INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling
Not a member yet
358 research outputs found
Sort by
PENGARUH TEKNIK PENGELOLAAN DIRI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGELOLAAN WAKTU (Studi Eksperimen dalam Layanan Konseling Kelompok pada Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling Reguler Angkatan 2012)
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan teknik pengelolaan diri (self-management) dengan layanan konseling kelompok terhadap peningkatan pengelolaan waktu. Penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Reguler 2012, Universitas Negeri Jakarta pada bulan Juni-November 2012. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Weak Eksperimental Designs (desain tanpa kelompok kontrol) dengan kelompok One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah tujuh mahasiswa berdasarkan hasil pre-test pengelolaan waktu yang tergolong terendah. Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa Ho ditolak dengan nilai asymp. Sig sebesar 0,018 < taraf signifikansi 0.05 (2-tailed), yang berarti terdapat pengaruh pendekatan behavioral dengan teknik pengelolaan diri (self-management) pada layanan konseling kelompok terhadap peningkatan pengelolaan waktu mahasiswa Bimbingan dan Konseling reguler angkatan 2012. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test memperlihatkan peningkatan skor post-test pada mahasiswa yang memiliki keterampilan pengelolaan waktu positif
PROFIL KEMANDIRIAN EMOSIONAL REMAJA YANG BERASAL DARI LATAR BELAKANG BUDAYA SUNDA (Studi Kasus pada Siswa SMA Negeri 8 Bogor yang Berasal dari Latar Belakang Budaya Sunda)
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran profil kemandirian emosional remaja ditinjau dari latar belakang budaya Sunda dan memahami pengaruh budaya Sunda terhadap pembentukan kemandirian emosional remaja di SMA Negeri 8 Bogor. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 8 Bogor, dengan subjek siswa kelas X sebanyak 6 orang yakni 2 orang siswa laki-laki dan 4 orang siswa perempuan. Subjek diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pengumpulan data dilakukan dengan teknik Focus Group Discussion, angket, dan wawancara serta dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian berdasarkan aspek kemandirian emosional yang dikembangkan Steinberg (1993) didapat profil kemandirian emosional remaja yakni belum sepenuhnya memiliki kemandirian emosional ditandai dengan masih mengidealkan sosok orangtuanya, belum bisa berdiskusi secara bebas dengan orangtuanya. Walaupun begitu, responden sudah mulai bisa menunda untuk tidak mengeluhkan perasaanya, dan mencoba menyelesaikan masalahnya sendiri. Responden sudah mulai mampu melihat perbedaan pendapat antara dirinya dengan orangtua dan mulai menegakkan privasi dirinya atas orangtua. Budaya Sunda masih belum memfasilitasi anak untuk dapat mandiri secara emosional dari orangtuanya. Ada nilai-nilai budaya Sunda yang jika diterapkan dengan cara yang kurang tepat dapat menghambat pengembangan kemandirian emosional remaja. Nilai kepatuhan dalam Budaya Sunda menjadi penghambat terbesar bagi kemandirian emosional remaja. Selanjutnya, pola asuh, tingkat pendidikan orangtua, orangtua bekerja dan orangtua tunggal, serta urutan anak dalam keluarga memiliki kontribusi terhadap kemandirian emosional remaja
PROFIL PENYESUAIAN SOSIAL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 35 JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil penyesuaian sosial siswa kelas VIII SMP Negeri 35 Jakarta. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 35 Jakarta dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Jumlah sampel yang diambil adalah sebesar 20% dari populasi sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 84 orang siswa dari 420 siswa kelas VIII. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis survei. Hasil penelitian menunjukan bahwa profil penyesuaian sosial siswa SMP Negeri 35 Jakarta pada kategori sedang yaitu sebesar 57,14%, sedangkan pada ketegori tinggi dan rendah masing-masing sebesar 21,43%. Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan penyesuaian sosial siswa terhadap lingkungan sekolahnya cukup baik
PENGARUH TEKNIK ROLE PLAYING DALAM BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP TOLERANSI PADA PESERTA DIDIK KELAS X SMK NEGERI 26 JAKARTA
Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk meningkatkan toleransi peserta didik kelas X SMK Negeri 26 Jakarta melalui teknik role playing dalam bimbingan kelompok. Populasi sebanyak 360 peserta didik. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X SMK Negeri 26 Jakarta yaitu 10 untuk kelompok eksperimen dan 10 untuk kelompok kontrol yang didapatkan dengan menggunakan teknik Purpossive sampling. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain kuasi eksperimen dalam bentuk pretest-posttest nonequivalent group design. Pengukuran pada penelitian ini menggunakan instrumen toleransi yang berjumlah 47 butir dengan realibilitas 0.745. Hasil pengujian hipotesis menggunakan Mann Whitney U-Test menunjukkan nilai Asymp. Sig sebesar 0.000 yang berarti nilai probabilitas lebih kecil dari nilai signifikansi α 0.05, Sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian menunjukan teknik role playing dalam bimbingan kelompok berpengaruh positif terhadap toleransi siswa kelas X SMK Negeri 26 Jakarta. Selanjutnya, guru BK dapat mengimplementasikan teknik role playing dalam bimbingan kelompok sebagai salah satu alternatif layanan untuk meningkatkan toleransi peserta didik di sekolah
ASERTIFITAS SISWA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL (Survei di Kelas XI SMA Negeri 31 Jakarta)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asertifitas siswa terhadap perilaku seksual. Penelitian ini dilakukan di kelas XI SMA Negeri 31 Jakarta yang populasinya berjumlah 378 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik simple random samplingdengan sampel berjumlah 95 orang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang bersifat deskriptif. Selanjutnya alat pengumpul data yang digunakan adalah kuesioner dengan bentuk skala penilaian yang memiliki empat pilihan jawaban.Uji validitas instrumen dalam penelitian ini dilakukan dengan adanya pemeriksaan kisi-kisi instrumen melalui penilaian ahli, dan uji statistik butir instrumen menggunakan teknik korelasi skor total item dengan rumus Pearson Product Moment, dari 62 butir item yang diujicobakan pada 36 siswa, diperoleh 44 item yang valid dengan korelasi rhitung ≥ rtabel. Uji reliabilitas instrumen menggunakan rumus Alpha Cronbach dan diperoleh r11 sebesar 0,92. Dengan demikian instrumen penelitian ini dinyatakan reliabel dan layak untuk digunakan sebagai alat pengumpul data dalam penelitian ini.Data hasil penelitan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh gambaran asertifitas siswa terhadap perilaku seksual berupa 54,7% siswa berada pada kategori asertif, artinya sebagian besar siswa memiliki asertifitas terhadap perilaku seksual, dan 45,3% siswa berada pada kategori tidak asertif, artinya sebagian siswa masih ada yang bersikap tidak asertif terhadap perilaku seksual. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara jumlah siswa yang asertif dan tidak asertif, oleh karena itu, usaha peningkatan asertifitas siswa terhadap perilaku seksual masih perlu dilakukan.Implikasi dari hasil penelitian ini adalah perlu adanya usaha peningkatan asertifitas siswa terhadap perilaku seksual lebih lanjut oleh Guru Bimbingan dan Konseling di sekolah dengan cara membuat dan melaksanakan program dan layanan bimbingan dan konseling, juga mengadakan pelatihan-pelatihan yang mengarah kepada peningkatan asertifitas siswa, khususnya asertifitas terhadap perilaku seksual
SIKAP GURU BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP EVALUASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING (Survey pada Guru Bimbingan dan Konseling SMP di Bekasi Timur)
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data yang dapat menggambarkan sikap guru bimbingan dan konseling Sekolah Menengah Pertama terhadap evaluasi program bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey yang bersifat deskriptif. Penelitian dilakukan di seluruh SMP di wilayah Bekasi Timur yang tediri dari 17 SMP, yaitu 6 SMP Negeri dan 11 SMP Swasta. Populasi penelitian yaitu sebanyak 44 orang guru bimbingan dan konseling dan keseluruhan populasi dijadikan sampel. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang menggunakan skala penilaian model Likert yang berisi 36 pernyataan. Uji validitas butir menggunakan rumus korelasi Product Moment dari Pearson. Uji reliabilitas butir menggunakan rumus Alpha Cronbach dan diperoleh hasil 0,957 yang artinya reliabel dan layak digunakan untuk mengadakan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap guru bimbingan dan konseling terhadap evaluasi program bimbingan dan konseling cenderung memiliki sikap mendukung dengan persentase sebesar 57%, sedangkan sikap guru yang cenderung menolak dengan persentase sebesar sebesar 43%. Kedua hasil ini dipengaruhi oleh pemahaman, opini, perasaan dan kecenderungan perilaku yang mereka miliki serta faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya sikap
HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN WAKTU DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 56 JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara manajemen waktu dengan kemandirian belajar siswa kelas X SMA Negeri 56 Jakarta. Metode yang digunakan adalah metode korelasional. Jumlah populasi penelitan yaitu sebanyak 213 orang yang merupakan siswa kelas X. Sampel diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 54 orang atau 25% dari jumlah populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara manajemen waktu dengan kemandirian belajar siswa kelas X SMA Negeri 56 Jakarta. Artinya, semakin tinggi manajemen waktu siswa maka akan semakin tinggi pula kemandirian belajarnya. Begitupun sebaliknya, semakin rendah manajemen waktu siswa maka akan semakin rendah pula kemandirian belajarnya
SURVEI TENTANG PELAKSANAAN TUGAS POKOK GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI SE-JAKARTA PUSAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan tugas pokok Guru BK di SMA Negeri se-Jakarta Pusat. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri se-Jakarta Pusat, dengan sampel yaitu Guru BK SMA tahun ajaran 2013/2014. Sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling yang berjumlah 30 orang Guru BK. Uji Coba dilakukan dengan menggunakan rubrik tugas pokok Guru BK dan dianalisis dengan menggunakan SPSS 15.0. Pengumpulan data menggunakan rubrik yang berisi 32 item pernyataan yang bertingkat. Tingkatan tersebut adalah sangat baik (poin 4), baik (poin 3), cukup (poin 2), dan kurang (poin 1). Analisis uji validitas instrumen menggunakan korelasi product moment. Analisis data menggunakan rata-rata data, standar deviasi, dan persentase dimensi. Hasil keseluruhan menunjukkan 60% Guru BK berada pada kategori cukup dalam melaksanaan tugas pokok. 20% pada kategori baik, 17% pada kategori kurang, 3% pada kategori sangat kurang dan 0% pada kategori sangat baik. Pada dimensi perencanaan layanan BK, 0% pada kategori sangat baik, 20% pada kategori baik, 67% pada kategori cukup, 10 pada kategori kurang dan 3% pada kategori sangat kurang. Pada dimensi pelaksanaan layanan BK, 0% pada kategori sangat baik, 23% pada kategori baik, 53% pada kategori cukup, 23% pada kategori kurang dan 0% pada kategori sangat kurang. Pada dimensi evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut layanan BK 0% pada kategori sangat baik, 27% pada kategori baik, 60% pada kategori cukup, 13% pada kategori kurang dan 0% kategori sangat kurang
Pengembangan Hipotetik Buku Bantuan Diri Tentang Bahaya Merokok
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah buku bantuan diri tentang bahaya merokok guna memberikan informasi pada mahasiswa/i tentang bahaya dan dampak dari merokok. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) yang dikembangkan oleh Borg and Gall. Penelitian yang dilakukan tergolong dalam penelitian R&D skala kecil (Small-Scale R&D), karena penelitian yang dilakukan menggunakan beberapa tahapan saja yaitu penelitian dan pengumpulan informasi; perencanaan; pengembangan format produk awal; validasi produk awal; dan revisi produk. Pada tahap validasi, produk dinilai oleh tiga validator ahli yaitu validator ahli media, validator ahli materi, validator ahli bahasa, serta dinilai oleh validator pengguna yaitu mahasiswa. Penelitian ini menghasilkan sebuah buku bantuan diri yang berjudul “#mahasiswatanparokokâ€. Hasil persentase kelayakan buku dari masing-masing validator yaitu validator ahli media menilai sebesar 80,8% (sangat layak), validator ahli materi menilai sebesar 72,2% (layak), validator ahli bahasa menilai sebesar 86,1% (sangat layak), serta validator pengguna yaitu mahasiswa menilai sebesar 87,2% (sangat layak). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu buku bantuan diri tentang bahaya merokok dikategorikan sangat layak dengan rata-rata persentase sebesar 80.5%. Diharapkan buku bantuan diri tentang bahaya merokok dapat diujicobakan sehingga buku ini efektif digunakan, serta diharapkan penelitian ini dapat dilakukan di Universitas lainnya
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN MANAJEMEN KONFLIK PESERTA DIDIK
Pengelolaan konflik merupakan salah satu upaya penanganan masalah atau konflik yang terjadi baik pada dirinya sendiri maupun terhadap orang lain. Manajemen konflik terdiri dari dua aspek, yaitu pengelolaan konflik yang konstruktif dan pengelolaan konflik destruktif. Terdapat lima tipe manajemen konflik, yaitu mengakomodasi (accomodating/lose-win), kompetisi (competing/win-lose), kompromi (compromising/give-take), menghindar (avoiding/ lose-lose), dan kolaborasi (collaborating/ win-win). Manajemen konflik dapat dipengaruhi oleh kecerdasan emosional dan komunikasi interpersonal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengetahui hubungan kecerdasan emosional dan komunikasi interpersonal dengan manajemen konflik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru sebanyak 202 peserta didik, dengan sampel sebanyak 134 peserta didik, teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah model skala likert. Hasil uji validitas instrumen kecerdasan emosi adalah 0,519, komunikasi interpersonal adalah 0,535, dan manajemen konflik adalah 0,558. Hasil Uji reliabilitas instrumen kecerdasan emosional adalah 0,877, komunikasi interpersonal adalah 0,885, dan konflik manajamen adalah 0,823. Data dianalisis dengan menggunakan regresi berganda. Ini menemukan penelitian yang menunjukkan: deskripsi kecerdasan emosional, komunikasi interpersonal dan manajemen konflik pada kategori tinggi. Hasil pengujian hipotesis ada hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan manajemen konflik peserta didik, ada hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan manajemen konflik dan komunikasi interpersonal dengan manajemen konflik peserta didik