4351 research outputs found
Sort by
Pertumbuhan dan penyelenggaraan pemerintah desa
Buku ini memberi gambaran pertumbuhan desa mulai dari asal muasalnya sampai pada keberadaannya dalam sistem pemerintahan negara Republik Indonesia. Untuk kepentingan praktis yang sangat berguna bagi kepala desa, perangkat desa, dan anggota Badan Permusya- waratan Desa (BPD), buku ini menguraikan secara teknis sistem pemerintahan desa berdasar- kan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan peraturan pelaksanaannya
Pemikiran dan perkembangan historiografi Indonesia
Seminar Sejarah Nasional I, yang berlangsung di Yogyakarta pada tahun 1957 merupakan peristiwa penting untuk historiografi Indonesia. Karena pada saat itu telah dilegitimasikan pandangan Indonesiasentris dalam penulisan sejarah nasional. Telah tumbang pendekatan konvensional yang bercorak Eropasentris.Sejak saat itu dirintis pendekatan dan metoda baru untuk penulisan sejarah nasional, yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo merupakan perintis dari penulisan kembali sejarah nasional yang bercorak Indonesiasentris, sambil tetap setia berpegang pada tuntutan ilmiah historiografi modern.Buku ini merupakan kumpulan tulisan pengarang, yang pernah diterbitkan dalam Lembaran Sejarah, publikasi dari Seksi Penelitian Jurusan Sejarah, Fakultas Sastra dan Kebudayaan, Universitas Gadjah Mada sekitar tahun tujuh puluhan. Pendekatan multidimensional terhadap realitas di masa silam dan metoda interdisipliner, yang dapat menyingkap fakta sejarah secara lebih mendalam, bervariasi dan bernuansa, diuraikan secara panjang-lebardalam buku ini.Daya tarik buku ini antara lain terletak pada tanggungjawab ilmiah pengarang atas usahanya merintis pendekatan dan metode baru dalam penulisan sejarah nasional. Suatu usaha yang tentu saja akan tetap menarik minat dan perhatian masyarakat sejarawan Indonesia, sarjana ilmu-ilmu sosial, budaya serta siapa saja yang berminat terhadap sejarah nasional, untuk membawa mereka lebih dekat pada gambaran sebenarnya dari masyarakat Indonesia di masa silam
kajian lingkungan hidup strategis: Jalan menuju pembangunan
Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) atau Strategic Environmental Assessment (SEA) adalah instrumen pendukung perencanaan pembangunan berkelanjutan melalui upaya internalisasi kepentingan lingkungan hidup (LH) dan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam perencanaan pembangunan tersebut. Upaya pengarusutamaan kepentingan LH dan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ini penting karena pelaksanaan pembangunan selama ini selain telah meningkatkan keuntungan ekonomi, juga mengakibatkan kemerosotan kualitas LH dan persoalan-persoalan sosial. Degradasi kualitas LH dan persoalan sosial terkait erat dengan persoalan perumusan kebijakan, rencana dan/atau program pembangunan yang tidak ramah lingkungan dan/atau tidak kompatibel dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Dengan kata lain, sumber masalah degradasi kualitas LH dan persoalan sosial berawal dari proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu, upaya penanggulangan degradasi kualitas LH dan persoalan sosial harus dimulai dari proses pengambilan keputusan pembangunan pula. Sebagai instrumen pengelolaan LH, implementasi KLHS adalah pada proses pengambilan keputusan perencanaan pembangunan (decision-making cycle process) sehingga sesuai dengan kebutuhan penyelesaian permasalahan degradasi sumber daya alam dan LH yang kita hadapi. Selama ini, berbagai instrumen pengelolaan LH telah banyak diaplikasikan di Indonesia. Satu di antaranya yang sangat dikenal adalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). KLHS berbeda dari AMDAL, utamanya karena implementasi KLHS fokus pada tingkat yang lebih strategis (strategic components), yaitu kebijakan, rencana, atau program (KRP). Dengan cara ini, upaya pencegahan degradasi LH dapat dilakukan langsung pada sumbernya
Interaksi Penghuni Asrama Mahasiswa Dengan Masyarakat Sekitar : suatu pijakan awal multikulturalisme (kasus lima asrama mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta)
Persepsi mahasiswa terhadap budaya lain, dalam penelitian yang dimaksud adalah budaya Jawa. hasil dari penelitian mengenai persepsi mahasiswa terhadap budaya Jawa ada yang bersifat positif maupun negatif. Adapun persepsi yang bersifat positif bahwa orang Jawa itu sopan santun, lemah lembut, ramah tamah, sederhana, terbuka terhadap pendatang. Persepsi mahasiswa terhadap orang/budaya Jawa yang bersifat negatif bahwa orang Jawa itu seenaknya sendiri, etnosentris, membingungkan, tidak terbuka. Namun, secara garis besar, persepsi postif terhadap budaya Jawa lebih menonjol daripada persepsi yang negatif
Studi tentang administrasi publik
Buku ini berisi hal-hal mendasar tentang administrasi negara atau publik, antara lain mengenai pengertian dan unsur administrasi publik, ruang lingkup administrasi publik, perkembangan pemikiran dalam administrasi publik, dan lain-lain
Perubahan Iklim dan Pemanfaatan SIG di Kawasan Pesisir
Perbahan iklim dan pemanfaatan SIG di kawasan pesisirBuku dengan judul “Perubahan Iklim dan Pemanfaatan SIG di Kawasan Pesisir” terdiri dari delapan chapter yaitu Mitigasi Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir, Pemanfaatan Teknologi Pengindraan Jauh (PJ) dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Analisis Perubahan Tutupan Mangrove di Delta Wulan, SIGPJ untuk Identifikasi Dampak Perubahan Iklim, SIGPJ dalam Pengelolaan Pesisir, Perubahan Iklim Sebagai Isu Lingkungan Global, Dampak Perubahan Iklim di Kawasan Pesisir, Kajian Gumuk Pasir Ditinjau dari Konservasi Biologi, dan Budi Daya Tanaman Melon Ramah Lingkungan Sekitar Gumuk Pasir Pantai Kebumen.Perubahan iklim adalah perubahan dalam iklim yang disebabkan oleh langsung atau tidak langsung dari kegiatan manusia yang mengubah komposisi dari atmosfer global. Dampak dari perubahan iklim ini akan memengaruhi semua aspek kehidupan manusia, tidak terkecuali pada lingkungan pesisir. Di Indonesia banyak kota-kota besar berada di lingkungan pesisir seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya.Perkembangan teknologi terutama dalam PJ dan SIG berguna dalam mengestimasi perubahan iklim dan dampaknya. Data PJ dan integrasinya dengan SIG berguna dalam melakukan pengukuran, pemetaan pemodelan, dan pemantauan terhadap dampak perubahan iklim. Pendekatan dengan menggunakan PJSIG lebih efektif dan efisien dari segi waktu, biaya, dan tenaga. Pengurangan dampak perubahan iklim salah satunya dengan kegiatan konservasi. Konservasi secara biologi memungkinkan aspek lingkungan yang sering kali terabaikan dapat terakomodasi tanpa meninggalkan aspek sosial ekonomi sehingga dapat terwujud pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Budi daya tanaman komersil seperti melon yang ramah lingkungan di areal belakang gumuk pasir dapat menyejahterakan kehidupan sosial ekonomi masyarakat pesisir. Kegiatan budi daya yang diiringi dengan upaya konservasi gumuk pasir dengan penanaman vegetasi spesifik gumuk pasir, seperti pandan dan cemara udang, dapat membantu upaya adaptasi masyarakat pesisirterhadap perubahan iklim. Konservasi gumuk pasir dilakukan agar dapat berfungsi sebagai barrier/penghalang dari hempasan angin laut terhadap lahan pertanian sehingga pemanfaatan areal sekitarnya untuk budi daya melon bersifat berkelanjutan (sustainable) dan ramah lingkungan berdasarkan budi daya serta kearifan lokal
Teori Sosiologi Modern
Kajian sistematis dalam buku ini yang telah diakui oleh seluruh dunia sebagai buku terbaik dan terlengkap dalam kajian teori sosiologi modern dimulai dari tinjauan periode pembentukan dan perkembangan sosiologi dimasa - masa awalnya dan diakhiri dengan kemunculan teori sosial post modern. Selain itu, disajikan pula hubungan, perkembangan, dan pertempuran antara teori dan aliran sosiologi, mulai dari strukturalisme, Marxisme, feminisme sampai post modern.Perkembangan mutakhir post strukturalisme, post modernisme, Mcdonaldisasi, teori jaringan, teori globalisasi, sampai metateori sosiologi juga dibahas secara komprehensif
Ketimpangan Wilayah dan Kebijakan Penanggulangan di Indonesia: Kajian Isu Strategis, Historis, dan Paradigmatis Sejak Pra Kolonial
Apakah ketimpangan wilayah, ekonomi dan sosial di Indonesia menjadi masalah sosial? Para penentang berlindung pada argumen kelatahan ketimpangan selama pembangunan. Bahkan ketimpangan dinilai penting sebagai pelumas perdagangan dari wilayah maju ke wilayah tertinggal