Majalah Geografi Indonesia
Not a member yet
    419 research outputs found

    Penelitian Pendahuluan Mutu Air Hujan Di Kotamadya Yogyakarta = Rain Water Quality in Yogyakarta Municipality A Preliminary Study

    No full text
    oai:jurnal.ugm.ac.id:article/5263A preliminar study on rainwater quality was conducted in the municipal area of Yogyakarta (Central Java) to reveal its chemical characteristics and spatial variation within the municipality. Seven rainwater samples were collected within the municipality and one sample to the north of Yogyakarta. The samples have been analyzed on major chemical elements and the general physical characteristics. The analysis shows that rainwater in the municipal area contains relatively high concentrations of some specific chemical elements. In the central part of the city HCO3 , Ca, Mg, and SiO2 and the electrical conductivity appear to be substantially higher than in the suburban areas. The relatively high concentrations are thought to be the result of urban activities, in particular combustion waste from motorised traffic and dust production which dissolves in rainwater. INTISARI Penelitian pendahuluan tentang mutu air hujan ini dilakukan di daerah Kotamadya Yogyakarta, untuk mengetahui mutu air hujan dan agihannya menurut ruang di kola tersebut. Sampel air hujan dikumpulkan selama bulan Januari 1986 sampai bulan Maret 1986 dan delapan lokasi, tujuh lokasi terletak di dalam Kotamadya Yogyakarta dan scbuah lagi terletak di sebelah utara Kotamadya Yogyakarta. Sampel air yang dikumpulkan telah dianalisis untuk mengetahui konsentrasi beberapa unsur/zat kimia dan beberapa sifat fisik air tersebut. Dari hasil analisis telah diketahui bahwa air hujan di daerah tersebut telah mengandung beberapa unsur kimia dalam konsentrasi yang relatif tinggi. Di daerah pusat kola, HCO3 , Ca, Mg dan SiO2 dan sifat fisik berupa daya hantar listrik menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang ada di daerah-daerah yang terletak di pinggiran kota. Konsentrasi zat kimia yang tinggi diperkirakan sebagai akibat pengaruh aktivitas kota, terutama lalu lintas kendaraan yang menghasilkan sisa pembakaran dan debu yang Iarut dalarn air hujan tersebut

    Studi Kepadatan Lalu-Lintas Pada Ruas Jalan Malioboro Yogyakarta Menggunakan Foto Udara Sederhana

    No full text
    Penelitian irri bertujuan untuk mcngetabui kcgunaan foto udara serlerhana untuk studi Lahr lirrtas, khususnya kepadatan clan jenis kcndaraan. Foto udara scderlrarm yang dimalcsurikan adalah foto yang diperoleh menggunakan 'personal camera' dan pengambilan gambar»ya dilakukan dari suat u ketinggian. yang dipililr wank penelitian ini adalak ruas Johann Malioboro (Jahu! Ahmad Yani) sepanjang lebilr kurang 300 meter, yang dipotret dengan arab sznnbu kanwra condong dari puncak Hotel Mutiara. Perekaman gambar dilakukan berturnt-turut selama tiga hari (hari kerja dan hari libur) dari pagi hingga sore hari dengan interval waktu 30 mend. Scbagai basil penelitian dapat disirnpulkan, yaitu: (1) teknik ini dapat digunakan unlink studi lain limas, (2) pola don frekuensi lalu-lintas yang melewati jalur jalan tersebut berbeda antara !rani kerja dan hari libur,dan (3) sepcda motor nicrup-rican jutnlah kendaraan terban yak yang melewati runs jala

    Pemanfaatan Potensi Obyek Wisatawilayah Tujuan Wisata Pantai Pangandaran Untuk Pengembangan Wilayah Di Daerah Kabupaten Dati Ii Ciamis Propinsi Jawa Barat

    No full text
    Sektor kepariwisataan merupakan salah satu sektor yang sedang mendapatknn perhatian dari penwrintah. Sala), satu falctor nzendorong dalam pengentbangan kepariwisataan di bcrbagai daeral; tuialtzlz program taltun lcunjungan wisata 91 (Visit Indonesian Year 91), kcntudian direncanalcan tahun kunjungan ASEAN. Selain dorongan tersebut adanya kellijaksanaan Menteri Parpostel yakni Sapta Pesona. Dengan dasar ini apakah dapat dimungkinkan obyek wisata Pantai Pangandaran dan potettsi yang ada dapat diangkat ntenjadi salah satu paket obyek wisata tingkat internasional atnu untuk wisatawan mnncanegara. Obyek wisata Pantai Pangandaran tnerupaan salnh satu obyek wisata di wilayah Kahnpaten Dati II Ciamis Propinsi Jawa Barat yang mempunyai lokasi yang sangat bra yakni di pantai selatan Pulnu Jawa dan memiliki pantai yang landai. Penelitian memputryai beberapa tujuan antara lain; mengetahui potensi obyck wisata, mengetahui samtra dan prasarana obyck wisata sebagai dasar dasar untuk pengembangan kawasan wisata Panattjung Pangandaran, dan mengetalrui kentungkinan pengembangan obyek wisata dimastz mendatang. Sektor pariwisata di Indonesia merupakan salah satu sektor ekonomi jasa yang memiliki prospek ccrah, nanturt hingga dewasa ini helm memperlihatkan peratum yang sesuai dengan ;tampon di claim), proses pornbnngunan di Indonesia. Untuk mettingkatIcatt peran kepariwisataan dalam pernbangunan telah digariskan dalam PELITA IV bahwa sektor pariwisata memperoleh prioritas yang utama di samping sektor lainnya. Data Italian analisis diperolelt dari data sekander yang dihimpun dari petranggung jmvab obyek wisata Pantai Pangandaran yang berlokasi di Pananjung Pangandaran. Sebagai balm' untuk melengkapi laporan dilakukan pengamatan/observasi di lapangan. Teknik analisis akan menyesuaikannya yakni dengan analisis yang sifatnya analisis deskriptif. Obyek wisata dikawasan Pananjung Pangandaran memiliki dua jenis obyek wisata, yaitu: Pantai Indah Pangandaran dan Cagar Alam /Taman Wisata Pananjung. Kawasan wisata tersebut memiliki kekayaan obyek wisata natural , kultural dan buatan manusia, dengan demikian kawasan tersebut akan memberikan dukungan untuk dilaksanakan pengembangan dan juga adanya tahun kunjungan wisata 1991 dan tahun kunjungan ASEAN

    Cover Belakang

    No full text

    Interpretasi Perubahan Penduduk Indonesia Dengan Menggunakan Beberapa Peta AGIHAN = The Interpretation of Indonesian Population Changes Using Some Distribution Maps

    No full text
    Conducting a macro research on population which covers the entire territory of Indonesian and compiling the findings on maps appears to be an arduous procedure. In this respect, population distribution maps may save much time and funds. Although scarcely available, population distribution maps may yet be taken into consideration if it concerns geographical population studies. Comparison and interpretation of phenomena such as population changes in every province may already reveal distribution patterns and interrelated factors. The shortcomings of the used distribution maps for this article are complemented by secondary data

    Perubahan Hirarki Kota Menengah Di Pulau Jawa

    No full text
    Penulisan hti merupakan basil perrelitian perubaharr hirarki kola di whirr& pilau lawn dari Minor 1930-1990. Tujuan penelitian mengkaji besarrrya peringkat perubahan hirarki kola alas dasar jurnialr penduduk, dart menghitung peringkat kola alas dasar inns lahan perkotatur taint?! 1980. Disamping itu penelitian bertujnan menghitung Inns lalran perkotaan tairun 1990. Penelitian ini dilakukan &organ menggimakan analisis data sekunder, &Nut,' dengan teknikanalisis data statistik. Hasil perrelitian menunjukkan balrwa pencrapan konsep peringkat (hirarki) wilayah perkotaan menurut Zipf, di Indonesia (terutama di lawn) secara minim tidak scsuai lagi. Ketidnicsesunian sebagni akibat adanya kecerrderungan di be.berapa wilayah perkotaan memiliki purdah penduduk yang hampir santa, kecuali di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat perbedaan yang sangat nyata antara peringkat wilayah perkotaan daerah kota madya, dengan wilayah perkotaan di daerah kabupaten. Besarnya peringkat wilayah perkotaan menurut luas lahan kota tidak memiliki perbedaab yang nyata, dengan peringkat wilayah perkotaan menurut jumlah penduduk perkotaan. Secara umum dapat dikemukakan bahwa makin tinggi peringkat perkotaan menurut jumlah penduduk, maka makin tinggi pula peringkat perkotaan menurut luas lahan kotanya. Walaupun pengaruh laju pertumbuhan penduduk (baik dalam jiwa maupun rumah tangga) terhadap perubahan peringkat wilayah perkotaan di setiap kota di Jawa tidak cukup kuat, tetapi laju pertumbuhan rumah tangga lebih tinggi, dari pada pengaruh pertumbuhan penduduk dalam jumlah jiwa. Perkembangan penduduk perkotaan di Jawa, pada dasarnya mencerminkan perkembangan wilayah perkotaan setiap kota di Jawa. Walaupun tidak menampakkan pola yang jelas, perubahan peringkat wilayah perkotaan selama tahun 1980-1990, menunjukkan perkembangan wilayah perkotaan dipantai Utara Jawa

    Analisis Bioklastik Terumbu Karang Pantai Teluk Awur Kabupaten Jepara

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan di Pantai Teluk Awur Jepara dengan maksud ingin mengetahui karakteristik bioklastik terumbu karang. Tujuan yang ingin dicapai, yakni (1) analysis granulometri sedimen bioklastik dan (2) identifikasi komponen terumbu karang dan cangkang moluska. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksplanatori berdasarkan data kebundaran, kebula tan, keterpilahan, kematangan tekstur, komponen terumbu karang dan cangkang moluska. Hasil yang diperoleh menunjukkan, bahwa karakteristik granurometri sedimen klastik, komponen terumbu karang, dan cangkang moluska. Karakteristik granulometrinya menunjukkan bahwa kebundarannya 0,22 (menyudut) dengan keterpilihan kedundaran -0,015 (terpilih sangat balk), kebulatannya 0,6361 (membilah), keterpililzan butirnya 1,03 (terpilih jelek), dan tingkat kernatangannya teksturnya agak matang. Komponen terumbu karang yang menyusunnya terdiri atas MONTIPORA, SYMPHYLL1A, LOBOPHYLLIA, MONTASTREA, dan LEPTOSERIES. Cangkang MOLLUSCA yang ditemukan adalah cangkang GASTROPODA dan cangkang PELECYPODA (MYTILL1S VIRIDIS, PERIGLYPTA PUREA, FRAGUM, ANADARA GRA NOSA dan ANADARA CORNEA

    Cover Belakang

    No full text

    Daftar Isi

    No full text

    Daftar Isi

    Get PDF

    189

    full texts

    419

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Majalah Geografi Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇