Agrikultura
Not a member yet
249 research outputs found
Sort by
Pengujian Air Sulingan Kulit Buah Kopi dengan Metode Destilasi Air dan Efeknya sebagai Atraktan Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferr.) (Curculionidae:Scolytiidae)
Penggerek buah kopi/PBKo (Hypothenemus hampei Ferr.) adalah hama utama pada tanaman kopi Arabika yang dapat menyebabkan kerusakan hingga mencapai 40%. Pemanfaatan kulit buah kopi sebagai atraktan PBKo diduga dapat menjadi salah satu cara pengendalian PBKo dengan cara memengaruhi perilakunya. Salah satu metode isolasi senyawa sumber atraktan dari bahan tanaman adalah metode destilasi baik itu destilasi air maupun destilasi air dan uap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi fitokimia kulit buah kopi dengan metode isolasi destilasi air dan efeknya terhadap ketertarikan hama betina PBKo. Percobaan dilaksanakan pada bulan November 2019 hingga Maret 2020 di Laboratorium Pestisida dan Toksikologi Lingkungan, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Rancangan Acak Lengkap digunakan dengan tujuh perlakuan yang terdiri dari kontrol air sulingan kulit buah kopi sehat 4 ml, 8 ml dan 12 ml, serta air sulingan kulit buah kopi sakit 4 ml, 8 ml dan 12 ml. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air sulingan kulit buah kopi sehat mengandung alkaloid dan saponin, sedangkan air sulingan kulit buah kopi terinfestasi PBKo mengandung alkaloid, triterpenoid dan steroid. Efeknya, hama betina PBKo tidak memiliki ketertarikan terhadap air sulingan kulit buah kopi dengan metode destilasi air
Keragaan Padi Varietas Inpari 24 dan Varietas Mantap pada Budidaya Berbasis Organik
Varietas yang dapat beradaptasi dengan perubahan pengelolaan lingkungan budidaya berbasis organik tanpa mempengaruhi produktivitas dan kualitasnya diperlukan untuk mendukung penanaman padi berbasis organik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh budidaya padi berbasis organik terhadap pertumbuhan dan hasil varietas Inpari 24 yang merupakan varietas beras fungsional dan varietas Mantap yang merupakan varietas potensi hasil tinggi. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Sukamandi Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) pada bulan Juni hingga September 2019. Percobaan menggunakan rancangan tersarang dimana budidaya padi (berbasis organik dan budidaya eksisting) sebagai petak utama dan varietas (Inpari 24 dan Mantap) sebagai anak petak. Pengamatan dilakukan terhadap karakteristik tanah, pertumbuhan tanaman, hasil dan komponen hasil. Pengambilan contoh dilakukan sebanyak enam ulangan untuk setiap perlakuan budidaya dan varietas. Pengaruh perlakuan dianalisis menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dibandingkan budidaya eksisting, budidaya padi berbasis organik menurunkan kemampuan varietas Inpari 24 dan Mantap untuk tumbuh dan memberikan hasil yang optimal. Penurunan hasil pada varietas padi fungsional Inpari 24 mencapai 53,60%, sedangkan varietas potensi hasil tinggi Mantap mengalami penurunan hasil sebesar 23,43%. Penurunan hasil ini selaras dengan penurunan kemampuan pembentukan anakan dan pembentukan malai, berkurangnya bobot gabah 1000 butir serta kemampuan mempertahankan kehijauan daun bendera hingga panen. Persentase penurunan hasil yang lebih kecil pada varietas Mantap menunjukkan bahwa varietas tersebut lebih beradaptasi terhadap perubahan pengelolaan lingkungan yang terjadi pada budidaya organik
Keragaman Penggunaan Lahan Eksisting di Hulu Sub DAS Cikapundung Berdasarkan Indeks Vegetasi dan Temperatur Permukaan Lahan
Keragaman penggunaan lahan merupakan salah satu variabel yang sangat penting untuk mendukung fungsi ekologi bagian hulu DAS Cikapundung. Keragaman penggunaan lahan dapat diidentifikasi melalui nilai indeks vegetasi dan suhu permukaan lahan yang menggambarkan lingkungan yang menguntungkan bagi tanaman dan juga bagi konservasi tanah dan air di suatu DAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks vegetasi dan suhu permukaan tanah sebagai indikator keragaman penggunaan lahan di bagian hulu DAS Cikapundung. Lokasi penelitian berada di bagian hulu DAS Cikapundung di Kabupaten Lembang. Indeks vegetasi ditentukan berdasarkan Normalized Differences Vegetation Indeks (NDVI) yang merepresentasikan tingkat kehijauan vegetasi. Suhu permukaan lahan ditentukan berdasarkan analisis Mono Windows Algortihm (MWA). Hasil analisis menunjukkan bahwa indeks vegetasi dan LST di DAS Cikapundung hulu bervariasi. Dominasi nilai indeks vegetasi yang rendah dan LST yang sedang hingga tinggi ditemukan pada pertanian tegalan intensif. Indeks vegetasi dan LST di DAS Cikapundung dapat digunakan sebagai indikator keragaman penggunaan lahan dalam memantau dukungannya terhadap peran fungsi ekologis kondisi DAS secara keseluruhan
Analysis of Cinnamomum Land Suitability and The Conservation Efforts at Eka Karya Bali Botanic Garden
Cinnamomum is an aromatic plants that have high economic value. At the Eka Karya Bali Botanic Garden Plant Conservation Center, the Cinnamomum collection has a problem, that is drought and deciduous leaves. The purpose of this study is to determine the land suitability class and climate of the growth of Cinnamomum collections. The method used is by matching the Cinnamomum growth conditions data to the actual data on the condition of the land. The results show that the level of land suitability for Cinnamomum collections is S3 (marginally suitable) with a limiting factor is water availability. Strategies that can be used to reduce the impact of excess water are water management and the application of organic matter
Bacillus subtilis dan Lysinibacillus sp. (CK U3) dalam Serat Karbon dan Silika Nano Menekan Pertumbuhan Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici dan Perkembangan Penyakit Hawar Kecambah Tomat
Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici (Fol) merupakan patogen yang dapat menginfeksi pada semua fase pertumbuhan tanaman tomat, mulai dari semai sampai fase generatif. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengendalikan patogen ini yaitu dengan memanfaatkan agen pengendali hayati, diantaranya Bacillus subtilis dari kelompok Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan bakteri endofit Lysinibacillus sp. Kedua bakteri diformulasikan dalam serat karbon sebagai bahan pembawa dan diperkaya dengan unsur hara silika yang berukuran nano. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan B. subtilis dan Lysinibacillus sp. (CK U3) dalam serat karbon dan silika nano untuk menghambat pertumbuhan koloni Fol dan menekan perkembangan penyakit yang disebabkan oleh Fol pada benih tomat. Suspensi B. subtilis dan Lysinibacillus sp. (CK U3) diformulasikan secara tunggal dan campuran dalam serat karbon 80 mesh dan silika nano 1%. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, pengujian terhadap penghambatan pertumbuhan koloni Fol yang terdiri atas delapan perlakuan dan tiga ulangan. Kedua, pengujian terhadap penekanan perkembangan penyakit yang disebabkan oleh Fol pada benih tomat yang terdiri atas delapan perlakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan B. subtilis dalam serat karbon dan silika nano mampu menghambat pertumbuhan koloni Fol sebesar 59,49% dan menekan perkembangan penyakit hawar kecambah benih tomat sebesar 66,7%
Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran dan Perilaku Konsumen terhadap Pengambilan Keputusan Pembelian Yoghurt di DKI Jakarta
Yoghurt merupakan produk fermentasi berbahan dasar susu kaya protein yang tingkat konsumsinya cenderung meningkat di Indonesia. Keberadaan berbagai jenis dan merek yoghurt di pasar Indonesia karena adanya persaingan dalam mendapatkan pangsa pasar yang didukung dengan peningkatan jumlah konsumen yang mengonsumsi yoghurt tersebut. Bauran pemasaran adalah serangkaian dari variabel pemasaran yang dapat dikuasai oleh perusahaan dan digunakan perusahaan untuk memengaruhi konsumen pada segmen pasar dengan penggunaan strategi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor bauran pemasaran dan perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian produk yoghurt di DKI Jakarta. Penelitian menggunakan metode deskriptif berdasarkan data kuantatif. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner kepada 112 konsumen yoghurt di DKI Jakarta melalui Google Formulir dan data dianalisis dengan analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik umum konsumen yoghurt di DKI Jakarta dan analisis regresi liner berganda untuk mengetahui pengaruh variabel terhadap keputusan pembelian yoghurt di DKI Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen pembelian yoghurt di DKI Jakarta didominasi oleh Mahasiswi (48%) dengan latar pendidikan S1 (75%) yang membeli di Swalayan (84%). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keputusan pembelian yoghurt di DKI Jakarta cenderung dominan dipengaruhi faktor perilaku konsumen dibandingkan dengan faktor bauran pemasaran produk (4P) yang memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian yoghurt di DKI Jakarta. Faktor perilaku konsumen terdiri dari variabel budaya (1,194) dan psikologis (1,472), serta faktor bauran pemasaran terdiri dari variabel distribusi (0,935)
Pendugaan Kadar Biomassa dan Karbon Tersimpan pada Berbagai Kemiringan dan Tutupan Lahan di KHDTK Gunung Bromo UNS
Perubahan tutupan lahan hutan mengakibatkan penurunan biomassa dan sekuestrasi karbon pada vegetasi. Penurunan biomassa dapat dipengaruhi faktor kemiringan lereng. Lereng yang curam diketahui menurunkan pertumbuhan vegetasi dan berdampak pada biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tutupan dan kemiringan lahan terhadap biomassa pohon, serasah dan karbon tersimpan serta mengetahui kadar biomassa pohon, serasah dan karbon tersimpan. Penelitian ini menggunakan metode survey dan penentuan titik pengamatan secara purposive sampling pada empat tutupan (Campuran, Mahoni, Pinus-Mahoni, Pinus) dan tiga kelas kemiringan lahan (0-15%, 15-30%, dan >30%). Estimasi biomassa menggunakan metode non-destructive dan dihitung menggunakan persamaan allometrik. Petak ukur dibuat berukuran 20 m x 20 m dengan jumlah 48 petak untuk pengamatan pohon dengan diameter ≥ 5 cm, kemudian dibuat sub petak untuk pengamatan serasah berukuran 1 m x 1 m. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tutupan lahan Pinus menghasilkan biomassa pohon dan karbon tersimpan tertinggi bila dibandingkan dengan tutupan lahan lainnya dan variasi kemiringan menghasilkan biomassa pohon dan karbon tersimpan yang seragam atau sama. Kadar biomassa pohon dan karbon pada setiap tutupan lahan masing-masing berkisar antara 171,72–385 ton/ha dan 80,71–181,12 tonC/ha. Kadar biomassa serasah pada setiap tutupan berkisar antara 0,60–1,60 ton/ha/bulan
Dinamika Populasi Gulma Akibat Aplikasi Herbisida Metil Metsulfuron pada Padi Sawah Sistem Tanam Pindah (Tapin) dan Tanam Benih Langsung (Tabela)
Perubahan jenis, komposisi dan dominasi gulma merupakan masalah yang sering timbul akibat adanya pengendalian gulma, terutama pengendalian gulma menggunakan herbisida. Gulma dapat menjadi lebih berbahaya, sulit dikendalikan dan menjadi resisten jika tidak diatasi dengan baik. Perubahan jenis dan komposisi juga dipengaruhi oleh sistem budidaya tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pergeseran atau perubahan gulma akibat aplikasi herbisida metil metsulfuron pada penanaman padi sistem Tapin dan sistem Tabela. Penelitian ini menggunakan rancangan split plot yang diulang sebanyak empat kali. Faktor utama adalah sistem tanam dengan dua taraf, yaitu sistem Tabela (T2) dan Tapin (T1). Anak petak adalah penyiangan gulma dengan tiga taraf, yaitu penyiangan menggunakan herbisida metil metsulfuron (H1), penyiangan manual (H2) dan tanpa penyiangan atau kontrol (H3). Hasil penelitian menunjukan bahwa selain perlakuan kontrol pada sistem Tabela (T2H3), dominasi gulma berubah dari gulma golongan daun lebar menjadi gulma golongan teki. Perlakuan herbisida metil metsulfuron sistem Tabela (T2H1) memiliki tingkat kesamaan komunitas gulma yang paling berbeda terhadap Anveg awal dan perlakuan kontrol pada sistem Tapin (T1H3) maupun Tabela (T2H3). Keanekaragaman gulma menurun, terutama pada perlakuan herbisida metil metsulfuron sistem Tabela (T2H1) yang memiliki tingkat keanekaragaman gulma paling rendah dan nilai dominsi paling tinggi
Kandungan Prolin, Klorofil, dan Hasil Tanaman Tomat Mutan IAA9 pada Kondisi Cekaman Suhu Tinggi
Cekaman suhu tinggi dapat menyebabkan perubahan pada kandungan prolin, klorofil tanaman tomat sehingga mempengaruhi produksi buah tomat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kandungan klorofil dan prolin sebagai respon fisiologi tanaman tomat mutan iaa9-3 dan iaa9-5, serta WT-MT terhadap kondisi cekaman suhu tinggi yaitu berkisar 40-45oC. Perlakuan terdiri dari tiga genotipe tomat asal introduksi dan masing-masing terdiri dari 12 unit tanaman, sedangkan analisis data hasil pengamatan menggunakan analisis Student’s T-Test. Pada penelitian ini digunakan dua mutan tomat iaa9 yaitu mutan iaa9-3 dan iaa9-5 serta WT-MT sebagai kontrol yang diberi perlakuan kondisi cekaman suhu tinggi suhu berkisar 40-45 oC dimana rata-rata suhu maksimum 42,84 oC, sedangkan rata-rata suhu minimum yaitu 22.57 oC dan rata-rata kelembaban maksimum yaitu 82,84 % sedangkan rata-rata kelembaban minimum yaitu 61,57 %. Hasilnya menunjukkan bahwa pada mutan iaa9-5 memiliki kandungan prolin yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan WT-MT dan iaa9-3, sedangkan kandungan klorofil mutan iaa9-5 dan iaa9-3 lebih tinggi daripada WT-MT. Jumlah dan bobot buah pada mutan iaa9-5 lebih tinggi daripada mutan iaa9-3, sedangkan pada WT-MT mengalami kegagalan membentuk buah
Pengembangan Kemasan Nata De Coco dengan Pendekatan Value Engineering
Persaingan pasar nata de coco di Indonesia semakin kompetitif yang membuat produsen nata de coco harus lebih kreatif dan inovatif. Permasalahan produk nata de coco produksi UD Graha Agri Industri yaitu terkait penampilan kemasan yang kurang menarik minat konsumen di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi kepada produsen dalam bentuk rancangan kemasan baru yang memiliki nilai tertinggi menurut penilaian konsumen. Pengembangan kemasan dilakukan dengan metode rekayasa nilai (value engineering) dengan bantuan diagram FAST, analisis morfologi, analisis Zero-One dan tabel kombinasi konsep. Dihasilkan 5 dari 12 kemungkinan alternatif konsep yang dapat dibuat yang kemudian diseleksi untuk menentukan satu konsep terbaik dari segi biaya dan performansi. Hasil penelitian menunjukkan alternatif konsep K4M2 merupakan konsep terpilih dengan NIRR terbesar yaitu 1,40. Konsep tersebut memiliki spesifikasi: kemasan dengan bahan plastik PET, berbentuk jar ukuran 1000 ml dilengkapi segel selotip, pencantuman label pada badan dan tutup kemasan, dan terdapat gambar dan kombinasi three warna