4351 research outputs found
Sort by
Sosiologi Perubahan Sosial : Presktif klasik, modern, posmodern, dan poskolonial
Sosologi perubahan sosial Tidak ada masyarakat yang berhenti untuk berubah. Hal inilah yang menyebabkan berbagai studi atau kajian mengenai masalah perubahan sosial selalu berkembang dan diperbarui. Hampir semua kajian dalam studi sosiologi selalu terkait dengan masalah perubahan sosial ini. Perubahan sosial merupakan sebuah isu yang tidak akan pernah selesai untuk diperdebatkan. Perubahan sosial menyangkut kajian dalam ilmu sosial yang meliputi tiga dimensi waktu yang berbeda, dulu (past), sekarang (present) dan masa depan (future). Untuk itulah, masalah sosial yang terkait dengan isu perubahan sosial merupakan masalah yang sulit untuk diatasi dan diantisipasi.Pembahasan mengenai isu perubahan sosial ini meliputi masalah proses, bentuk-bentuk perubahan sosial, dan yang paling penting adalah masalah dampak atau konsekuensi perubahan sosial bagi individu atau masyarakat, serta dunia. Buku ini membahas mengenai berbagai hal terkait dengan isu atau permasalahan seputar perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Pembahasan meliputi batasan, bentuk, faktor-faktor penyebab, serta dampak perubahan sosial. Buku ini juga membahas beberapa teori sosiologi mengenai perubahan sosial yang telah berkembang: teori klasik, modern, posmodern serta teori poskolonial yang merupakan teori dalam sosiologi yang belum lama berkembang yang mencoba mendobrak mitos-mitos yang berkembang seputar dunia Timur.Masalah modernisasi dan globalisasi juga menjadi isu penting yang dibahas dalam buku ini. Di samping itu, juga ada bahasan lain terkait lembaga-lembaga sosial yang turut terlibat dan mempercepat perubahan sosial, di antaranya keluarga, pendidikan, agama, sistem politik, gerakan sosial, dan teknologi, serta beberapa strategi dalam mewujudkan perubahan sosial.Buku ini ditujukan bagi mahasiswa yang berminat dalam masalah perubahan sosial. Juga bagi praktisi serta masyarakat umum yang concern dengan masalah pemberdayaan masyarakat juga layak membaca buku ini, karena di dalamnya juga membahas mengenai pemberdayaan masyarakat sebagai sebuah bentuk strategi perubahan
Sumber Daya Laut : Di Perairan Pesisir Gunung Kidul Yogyakarta
Air mempunyai nilai kemanfaatan sesuai dengan keberadaannya untuk memenuhi kebutuhan yang ditentukan oleh pemanfaat. Pembangunan berkelanjutan dalam upaya pelestarian sumberdaya air pada Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan suatu proses pembangunan yang mengoptimalkan manfaat sumberdaya alam, sumberdaya air, dan juga sumberdaya manusia secara berkelanjutan. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu bentuk pengembangan wilayah dengan DAS sebagai suatu unit pengelolaan.Buku ini menjelaskan secara rinci mengenai pengelolaan antarsektor sumberdaya (air, lahan, lingkungan, serta kelembagaan) dalam pengelolaan DAS sebagai tajuk umum. Perlunya sinergitas antarsektor sumberdaya merupakan bukti bahwa keberhasilan pengelolaan Daerah Aliran Sungai sebagai unit kelola tidak akan berjalan jika dilakukan oleh satu pihak saja
Ilmu negara dan teori negara
Ilmu negara mengkaji asal mula, sifat, hakikat, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan negara beserta seluk-beluknya. Seluk-beluk negara yang dikaji secara komprehensif sejak munculnya negara, yaitu pemahaman tentang negara, prinsip dan persyaratan berdirinya negara, kepemimpinan, serta pemerintahan suatu negara. Kajian tentang negara ini mencakup pengertian pokok (grondbegrippen) dan sendi-sendi pokok (grondbeginselen) negara serta segala sesuatu yang berhubungan dengan negara, misalnya warga negara, pemerintahan, demokrasi, lembaga negara, pemilu, wilayah, dan sebagainya. Buku ini antara lain membahas pengertian ilmu negara, ruang lingkup ilmu negara, hubungan ilmu negara dengan ilmu lain, sistematika ilmu negara, syarat-syarat terbentuknya negara, fungsi dan sifat negara, objek ketatanegaraan, lembaga-lembaga negara, parlemen, sejarah perkembangan ilmu negara, teori kekuasaan negara, teori negara hukum rule of law, teori kesejahteraan negara, teori-teori permodalan tentang kesejahteraan sosial, teori hak asasi manusia dalam negara, teori negara hukum, dan lainnya. (sumber: sampul belakang buku
Sistem politik Indonesia
Buku ini menjelaskan sistem politik di Indonesia yang tidak semata-mata hanya bersifat teoritis namun juga secara empirik. artinya dalam pembahasanya diberikan pula ulasan yang disesuaikan dengan konteks di mana sistem politik itu pernah diberlakukan di Indonesia, yakni masa orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi. Bab pertama dalam buku ini berisi pembahasan sistem politik dalam suatu kerangka analisis. Selanjutnya, bab kedua berisi pembahasan mengenai budaya polotik yang diawali dengan adanya kesadaran dari para ahli polotik mengenai arti penting memahami disiplin ilmu lainnya. Bab ketiga berisi pembahasan mengenai struktur politik yang mendukung sistem politik melaksanakanberbagai aktivitas guna meraih berbagai tujuan bersama. Dan bab keempat berisi sejarah sistem politik Indonesia yang dapat dilihat dari proses politik yang terjadi di dalamnya. Buku ini disusun secara sistematis, mudah dicerna dan dipahami ini merupakan acuan utama bagi mahasiswa yang mendalami mata kuliah Sistem Politik Indoneisa. Juga merupakan referensi wajib bagi para praktisi organisasi politik, partai polotik, elite politik, anggota legislatif, lembaga swadaya masyarakat, dan para birokrat, baik di pemerintahan pusat maupun daerah
Paradigma Teologi Politik Sunni: Melacak Abu Al-Hasan Al-Asy'ari (W.324/935) Senagai Perintis Pemikiran Politik Islam
Buku ini berusaha mengkaji tentang paradigma teologi politik sunni yang berbasis pada pemikiran teologi politik Abu Al-Hasan Al Asy'ari (w. 324/935). Beliau adalah perumus teologi sistematis dalam tradisi sunni yang sangat sukses sehingga punya banyak penganut khususnya di Indonesia, namun pada kenyataannya ia tidak begitu dipahami oleh penganutnya. Kemudia beliau adalah salah seorang yang mempunyai andil dan ambil bagian dalam merintis gagasan politik dalam Islam
Kailasa Jejak Tanah Surga yang Terluka
Kailasa, jejak tanah surga yang hampir kailasa tergerus masa. Tersimpan ribuan cerita: keringat dan kemelaratan para petani, sebelum kemudian makmur. Sayang, kemakmuran itu menyisakan luka, sebagai ujian atau mungkin semacam peringatan. Apalagi kalau bukan oleh kebodohan dan kerakusan!Surga itu terancam. Yahva, sosok pcmuda yang bersemangat dengan keilmuan alamnya tak rela berdiam diri menyaksikan kedatangan kiamat kecil di tanah kelahirannya itu. Tantangan pun menyambutnya termasuk dari mereka yang dicintainya. Ia banyak mendapat perlawanan hingga tidak dihiraukan, Yahya juga mendapatkan banyak cemooh yang membuatnya nyaris putus asa.Ditulis dengan gaya soft science fiction, novel ini mengungkap secara detail sejarah pertanian, juga lika-liku asmara antara Yahya dan Aim yang kocak dan mendebarkan. Sebuah sajian yang benar-benar layak disimak siapa saja
Gagasan Konstitusi Sosial : Institusionalisasi dan Konstitusionalisasi Kehidupan Sosial Masyarakat Madani
konsitusi (constitution) merupakan suatu pengertian tentang seperangkat prinsip-prinsip nilai dan norma dasar yang mengatur mengenai apa dan bagaimana suatu sistem kekuasaan dilembagakna dan dijalankan untuk mencapai tujuan bersama dalam wadah organisasi. Karena itu, Brian Thompson menyerderhanakan pengertian konstitusi dengan menyatakan "......a constitution is a documen which contains the rules for the opration of an organization
Administrasi Publik : Desentralisasi, Kelembagaan dan Aparatur Sipil Negara
Agus Dwiyanto, guru besar di Jurusan Manajemen dan Kebijakan Publik, FISIPOL UGM. Sejak Juli 2012, ia dipercaya untuk menjadi Kepala Lembaga Administrasi Negara, Republik Indonesia. Setelah menamatkan studinya di bidang Public Policy and Management, University of Southern California, tahun 1990, Ia kembali ke Kampus UGM untuk mengajar di almameternya di Jurusan Ilmu Administrasi Negara, FISIPOL UGM. Tahun 1990, ia kembali ke Kampus UGM untuk mengajar di almameternya di Jurusan Ilmu Administrasi Negara, FISIPOL UGM.Selama berkarier di Universitas Gadjah Mada, Agus Dwiyanto pernah menduduki berbagai jabatan di Kampus Biru tersebut, antara lain: Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Sekretaris Pusat Studi Kependudukan, Pengelola MAP UGM bidang Akademik, Kepala Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan UGM, dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Usaha.Ketika memimpin PSKK UGM, Agus Dwiyanto menginisiasi penelitian survei berskala nasional, di antaranya Governance and Decentralization Survey I (GDS, 2002), GDS 1+, Governance Assessment Survey, 2006, berbagai policy research dan analisis seperti Partnership in Economic growth bekerja sama dengan RAND, Santa Monica. Bersama koleganya di PSKK UGM, Agus Dwiyanto melakukan inovasi di bidang manajemen pelayanan publik, di antaranya adalah Kontrak Pelayanan di Kota Blitar, Yogyakarta, dan Kabupaten Semarang. Replikasi dari kegiatan kontrak pelayanan telah dilakukan di berbagai kota dan kabupaten di Sumatra Utara bekerja sama dengan Badan Diklat Provinsi Sumatra Utara dan JICA.Di samping memiliki pengalaman yang luas dalam bidang akademik dan riset, Agus Dwiyanto juga memiliki pengalaman consulting di berbagai lembaga donor, antara lain di GTZ, GIZ, World Bank, DSF World Bank, AUSAID, USAID, dan JICA dalam berbagai area seperti: desentralisasi dan otda, local governance, service delivery, standards of service, dan functional assignment.Bersama koleganya di LAN, Agus Dwiyanto berhasil mereformasi LAN dengan merampingkan struktur LAN sehingga menjadi lebih solid dan relevan untuk menjadikan LAN sebagai policy think-tank, pusat inovasi sektor publik, dan pusat Diklat ASN. Hasil dari pembaharuan di LAN diantaranya penerapan pelatihan berbasis pengalaman melalui Diklat Kepemimpinan Perubahan dan Diklat Pra-Jabatan untuk Membentuk Generasi Baru ASN yang berkualitas.Agus Dwiyanto telah mempublikasikan berbagai artikel di jurnal, policy brief, laporan penelitian, dan buku. Diantara buku yang pernah diterbitkan antara lain, Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Reformasi Birokrasi, Manajemen Pelayanan Publik, Reformasi Birokrasi, dan Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik
Etnografi Masyarakat Samin Di Bojonegoro (Potret Masyarakat Samin Dalam Memaknai Hidup)
Penelitian Etnografi Masyarakat Samin di Bojonegoro, dilakukan di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna hidup bagi masyarakat Samin serta perubahan yang terjadi, seiring dengan masuknya teknologi-informasi. Pengambilan data dilakukan secara observasi atau pengamatan, wawancara, dan studi pustaka. Observasi dilakukan dengan cara mengamati kehidupan sehari-hari masyarakat Samin beserta obyek-obyek tertentu yang berhubungan dengan aktivitas atau kegiatan keseharian mereka. Wawancara dilakukan dengan para informan yang terdiri dari tokoh Samin, aparat pemerintah (kabupaten, kecamatan, desa), tokoh masyarakat, serta warga Samin. Sementara studi pustaka digunakan untuk menjaring data (sekunder) yang tidak diperoleh dari lapangan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode etnografi Spradley yaitu dengan mengklasifikan data yang diperoleh dari lapangan kemudian dianalisis secara kualitatif dalam bentuk uraian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat ini masyarakat Samin di Dusun Jepang yang ‘dipimpin’ Mbah Hardjo Kardi sudah mengalami keterbukaan. Keterbukaan ini ‘harus’dilakukan karena tuntutan zaman, juga karena semakin mudahnya akses yang dirasakan oleh masyarakat Samin. Akses tersebut diantaranya menyangkut perhubungan, alat transportasi, teknologi-informasi, bantuan dan program pembangunan, serta pendidikan. Dengan adanya ‘keterbukaan’ ini, maka secara tidak langsung juga mengubah pola pandang dan pola pikir masyarakat Dusun Jepang, walaupun secara adat dan tradisi mereka masih tetap dipertahankan. Mereka masih memegang prinsip hidup ajaran Saminisme yaitu hidup sederhana, jujur, kebersamaan, dan semangat gotong royong, aja drengki srei, tukar padu, kemeren, aja kutil jumput, bedhog nyolong. Ungkapan pangucap saka lima bundhelane ana pitu Ian pangucap saka sanga bundhelane ana pitu,sabar lan trokal, sabare dieling-eling, trokale dilakoniIntinya ajaran hidup masyarakat Samin didasarkan kepada 3 hukum/aturan yaitu(1) angger-angger pengucap; (2) angger-angger perilaku: dan (3) angger-angger lakunana yang artinya bahwa setiap ucapan, perilaku dan pelaksanaan masyarakat Samin dalam mengarungi dan mengisi kehidupannya, masih mengugemi ajaran leluhumya dan hingga kini masih dipertahankan. Selain itu, hadirnya dan masih eksisnya tokoh/sesepuh Samin Mbah Hardjo Kardi di Dusun Jepang, Margomulyo, Bojonegoro, menambah semakin teguhnya ajaran hidup komunitas Samin
Sejarah maritim Indonesia
Aspek maritim sangat penting dalam peijalanan sejarah bangsa Indonesia. Sejak dikenalnya jalur perdagangan laut di Asia abad 1 M, Nusantara bagian barat memetik manfaat dari interaksi perdagangan maritim. Di sepanjang jalur itu, terbentuk kantong-kantong niaga (emporium) yang berkembang menjadi kekuatan politik yang besar (imperium). Dalam proses itu tersiar agama Hindu dan Budha, kemudian Islam dan Kristen.Selain itu, terjadi juga proses alih pengetahuan dan kreasi teknologi perkapalan. Kapal galey misalnya, yang merupakan jenis kapal perang Arab diproduksi oleh pandai kapal Portugis, dan ditemukan di kawasan timur Nusantara.Buku ini menyajikan risalah kerajaan-kerajaan Nusantara di masa lalu yang pernah berjaya dalam memanfaatkan potensi kelautan. Juga keruntuhan kekuatan maritim pribumi, baik karena peralihan orientasi ke darat maupun intervensi bangsa asing dalam merebut ruang pelayaran dan perdagangan maritim. Risalah ini seyogyanya menjadi renungan bagi kita untuk membangun negara maritim Indonesia. Dalam kerangka itulah, pemahaman sejarah maritim sangat penting agar kita tidak terpukau selamanya dalam cakrawala sejarah Indonesia yang masih banyak menyuguhkan khasanah kedaratan