Agrikultura
Not a member yet
249 research outputs found
Sort by
Respon Air Tersedia dan Bobot Isi Tanah pada Tanaman Jagung Manis dan Brokoli terhadap Kombinasi Terak Baja dan Bokashi Sekam Padi pada Andisol, Lembang
ABSTRACTResponse of water available and soil bulk density on sweet corn and broccoli of steel slag and husk bokashi combination on Andisol LembangThe objective of this research was to find out responses of water available and soil bulk density on sweet corn and broccoli of steel slag and husk bokashi combination on Andisol Lembang. This study used a randomized block design factorial with two factors. The first factor was steel slag and the second factor was husk bokashi. Each factor onsisted of 4 levels of 0%, 2.5%, 5.0% and 7.5% with two replications. The result showed there was not interaction between steel slag and husk bokashi on water available and soil bulk density on sweet corn and broccoli. Bokashi of husk has an independent effect to water available on sweet corn while bokashi of husk has an independent effect to soil bulk density on sweet corn and broccoli.Keywords: Steel slag, Bokashi of husk, Soil physical characteristic, Sweet corn, BroccoliABSTRAKAndisol mempunyai sifat fisika tanah yang baik, namun bermasalah dengan retensi P. Pemberian amelioran untuk mengurangi retensi P, diharapkan dapat mempertahankan bahkan meningkatkan parameter fisika tanah tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon air tersedia dan bobot isi tanah pada tanaman jagnung manis dan brokoli terhadap kombinasi terak baja dengan bokashi sekam padi pada Andisol Lembang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama terak baja dan faktor kedua bokashi sekam padi masing- masing 4 taraf yaitu 0%, 2,5%, 5,0%, dan 7,5%, diulang dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara terak baja dengan bokashi sekam padi terhadap air tersedia dan bobot isi pada tanaman jagung manis dan brokoli. Bokashi sekam padi berpengaruh mandiri terhadap air tersedia pada jagung manis, sedangkan bokashi sekam padi berpengaruh mandiri terhadap bobot isi tanah pada jagung manis dan brokoli.Kata Kunci: Terak baja, Bokashi sekam padi, Ketersediaan air, Bobot isi, Jagung manis, Brokol
PerkecambahanPeronosclerospora spp. Asal Beberapa Daerah di Jawa Barat pada Fungisida Berbahan Aktif Metalaksil, Dimetomorf dan Fenamidon
ABSTRACTGermination of Peronosclerospora spp. isolated from several maize plantation areas in West Java on fungicides containing active ingredient of metalaxyl, dimetomorph and fenamidoneDowny mildew is a major disease in corn plants that affect the world corn production, include in Indonesia. The control of downy mildew that caused by pathogen Peronosclerospora spp. are relying on the use of synthetic fungicides. However, the emergence of the Peronosclerospora spp. resistant against fungicides rise awareness for the need of constant surveillance. The aim of this study was to know the effectiveness of three commonly used active ingredients fungicide (Metalaxyl, Dimetomorph, and Fenamidone) in controlling Peronosclerospora spp. from five regions in Wes Java (Sumedang District,Bandung District, Majalengka District, Garut District and West Bandung District). Experiment was conducted using conidia germination method. The results of this study demonstrated that fungicide with active ingredient of Dimethomorph was able to suppress the germination of conidia Peronosclerospora spp. with 0% of conidia germination in 4 districts (Sumedang, Bandung, Majalengka and Garut) and only 0.47% conidia germinated in isolate collected from West Bandung District. Meanwhile, fenamidon experienced a decrease in effectiveness at West Bandung District. In this study, it was also found that the number of conidia germinated on isolates treated with Metalaxyl did not show any significant difference compared to control. This suggested that Peronosclerospora spp. might resistant to Metalaxyl.Keywords: Downy mildew, Peronosclerospora spp., metalaxyl, dimetomorph, fenamidoneABSTRAKPenyakit bulai merupakan penyakit utama pada tanaman jagung yang berpengaruh terhadap produksi jagung dunia, termasuk di Indonesia. Pengendalian penyakit bulai yang disebabkan oleh patogen Peronosclerospora spp. masih bertumpu pada penggunaan fungisida sintetik. Akan tetapi, terjadinya penurunan keefektifan fungisida terhadap Peronosclerospora spp. menyebbkan diperlukannya monitoring secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan tiga jenis bahan aktif fungisida yang umum digunakan (Metalaksil, Dimetomorf, dan Fenamidon) dalam mengendalikan penyakit bulai terhadap patogen Peronosclerospora spp.asal lima daerah di Jawa Barat (Kab. Sumedang, Kab. Bandung, Kab. Majalengka, Kab. Garut dan Kab. Bandung Barat). Pengujian keefektifan fungisida dilakukan dengan menggunakan metode perkecambahan konidia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan fungsida dimetomorf terhadap isolat Peronosclerospora spp. asal semua daerah dapat menekan perkecambahan konidia dengan persentase perkecambahannya 0% pada 4 daerah dan 0,47% pada isolat asal daerah Kab. Bandung Barat. Sementara Fenamidon menujukkan indikasi penurunan keefektifan di daerah Bandung Barat. Pada penelitian ini, ditemukan pula adanya indikasi resistensi patogen Peronosclerospora spp. terhadap fungisida Metalaksil. Hal ini terlihat dari perkecambahan konidia yang diperlakukan dengan Metalaksil yang hasilnya tidak berbeda nyata dengan kontrol yang tidak diperlakukan dengan fungisida.Kata Kunci: Penyakit bulai jagung, Peronosclerospora spp., Metalaksil, Dimetomorf, Fenamido
Uji Ketahanan Klon Kentang Hasil Pesilangan Atlantic x Repita terhadap Penyakit Hawar Daun Phytophthora infestans
ABSTRACTResistance Test of Potato Clones Derived from Crossing of Atlantic x Repita to Late Blight (Phytophthora infestans)Late blight, incited by Phytophthora infestans is the most destructive disease of potato. The management that is effective and environmentally-friendly is the use of resistant variety. The objective of this study was to test the resistance of the six potato clones (AR 04, AR 05, AR 06, AR 07, AR 08 and AR 09) derived from crossing var. Atlantic x var. Repita to late blight caused by P. infestans. Var. Atlantic, Repita and Granola were used as susceptible, resistant and susceptible but the most-grown variety, respectively. Field test was located in Ciwidey, one of the potato growing center where late blight is endemic since potatoes are continuously grown. The treatments were arranged in a randomized block design with 3 replicates. The result showed that clones AR 07 and AR 08 were more resistant than the other potato clones, but it still below the resistance level var. Repita. However, based on statistical test on the diseases development (AUDPC), clone AR 08 could be categorized as resistant, equal with of the resistance level of var. Repita.Keywords: Potato clones, Rsistance, P. infestansABSTRAKPenyakit hawar daun yang disebabkan Phytopthora infestans merupakan penyakit utama pada tanaman kentang. Pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan adalah dengan penanaman varietas tahan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ketahanan 6 klon kentang (AR 4, AR5, AR6, AR7, AR 8, dan AR9) yang merupakan hasil persilangan antara var. Atlantic (produksi tinggi tetapi rentan) dengan var. Repita, sebagai tetua tahan terhadap penyakit hawar daun yang disebabkan oleh P. infestans. Varietas Atlantic, Repita dan Granola digunakan sebagai pembanding. Pengujian ketahanan dilakukan di Ciwidey, yang merupakan salah satu sentra produksi kentang di Jawa Barat dan endemik penyakit hawar daun. Perlakuan ditata menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon AR 07 dan Klon AR 08 memiliki ketahanan yang lebih baik dibanding klon-klon kentang lainnya, namun tingkat ketahanannya masih di bawah cv Repita. Namun, berdasarkan uji statistik terhadap nilai perkembangan penyakit (AUDPC) klon AR 08 dapat dikategorikan tahan, sama dengan derajat tahan var. Repita.Kata Kunci: Klon kentang, Ketahanan, P. infestan
Potensi Beauveria bassiana sebagai Agens Hayati Spodoptera litura Fabr. pada Tanaman Kedelai
ABSTRACTThe Potency of Beauveria bassiana as a biological control agent of Spodoptera lituraThe attack of Spodoptera litura can result in the decrease of soybean yield, so that the soybean production cannot fulfill the demand of soybean. The objective of the study was to examine the potency of Beauveria bassiana as a biological control agent of Spodoptera litura. The research was conducted at the Pest Laboratory, Departement of Agrotechnology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung from January to March 2017. The research was carried out using Completely Randomized Design (RBD) with six treatments of B. bassiana spore density and four replications. The treatments were spore densities of 100 (control), 102, 104, 106, 108, and 1010/ml aquades that applied to the instar II of S. litura larvae. The advanced test used was Duncan's advanced test of 5%. The results showed that the B. bassiana density spore of 1010/ml aquades caused the highest S. litura larvae mortality of 82.50% and the lowest weight of food eaten by S. litura larvae of 0.79 g.Keywords: Biocontrol Agent, Beauveria bassiana, Spodoptera litura, SoybeanABSTRAKSerangan Spodoptera litura dapat menurunkan hasil tanaman kedelai, sehingga produksi tanaman kedelai belum bisa memenuhi permintaan kedelai di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk menguji patogenitas Beauveria bassiana sebagai agens hayati pengendali Spodoptera litura. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hama Jurusan Agroteknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung dari Januari sampai Maret 2017, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan kerapatan spora B. bassiana dan empat ulangan. Perlakuan tersebut adalah kerapatan spora 100 (kontrol), 102, 104, 106, 108, dan 1010/ml aquades yang diaplikasikan pada larva S. litura instar II. Uji lanjut yang digunakan adalah Uji lanjut Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan spora B. bassiana 1010 /ml aquades menyebabkan mortalitas larva S. litura sebesar 82,50% dan bobot pakan yang dimakan oleh larva S. litura paling rendah sebesar 0,79 g.Kata Kunci: Agens hayati, Beauveria bassiana, Spodoptera litura, Kedela
Pengaruh Pemberian Pupuk Mikro Zn dan Cu serta Pupuk Tanah terhadap Perkembangan Empoasca sp. pada Areal Tanaman Teh
ABSTRACTThe effect of Zn and Cu micro-fertilizer and soil fertilizer on the development of Empoasca sp. in tea plantation areaFertilization has an important role for the entire process of metabolism and improves plant health. Tea plants are plants that require macro and micro nutrient inputs. The micro elements of Zn and Cu are needed for energy production, protein synthesis, formation of auxin hormones and increament of plant resistance to pest attack. This study aimed to determine the effect of Zn and Cu micro fertilizer and soil fertilizer on the development of Empoasca sp. The study was conducted from January to July 2017 at Gambung Experimental Station with an altitude of 1350 asl. The experiment was designed with Randomized Block Design (RBD) Factorial pattern with the following treatment arrangement: Factor A = 1) Without Micro Fertilizer, 2) Micro Fertilizer of Zn and Cu 200 g/ha/application, and 3) Zn and Cu 300 g/ha/application; Factor B = 1) Soil fertilizer of 100% recommended dosage, 2) Soil fertilizer of 75% recommended dosage, and 3) Soil fertilizer of 50% recommended dosage. All treatmnets were repeated three times. Application of micro fertilizers was carried out after six times of tea-leaf picking, while soil fertilizer was applied once at the beginning of the experiment. Observation parameters were population and attack intensity of Empoasca sp., as well as shoot production (kg/25 m2 plot size). The results showed that the application of fertilizers had an effect on the decrease of attack intensity and the population of Empoasca sp. in all treatments. Average attack intensity and population of Empoasca sp. at the end of the observation did not differ significantly of 31.64% and 2.55 Empoasca sp. per plant. Meanwhile, the highest total production of 36.56 kg/plot was obtained from the application of micro fertilizer Zn and Cu in the dosage of 200 g/ha/application at all doses of soil fertilizer, but there was no interaction between treatment factors.Keywords: Micro fertilizer, Soil fertilizer, Empoasca sp., Tea plantABSTRAKPemupukan memegang peranan penting untuk seluruh proses metabolisme dan meningkatkan kesehatan tanaman. Tanaman teh merupakan tanaman yang memerlukan input unsur hara makro dan mikro. Unsur mikro Zn dan Cu diperlukan tanaman untuk produksi energi, sintesis protein, pembentukan hormon auksin serta meningkatkan resistensi terhadap serangan organisme pangganggu tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pemberian pupuk mikro Zn dan Cu serta pupuk tanah terhadap perkembangan Empoasca sp. Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari hingga Juli 2017 di Kebun Percobaan Gambung dengan ketinggian 1.350 mdpl. Percobaan dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Faktorial dengan susunan perlakuan sebagai berikut: Faktor A = 1) Tanpa Pupuk mikro, 2) Pupuk mikro Zn dan Cu 200 g/ha/aplikasi, dan 3) Pupuk mikro Zn dan Cu 300 g/ha/aplikasi; Faktor B = 1) Pupuk tanah 100% dosis anjuran, 2) Pupuk tanah 75% dosis anjuran, dan 3) Pupuk tanah 50% dosis anjuran. Perlakuan diulang sebanyak tiga kali ulangan. Aplikasi pupuk mikro dilaksanakan setelah pemetikan sebanyak enam kali, sedangkan pemberian pupuk tanah dilakukan satu kali diawal percobaan. Parameter pengamatan yaitu populasi, intensitas serangan Empoasca sp., dan produksi pucuk (kg/plot 25 m2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk berpengaruh terhadap penurunan intensitas serangan dan populasi Empoasca sp. pada seluruh perlakuan. Rata-rata intensitas serangan dan populasi Empoasca sp. pada akhir pengamatan tidak berbeda nyata sebesar 31,64% dan 2,55 ekor per tanaman. Sementara itu, total produksi tertinggi diperoleh dari aplikasi pupuk mikro Zn dan Cu dosis 200 g/ha/aplikasi pada semua dosis pupuk tanah yaitu sebesar 36,56 kg/plot, namun tidak terjadi interaksi antar faktor perlakuan.Kata Kunci: Pupuk mikro, Pupuk tanah, Empoasca sp., Tanaman te
Respons Beberapa Varietas Padi (Oryza sativa L.) terhadap Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens Stall) Koloni Karawang
ABSTRACTResponse of rice varieties (Oryza sativa L.) to brown planthopper (Nilaparvata lugens Stall) of Karawang coloniesThe research was conducted to determine the resistant level of several rice varieties (Oryza sativa L.) against brown planthopper (Nilaparvata lugens Stall) Karawang colony. The experiment was done at the Entomology Laboratory of Pest Forcesting Institute, Jatisari, Directorate General of Food Crops, Ministry of Agriculture. It was conducted from February to June 2017. The resistant of rice varieties against brown planthopper was tested using honey dew test method with bromocressol green as indicator. Honey dew test method is one of methods to evaluate rice variety reaction against brown planthopper population origin of certain area. This is due to the production of honey dew by brown planthopper which positively correlated with the amount of liquid being drawn from the plant. This study used Duncan Test on 5% level. The result demonstrated the variation of rice resistant against brown planthopper based on the area of honey dew spot, brown planthover mortality, attacks intensity, the destruction level on plant, and the rice yield. Inpari 13 was the most toleranct rice variety against the infestation of brown planthopper of Karawang colony.Keywords: Brown planthopper, Honey dew, Paddy, Resistance, VarietiesABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat ketahanan varietas padi (Oryza sativa L.) terhadap wereng batang coklat (Nilaparvata lugens Stall) koloni Karawang. Penilitian dilaksanakan di Laboratorium Entomologi Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Jatisari, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian. Penelitian berlangsung dari Bulan Februari sampai Bulan Juni 2017. Pengujian ketahanan varietas padi terhadap wereng batang coklat dilakukan dengan menggunakan metode uji embun madu (honeydew test) dengan memakai indicator bromocressol green. Metode uji embun madu merupakan salah satu metode untuk mengevaluasi reaksi suatu varietas terhadap populasi wereng batang coklat yang berkembang di suatu wilayah tertentu, karena jumlah embun madu yang dikeluarkan oleh wereng batang coklat mempunyai hubungan yang positif dengan jumlah cairan tanaman yang dihisap. Uji lanjut yang digunakan adalah uji lanjut Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat variasi ketahanan antar varietas padi yang diuji dilihat dari luas bercak embun madu yang dihasilkan pada masing-masing varietas padi, mortalitas wereng batang coklat, intensitas serangan, tingkat kerusakan tanaman, dan bobot hasil panen padi. BErdasarkan parameter tersebut di atas, Inpari 33 merupakan varietas padi yang tahan terhadap serangan wereng batang coklat koloni Karawang.Kata kunci : Embun madu, Ketahanan, Padi, Varietas, Wereng batang cokla
Rekayasa Mesin Pencacah Jerami Padi
ABSTRACTDesigning of Rice Straw Chopper MachineAccording to observations conducted in the field, the potential of straw wastes in Ciparay, Bandung, West Java Indonesia reaches 10-12 tons / ha but its utilization has not been optimazed to this date. After harvested, the remaining unused straw is abandoned on the ground and is eventually burned. In the long run, this straw burning will be very disadvantageous to farmers, especially in terms of the environmental impacts on rice paddy including decreasing soil fertility, killing soil biota, damaging soil physical properties and wasting energy. One of alternatives to utilize rice straw able to provide added value by utilizing its waste as a material to make compost on the condition that the straw should br chopped into a size of 5-10 cm according to SNI standards. Therefore, a study on rice straw chopping technology based on the composting requirements is required. The goal of this study was to design a prototype of rice straw chopper with capacity of 200 kg/hour. The method used in this research was engineering method including requirement observation, design criteria, functional and structural design, figure design, technical analysis, prototyping of rice straw chopper, machine functional and performance test. The measurement results of rice straw characteristics showed that the average length, diameter, bulk density and moisture content of rice straw are 708 mm, 4 mm, 160.6 kg/m3 and 34.6% wet basis. This straw chopper engineering produced a prototype with a dimension of 1040 mm (length) x 1000 mm (height) x 465 mm (width) with a power source generator using 5.5 HP gasoline motor. The result of functional test of the straw chopper showed that the actual capacity of this straw chopper was 100.32 kg/hour.Keywords: compost, prototype, functionalABSTRAKPotensi limbah jerami yang ada di Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung berdasarkan pengamatan di lapangan mencapai 10 – 12 ton/ha yang hingga saat ini pemanfaatannya belum optimal. Setelah panen, sisa jerami yang tidak terpakai disimpan begitu saja di lahan yang pada akhirnya dibakar. Pembakaran jerami ini dalam jangka panjang akan sangat merugikan petani karena terutama berdampak negatif bagi lingkungan di lahan sawah yang meliputi penurunan kesuburan tanah, mematikan biota tanah, merusak sifat fisik tanah dan pemborosan energi. Salah satu cara pemanfaatan jerami padi yang dapat memberikan nilai tambah yaitu dengan memanfaatkan limbah jerami padi sebagai bahan untuk membuat kompos dengan syarat bahwa jerami tersebut sudah dalam keadaan tercacah dengan ukuran 5 – 10 cm sesuai standar SNI. Oleh sebab itu diperlukan suatu penelitian teknologi pencacahan jerami padi sesuai syarat pembuatan kompos. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang bangun mesin protipe mesin pencacah jerami padi dengan kapasitas 200 kg/jam. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode rekayasa (engineering) yang meliputi observasi kebutuhan, kriteria rancangan, rancangan fungsional, rancangan struktural, gambar desain, analisis teknik, pembuatan protipe mesin pencacah jerami padi, uji fungsional mesin dan uji kinerja mesin. Hasil pengkuran terhadap karakteristik jerami padi menunjukkan bahwa rata panjang, diameter, bulk density dan kadar air jerami padi masing-masing adalah 708 mm, 4 mm, 160 kg/m3 dan 34,6% basis basah. Hasil rekayasa mesin pencacah jerami mempunyai dimensi panjang 1040 mm, tinggi 1000 mm dan lebar 465 mm dengan sumber tenaga penggerak menggunkan motor bensin 5,5 HP. Hasil pengujian fungsional terhadap mesin pencacah jerami menunjukkan bahwa kapasitas aktual mesin penacacah jerami padi adalah 100,32 kg/jam, dengan panjang potongan < 5 cm.Kata Kunci : Kompos, Prototipe, Fungsiona
Pengaruh Berbagai Konsentrasi dan Metode Aplikasi Hormon GA3 terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Brokoli Kultivar Lucky di Lembang
ABSTRACTThe influence of various concentrations and application methods of Gibberelic Acid on growth and yield of broccoli Cv. Lucky in LembangBroccoli’s yield from side shoots was expected to increase with GA3 application, due to the translocation of nutrients faster and better towards the side shoots. The experiment was carried out to study the interaction between concentration and application method of GA3 on growth and yield of broccoli. The experiment was conducted from February up to Mei 2016 at CV. Agro Duta Farm, located in Cisarua – West Bandung, at an elevation of 1,100 m above the sea level. The experimental design used was Factorial Randomized Block Design (FRBD) with three replications, consisted of two factors and three levels. The first factor was concentration of GA3, comprised of 25 mg/l, 50 mg/l, and 100 mg/l. The second factor was application method of GA3, comprised of three levels: seedling soaking for 24 hours, foliar spray at 15 and 25 DAT, seedling soaking for 24 hours and foliar spray at 15 DAT. The results showed that there was no interaction between concentration and application method of GA3 on growth and yield component. GA3 of 100 mg/l significantly increased the percentage of weight and number of B’s quality, and decreased the percentage of weight and umber of C’s quality of broccoli from side shoots. The higher percentage of weight and number of B’s quality from side shoots were obtained from seedling soaking of GA3 for 24 hours.Key words: Growth, Yield, Quality, Broccoli side shootABSTRAKHasil tanaman brokoli dari tunas samping diharapkan dapat meningkat dengan adanya pemberian GA3, yang mampu mempengaruhi translokasi nutrisi yang lebih cepat dan lebih baik menuju tunas samping. Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara pengaruh konsentrasi dan metode aplikasi hormon GA3 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli kultivar Lucky. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Mei 2016 di lahan CV. Agro Duta Farm, Kecamatan Cisarua – Kabupaten Bandung Barat, dengan ketinggian tempat 1.100 meter di atas permukaan laut. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan dua faktor perlakuan, masing-masing terdiri dari 3 taraf yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah konsentrasi GA3 25 mg/l, 50 mg/l, dan 100 mg/l. Faktor kedua adalah metode aplikasi GA3 yang terdiri dari taraf: perendaman bibit selama 24 jam, penyemprotan daun 15 dan 25 HST, serta perendaman bibit 24 jam dan penyemprotan daun 15 HST. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara konsentrasi dan metode aplikasi hormon GA3 terhadap komponen pertumbuhan dan hasil brokoli. Konsentrasi GA3 100 mg/l dapat meningkatkan persentase bobot dan jumlah brokoli kualitas B, serta menurunkan persentase bobot dan jumlah brokoli kualitas C dari tunas samping. Metode aplikasi perendaman akar bibit selama 24 jam dapat menghasilkan persentase bobot dan jumlah brokoli kualitas B dari tunas samping yang lebih tinggi dibandingkan dengan kedua perlakuan lainnya.Kata kunci : Pertumbuhan, Hasil, Kualitas brokoli dari tunas sampin
Reproduksi, Fekunditas dan Lama Hidup Tiap Fase Perkembangan Plutella xylostella (Lepidoptera : Ypnomeutidae) pada Beberapa Jenis Tumbuhan Cruciferae
ABSTRACTReproduction, fecundity and period of each growth phase of Plutella xylostella on some species of crucifersPlutella xylostella L. is one of major pests of cabbage (Brassica oleracea). P. xylostella, also known as diamondback moth, is an oligophagous with limited host only a crucifers. The pest often causes damage on the plant in the low to high altitude of the land. It is able to attack cabbage leaf from seedling to harvesting. An alternative controlling method that can be done is by using potential parasitoid, Diadegma semiclausum. Its application can be done using conservation technique through environment modification such as planting ornamental plants as parasitoid food source and alternative host for P. xylostella. The research aimed to find alternative host for P. xylostella. Experiment was conducted at greenhouse of Department Plant Pests and Disease, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. Experiment was carried out by observation method using Randomized Blocked Design consisted of five treatments and four replications. The result demonstrated that Rorippa indica and Cardamine hirsuta were alternative host for P. xylostella. The average number of eggs laid on R. indica and C. hirsuta were 226.75 and 216.25 eggs, respectively. Survival rate of P. xylostella infested on R. indica was 32.50% whereas the survival rate of P. xylostella infested on C. hirsute was 28.75%. It can be concluded that P. xylostella was able to spend its whole life cycle on both plants.Keywords: Crucifers, Fecundity, Growth phase, P. xylostella, ReproductionABSTRAKPlutella xylostella L. merupakan salah satu hama utama kubis (Brassica oleracea). P. xylostella, juga dikenal sebagai Diamondback moth, yang bersifat oligofag dengan inang terbatas hanya pada tanaman kubis-kubisan. Hama ini sering menyebabkan kerusakan tanaman pada dataran rendah dan tinggi. Hama ini dapat menyerang pertanaman kubis pada saat bibit sampai panen. Sebuah metode pengendalian alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan parasitoid, Diadegma semiclausum. Penerapannya dapat dilakukan dengan menggunakan teknik konservasi melalui modifikasi lingkungan seperti menanam tanaman hias sebagai sumber pakan untuk parasitoid dan inang alternatif untuk P. xylostella. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan inang alternative dari P. xylostella. Percobaan dilakukan di rumah kaca Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Percobaan ini dilakukan dengan metode observasi menggunakan RancanganAcak Kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rorippa indica dan Cardamine hirsuta merupakan inang alternatif bagi P. xylostella. Rata-rata jumlah telur yang diletakan pada R. indica dan C. hirsuta adalah 226, 75 dan 216,25 butir. Kelulusan hidup P.xylostella yang di-infestasikan pada R. indica adalah 32,50% dan pada C. hirsuta adalah 28,75%. serta pada kedua jenis tanaman tersebut, P.xylostella dapat menyelesaikan seluruh siklus hidupnya.Kata Kunci : Cruciferae, Fase perkembangan, Fekunditas, P. xylostella, Reproduks
Uji Pendahuluan Efek Fungisida Bunga Kembang Telang (Clitoria ternatea L.) terhadap Jamur Fusarium oxysporum f.sp. cepae Penyebab Penyakit Moler pada Bawang Merah
ABSTRACT Preliminary study on the fungicidal effect of butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) against Fusarium oxysporum f.sp. cepae, the causal agent of moler diseases on shallot Butterfly pea (Clitoria ternatea) has been known worldwide to possess numerous anti microbe substances, both against bacteria, fungi, nematodes, and insects. Researches were mostly conducted against human microbial pathogens, whereas only a few against plant pathogens, especially in Indonesia. A preliminary study has been carried out to reveal the fungicidal effects of flower extract in inhibiting the in-vitro growth of Fusarium oxysporum f.sp. cepae (FOC), the causal agent of moler diseases, one of the most destructive diseases on shallot. Results showed that the boiling extract of flower of butterfly pea at 5% concentration inhibited 46% the growth of FOC over control. Key words: Fungicidal effect, Cliteria ternatea, Fusarium oxysporum f.sp. cepae, In-vitro ABSTRAK Kembang telang (Clitoria ternatea) sudah lama dikenal di seluruh dunia mengandung berbagai senyawa antimikroba, baik terhadap bakteri, jamur, nematoda. bahkan insekta. Target utama patogen yang banyak diteliti adalah terhadap patogen penyakit pada manusia. Penelitian terhadap patogen tanaman, terutama di Indonesia masih sangat kurang. Uji pendahuluan sudah dilakukan untuk mengetahui efek fungisidal bunga kembang telang dalam menghambat pertumbuhan in-vitro jamur Fusarium oxysporum f.sp. cepae (FOC), penyebab penyakit moler yang sangat merugikan pada tanaman bawan merah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa air rebusan bunga kembang telang memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan biakan FOC. Pada konsentrasi 5%, efek penghambatannya mencapai 46% terhadap kontrol. Kata kunci: Efek fungisida, Cliteria ternatea, Fusarium oxysporum f.sp. cepae, In-vitr