INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling
Not a member yet
358 research outputs found
Sort by
Pengaruh Metode Mind Map Terhadap Pemahaman Kecerdasan Spiritual Siswa Kelas X SMA Negeri 104 Jakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh metode mind map terhadap pemahaman kecerdasan spiritual. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, dengan menggunakan design one-group pre-post test, menggunakan satu kelompok penelitian dengan melihat hasil pre dan post tesnya. Pengambilan data sebelum dan sesudah layanan bimbingan klasikal dengan metode mind map dilakukan dengan pemberian tes pemahaman berbentuk pilihan ganda mengenai kecerdasan spiritual. Untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen dilakukan uji coba instrumen terhadap 34 siswa. Hasil pengujian validitas diperoleh 27 item yang valid dari 43 item. Sedangkan hasil reliabilitasnya 0,90 dengan rumus KR-20 dan menunjukkan bahwa reliabilitasnya tinggi. Pada uji hipotesis, thitung = 15,4 dengan taraf signifikan = 0,05 maka diperoleh ttabel = 1,67. Ternyata thitung = 15,4 > ttabel = 1,67 jadi H0 ditolak. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh penggunaan metode mind map dalam layanan bimbingan klasikal terhadap pemahaman kecerdasan spiritual
Bentuk Agresif Remaja Pelaku Kekerasan (Survey Pada Siswa Kelas 11 SMA Negeri 2 Kab. Tangerang)
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data kuantitatif mengenai gambaran bentuk agresif remaja. Teori bentuk agresif yang digunakan adalah teori Baron. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey bersifat deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas 11 SMA Negeri 2 Kab. Tangerang tahun ajaran 2011/2012 yang agresif sebanyak 56 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling yang memilih sampel sebanyak populasi yaitu 56 siswa. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan menggunakan skala penilaian model Likert. Hasil penelitian secara keseluruhan bentuk agresif remaja kelas 11 SMA Negeri 2 Kab. Tangerang yaitu bentuk agresif fisik langsung yaitu sebesar 45,7%%, agresif verbal langsung sebesar 26,2%, agresif verbal tak langsung sebesar 18,7%, dan agresif fisik tak langsung sebesar 9,4%
Pengaruh Penerapan Model Cooperative Learning Metode TSTS Terhadap Pemahaman Mengenai Fakultas Ilmu Pendidikan
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap pemahaman mengenai Fakultas Ilmu Pendidikan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen desain Nonequivalent Control Group Design, yaitu menggunakan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan dengan menggunakan metode Two Stay Two Stray, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode ceramah. Pada pre test nilai rata-rata siswa kelas eksperimen adalah 30,12, dan kelas kontrol sebesar 32,56. Pada post test nilai rata-rata siswa kelas eksperimen yaitu sebesar 35,96 dan kelas kontrol sebesar 35,41. Uji normalitas pre test kelas eksperimen sebesar Sig (0.200) kelas kontrol sebesar nilai Sig (0.016), sedangkan post test kelas eksperimen sebesar Sig (0.200) dan kelas kontrol sebesar (0.041) dengan α (0.05) berarti semua data bersifat normal. Uji homogenitas didapatkan nilai signifikansi untuk pre test dan post test kelas eksperimen Sig (0.068), sedangkan nilai signifikansi untuk pre test dan post test kelas kontrol sebesar Sig (0.164) berarti semua data bersifat homogen. Uji hipotesis didapatkan hasil Sig (1-tailed) dan α 0.05 thitung sebesar 7,897, maka Ho ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh penggunaan metode Two Stay Two Stray terhadap pemahaman mengenai Fakultas Ilmu Pendidikan di MA Persis 69 Jakarta
Pengaruh Penerapan Teknik Jigsaw Dalam Layanan Bimbingan Klasikal Terhadap Pemahaman Siswa Mengenai Disiplin Sekolah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemahaman siswa mengenai disiplin sekolah, selanjutnya penelitian ini juga untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penerapan teknik jigsaw dalam layanan bimbingan klasikal terhadap pemahaman siswa mengenai displin sekolah di SMA Negeri 103 Jakarta Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen berjenis pre eksperimen, dengan menggunakan model pre-post one goup design. Hasil uji normalitas pre dan post test dengan chi kuadrat diperoleh χ2 hitung 3,45 dan 6,00 karena χ 2 hitung < χ2 tabel maka hipotesis penelitian (H1) diterima. Dengan demikian hasil yang diperoleh dari sampel yang berasal dari populasi berdistribusi normal. Selain itu, pengujian homogenitas juga dihitung dengan rumus uji-F. Hasil perhitungan homogenitas menyatakan bahwa Fhitung < Ftabel atau 1,66 < 1,71, artinya kedua data tersebut homogen.Uji hipotesis, Thitung = 10,39 dengan taraf signifikansi 5% maka diperoleh Ttabel = 1,68. Ternyata Thitung = 10,39 > Ttabel = 1,68. Jadi H1 diterima. Kesimpulan penelitian, bahwa terdapat pengaruh penerapan teknik jigsaw dalam layanan bimbingan klasikal terhadap pemahaman siswa mengenai displin sekolah di SMA Negeri 103 Jakarta Timur
Pengaruh Teknik Jigsaw Terhadap Pemahaman Siswa Mengenai Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Kelompok IPS di Perguruan Tinggi
Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan pre test-post test nonequivalent group design. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran siswa mengenai pemahaman faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kelompok IPS di Perguruan Tinggi, serta pengaruh penggunaan teknik Jigsaw dalam bimbingan klasikal terhadap pemahaman siswa mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kelompok IPS di Perguruan Tinggi. Populasi penelitian siswa kelas XI IPS dan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling yang menghasilkan sampel yaitu kelas XI IPS 1 dan XI IPS 3. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaman berbentuk pilihan ganda. Hasil uji coba instrumen terhadap 36 orang responden, diperoleh 40 butir item yang valid dan hasil reliabilitasnya 0,94 dengan rumus KR-20 menunjukkan bahwa instrumen reliabel. Hasil uji normalitas menunjukkan sampel berasal dari data yang berdistribusi normal. Hasil perhitungan homogenitas dengan rumus uji F menyatakan bahwa Fhitung<Ftabel atau 1,14<1,9 artinya data tersebut homogen. Pada uji hipotesis, hasil thitung= 2,92 dengan taraf signifikansi α=0.05 maka diperoleh ttabel=1,68. Ternyata thitung= 2,92>ttabel(0.05)=1,68 jadi Ho ditolak. Kesimpulannya adalah terdapat pengaruh teknik Jigsaw dalam bimbingan klasikal terhadap pemahaman siswa mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kelompok IPS di Perguruan Tinggi
Gambaran Perilaku Cyberbullying Siswa di SMK Negeri 30 Jakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku cyberbullying siswa di SMK Negeri 30 Jakarta. Perilaku cyberbullying digambarkan pada 8 indikator, yaitu : flaming (berdebat), harassment (gangguan), impersonation (perbuatan meniru), denigration (mencemarkan nama orang lain), outing (menyebarkan informasi orang lain), trickery (tipu muslihat), exclusion (mengucilkan orang lain) dan cybertalking (menyebarkan fitnah). Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling dari jumlah seluruh siswa SMK N 30 Jakarta hanya mengambil kelas Jurusan Boga yang memiliki akun jejaring sosial facebook. waktu penelitian dilakukan pada tanggal 20 Juli 2011 s/d 15 Mei 2012 sebanyak 52 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner angket tertutup dengan menggunakan skala likert dengan pilihan jawaban 4 (selalu/SL), 3 (sering/SR), 2 (jarang/JR) dan 1 (tidak pernah/TP). Analisis uji validitas instrumen menggunakan korelasi product moment. Hasil uji validitas 72 butir pernyataan menghasilkan 54 butir valid dan 18 butir drop (tidak valid) dengan kriteria r tabel yang digunakan 0,361. Uji reliabilitas dengan rumus alpha cronbach didapatkan hasil 0,971 yang berarti bahwa instrumen memiliki tingkat reliabilitas sangat tinggi dan dapat layak digunakan sebagai instrumen penelitian. Hasil keseluruhan menggambarkan persentase 80,8% siswa menggambarkan perilaku cyberbullying pada kategori sedang. Jadi secara tidak langsung siswa SMK N 30 Jakarta pernah mengalami dan atau melakukan kegiatan cyberbullying di sekolah
PENGEMBANGAN KOMPETENSI KONSELOR SEKOLAH MENENGAH ATAS MENURUT STANDAR KOMPETENSI KONSELOR INDONESIA (Studi Berdasarkan Profil Diskrepansi Kompetensi Aktual dengan Kompetensi Standar pada Konselor SMA Negeri di Wilayah X)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan tersedianya perangkat instrumenyang efektif untuk digunakan dalam pengembangan kompetensi konselor di lapangan.Didasari keinginan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, penelitian ini ditujukan untukmenghasilkan perangkat instrumen berupa program dan panduan implementasinyayang efektif untuk mengembangkan kompetensi konselor selaras dengan Standar KompetensiKonselor Indonesia, dirancang berdasarkan kesenjangan profil kompetensi aktualdengan kompetensi standar pada konselor SMA Negeri di wilayah X. Pengembanganproduk tersebut dilakukan dengan menerapkan pendekatan research and development,melalui tahapan: (1) Studi Pendahuluan, (2) Pengembangan dan Validasi Produk,serta (3) Uji Efektifitas Produk. Perangkat instrumen pengembangan kompetensi konselorhasil penelitian ini, telah teruji efektif untuk mengembangkan kompetensi konselor.Kata Kunci: Pengembangan, diskrepansi, Kompetensi Konselor, Standar KompetensiKonselor Indonesia (SKKI
Faktor Penyebab Siswa Membolos (Survey pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 232 Jakarta)
Tujuan penelitian ini untuk memperoleh data empirik faktor penyebab membolos pada siswa kelas VIII SMP Negeri 232 Jakarta tahun ajaran 2011/2012. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dalam jenis survey. Teknik pengumpulan data berupa angket faktor penyebab siswa membolos pada siswa kelas VIII SMP Negeri 232 Jakarta tahun ajaran 2011/2012. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 165 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 74 siswa dengan menggunakan purposive sampling. Teknik analisis menggunakan analisis faktor dengan menggunakan program SPSS versi 16. Analisis ini di gunakan untuk mendapatkan sejumlah faktor yang memiliki sifat-sifat yang mampu menerangkan keragaman data. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa penyebab dominan siswa membolos adalah faktor pengaruh media dan fasilitas rekreasi dengan component matrix 808. Faktor penyebab kedua adalah tekanan kelompok teman sebaya dengan component matrix 750. faktor ketiga adalah diri sendiri dengan component matrix 612. Faktor keempat adalah sekolah dan lingkungan sekolah dengan component matrix 554. Terakhir adalah lingkungan dan hubungan keluarga dengan component matrix 387. Saran dalam penelitian ini hendaknya pihak sekolah menyediakan sarana media yang dapat menjadi media pembelajaran dan hiburan bagi siswa sehingga mendukung siswa untuk dapat menikmati fungsi media yang sebenarnya
Hubungan Penggunaan Strategi Self Regulated Learning dengan Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas VIII SMP N 1 Tambun Selatan
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran hubungan penggunaan strategi self-regulated learning terhadap prokrastinasi akademik di SMP Negeri 1 Tambun Selatan. Metode yang digunakan adalah korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tambun Selatan sebanyak 310 siswa. Sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah cluster sampling dengan merandom kelas, sampel penelitian sebanyak 38 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket tertutup bentuk model skala Likert dengan empat alternatif jawaban berisi 34 item untuk instrumen prokrastinasi akademik dan 36 item untuk instrumen self-regulated learning. Uji validitas butir dilakukan menggunakan rumus korelasi product moment. Hasil uji validitas instrumen prokrastinasi akademik dan self-regulated learning yang dikonsultasikan pada rtabel(36;0,05) sebesar 0,381. Uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach diperoleh hasil instrumen prokrastinasi akademik sebesar 0,93 dan 0,87 untuk instrumen self-regulated learning yang menyatakan bahwa kedua instrumen tersebut reliabel. Pengujian prasyarat analisa hipotesis, uji normalitas menggunakan chi kuadrat instrumen prokrastinasi akademik diperoleh X2hit 5,00 < X2tab 11,070 dan uji normalitas instrumen self-regulated learning X2hit 2,58 < X2tab 11,070 berarti data bersifat normal. Hasil uji linieritas regresi diperoleh . Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat hubungan negatif dan signifikan sebesar -0,402 antara variabel penggunaan strategi self-regulated learning terhadap prokrastinasi akademik. Siswa dengan kategori prokrastinasi tinggi 63,16%, sedang 28,95%, dan rendah 7,89% dan penggunaan strategi self-regulated learning tinggi 21,05%, sedang 39,47%, dan rendah 39,47%
Self-Regulated Learning Siswa Yang Menyontek (Survey Pada Siswa Kelas X DI SMA N 52 Jakarta Utara Tahun Ajaran 2010/2011)
Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran self-regulated learning siswa yang menyontek pada siswa kelas X SMA Negeri 52 Jakarta Utara tahun ajaran 2010/2011. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode dekriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa Kelas X SMA Negeri 52 Jakarta Utara tahun ajaran 2010- 2011 sebanyak 153 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sampel dari penelitian ini adalah siswa yang masuk dalam kategori menyontek sebanyak 66 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan alat pengumpul data berupa angket yang terdiri dari angket mengenai intensitas menyontek dan angket gambaran self-regulated learning siswa. Angket ini menggunakan empat alternatif jawaban, Selalu (SL), Sering (SR), Jarang (JR), Tidak Pernah (TP).Secara umum intensitas menyontek siswa kelas X SMAN 52 Jakarta Utara, 5,2% selalu menyontek, 37,9% sering menyontek, 52,6% jarang menyontek dan 0,7% tidak pernah menyontek. Gambaran self-regulated learning siswa kelas X SMAN 52 Jakarta Utara yang menyontek yaitu dalam kategori rendah 13,64%, kategori sedang 75,76% kategori tinggi 10,61%.Implikasi dari penelitian ini adalah self-regulated learning siswa berada dalam kategori sedang hal ini menjadi salah satu penyeba siswa kelas X menyontek. Karena siswa baru menerapkan sebagian strategi self-regulated learning dan penerapannya belum dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini sesuai dengan teori self-regulated learning dimana diketahui siswa yang memiliki prestasi tinggi menerapkan strategi ini secara optimal dan berkelanjutan. Siswa yang prestasi belajarnya rendah belum menerapkan self-regulated learning secara optimal dan terus-menerus, namun diyakini bahwa siswa dengan prestasi rendah telah melakukan strategi belajar sampai pada tingkat tertentu. Peneliti merekomendasikan kepada guru BK untuk memberikan layanan bimbingan berupa pengenalan dan penerapan self-regulated learning dengan tujuan agar siswa dapat menerapkan strategi self-regulated learning dan mengurangi masalah menyontek