4351 research outputs found
Sort by
Di Bawah Langit Yang Sama
Di kotaku, gadis-gadis berkebaya meriung merangkai bunga,Menyanyikan kidung. Juga membicarakan cinta, yang ternyata tak semudah yang kita sangka. Seperti cintaku, yang kini kupertanyakan di tepi pura dekat taman bunga.Dia dan aku sungguh berbeda meski berada di bawah langit yang sama"Kau seperti kupu-kupu," katanya, "yang sempurna dan cantik warnanyaSeharusnya, aku bahagia mendengarnya. Namun, aku sadar, sayapku tak bisa terbang bebas. Cinta tumbuh di tempat yang jauh, sementara sayapku terikat disini.Di pulau para dewa, yang menyimpan banyak rindu untuk memanggilku kembali.Yang nyanyian ombak di pantainya mampu mendamaikan risau di hati.Langit masih memiliki warna yang sama, aku dan dia berada di bawahnya. Kami mengirimkan cinta dan doa. Namun, diam-diam juga saling bertanya,apakah doa kami akan sampai ke tempat yang sama?Jika kau pernah mendengar kisah serupa, kabarkan kisahnya ke Pulau Dewata;apakah bahagia atau sesal yang ada di ujung kisahnya?-Indir
Psikologi Lintas Budaya
Buku ini ditulis oleh Sarlito W Sarwono seorang ahli Psikologi Sosial yang telah lama memahami gejala psikologi lintas budaya di Indonesia. Naskah awalnya berasal dari bahan ajarnya, makanya bagi para peminat psikologi lintas budaya akan merasa diajak ikut perkuliahannya yang menarik dan atraktif. Acuan-acuan klasik dan terkini serta lintas ilmu (psikologi dan antropologi secara khusus) menjadikan buku ini berbobot secara akademik
Patologi Sosial Jilid 1
Secara umum buku ini menjelaskan tentang patologi sosial dan masalah sosial yang terjadi akibat diferensiasi dan deviasi. Kedua hal itu memunculkan berbagai penyakit masyarakat, antara lain individu sosiopatik, perjudian, korupsi, kriminalitas, pelacuran, dan mental disorder. Kelima jenis " penyakit " tersebut dibahas secara detail di dalam buku ini, mulai dari pengertian, jenis, sebab - sebab, akibat - akibat, serta saran - saran untuk naggulanginya
Filsafat Hukum Pidana : Konsep, Dimensi, dan Aplikasi
Filsafat hukum merupakan obyek materi filsafat. Filsafat hukum senantiasa ada kaitannya dengan filsafat moral dan sistem nilai. Filsafat hukum dalam perkembangannya senantiasa berhubungan dengan masalah kekuasaan negara dan kaitan dengan ilmu hukum, tidak lepas dari persoalan hubungan teori hukum dan dogmatika hukum. Berfikir secara filsafat, berarti kita berupaya untuk merenungkan segala sesuatu sebagai suatu utopia terhadap sesuatu hal disekitar dunia kita, untuk mencari suatu kebenaran, dan keajegan di alam semesta ini, yang penuh dengan misteri dan penuh mitos untuk dapat terkuak segala rahasia yang tersembunyi. Oleh sebab itu, berfikir secara filsafat berarti kita berada pada hal-hal yang bertautan dengan titian seni berfikir secara mendalam, atau dapat dikatakan sebagai kebiasaan untuk berfikir secara mendalam. Oleh sebab itu, keseluruhan kesatuan pengetahuan; hasrat-hasrat kearah kearifan dan kebijaksanaan, atau mencintai kearifan dan kebijaksanaan, merupakan siklus filsafat dalam arti kata jalan fikiran.Hubungan etika dengan profesi hukum, bahwa: etika profesi adalah sikap hidup, berupa kesediaan untuk memberikan pelayanan profesional di bidang hukum penuh dengan keahlian berupa kewajiban terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan hukum, berupa etika profesi. Hukum pada dasarnya merupakan peta jalan (road map) menuju kebahagiaan. Hukum merancang atau memetakan arah yang harus diambil manusia dalam perbuatan, jika manusia ingin mencapai tujuan akhir, sebagai hasil karya akal budi manusia. Konsep hukum yang adil, menaruh perhatian besar pada hubungan antara hukum dengan moralitas. Hal ini disebabkan bahwa hukum sebagai aturan dan ukuran perbuatan yang mengarahkan atau melarang manusia berbuat. Perbuatan manusia itu berupa nilai-nilai yang lebih tinggi, antara lain: nilai religius, nilai moral atau etika, nilai estetis atau estetika. yang mempelajari tingkah laku manusia secara perorangan dan kelompok. Secara filsafat, maka hukum merupakan sesuatu yang berkenaan dengan manusia. Manusia dalam hubungannya dengan manusia lainnya dalam suatu pergaulan hidup. Tanpa pergaulan hidup tidak akan ada hukum (ibi societies ibi ius, zoon politicon). Hukum berfungsi mengatur hubungan pergaulan antarmanusia. Masalah-masalah hukum seperti: Hubungan hukum dengan kekuasaan, Hubungan hukum dengan nilai-nilai sosial budaya, apa sebabnya Negara berhak menghukum orang, apa sebabnya orang menaati hokum, Masalah peranan hukum sebagai sarana pembangunanTeori hukum mengambil kategori-kategori intelektualnya dari filsafat dan cita-cita keadilannya dari teori politik. Kontribusi khas dari teori hukum adalah dalam merumuskan cita-cita politik yang berkenaan dengan prinsip-prinsip hukum. Terminologi hukum yang khas kadang-kadang mengaburkan kedudukan teori hukum. Dogmatika hukum sebagai ajaran hukum juga sering disebut ilmu hukum dalam arti sempit, bertujuan untuk memaparkan dan mensistematisasi dan dalam arti tertentu juga menjelaskan hukum positif yang berlaku. Hukum merupakan salah satu sumber dari kekuasaan, di sampin
Peran Kearifan Lokal Dan Modal Sosial Dalam Pengurangan Risiko Bencana Dan Pembangunan Pesisir
Manajemen bencana merupakan bidang kajian yang mengalami perkembangan sangat cepat dalam dasawarsa terakhir. Salah satu studi tentang kebencanaan, yaitu dengan menggunakan pendekatan positivism. Pendekatan positivism terkait erat dengan tema tentang sosial budaya dan kemasyarakatan. Hal tersebut terutama dalam kaitannya dengan pola dan respons masyarakat terhadap situasi bencana yang mengancamnya (adaptive capacity) serta kemampuan masyarakat dalam melakukan penyesuaian-penyesuaian dan memberikan timbal baliknya dalam menghadapi fenomena-fenomena bencana.Buku ini berusaha memaparkan identifikasi kearifan lokal dari proses perilaku dan budaya masyarakat dalam kurun waktu yang panjang. Selain itu, buku ini juga berusaha menemu-kenali modal sosial yang ada di dalam masyarakat dalam kaitannya dengan pengelolaan lingkungan dan upaya pengurangan risiko bencana. Berbagai karakteristik fisik wilayah, kearifan, dan budaya lokal terkait dengan adaptasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan pesisir dan ancaman bencana di wilayah pesisir diulas secara lebih jelas. Secara lebih teknis, buku ini akan memaparkan dan menyajikan data-data, baik berupa data statistik maupun data secara keruangan, dalam kaitannya untuk memberikan gambaran dan penjelasan dalam konteks dinamika pesisir. Pada beberapa bab dan bagian akan dipaparkan data terkait data-data kependudukan, data sosial, data geografi, data-data lingkungan, dan lain sebagainya dengan menggunakan studi kasus suatu daerah. Studi kasus kawasan pesisir Demak dipilih dalam penjelasan dan pemaparan ini. Data kependudukan, data sosial, data potensi wilayah dalam lingkup wiayah pesisir Demak dipaparkan dengan menggunakan tabel, peraga diagram, peta, dan lain sebagainya. Selanjutnya, buku ini memaparkan contoh-contoh empiris hasil analisis secara terintegrasi dari modal sosial yang ada dalam masyarakat dalam kaitannya dengan pemanfaatan kapital tersebut untuk pembangunan berkelanjutan. Urgensi dari penulisan buku ini adalah memberikan berbagai informasi dan data kepada pemerintah daerah yang terkait dengan kearifan lokal dan modal sosial masyarakat tradisional untuk perencanaan pembangunan yang berkelanjutan. Selain itu, penulisan buku ini juga penting untuk pengembangan metode dalam riset-riset multidisiplin yang terintegrasi. Diharapkan pada akhirnya buku ini dapat memberikan tambahan referensi, pemahaman, dan pengetahuan kepada para mahasiswa, baik mahasiswa S-1, S-2, maupun S-3 yang akan melaksanakan penelitiannya
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial: Perspektif Filosofi dan Kurikulum
Buku Ini Membahas Secara Rinci Perspektif Filosofi dan Kurikulum yang Ada dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.Ulasanya berkaitan dengan Filosofi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial dan Perkembanganya serta Penerapan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Perspektif Filosofi dan Kurikulum
Studi Kebijakan Publik dan Pelayanan Publik ; Konsep dan Aplikasi Proses Kebijakann Publik dan Pelayanan Publik
Media Pembelajaran Geografi
Pembelajaran geografi pada hakikatnya adalah pembelajaran tentang gejala-gejala geografi di permukaan bumi. Lingkungan yang ada di sekitar adalah salah satu sumber yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar. Siswa dapat dihadapkan pada keadaan yang sebenarnya, keadaan yang alami, sehingga lebih nyata, lebih konkret, lebih faktual dan lebih dapat dipertanggungjawabkan.Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara siswa, guru dan bahan pembelajaran. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media. Buku Media Pembelajaran Geografi ini hadir untuk menyampaikan dan menjelaskan jenis, bentuk dan teknik menggunakan media pembelajaran berikut kegunaannya masing-masing