Yupa: Historical Studies Journal
Not a member yet
168 research outputs found
Sort by
Konstelasi Politik Pasca Perang Ngali di Bima
Sultanate of Bima faces various challenges, especially in the economic and political fields of government. Trade freedom had been the main pillar of the economy, threatened by the Dutch trade monopoly. Sovereignty and territorial integrity are threatened by the " Lange Contract " ( long contract ) which was imposed by the Dutch colonial government . The agreement " Lange Contract " ( long contract ) with the Netherlands has made people's anger overflowed. Anger was manifested by the resistance of the people of N g Ali against occupation of the Netherlands in the years 1908-1909. The purpose of writing this is to examine more deeply about the background behind the constellation of politics in the Sultanate of Bima so that the P groaned Ngali , and the impact of P groaned Ngali
The Implementation of Group Investigation with Audio Visual Learning Media to Improve Student`s Learning Achievement and Student`s Attitude of Love the Homeland on Social Science Learning in Sambirejo 2 Junior High School
The purpose of this research is to know the effectiveness of implementation of cooperative learning with group investigation and audiovisual media learning to improve student learning achievement and student`s attitude of love the homeland at junior high school students. The classroom action research was used as research approach. The subjects of research subjects were teachers and 32 students of class VIIIA. The data were analyzed by interactive analysis technique and comparative descriptive analysis. The results of this study indicate the improvement of learning achievement with an average value of 70 in cycles I, 77 in cycles II, and 81.75 in cycle III. Meanwhile the attitude score for love of the homeland shows improvement with the average yield of 72 in cycles I, 82 in cycles II, and 85 in cycle 3. Based on the results of the research, it can be concluded that the learning model for study Group Investigation with audiovisual learning media had proved to improve the learning achievement and attitude of love the homeland of student in the class VIIIA Sambirejo 2 State Junior High School
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Berbasis Literasi Digital Nilai-Nilai Kearifan Lokal pada Tradisi Saprahan di Pontianak
Penelitian ini merupakan salah satu dasar dalam pengembangan bahan ajar dengan tujuan mengetahui kebutuhan di lapangan seputar bahan ajar agar dapat menghasilkan bahan ajar yang efektif dan baik. Nilai-nilai kearifan lokal yang dapat diangkat dalam pengembangan bahan ajar ini adalah salah satunya kearifan lokal yang terdapat di Kalimantan Barat salah satunya adalah Tradisi Saprahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada beberapa sekolah sampel mengenai kebutuhan akan bahan ajar berbasis sejarah lokal, didapatkan fakta bahwa memang selama ini kebutuhan bahan ajar berbasis sejarah lokal sangat tinggi. Hal ini mendorong peneliti untuk membuat bahan ajar berbasis literasi digital nilai-nilai kearifan lokal pada Tradisi Saprahan sebagai solusi atas minimnya bahan ajar sejarah di sekolah-sekolah setingkat SMA/ SMK
Dinamika Unit Kegiatan Mahasiswa Pramuka Universitas Negeri Makassar (1978-2013)
Penelitian sejarah ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan UKM Pramuka pada fase IKIP hingga fase UNM tahun 1978 sampai tahun 2012 serta perannya dalam pembentukan karakter mahasiswa di UNM. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa UKM Pramuka UNM didirikan pada tahun 1978 dengan dukungan penuh dari berbagai pihak. Secara kelembagaan UKM Pramuka pada fase IKIP dan fase UNM tidak mengalami perbedaan. Pola pembinaan yang diterapkan mengacu kepada tri bina dan tri dharma perguruan tinggi, hal ini dibuktikan dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan. Keberadaan UKM Pramuka di UNM memberikan kontribusi positif atau peran yang besar terhadap mahasiswa dengan berbagai kegiatan yang melibatkan mahasiswa secara umum hingga masyarakat luas. Hingga sampai tahun 2012, gugusdepan ini telah menunjukkan dinamika yang tetap mengarah kepada kemajuan walaupun kendala dominan yang dihadapi adalah dukungan dana kemahasiswaan untuk UKM Pramuka hingga tahun 2012 semakin minim
Perempuan Banjar: Kajian Awal Tentang Sejarah Gender Abad XVIII – XX
Selama ini konsep gender perempuan Banjar masih kabur. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya penelitian tentang konsep gender dalam budaya Banjar secara historis. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi sosial masyarakat Banjar yang membentuk konsep gender abad XVIII-XX dan mendiskripsikan konsep gender perempuan Banjar secara kronologis dalam kurun abad XVIII-XX pula. Penelitian ini menggunakan metode sejarah; heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini menemukan fakta sosial dalam masyarakat Banjar senantiasa selalu berubah tergantung pada kondisi politik dan ekonomi yang terjadi. Walau demikian, konsep gender perempuan Banjar seakan tidak berubah. Perempuan diberi ruang dan peluang yang luas untuk berperan dalam sektor publik-produktif, tentu dengan tidak melupakan tugas keperempuanannya di rumah tangga sebagai ibu dan isteri. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan sosial tidak dapat mengubah konsep gender perempuan Banjar
Metode Pemecahan Masalah dengan Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Indonesia di MAN 2 Banyuwangi
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Penerapan Metode Pemecahan Masalah dengan Pendekatan Kontekstual mampu meningkatkan hasil belajar Sejarah Indonesia. PTK ini dilaksanakan pada semester genap tahun 2017/2018 di kelas X Agama MAN 2 Banyuwangi. Dilaksanakan dengan tiga siklus, dengan prosedur: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, 4) refleksi. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Sebelum dlaksanakan PTK, rata-rata hasil belajar kelas sebesar 66, menunjukkan tidak tuntas belajar secara klasikal karena masih ada peserta didik yang mendapat nilai <65 sebanyak 8 peserta didik dengan persentase 19,04%, peserta didik yang medapat nilai 65-100 sebanyak 34 peserta didik dengan nilai persentase sebesar 80,9%. Setelah dilaksanakan PTK pada siklus 3, hasilnya menunjukkan secara klasikal, belajar peserta didik tuntas, karena peserta didik yang mendapat nilai 65-100 sebanyak 42 peserta didik dengan persentase 100%. Oleh karena itu, penerapan Metode Pemecahan Masalah dengan Pendekatan Kontekstual mampu meningkatkan hasil belajaran Sejarah Indonesia, kelas X Agama semester genap tahun ajaran 2017/2018 MAN 2 Banyuwangi
Pandemi Flu Spanyol di Banjarmasin, Karesidenan Borneo bagian Selatan dan Timur (1918-1920)
Tingginya kasus covid 19 di Banjarmasin seakan mengulangi sejarah. Pandemi virus mematikan pada kenyataannya bukanlah hal baru. Sekitar satu abad silam, tepatnya pada tahun 1918-1919, flu Spanyol yang mengguncang dunia melanda Banjarmasin. Pada saai itu, Banjarmasin berstatus sebagai ibukota Karesidenan Borneo bagian selatan dan timur. Flu tersebut dinamakan "demam panas” oleh masyarakat Banjar. Sebanyak 1.424 orang tercatat menjadi korban penyakit influenza. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, yang terdiri dari tahapan heurisik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pandemi flu spanyol di Banjarmasin dan sekitarnya diduga berasal dari para penumpang kapal laut yang berlayar dan pulang dari Singapura ke Banjarmasin, Bawean, dan Batavia, seperti kapal S. S. Camphuys, S. S. Van Hoorn, S. S. Van Rees, dan S. S. Senang. Masyarakat Banjar telah menggunakan obat-obat tradisional untk melawan pandemi ini sebelum obat medi ditemukan, seperti temulawak. Di samping pengobatan tradisional, masyarakat mempercayai hubungan pandemi dengan hal-hal metafisik. Mereka percaya bahwa penderita telah melanggar pantangan adat
Developing Digital Book Based on Lafran Pane' Thought for Increasing State Defend Attitude of Students
In the globalization era, technology development grows rapidly. The development of technology accompanied with the decreasing of states defend attitude among Indonesian. This phenomenon evidenced by development of life that has been influenced by foreign culture, of sectarian solidarity, individualism, primordial, and the moral degradation of Indonesian which can threaten the integration of the nation. Education has an important role to deal with these problems. Teachers must be able to find instructional innovations that can be used to improve state defend attitude of students, because very important for future of the nation. Instructional innovation can be used by revive characters which it contains the values of state defend in the form of digital books. Lafran Pane is one of the Indonesian heroes who have thoughts about an intellectual's attitude towards the progress of the nation and state, especially students. Lafran Pane emphasized that student must be able to love their homeland, be hold on their beliefs, reform of thought in all fields, create harmony between religions, and be aware of their obligations as a fighter to elevate national dignity. Lafran Pane’s thought contain the values of state defense and moral can be integrated in education. This paper aims to provide learning innovations to improve state defend attitude of students
Revolusi di Tanah Alas: Peranan Masyarakat dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Tahun 1945-1950
Telah dilakukan penelitian mengenai Revolusi di Tanah Alas dan Peranan Masyarakatnya dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia pada saat revolusi tersebut berlangsung. Dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah untuk merekonstruksinya, yang terdiri dari empat tahap, diantaranya heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa revolusi di Tanah Alas tidak hanya di pelopori oleh masyarakat yang ikut berperang secara fisik. Selain itu terdapat mayoritas masyarakat yang memiliki andil dalam persiapan perang tersebut, baik dari segi penyediaan peralatan sampai dengan kebutuhan pangan. Masa Revolusi Fisik di tanah Alas banyak melibatkan tokoh dan rakyat Tanah Alas. Selain ikut serta dalam perang fisik, mereka juga dengan gigih membantu memenuhi kebutuhan para pejuang perang. Sehingga, dapatlah dikatakan bahwa masyarakat ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam rangka mempertahankan kemerdekaan R.I pada masa revolusi
Integrasi Situs Sejarah di Samarinda dan Balikpapan dalam Pembelajaran Sejarah Lokal
Mata pelajaran sejarah berdasarkan kurikulum 2013 hanya sedikit yang membahas tentang sejarah lokal di Kalimantan. Sumber belajar sejarah lokal khususnya buku sangat minim, sehingga diperlukan alternatif sumber belajar lainnya seperti alam lingkungan peninggalan sejarah., yaitu situs-situs sejarah lokal di Kalimantan Timur yang dapat dijadikan sumber pendukung pada metode diskusi dan lawatan sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi lapangan dan dokumentasi terkait situs di Samarinda dan Balikpapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situs di Samarinda dan Balikpapan dapat dijadikan sumber belajar sejarah dari masa kerajaan Islam sampai perjuangan revolusi fisik yang mencakup materi dari kelas X sampai kelas XII