoh-contoh relevan yang tersaji dalam buku ini akan memudahkan bagi para pembaca untuk memahami konsep dasar penelitian serta bagaimana melaksanakannya di lapangan
Comparative-Historical Methods
This bright, engaging title provides a thorough and integrated review of comparative-historical methods. It sets out an intellectual history of comparative-historical analysis and presents the main methodological techniques employed by researchers, including: Comparative-historical analysis, Case-based methods, Comparative methods Data, case selection & theoryMatthew Lange has written a fresh, easy to follow introduction which showcases classic analyses, offers clear methodological examples and describes major methodological debates. It is a comprehensive, grounded book which understands the learning and research needs of students and researchers
Implemetnasi pendidikan karakter di sekolah
Pendidikan Karakter adalah sebagai suatu usaha sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik agar mampu melakukan proses internalisasi, menghayati nilai-nilai karakter yang baik menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat, dan mengembangkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, serta mengembangkan kehidupan bangsa yang bermartabat. Nilai-nilai yang bisa digali dalam pengertian karakter dalam proses pembelajaarn di sekolah adalah: Religius, Jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab. Dalam kegiatan belajar-mengajar di kelas pengembangan nilai/karakter dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan terintegrasi dalam semua mata pelajaran (embeded approach). Dalam lingkungan satuan pendidikan dikondisikan agar lingkungan fisik dan sosial-kultural satuan pendidikan memungkinkan para peserta didik bersama dengan warga satuan pendidikan lainnya terbiasa membangun kegiatan keseharian di satuan pendidikan yang mencerminkan perwujudan nilai/karakter. Pembentukan karakter tidak dapat dilepaskan dari life skill. Life skill sangat berkaitan dengan kemahiran, mempraktekkan/berlatih kemampuan, fasilitas, dan kebijaksanaan. Proses pengembangan keterampilan dimulai dari sesuatu yang tidak disadari (unconscious) dan tidak kompeten (incompetent), kemudian menjadi disadari tetapi tidak kompeten, dan akhirnya menjadi sesuatu yang disadari (conscious) dan kompeten (competent). Pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. pendidikan karakter adalah suatu sistem penerapan nilai-nilai moral pada peserta didik melalui ilmu pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan implementasi nilai-nilai tersebut, baik terhadap diri sendiri, sesama, lingkungan, bangsa dan negara maupun Tuhan Yang Maha Esa, kebangsaan sehingga menjadi manusia yang memiliki nilai nilai karakter yang mulia