4351 research outputs found
Sort by
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN : Untuk Perguruan Tinggi
pendidikan kewarganegaraan (PKN) merupakan pendidikan yang mencakup pancasila, undang-undang dasar negara Republik Indonesia tahun 1945, negara kesatuan republik Indonesia (NKRI), dan bhinneka tunggal ika untuk membentuk mahasiswa menjadi warga negara yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. ini berarti 4 (empat) pilar kebangsaan yakni pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan substansi kajian untuk PKN
Hukum Administrasi Negara
Buku ini menyajikan bahasan untuk memahami konsep-konsep dalam hukum administrasi negara secara umum. Selain itu, upaya pemahaman agar kontekstual dilakukan dengan menyajikan praktik administrasi negara di IndonesiaHukum Administrasi Negara membawakan sifat yang berbeda dengan bidang hukum yang lain. Hukum Administrasi Negara mudah mengalami perubahan dan sifatnya sangat dinamis. Hal ini disebabkan karena Hukum Administrasi Negara berkenaan dengan persoalan teknis operasional penyelenggaraan pemerintahan. Hal yang bersifat teknis operasional umumnya mudah berubah oleh karena pengaruh dinamika kehidupan masyarakat. Ketentuan Hukum Administrasi Negara juga merupakan ketentuan hukum yang sulit untuk dikodifikasikan. Hal ini disebabkan karena kaidah Hukum Administrasi Negara bukan merupakan produk suatu lembaga saja, akan tetapi adalah produk dari berbagai lembaga negara maupun lembaga pemerintahan.Hukum Administrasi Negara juga sangat peka terhadap pengaruh politik. Artinya bahwa bagaimana perubahan konstelasi politik yang terjadi dalam suatu negara akan mempengaruhi kaidah Hukum Administrasi Negara. Terjadinya pergantian presiden atau pergantian kabinet misalnya, hal itu tidak banyak berpengaruh terhadap hukum pidana, hukum perdata, maupun hukum tata negara. Akan tetapi lain halnya dengan itu semua, pergantian presiden atau pergantian kabinet di suatu negara akan sangat berpengaruh pada Hukum Administrasi Negara.Karena sifatnya yang dinamis, buku Hukum Administrasi Negara ini menjelaskan bagaimana hukum administrasi negara ini bekerja, ruang dan lingkup bahasan yang cukup luas namun disajikan dengan mendalam. Dimulai dengan pengertian umum hukum tata negara, sejarah hukum tata negara, ruang lingkup kerjanya, hukum keuangan negara, hukum kepegawaian sampai pemerintahan daerah di sajikan secara komprehensif
Kota dan lingkungan: Pendekatan baru terhadap masyarakat berwawasan ekologi
Selain pusat kreativitas, peradaban, dan industri, kota juga merupkan ?ruang? yang menjanjikan bagi umat manusia mewujudkan mimipi-mimpi mereka. Mereka tidak peduli pada proyeksi demografis yang memperlihatkan bahwa melimpahnya jumlah penduduk selalu berawal dari kota.Kedepan, kota akan menghadapi berbagai tantangan kritis. Menyurutnya sumber-sumber alam, merebaknya polusi udara dan air, pembangunan yang cenderung merusak lingkungan alam dan munculnya banyak tuntutan: perumahan, transportasi, pengelolaan air, dan sistem penyaluran limbah, merupakan tantangan problematis yang selalu merasuki tubuh kota di berbagaio negara berkembang.Tentu, ini berlawanan dengan tujuan masyarakat berwawasan ekologi yang berupaya menciptakan kota yang nyaman untuk bekerja, hidup, dan memelihara generasi masa depan.Buku ini mengindentifikasi dan mengkonseptualisasi cita-cita masyarakat berwawasan ekologi perkotaan, mencakup dimensi-dimensi teknologis, politis, dan sosiologis, serta menfokuskan perubahan-perubahan gaya hidup yang praktis dan luas
Sejarah Sastra Jawa (Teori, Evolusi, dan Transformasi)
Menulis sejarah sastra tidak begitu mudah. Tidak bisa sekadar kompilasi. Sejarah sastra adalah rentetan peristiwa. Di dalamnya ada kronologi. Sejarah sastra yang asal-asalan tentu hasilnya tidak akan memuaskan. Persoalannya apakah mungkin menulis sejarah sastra yang memuaskan?Paling tidak dari buku ini pembaca akan meneropong jauh tentang sastra Jawa madya terbagi menjadi dua, yaitu prosa (parwa) dan puisi (kidung). Keduanya ternyata digubah begitu manis.Keduanya merupakan sumber terbesar pengembangan drama Jawa, khususnya drama wayang dan ketoprak, dan sastra lisan. Dari karya sastra Jawa madya, yang mirip babad hanya sedikit, juga menjadi sumber mitos orang Jawa.Oleh sebab itu, buku ini mudah-mudahan membuka wawasan kita dalam menulis sejarah sastra
Perangkat Pembelajaran PPKn : Perencanaan dan Pengembangan
Sejak jabatan guru merupakan jabatan profesi, dan untuk menduduki jabatan profesi itu, maka perencanaan pengajaran merupakan suatu yang tidak dapat dihindari. Sasaran akhir dari perencanaan/desain pembelajaran adalah mudahnya siswa untuk belajar. Sebagai penyandang jabatan profesional, guru haruslah memiliki akuntabilitas, terutama apa yang disebut dengan professional accountability. Perencanaan pengajaran adalah salah satu bentuk dari akuntabilitas tersebut. Di Indonesia, perencanaan pembelajaran dalam bentuk program dan perangkat pembelajaran, seperti: silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan perangkat pembelajaran lainnya yang menjadi takaran profesionalitas guru.Untuk menghasilkan perencanaan beserta perangkat pembelajaran yang berkualitas, seorang guru hendaknya memiliki pemahaman yang memadai tentang berbagai hal yang berkaitan dengan perencanaan pembelajaran, memiliki kemampuan serta keterampilan-keterampilan teknis dalam mengembangkan program pembelajaran. Guru dituntut untuk mampu mengikuti dan mengantisipasi berbagai perubahan masyarakat, terutama dalam hal perubahan kurikulum, sehingga program pembelajaran yang dikembangkan dapat membantu siswa dalam mempersiapkan dirinya sebagai warga masyarakat dan warga negara untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupannya
Memahami Model Bisnis Organisasi Sosial (Social Entrepreneurship) di Indonesia
Buku ini menjelaskan tentang model bisnis social entrepreneurship dengan melihat 3 aspek penting yaitu proporsi nilai (value capture). Saat ini banyak program dari organisasi tidak berasil karena gagal mengenali kebutuhan dan karakeristik penggunanya
Kota Lama Kota Baru: Sejarah Kota-Kota di Indonesia
Sejarah dekolonisasi Indonesia sebetulnya lebih dari sekadar sejarah politik. Dekolonisasi juga merupakan kisah-kisah tentang perubahan sosial, ekonomi, dan juga kultural. Banyakdari perubahan-perubahan tersebut terjadi di perkotaan. Beberapa peristiwa (atau proses) historis disebut sebagai sejarah di kota, sementara peristiwa-peristiwa atau proses-proses lainnya dianggap sebagai sejarah kota.Setidaknya terdapat lima alasan pentingnya memperhatikan kota-kota dalam proses dekolonisasi. Pertama, kota merupakan panggung terjadinya banyak peristiwa penting; kedua, perubahan penguasa administrasi perkotaan pasti telah meninggalkan konsekuensi- konsekuensi pada kota secara menyeluruh; ketiga, komposisi etnis pada populasi perkotaan berubah sebagai buah dari dekolonisasi. Kelompok sosial yang penting telah digeser dari pandangan kota; keempat, pertempuran di perkotaan dan di perbatasan dengan desa mengakibatkan arus massal pengungsi yang datang dan pergi. Kadangkala meninggalkan kota dan kadang pula menuju kota. Arah migrasi bergantung pada ke mana migran tersebut berpihak, dan siapa yang sedang berkuasa. Selama periode pendudukan Jepang, banyak orang yang lebih suka tinggal di kota agar lebih mudah menghindarkan diri dari kewajiban kerja paksa (romusha); kelima, oleh karena terjadi penaikan yang tiba-tiba dari orang-orang Indonesia pada posisi staf- staf menengah sampai pada posisi-posisi tinggi serta pergantian kepala-kepala departemen dari orang-orang Belanda ke orang-orang Jepang tanpa bekal pengetahuan yang memadai terhadap Indonesia, kegiatan administrasi mengalami kekacauan akibat keterbatasan pengalaman administrasinya. Akhirnya kami ingin menekankan bahwa mengkaji perubahan historis di kota sangatlah menyenangkan
Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013), Suatu Pendekatan Praktis
Profesionalisme guru dari waktu ke waktu semakin dituntut seiring dengan kebutuhan pendidikan yang bermutu. Dalam konteks itu salah satu variabel utama dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah guru. Hal ini dikarenakan gurulah yang ada di garda terdepan yang langsung berinteraksi dengan peserta didik di kelas. Oleh karena itu, guru dituntut untuk menguasai dan terampil pada hal-hal yang berkaitan dengan tupoksi guru. Salah satu tupoksi guru yang sangat penting adalah keterampilan melakukan penilaian hasil belajar peserta didik. Dengan penilaian guru bisa melakukan refleksi dan evaluasi terhadap kualitas pembelajaran yang telah dilakukan dan sekaligus mendapatkan informasi tentang tingkat pencapaian kompetensi peserta didik yang meliputi kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Berangkat dari hal di atas mendorong penulis untuk menghadirkan buku yang khusus membahas tentang penilaian secara komprehensif dengan pendekatan praktis. Artinya pembahasan dilakukan sepraktis mungkin sesuai dengan kebutuhan guru di lapangan dengan disertai contoh - contoh instrumen penilaian yang aplikatif. Dengan demikian, memudahkan pembaca untuk memahami dan mencerna sekaligus menerapkan penilaian autentik dalam menjalankan tugas keprofesionalan sebagai guru sebagaimana ditekankan dalam kurikulum 2013. Tanpa bermaksud "menggurui" kehadiran buku ini menjadi salah satu bahan bagi guru, kepala sekolah, pengawas, calon guru, dan masyarakat yang mencintai dunia pendidikan dalam mendalami dan meningkatkan keterampilan melakukan penilaian hasil belajar peserta didik secara profesional. Buku ini memadukan pendekatan teoretis dan praktis dengan contoh - contoh instrumen penilaian yang bisa dijadikan model oleh guru di lapangan. Dengan pengalaman penulis sebagai guru dan kini menjadi widyaiswara serta dosen menjadikan isi buku ini lebih komprehensif memadukan antara teoretis dan praktis. Penulis sebagai alumni Doktor Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta dan dosen memperkuat teori-teori penilaian dalam buku ini. Sedangkan pengalaman sebagai guru dan kini sebagai widyaiswara di LPMP DKI Jakarta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang selalu berinteraksi dengan guru, kepala sekolah dan pengawas dalam kegiatan pelatihan memperkuat hal-hal praktis dalam buku ini
Evaluasi Pembelajaran
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui hasil yang telah dicapai oleh pendidik dalam proses pembelajaran adalah melalui evaluasi, baik evaluasi hasil belajar maupun evaluasi pembelajaran. Ketika proses pembelajaran dipandang sebagai proses perubahan tingkah laku siswa, peran evaluasi dan penilaian dalam proses pembelajaran menjadi sangat penting. Penilaian dalam proses pembelajaran merupakan proses untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi informasi untuk mengetahui tingkat pencapaian tujuan pembelajaran. Jadi, evaluasi pembelajaran adalah proses mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi informasi secara sistematis untuk menetapkan ketercapaian tujuan pembelajaran. Tujuannya adalah untuk menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru.Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian, yang dalam prosesnya melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, serta pengolahan hasil dan pelaporan. Ketiga tahap itu harus sejalan dengan prinsip-prinsip umum dalam evaluasi pembelajaran yang harus dipenuhi untuk memperoleh hasil evaluasi yang lebih baik, yaitu prinsip kontinuitas, komprehensif, adil dan objektif, kooperatif, dan praktis.Untuk menuju kualitas pembelajaran yang baik, diperlukan sistem penilaian yang baik pula. Agar penilaian dapat berfungsi dengan baik, sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, sangat perlu untuk menetapkan standar penilaian yang menjadi dasar dan acuan bagi guru dan praktisi pendidikan dalam melakukan kegiatan penilaian. Untuk mewujudkan haltersebut, perlu kerja sama yang baik dari pihak-pihak yang berkaitan, seperti guru, siswa, dan sekolah. Dengan peranan yang berbeda sesuai proporsi masing-masing, dan tiap-tiap pihak melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana mestinya, akan tercipta suasana yang kondusif, dinamis, dan terarah untuk perbaikan kualitas pembelajaran melalui perbaikan sistem penilaian. Dengan demikian, evaluasi pembelajaran berperan untuk mengetahui efisiensi proses pembelajaran yang telah dilaksanakan dan efektivitas pencapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan