4351 research outputs found
Sort by
Studi dinamika identitas di Asia dan Eropa: Kumpulan tulisan
Identitas merupakan hal lazim yang dimiliki setiap manusia. Secara harfiah, identitas adalah ciri-ciri, tanda-tanda, atau jati diri yang melekat pada sesuatu atau seseorang yang membedakannya dengan yang lain, baik sedara fisik maupun secara non-fisik. Terkait dengan hal tersebut, identias menjadi penting artinya sebagai penanda dan pembeda antara satu individu dengan lainnya
Powerful Public Speaking
Apa pun profesi Anda, baik guru/dosen, pemimpin, trainer, pembicara, pengusaha, atau karyawan pasti membutuhkan kemampuan berbicara yang powerful. Kemampuan berbicara memiliki peran penting dalam mengantarkan seseorang menuju kesuksesan. Lerry King, seorang pembicara internasional berkata, “Orang sukses adalah pembicara yang baik, atau sebaliknya, pembicara yang baik adalah orang sukses.” Buku ini mengungkap rahasia pembicara kelas dunia tentang teknik yang mereka gunakan dalam menciptakan powerful public speaking
aplikasi metode statistika untuk analisis data hidrologi
Aplikasi metode statistika untuk analisis data hidrologi disajikan di dalam dua buah buku, yang lebih banyak menyajikan contoh aplikasi daripada teori. Namun, hasil perhitungan setiap contoh hendakna tidak dijadikan suatu kesimpulan tentang penomena hidrologi dari pos hidrologi atau DAS yang bersasangkutan berkait dengan pengelolaan sumber daya. pada buku ke dua yang berjudul Aplikasi Metode Statistik untuk Analisis dDta Hidrologi ini, diawalai tentang uraian tentang variabel hidrologi dan pemilihan sampel data hidrologi
Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara : Dalam Perspektif Siyasah
Kajian yang diangkat oleh penulis, yaitu Korupsi dalam Perspektif Hukum administrasi Negara tentu merupakan sebuah bahan yang relevan dengan kondisi dalam penegakan hukum di Indonesia saat ini, mengingat korupsi hingga saat ini seakan tidak ada habisnya baik di tingkat pusat maupun di daerah. Korupsi beberapa dekade ini menjadi isu sentral dalam penegakan hukum, bahkan di berbagai ajang, termasuk Pilkada dan Pemilu telah diladikan komoditas politik, tidak saja untuk mendongkrak popularitas seseorang karena berani lantang menyuarakan tentang korupsi tetapi juga sebagai senjata
Potensi Sumber Daya Pesisir Kabupaten Jepara
Buku ini berisi mengenai potensi sumberdaya, potensi bencana, dan pengelolaan terpadu di pesisir. Pesisir merupakan wilayah yang memiliki potensi sumberdaya potensial sehingga banyak didiami oleh masyarakat, namun wilayah ini juga berpotensi mengalami bencana alam sehingga diperlukan pengelolaan terpadu pada pesisir yang mencakup kondisi sosial ekonomi dengan memperhatikan karakteristik pesisir yang dimiliki. Penerbitan buku ini didukung oleh dana hibah dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Gadjah Mada (LPPM UGM).Buku ini berisi 6 bab yang disusun sedemikian rupa sehingga pembaca akan mendapatkan gambaran yang utuh mengenai potensi sumberdaya alam dan potensi bencana alam yang ada di pesisir. Uraian yang ada dalam buku ini mengambil kasus yang ada di pesisir Kabupaten Jepara. Pada bagian awal buku ini, pembaca diajak untuk mengenali karakteristik pesisir dan potensi sumberdayanya,dengan harapan pembaca juga akan dapat memahami potensi bencana yang ada di pesisir. Bagianselanjutnya membahas tentang pengelolaan terpadu dan tata ruang pesisir, yang dilanjutkan dengan upaya pengelolaan kawasan permukiman di pesisir.Pemahaman mengenai karakteristik sosial ekonomi dan pengembangan kawasan pesisir juga diuraikan secara rinci pada bagian ini. Pada bagian terakhir, pembaca akan mendapatkan gambaran mengenai inventarisasi potensi dan sumberdaya hutan mangrove di wilayah yang dikaji
Understanding Public Policy
This is a special adaption of an established title widely used by colleges and universities throughout the world. Pearson published this exclusive edition only for the benefit of students outside the United States and Canada. If you purchased this book within the United States or Canada you should be aware that it has been imported without the approval or permission of the Publisher or the Author
Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik
Buku ini merupakan salah satu koleksi yang ada di Perpustakaan Departemen Pekerjaan Umum. Buku Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik ini ditulis oleh Agus Dwiyanto, diterbitkan pada tahun 2006 oleh Gadjah Mada University Press.Buku ini semula adalah serangkaian modul pelatihan 'Pelayanan Publik yang berwawawasan Good Governance" yang diselenggarakan oleh JICA bekerjasama dengan Badan Diklat Propinsi Sumatera Utara dan Badan Diklat Departemen Dalam Negeri. Buku ini menjelaskan bukan hanya konsep "good governance" tetapi juga menjelaskan ciri-ciri pelayanan publlik yang mencerminkan praktik governance yang baik. Bahkan buku ini dengan jelas mendiskusikan good and bad practices dalam penyelenggaraan pelayanan publik di Indonesia.Dengan membaca buku ini, para agen pembaharu, pimpinan organisasi publik, mahasiswa, dan peneliti dapat memperoleh informasi yang lengnkap mengenai aspek dari reformasi pelayanan publik untuk mewujudkan praktik governance yang baik. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat mengembangkan kebijakan dan program aksi untuk memperbaharui praktik pelayanan publik.Dengan terbitnya buku ini, diharapkan pemikiran mengenai reformasi pelayanan publik untuk mewujudkan good governance dapat disebarluaskan kepada apara agen pembaharu, pimpinan organisasi publik, mahasiswa, dan peneliti yang berkepentingan dengan terwujudnya good governance di Indonesia
Politik untuk Kemanusiaan, Mainstream Baru Gerakan Politik Indonesia
Memutar kembali panggung sandiwara dalam Pemilu Legislatif yang menggoncang perpolitikan Negri Indonesia tercinta ini, hingga mengakibatkan berbagai macam getaran. Getaran-getaran itu merambat dan merasuki relung hati setiap manusia. Bahkan menjelajah dalam keramaian secara kolektif. Goncangan dan getaran menyatu, membentuk pribadi yang penuh dengan pencitraan dan intrik-intrik politik busuk demi menjatuhkan lawan. Lupa kawan, hilang kemanusiaan.Pencitraan yang sangat luarbiasa, tiba-tiba dapat mengubah seseorang yang bakhil menjadi dermawan, peduli sosial dan lingkungan, tiba-tiba merubah gaya hidup glamor menjadi sangat sederhana, tidak berjilbab tiba-tiba berjilbab, tiba-tiba berkopiah, berbaju koko dan bersarung, blusukan diiringi dengan indahnya jepretan cahaya kamera, baliho-baliho dipasang dengan senyum paling menawan, ulama’ digunakan sebagai alat untuk membentengi moral ketidakjujuran dalam pelegitimasian kekuasaan mereka. Belum lagi miliaran bahkan sampai triliunan uang yang digelontorkan demi memihak mereka . Secuil tentang gambaran pencitraan, calon dewan wakil rakyat dan sang penguasa negri ini.Menarik sekali dan membuat saya sejenak merenung tentang politik yang terjadi saat ini, penulis Tamsil Linrung adalah seorang anggota dewan DPR RI 2009-2014 dari Fraksi PKS, sekaligus wakil ketua badan anggaran DPR-RI. Beliau berasal dari pemilihan Daerah Sulawesi Selatan II. Menukil potongan sejarah politik Islam seperti telah diuraikan pada bagian pengantar bagian pertama buku ini. Misalnya sikap kebersahajaan Umar bin Khattab, Umar bin Abdul Aziz, serta Sultan Malik azh-Zhahir dari kerajaan Samudera Pasai dan terdekat dengan rakyat di Indonesia.Terbukti, sikap kebersahajaan tiga contoh penguasa atau pemimpin pada zaman dan Negeri yang berbeda itu, dapat mensejahterakan rakyatnya dengan semangat mengayomi, melayani, serta semangat iman kepada Allah Swt yang terpatri dalam hati sanubari. Seperti munajat Abu Bakar ash-Shiddiq r.a, sahabat Nabi Muhammad Saw, “ Jadikanlah kami kaum yang memegang dunia dengan tangan kami, bukan hati kami.â€Iman adalah inti kebahagiaan bagi setiap muslim. Kemanusiaan berdasarkan prinsip-prinsip keagamaan, pilihan tepat. Pesan dan harapan itulah yang sebetulnya ditegaskan oleh penulis Tamsil Linrung dalam buku Politik Untuk Kemanusiaan (Mainstream Baru Gerakan Politik Indonesia)Keimanan yang kuat dan terpatri dalam sanubari seorang muslim khususnya pemempin Negri, seharunya bisa diimplementasikan dalam kehidupan pribadi sehari-hari, keluarga, masyarakat, bahkan dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Keimanan yang kuat juga menjadikan seorang pemimpin penuh dengan kehati-hatian dalam bersikap dan bertindak dalam memutuskan sebuah perkara.Tamsil Linrung pada bagian pertama bukunya yang diberi judul Purifikasi Politik, mencoba menghadirkan pemahaman kepada pembaca bahwa politik adalah bagian dari Islam. Politik dapat menyatu dengan nilai-nilai agama. Beberapa dalil al-Qur’an yang tertulis di bagian pertama seperti (Q.s. Shaad [38]:26), (Q.s. al-Qashas [28]:26), (Q.s. al-Anfaal [8]: 27 -28). Semua menjelaskan karakter seorang pemimpin dalam kaca mata Islam, juga menghadirkan pemikiran-pemikiran Islam dan cendikiawan Muslim seperti Abdul Hamid al-Ghazali, Ibnul Qayyim, al-Mawardi, bahkan pemikir kontemporer Hasan al-Banna yang semua merujuk kepada al-Qur’an dan al-Hadits.Keimanan yang kuat akan memancarkan pribadi yang baik. Baik terhadap sosial masyarakat, keluarga, bangsa dan negara. Implementasi iman dalam kehidupan manusia akan mewujudkan Metropolis Humanis seperti dipaparkan dalam bagian ke dua dalam buku ini.Pemerintah harus memberikan perhatian khusus pada masyarakat yang memiliki keunggulan dalam mengembangkan potensi dirinya. Misalnya memberikan beasiswa pendidikan, menyediakan lapangan kerja yang lebih banyak dan pekerjaan yang bergaji tinggi. Pemerintah juga harus memperhatikan pengelolaan urbanisasi yang akan menjadi masalah besar terhadap kenyamanan kota. Seperti kemiskinan, kriminalitas dan pengangguran.Pemerintah justru harus membangun dan menciptakan kota yang bernuansa kemanusiaan. Alasannya, kota dapat melindungi kedaulatan dan stabilitas masyarakat. Luar biasa seorang penulis Tamsil Linrung dalam mengkonsep dan menggagas idenya dalam buku Politik Untuk Kemanusiaan ini. Jelas akan menguntungkan rakyat Indonesia secara umum.Kota hijau adalah kota yang lebih humanis pada semua kalangan, tidak hanya terbatas bagi masyarakat yang memiliki uang banyak dan mudah aksesnya. Penulis menyadari bahwa merubah wajah kota bukan persoalan mudah bagi seorang pemimpin negri Indonesia. Apalagi yang hanya memiliki visi dan tidak memiliki konsep kota jauh ke depan dan tidak memhami sejarah pembangunan kota sejak NKRI. No action nothing happen’s. Tetapi, bukan berarti mengorbankan orang lain dalam artian saling sikut kanan-kiri.Adakalanya, pemerintah kota di Indonesia harus berkaca pada negara-negara yang maju dan berhasil menjadikan kota untuk kemanusiaan. Seperti Paris, New York dan Curitiba di Brazil. Sebuah kota, seharusnya sesuai dengan budaya masyarakatnya. Tidak hanya demi capaian fisik dan materi saja. Belajar dari sejarah Rasulullah Saw mengenai kota, masyarakat dan negerawan. Yaitu sikap humanis dan toleran dalam kemajemukan. Begitu yang saya fahami dari uraian pada bagian ke dua buku ini.Bagian ke tiga dan ke empat yaitu Ketahanan Pangan sebagai Jalan Kemanusiaan dan Humanisasi Pemberdayaan Ekonomi dalam buku ini, bahwa Indonesia mengandung tanah yang subur dan luas. Tetapi pemerintah malah menanam padi di luar negri (Myanmar). Bulog adalah perusahaan umum sekaligus perpanjangan tangan pemerintah dalam membantu food security atau ketahanan pangan. Oleh karena itu, Bulog harus siap bersaing dengan perusahaan-perusahaan swasta yang merajai pasar pangan nasional.Selain itu, pemerintah harus jelas, akan menjadikan Indonesia agraris atau industri. Sehingga perhatian utama ekonomi negara akan fokus misalnya pada pertanian yang memiliki nilai ekonomis dan berbasis kearifan lokal, juga akan fokus pada kelautan yang memiliki ekosistem laut yang paling beragam di dunia dengan berbagai macam karang dan spesies ikan. Pertanian dan kelautan adalah sumber pangan yang dapat membantu mengentaskan kemiskinan.Bagian terakhir, penulis menegaskan pada rakyat Indonesia, khususnya pada para pembaca buku ini. Kontribusi nyata untuk kemanusiaan, tak terbatas oleh ruang dan waktu. Kapan dan dengan kondisi apapun, semampu kita. Baik dalam pendidikan, pemberdayaan sosial, juga kesehatan. Mendukung masyarakat dengan memberikan pelatihan keterampilan dalam bidang yang ditekuninya akan membantu mereka untuk mandiri. Contoh nyata, Tali Foundation adalah bentuk konkret kontribusi penulis dalam bidang politik untuk kemanusiaan. Semoga menginspirasi spirit politik saya dan para pembaca. Hidup Indonesia
Sosiologi Pendidikan Michel Foucault , Pengetahuan, Kekuasaan, Disiplin, Hukuman, dan Seksualitas
Michel Foucault adalah seorang sosiolog dari Prancis yang lebih dikenal sebagai filsuf, sejarawan, dan psikolog. Ia dikenal karena pemikirannya mengenai pengetahuan, kekuasaan, disiplin, hukuman, dan seksualitas Nama Foucault jarang sekali muncul dalam buku-buku sosiologi pendidikan. Padahal, konsep, metode, dan argumentasi Foucault mengajak kita untuk melihat ke belakang dan ke depan mengenai formulasi kebijakan pragmatis dan kritik teoretis yang abstrak, untuk menyelidiki fungsi dan akibat hubungan kekuasaan, bentuk-bentuk pengetahuan, dan cara berhubungan secara etis antara satu orang dengan yang lain dalam praktik pendidikan. Buku ini menjelaskan mengenai konsep-konsep dasar dalam pemikiran Foucault, yang kemudian ditarik dalam pembahasan isu-isu sosiologi pendidikan. Tidak hanya itu saja, di pembahasan penulis juga mencoba memaparkan mengenai bagaimana pemikiran Foucault ini mewarnai praktik-praktik pendidikan di Tanah Air