4351 research outputs found
Sort by
Revolusi Sosial Di Brebes
Pergolakan sosial di Brebes memiliki makna penting sebagai peristiwa lokal revolusi Indonesia karena merupakan sebuah revolusi sosial yang memiliki ciri-ciri khusus sesuai dengan derajat lokalitas karakteristik masyarakat Brebes. Dalam konsepsi ini, revolusi sosial dimaknai sebagai suatu upaya perubahan untuk mengubah struktur masyarakat kolonial-feodal menuju suatu tatanan masyarakat yang demokratis dan berkeadilan. Tatanan masyarakat demokratis merupakan cita-cita perjuangan yang mulai dirintis oleh Sarekat Islam di Pekalongan pada tahun 1918 yang kemudian diteruskan oleh gerakan PKI dan Sarekat Rakyat sampai dengan tahun 1926, tetapi revolusi baru ketemu momentum pada bulan Oktober-November 1945. Pada bulan-bulan inilah pergolakan sosial bergolak dengan munculnya berbagai kekuatan dalam revolusi, terutama yang paling menonjol adalah kekuatan Islam, PKI, dan tentara
Menyusuri Jejak Kesultanan Banten
Buku Menelusuri Jejak Kesultanan Banten ini bertolak pada disertasi Titik Pudjiastuti dengan judul “Sadjarah Banten. Suntingan Teks dan Terjemahan Disertai Tinjauan Aksara dan Amanatâ€, yang diterbitkan dengan tujuan agar dapat dibaca dan diketahui oleh khalayak lebih luas. Sajarah Banten merupakan karya sastra klasik Jawa berlatar peristiwa yang pernah terjadi di Banten. Dalam khasanah kesusastraan Jawa, karya sastra klasik bermuatan sejarah dikenal dengan nama babad. Berdasarkan tempat penciptaannya, Sajarah Banten tergolong ke dalam babad pesisir, yang umumnya ditulis dengan aksara Pegon atau aksara Arab gundhul. Sebagai karya sastra babad pesisir, teks-teks Sajarah Banten mempunyai kode bahasa, kode sastra, dan kode budaya yang berkaitan dengan masyarakatnya sendiri yang berbeda dengan karya sastra yang berasal dari keraton di Jawa Tengah. Dari pemeriksaan berbagai katalogus naskah Jawa dan Indonesia menunjukkan bahwa ada 36 buah “naskah†yang memuat tek Sajarah Banten. Ketigapuluh enam teks tersebut dapat dikelompokkan ke dalam lima versi. Buku ini menyajikan suntingan teks empat dari lima versi dalam korpus Sajarah Banten melalui metodologi filologi. Di samping itu buku ini juga merunut aspek kesejarahan dan paparan mengenai aksara Pegon berikut perbandingan dengan beberapa aksara lain yang berpangkal pada aksara Arab
Mengurai Kabut Pekat Dalang G30S, Antara Fakta dan Rekayasa
Gerakan 30 September atau yang lebih dikenal dengan G 30 S merupakan peristiwa yang hingga sekarang masih menyisakan pertanyaan bagi semua kalangan. Peristiwa yang terjadi antara 30 September sampai 1 Oktober tahun 1965 itu telah menelan banyak korban, termasuk enam perwira tinggi militer. Mengusut kejadian yang dicap sebagai pelanggaran HAM berat tersebut layaknya mengurai benang kusut; tak mudah.Menemukan dalang utamanya sama halnya menyusuri kabut tebal, layaknya mencari titik terang di wilayah abu-abu. Namun, kejadian itu nyata adanya. Siapa aktor yang sesungguhnya? Benarkah Gerakan 30 September memang intrik dan “unjuk gigi†para simpatisan PKI? Ataukah, PKI hanyalah “anak†yang dikorbankan oleh “tangan-tangan siluman†yang sengaja mengail di situasi keruh saat Indonesia sedang gonjang-ganjing?Buku ini mencoba menapak jejak kabut kelam sejarah G 30 S. Herwan Dwi Sucipto, penulis buku ini, memberanikan diri untuk mencari titik terang di wilayah abu-abu tersebut. Ia susuri setiap fase sejarah pertumbuhan dan perkembangan PKI, partai yang hingga kini masih menjadi phobia dan barang haram di bumi Indonesia, hingga puncak peristiwa berdarah. Bagaimana kesimpulan sang penulis terhadap kejadian luar biasa itu? Apakah G 30 S tetap sebagai kabut sejarah yang tak terjamah, wilayah remang-remang? Ataukah, ada setitik cercah kejelasan bahwa peristiwa itu nyata tetapi penuh rekayasa? Silakan Anda menggali jalinan-jalinan dan turut serta memberikan suluh terhadap insiden berdarah tersebut yang tersaji di dalam buku ini
Konsep tindak tutur komunikasi
Ditulis melalui prinsip kontemporer aliran Filsafat Bahasa Biasa, buku ini wajib dibaca oleh dosen, mahasiswa, dan praktisi ilmu komunikasi. Ilmu filsafat, ilmu Sastra, Ilmu Hukum, Ilmu Politik, dan Ilmu-ilmu Sosial, yang percaya bahwa bahasa pada dasarnya merupakan tulang punggung kehidupan yang terkonteks pada suatu nilai hidup yang kita kenal baik
Kajian Kebencanaan Dalam Naskah Panjeblugipun Redi Kelut
Penelitian “Kajian Kebencanaan dalam Naskah Panjebluging Redi Kelut†disusun berdasarkan naskah cetak berbahasa Jawa dengan judul Panjebluging Redi Kelut. Teks yang mengungkapkan tentang proses tetjadinya bencana letusan dan banjir lahar pada tanggal 20 Mei 1919 beserta dampak dan mitigasinya ini dikaji dengan metode penelitian filologi. Tujuan penelitian untuk menyajikan: teks dan terjemahan naskah PRK, gambaran peristiwa meletusnya Gunungapi Kelut tanggal 20 Mei 1919, gambaran kondisi masyarakat sekitar Gunungapi Kelut pada saat gunung tersebut meletus, gambaran dampak letusan gunungapi Kelut pada kehidupan masyarakat di sekitamya; dan gambaran mitigasi bencana terkait peristiwa tersebut. Hasil penelitian diketahui bahwa peristiwa meletusnya Gunungapi Kelut pada tanggal 20 Mei 1919 memakan banyak korban karena setelah gunung tersebut meletus segera tetjadi banjir lahar panas yang menyapu sebagian besar wilayah Kota Blitar. Banjir lahar panas disebabkan oleh meluapnya air danau di puncak Gunungapi Kelut karena tertimpa runtuhan tebing gunung. Gambaran mitigasi bencana yang terkandung dalam naskah PRK meliputi mitigasi pada fase pra bencana, saat terjadi bencana, dan pasca bencana
Sejarah kurikulum sekolah menengah di Indonesia sejak Kemerdekaan hingga Reformasi
Kurikulum adalah program belajar untuk siswa yang harus dijabarkan dan dilaksanakan oleh guru melalui proses pembelajaran. Dalam dunia pendidikan, salah satu kunci untuk menentukan kualitas lulusan adalah kurikulum pendidikannya. Karena pentingnya, maka setiap kurun waktu tertentu kurikulum selalu dievaluasi kemudian disesuaikan dengan dimensi-dimensi baru. Oleh karena itu, kajian kurikulum sebagai program belajar, pelaksanaan, pembinaan, dan pengembangannya jauh lebih penting dari programnya itu sendiri.Buku Sejarah Kurikulum Sekolah Menengah di Indonesia: Sejak Kemerdekaan Hingga Reformasi mengkaji perkembangan kurikulum sekolah menengah dari perperktif historis, mulai masa kemerdekaan sampai dengan masa reformasi. Dimulai dari pengantar terkait dengan perkembangan kirikulum di Indonesia, disajikan dalam Bab I pendahuluan, Bab II membahas pengertian, peran, dan fungsi kurikulum, Bab III mengkaji perkembangan kurikulum masa Orde Lama (1947–1965), Bab IV mengkaji perkembangan kurikulum masa Orde Baru (1966–1998), dan Bab V mengkaji perkembangan kurikulum masa Reformasi (1999–2015)
Penelitian kualitatif pekerjaan sosial
Secara umum pekerjaan sosial memiliki tujuan memberikan pertolongan pelayanan sosial kepada individu, kelompok, dan masyarakat dalam memecahkan berbagai permasalahan yang mereka hadapi, sehingga klien dari seorang pekerja sosial bisa memperoleh alternatif-alternatif pemecahan masalah tersebut. Sehubungan dengan tujuan tersebut, maka jenis pekerjaan ini perlu didasari dari sebuah penelitian, sehingga menghasilkan pelayanan yang tepat dan bermanfaat.Penelitian kualitatif merupakan salah satu jenis penelitian pekerjaan sosial yang cukup efektif dalam membangun harmonisasi antara peneliti dan informan, sehingga permasalahan sosial yang dialami informan bisa dijadikan bahan rujukan bagi para pekerja sosial.Dalam buku ini diuraikan berbagai metode dan strategi penelitian sosial yang secara praktis dapat dipraktikkan di lapangan, dengan fokus bahasan utama dalam upaya pemecahan masalah klien dan lingkungan sosialnya, baik mikro maupun klinis
Experience Sociology
Experience Sociology makes the familiar new. Using a unique, contemporary framework of culture-structure-power, students learn to apply sociological concepts through familiar lenses. Paired with a proven, personal, and adaptive learning experience, students move beyond memorization of topics to develop their sociological imagination.Connect is the only integrated learning system that empowers students by continuously adapting to deliver precisely what they need, when they need it, and how they need it, so that your class time is more engaging and effective