4351 research outputs found
Sort by
Mahakurawa Kaliyuga Parwa 2
Inilah Mahakurawa, kisah Mahabharata dari sudut pandang tokoh-tokoh yang dianggap jahat seperti Duryudana, Aswatama, dan Sengkuni, pun yang tertindas dan terlunta seperti Ekalaya, Karna, dan Jara. Mahakurawa mempertanyakan apa yang baik dan apa yang jahat dan siapa sejatinya pemenang Bharatayuda. Mahakurawa adalah kisah dari sisi lain: yang kalah, yang terhina, yang terinjak-injak, yang bertempur tanpa berharap campur tangan dewata, yang meyakini bahwa tindakan mereka sesuai dharma! Dan jika Mahabharata pada akhirnya adalah kisah tentang kemenangan dharma atas adharma, kenapa dunia justru memasuki Kaliyuga
GERPOLEK: Gerilya-Politik-Ekonomi
Dulu, Tan Malaka sangat merisaukan makin menciutnya wilayah Republik dengan berdirinya negara boneka bentukan Belanda. Sementara kaum kapitalis, kolonialis dan imperialis berhasil mengacaukan perekonomian dan keuangan Republik Indonesia. Karena itu, Tan Malaka tidak mengenal kompromi dengan kekuatan kolonialisme dan imperialisme. Ia tidak menyetujui perundingan dengan lawan. Ia menganggap berunding adalah sikap mengirbankan kedaulatan dan kemerdekaan rakyat. Gerpolek merupakan buku yang dikonsep dan ditulis oleh Tan Malaka ketika dirinya meringkuk di penjara Madiun. Buku ini ditulis tanpa dukungan informasi kepustakaan atau apapun. Ia hanya mengandalkan pengetahuan, ingatan dan semangat kepemimpinan untuk tetap memikirkan kelangsungan kemerdekaan Republik tercinta
Penginderaan Jauh : Pengantar ke Arah Pembelajaran Berpikir Spasial
Berpikir spasial (KBS) merupakan salah satu jenis berpikir yang dihasilkan oleh perpaduan antara pengetahuan, alat represen- tasi, dan proses penalaran. Pemahaman terhadap sifat-sifat ruang, misalnya: dimensi, kontinuitas, kedekatan (proximity) dan pemi- sahan (separation) dapat dimanfaatkan untuk menata masalah, menemukan jawaban, mengungkapkan, dan menyampaikan solusi. Kemampuan berpikir spasial (KBS) diperlukan oleh setiap orang karena setiap orang pasti melakukan aktivitas yang terkait dengan ruang (lokasi dan tempat) atau spatial behavior, seperti menata perabotan rumah, melakukan perjalanan ke tempat-tempat ter- tentu, menata lingkungan, melakukan mitigasi bencana, dan lain- lain. Aspek spasial tersebut ada yang bersifat umum dan geografis. Aspek spasial yang bersifat umum dikaji oleh berbagai bidang disiplin ilmu, seperti matematika, pedagogik, psikologi. Sementara aspek spasial geografi lebih banyak dikaji oleh geosains (geografi, geologi, sistem informasi geografi, dan penginderaan jauh). KBS dalam aspek spasial geografi inilah yang kurang diperhatikan oleh para pendidik, sehingga sering terjadi berbagai kebijakan pem- bangunan yang tidak berhasil karena tidak memperhatikan aspek spasial geografi. Di antara dampak terabaikannya aspek spasial geografi adalah timbulnya bencana banjir, kekeringan, longsor lahan, pencemaran lingkungan, dan kemacetan lalu lintas
Guru Asyik, Murid Fantastik: Paduan Mengajar Agar Murid Senang Belajar
Dalam Konsep pembelajaran terkini, mata pelajaran tidak hanya terbatas diajarkan di kelas. Guru dapat pula menggunakan lokasi dan sumber belajar lainnya. Pembelajaran seperti ini bertujuan mengembangan inovasi, kreativitas, serta karakter peserta didik. Jadi, dunia pendidikan tidak lagi terpaku pada aspek intelektual. Sehubungan dengan itu, diperlukan dukungan kompetensi guru sekaligus keterampilan memanfaatkan informasi, media, dan teknologi. Buku ini berisi ragam inovasi dan pengembanganb model, metode, serta alat pembelajaran yang layak diterapkan oleh guru
Kronik Perang Saudara Dalam Sejarah Kerajaan Di Jawa (1292-1757) : Menelusuri Jejak-jejak Pertikaian Kekuasaan di Bumi Nusantara
Pada kurun waktu 456 tahun, mulai dari tahun 1292 hingga 1757 terjadi peperangan antar anggota keluarga kerajaan. Perang saudara ini terjadi karea perebutan kekuasaan, legitimasi sebagai pewaris tahta kerajaan, tanah warisan, atau pelunasan dendam. Perang ini terjadi di Jawa tepatnya di Singhasari, Dhaha, Majapahit, Demak, Pajang, Mataram, Kartasura, hingga Surakarta. Buku ini membahas tentang Perang Bubat, Perang Paregrek, Perang Sudarma-Wisuta, dan Perang Suksesi Jawa I-III
Sabdo Cinta Angon Kasih
Mbok Jamu berselendang ungu itu menjadi sumber kebahagiaan bagi orang-orang yang datang dan pergi membeli dagangannya. Bukan karena rambut hitam kehijauannya, lereng keningnya yang bening, atau kecantikannya yang tiada tara. Para pria menjadi platinum member jamunya karena Mbok Jamu pintar memosisikan diri sebagai konco wingking. Perempuan yang posisinya selangkah di belakang pria?Tunggu dulu, arti dari istilah itu baru tepat jika kita memandang hidup secara linear. Padahal, hidup ini berputar bagai Cokro Manggilingan. Ia di belakang, tapi sejatinya juga berada di depan karena takdir siklus. Itulah keistimewaan Mbok Jamu.Orang-orang di sekitarnya memang tak pernah peka membaca pertanda. Berbeda dengan Sabdo Palon dan Budak Angon, dua makhluk spiritual dari Majapahit dan Pajajaran yang selalu mengikuti Mbok Jamu dalam senyap. Mereka yakin, Mbok Jamu bukanlah perempuan biasa. Dirinya pastilah putri raja yang menitis ke raga rakyat biasa. Meski terlihat tak berkuasa, ia mampu menjadi penentu kemenangan dalam kompetisi pilpres tahun kapan pun.Sekarang ... mari saksikan bersama, ke mata angin manakah Jangka Jayabaya dan Uga Wangsit Siliwangi, kedua ramalan akbar Jawa dan Sunda yang untuk kali pertamanya dihimpun dalam sebuah kitab, menemui takdirnya dalam cinta Mbok Jamu
Revolusi pemuda: Pendudukan Jepang dan perlawanan di Jawa 1944-1946
Buku karya Benedict Anderson ini menganalisis secara intensif dan rinci asal mula revolusi Indonesia, dan dengan itu mengungkapkan ciri-ciri penting yang tidak begitu tampak dalam uraian mengenai revolusi-revolusi modern lainnya. Ia memperlihatkan betapa pola sosial-politik revolusi Indonesia itu menyimpang dari pola-pola sosial-politik revolusi modern lainnya, dan bahwa pecahnya revolusi Indonesia tidak dapat diterangkan secara memuaskan melalui analisis Marxis konvensional, maupun dipandang dari segi “alienasi kaum cendekiawan” atau “rasa frustrasi karena harapan-harapan yang kian memuncak”. Ia menjelaskan bahwa pusat daya dorong kekuatan revolusi pada tahap pertama perjuangan merebut kemerdekaan itu terutama, dan bahkan pada taraf yang menentukan, terletak di tangan pemuda Indonesia.Anderson menerangkan betapa faktor-faktor kebudayaan tradisional dan watak pendudukan Jepang telah memengaruhi kesadaran politik golongan pemuda ini, terutama persepsi mengenai posisi mereka dalam perjuangan nasional dan perubahan sosial.“Inilah buku yang sejak masih dalam bentuk disertasinya pada 1967 telah memberi pengaruh besar pada kajian sejarah politik Indonesia. Analisis yang peka, akademis, dan meyakinkan […] akan menjadi karya rujukan standar mengenai periode tersebut sampai bertahun-tahun mendatang.” — Journal of Southeast Asian Studies“Rekonstruksi historis yang luar biasa mengenai sepuluh bulan pertama ‘revolusi’ atau perjuangan kemerdekaan Indonesia pada 1945-1946, dengan persepsi yang tajam menggambarkan aneka macam kekuatan sosial-politik yang bekerja.” — American Political Science Revie
Kualitas pelayanan publik: Konsep, dimensi, indikator, dan implementasi
New Public Service (NPS) sebagai paradigma terbaru dari administrasi publik meletakkan pelayanan publik sebagai kegiatan utama para administrator negara/daerah. Salah satu intisari dari prinsip NPS adalah bagaimana administrator publik mengartikulasikan dan membagi kepentingan (shared interests) warga negara melalui pelayanan publik. Berbagai riset, penelitian, ide, gagasan dan kajian tentang kualitas pelayanan publik telah banyak dimunculkan dan dilakukan, baik dalam bentuk opini, makalah, skripsi, tesis, maupun disertasi. Berbagai hal tentang kualitas pelayanan publik tersebut telah pula dipublikasikan dalam koran, buku, majalah, jurnal, atau di internet. Kualitas pelayanan publik akan selalu menarik untuk dikaji dan dibahas, karena masyarakat selalu mengalami dinamika, ilmu pengetahuan dan teknologi pun selalu mengalami perkembangan dengan pesat. Seiring dengan hal tersebut, tentu saja konsep, dimensi, indikator-indikator tentang kualitas pelayanan publik akan mengalami perubahan seiring dengan perubahan zaman. Kemampuan beradaptasi dengan perubahan tersebut, akan menjadi modal bagi pengambil kebijakan untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kemampuan meningkatkan kualitas pelayanan publik, bagi kepala negara/daerah akan dapat meningkatkan kepercayaan publik/rakyat kepada mereka, sehingga tidak menutup kemungkinan, bila mereka kembali mencalonkan diri sebagai kepala negara/daerah akan dipilih lagi oleh rakyatnya bahkan kebaikan yang telah mereka lakukan akan selalu dikenang oleh rakyatnya sepanjang masa. Buku ini membahas secara panjang lebar tentang kualitas pelayanan publik, baik ditinjau dari segi konsep, dimensi, indikator, maupun dari sisi implementasinya. Buku ini sangat cocok dibaca oleh berbagai segmen masyarakat, terutama para dosen dan mahasiswa S1, S2 atau S3 yang relevan dan terkait dengan bidang studi ilmu administrasi publik serta para birokrat atau pejabat publik yang selalu melakukan pelayanan pada masyarakat
Demokrasi dan moral politik
Buku ini berisi tentang demokrasi dan moral politik, dan di dominasi kisah tentang elite politik, lebih banyak dari pada tentang publik atau rakyat kebanyakan
PEMBELAJARAN LITERASI : Strategi Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika, Sains, Membaca, dan Menulis
Upaya meningkatkan kemampuasn literasi siswa melalui program Gerakan Literasi Sekolah (GLS)csecara nyata talah menumbuhkan kebiasaan literasi di sekolah. Meskipun demikian, kebiasaan literasi yang selama ini dicapai baru merupakan tahap pertama pelaksanaan GLS. Guna melaksanakan GLS pada tahap kedua dan ketiga, masih diperlukan upaya nyata terutama dalam hal menentukan strategi pembelajaran dan penilaian literasi. Kehadiran buku Pembelajaran Literasi: Strategi Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika, Sains, Membaca, dan Menulis diharapkan menjadi salah satu solusi bagi keterseiaan strategi pembelajaran dan penilaian literasi. Buku ini membahas secara tuntas konsep, pembelajaran, dan penilaian literasi yang mencangkup literasi matematika, literasi sains, literasi membaca, dan literasi menulis. Melalui pengaplikasian strategi pembelajaran dan penilaian literasi, seluruh tahapan GLS akan terlaksana dan kemampuan literasi siswa Indonesia akan meningkat. Oleh sebab itu, buku ini sangat penting dibaca oleh mahasiswa calon guru, guru, serta pemerhati dan pemangku kebijakan pendidikan