INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling
Not a member yet
358 research outputs found
Sort by
PENGARUH TEKNIK ASSERTIVE TRAINING UNTUK MENINGKATKAN ASERTIVITAS TERHADAP PERILAKU SEKSUAL DALAM BERPACARAN PADA SISWI KELAS VIII (Studi Kuasi Eksperimen di SMP Diponegoro 1 Jakarta)
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai pengaruh teknik assertive training dalam meningkatkan asertivitas terhadap perilaku seksual dalam berpacaran pada siswi kelas VIII di SMP Diponegoro 1 Jakarta. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan pretest-posttest nonequivalent group design. Sampel penelitian sebanyak 16 siswi, dengan menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling dengan kriteria siswi yang sedang menjalin hubungan berpacaran. Sampel terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok eksperimen yang berjumlah 8 siswi dan kelompok kontrol yang berjumlah 8 siswi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan mengacu pada aspek yang dikemukakan oleh Bedell & Lennox (1997). Teknik analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan Mann-Whitney U test. Hasil pengujian hipotesis dengan bantuan program SPSS 20.0 for windows diperoleh nilai asymp. Sig = 0.001, hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai Asym. Sig = 0,001 < nilai signifikansi α = 0,05. Oleh sebab itu, diperoleh kesimpulan bahwa peningkatan asertivitas terhadap perilaku seksual dalam berpacaran pada siswi yang mendapatkan layanan dengan teknik assertive training lebih tinggi dibandingkan siswi yang tidak mendapatkan layanan dengan teknik assertive training
PROFIL PERMASALAHAN SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI DI KOTA BOGOR
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran permasalahan siswa SMP Negeri di Kota Bogor. Populasi penelitian berjumlah 16. 228 siswa dengan menggunakan teknik sampling insidental dan jumlah sampel yang diambil 386 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Uji coba instrumen dalam penelitian ini adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Uji validitas butir instrumen penelitian menggunakan rumus korelasi product moment. Hasil uji validitas 120 butir pernyataan dengan kriteria r-tabel yang digunakan sebesar 0,28 menghasilkan butir yang valid 94 butir dan 26 butir yang drop. Uji reliabilitas dengan teknik uji administrasi sederhana menggunakan rumus alpha cronbach dan di dapatkan hasil 0,92 yang berarti bahwa instrumen memiliki reliabilitas tinggi. Analisis dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk mengetahui tingkat permasalahan siswa kemudian mengkategorisasikannya dalam kategori sangat bermasalah, bermasalah dan tidak bermasalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMP Negeri di Kota Bogor masuk dalam kategori bermasalah (62. 44%). Dengan demikian guru bimbingan dan konseling dapat segera memberikan layanan secara preventif dan kuratif secara komprehensif yakni layanan dasar, layanan responsif, perencanaan individual, dan dukungan sistem kepada seluruh siswa, terutama siswa yang bermasalah. 
PENGARUH TERAPI EXPRESSIVE WRITING TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN SAAT UJIAN SEKOLAH (Studi Kuasi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas XI di SMA Negeri 59 Jakarta)
Abstrak
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh expressive writing terhadap penurunan tingkat kecemasan tinggi pada siswa saat ujian sekolah. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 59 Jakarta pada bulan Agustus sampai dengan September 2015. Penelitian ini menggunakan peneliti kuasi eksperimen dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas yang telah digunakan, instrumen kecemasan memiliki 62 item butir pernyataan yang valid dan memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0.933. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan teknik Wilcoxon Match Pairs Test, diperoleh nilai Asymp. Sig sebesar 0.01 yang berarti nilai probabilitas lebih kecil dari nilai signifikansi α 0.05, maka terjadinya penururan kecemasan pada siswa dengan melakukan expressive writing. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yaitu dengan terjadinya penurunan tingkat kecemasan tinggi bagi siswa saat ujian sekolah yang signifikan setelah diberikan perlakuan. Terapi expressive writing dapat diterapkan oleh guru bimbingan dan konseling di sekolah sebagai salah salah satu alternatif penanganan untuk menangani siswa yang mengalami masalah dengan tingginya tingkat kecemasan saat ujian sekolah.
Kata Kunci: Terapi expressive writing , kecemasan saat ujia
PENGARUH METODE MODELLING DALAM LAYANAN KLASIKAL TERHADAP PENINGKATAN SELF REGULATED LEARNING: ( Studi Kuasi Eksperimen di Kelas VIII SMP Yayasan Pendidikan Islam (YASPI) Jakarta Utara ) (2015)
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode modelling terhadap peningkatan self regulated learning pada siswa kelas VIII di SMP YASPI. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian sebanyak 64 siswa, diambil menggunakan purposive sampling. Sampel terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok eksperimen (kelas VIII-B sejumlah 32 siswa) dan kelompok kontrol (kelas VIII-C sejumlah 32 siswa). Pengukuran pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Self Regulated Learning Interview Schedule (SRLIS) yang dikembangkan oleh Zimmerman dan Martinez Ponz dan telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil uji, instrumen ini memiliki 34 pernyataan valid dengan reliabilitas sebesar 0,874. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan Mann Whitney U Test. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh hasil nilai asymp. Sig=0.000. Hipotesis penelitian diuji pada taraf signifikan α = 0,05 atau dengan tingkat kesalahan sebesar 5%. Maka nilai Asym. Sig = 0,000 < nilai signifikansi α = 0,05. Disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Ini memberikan kesimpulan bahwa terjadi peningkatan pada self regulated learning responden setelah diberikan layanan klasikal dengan metode modelling. Penelitian menunjukan bahwa siswa yang diberikan metode modelling mengalami peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang tidak diberikan layanan menggunakan metode modelling. Berdasarkan penelitian, layanan klasikal dengan menggunakan metode modelling berpengaruh positif terhadap peningkatan self regulated learning siswa yang rendah.
Kata Kunci : Self regulated learning, metode modelling, layanan klasika
PENGARUH TERAPI MENULIS PUISI TERHADAP HARGA DIRI SISWA: (Studi Kuasi Eksperimen Terhadap Siswa dengan Harga Diri Rendah di SMK Farmasi Mandala Tiara Bangsa)
Abstrak
Harga diri rendah dapat menimbulkan perilaku tidak sesuai pada remaja. Penelitian ini bertujuan meningkatkan harga diri siswa yang memiliki harga diri rendah di SMK Farmasi Mandala Tiara Bangsa melalui terapi menulis puisi. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan nonequivalent control group design. Sampel pada penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling dengan melibatkan 12 siswa yang terbagi dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengukuran pada penelitian ini menggunakan Coopersmith Self-esteem Inventory sejumlah 45 butir pernyataan dengan reliabilitas sebesar 0.89. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan Mann Whitney U Test menunjukkan nilai asymp. Sig = 0.010, yang berarti lebih kecil dari nilai signifikansi α = 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Terjadi peningkatan harga diri yang signifikan setelah diberikan layanan terapi menulis puisi. Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa siswa yang diberikan layanan terapi menulis puisi mengalami peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang tidak diberikan layanan terapi menulis puisi. Selanjutnya konselor sekolah dapat mengimplementasikan layanan terapi menulis puisi sebagai layanan konseling mutakhir di sekolah.
Kata Kunci : Terapi menulis puisi, harga dir
EMPATI DASAR MAHASISWA BK BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DAN EKSTROVERT ANGKATAN 2011 DI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Abstrak
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran empati dasar mahasiswa BK dengan tipe kepribadian introvert dan ekstrovert pada angkatan 2011 di Universitas Negeri Jakarta. Empati dasar adalah pemahaman dan penempatan posisi dalam keadaan emosi seseorang atau konteks, terdiri dari dua aspek yaitu kognitif dan afektif. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan instrumen tipe kepribadian dengan 21 butir pernyataan, untuk mengkategorikan kelompok introvert dan ekstrovert. Peneliti menggunakan skala empati dasar dengan 20 butir pernyataan, untuk mengukur empati dasar mahasiswa. Jumlah sampel berjumlah 75 orang mahasiswa, dengan 30 orang introvert, 36 orang ekstrovert, dan 9 orang yang tak masuk responden karena masuk kategori ambivert. Hasil penelitian menunjukan bahwa empati dasar yang dimiliki berdasarkan tipe kepribadian introvert dan ekstrovert berada pada kategori sedang, sebanyak 50 orang mahasiswa (66,67%). Artinya, mahasiswa dapat memahami dan menempatkan posisi yang sedang dirasakan oleh orang lain. Kelompok introvert maupun ekstrovert memiliki empati afektif dalam kategori sedang yang lebih dominan dibandingkan empati kognitif, yang berarti bahwa mahasiswa dapat merasakan emosi dan keadaan yang sedang dialami oleh orang lain. Rata-rata keseluruhan menunjukkan bahwa empati dasar mahasiswa dengan tipe kepribadian ekstrovert memiliki skor rerata 75,84 lebih tinggi dibandingkan dengan tipe kepribadian introvert memiliki skor rerata 72,46.Mahasiswa BK diharapkan terus meningkatkan empati dasar dengan mengikuti proses pembelajaran yang baik, melalui metode roleplay yang dapat meningkatkan empati dasar. Selanjutnya kepada pihak Jurusan BK untuk memotret gambaran empati pada mahasiswa BK pada awal (input), proses, dan akhir (output) selama menuntaskan perkuliahan di BK UNJ.
Kata Kunci: empati dasar, introvert, ekstrovert, empati kognitif, empati afekti
PERBEDAAN REGULASI DIRI SISWA DALAM BELAJAR DILIHAT DARI POLA ASUH AUTHORITATIVE, AUTHORITARIAN DAN PERMISIF
Regulasi diri merupakan kemampuan seseorang mengontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan regulasi diri dalam belajar berdasarkan pola asuh orang tua di SMP Dewi Sartika, Jakarta Timur. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Data diperoleh dengan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan statistis deskriptif dan inferensial. Pengujian hipotesis menggunakan teknik ANOVA dan uji post hoc. Hasil analisis menunjukkan 55,29% diasuh dengan pola asuh authoritative, 7,06% diasuh dengan pola asuh authoritarian, 37,65% diasuh dengan pola asuh permisif. Tingkat regulasi diri siswa di SMP Dewi Sartika 20% tinggi, 63,53% sedang, dan 16,47% rendah. Pada pola asuh authoritative 34,05% tinggi, 65,95% sedang, 0% rendah. Pada pola asuh authoritarian 16,67% tinggi, 50% sedang, 33,33% rendah. Pada pola asuh permisif 0% tinggi, 62,5% sedang, 37,5% rendah. Setelah dilakukan uji ANOVA, terdapat perbedaan regulasi diri dalam belajar berdasarkan pola asuh dengan nilai f=0,00. Selanjutnya dilakukan uji post hoc dengan hasil terdapat perbedaan yang signifikan pada regulasi diri dalam belajar siswa yang diasuh menggunakan pola asuh authoritative dengan pola asuh authoritarian. Selain itu, terdapat pula perbedaan yang signifikan mengenai regulasi diri dalam belajar berdasarkan authoritative dan permisif. Akan tetapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara regulasi diri dalam belajar berdasarkan pola asuh authoritarian dan permisif
PROFIL CREATIVE-SELF OF WELLNESS MAHASISWA S1 FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil creative-self pada mahasiswa S1 Fakultas Imu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Pendidikan angkatan 2011 s.d. 2014 sebanyak 3.291 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 317 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen creative-self yang dibuat berdasarkan teori the indivisible self dari Myers dan Sweeney, yang berisi 48 butir penyataan dengan lima pilihan jawaban yaitu selalu, sering, kadang-kadang, jarang, dan tidak pernah. Koefisien reliabilitas instrumen 0,923yang di intepretasikan sangat tinggi artinya instrumen reliable untuk digunakan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan kategorisasi yang dibagi menjadi lima yaitu, sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Hasil Peneliitian menunjukan bahwa pencapaian creative-self mahasiswa S1 FIP UNJ 17,61% pada kategori sangat tinggi, 64,47% pada kategori tinggi, 16,98% pada kategori sedang, dan 0,94% pada kategori rendah. Penemuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa S1 FIP UNJ memilik creative-self yang baikyang berarti mahasiswa memiliki kemampuan yang baik dalam berpikir secara aktif, terbuka, dan dapat berkreasi dalam pemecahan masalah, mampu menyadari perasaan dan berekspresi secara wajar, percaya pada kemampuan dirinya dan dapat menguasai dirinya, merasa nyaman dengan jurusan yang dipelajarinya, mampu mengatasi beban tugas yang ada serta mahasiswa mampu dengan baik mengunakan humor yang positif. Pencapaian creative-self yang tinggi berpengaruh positif terhadap keberhasilan akademik.Fakultas Ilmu Pendidikan diharapkan dapat memberikan sarana untuk mengembangkan creative-self mahasiswa dengan mengadakan kompetisi, diskusi terbuka, penelitian bersama antar jurusan, atau melalui kegiatan organisasi yang dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa FIP.
Kata Kunci: Creative-Self, Mahasisw