Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi
Not a member yet
    184 research outputs found

    PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) TERHADAP GAMBARAN KLINIS DAN LAMA RAWAT INAP PADA PASIEN ANAK DENGAN DEMAM BERDARAH

    Full text link
    Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan virus dengue dan sampai saat ini belum ada pengobatan kuratif untuk mengatasi kebocoran plasma. Penelitian sebelumnya melaporkan daun jambu biji berfungsi sebagai penambah trombosit namun pengujian klinis ekstraknya sebagai antidengue masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L) terhadap perbaikan klinis, laboratoris dan lama rawat inap pada pasien DBD di bangsal anak RS PKU Muhammadiyah Bantul Yogyakarta. Design penelitian adalah eksperimental (RCT) dengan penyamaran single blind. Terdapat 2 kelompok yaitu kelompok intervensi yang mendapatkan terapi standar dan ekstrak daun jambu biji dan kelompok kontrol yang mendapatkan terapi cairan standar WHO. Variable yang diukur adalah suhu badan, trombosit, hematokrit dan lama rawat inap. Analisis data menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok terhadap jumlah rerata trombosit pada demam hari ke 1 sampai 10 (p>0,05). Pada parameter hematokrit dan lama rawat inap tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antar kelompok dimana nilai p lebih besar dari 0,05 (p>0,05). Pada parameter suhu badan juga tidak terdapat perbedaan sgnifikan (p>0,05). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok intervensi dan kontrol pada parameter laboratorium,klinis maupun lama rawat inap

    Kombinasi Ekstrak Herba Andrographis Paniculata (Burm f.) Nees dan Daun Pandanus Amaryllifolius Roxb. Sebagai Antihiperglikemia

    Full text link
    Herba Andrographis paniculata (Burm f.) Nees atau sambiloto dan daun Pandanus amaryllifolius (Burm f.) Nees atau pandan wangi telah diketahui khasiatnya sebagai antihiperglikemia. Penelitian bertujuan untuk mengoptimasi kombinasi ekstrak etanol 70% herba sambiloto dan daun pandan wangi sebagai antihiperglikemia pada tikus jantan galur Sprague Dawley yang diinduksi aloksan. Hewan uji dibagi menjadi 7 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok terdiri dari 4 ekor tikus. Kelompok I adalah kelompok tanpa perlakuan; kelompok II mendapatkan glibenklamid dosis 0,26 mg/Kg BB; kelompok III mendapatkan ekstrak herba sambiloto tunggal dosis 1000 mg/Kg BB; kelompok IV mendapatkan ekstrak daun pandan wangi tunggal dosis 600 mg/Kg BB; kelompok V, VI, dan VII masing-masing mendapatkan kombinasi ekstrak herba sambiloto dan daun pandan wangi dosis berturut-turut 1000:300, 500:300, dan 500:600 mg/Kg BB. Pemeriksaan kadar gula darah menggunakan sampel serum darah tikus yang diukur dengan metode GOD-PAP dan dibaca dengan spektrofotometer klinikal mikrolab 300. Preparat jaringan pankreas diamati menggunakan mikroskop dengan perbesaran 40x untuk melihat ada tidaknya vacuolation dan nekrosis pada sel pulau Langerhans pankreas. Data persentase penurunan kadar gula darah tikus dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Gambaran histopatologi pankreas dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang mendapatkan kombinasi ekstrak herba sambiloto dan daun pandan wangi (500:300 mg/Kg BB) merupakan kelompok kombinasi yang lebih baik dari kelompok ekstrak tunggalnya (p<0,05) dan sebanding dengan kelompok kontrol positif glibenklamid (p>0,05) dalam menurunkan kadar gula darah. Semua kelompok kombinasi ekstrak mampu memberikan perbaikan sel pulau Langerhans pankreas tikus.Â

    PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN KOPI KAWA DENGAN METODE DPPH

    Full text link
    Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menghambat laju oksidasi dalamtubuh. Antioksidan sintetik dapat menimbulkan efek samping pada kesehatantubuh sehingga penggunaan antioksidan alami sebagai pengganti semakindiminati masyarakat karena dipercaya lebih aman. Salah satu golongan senyawaalami yang bersifat sebagai antioksidan adalah golongan fenolik. Daun kopi kawamengandung flavonoid, alkaloid, saponin, kafein, dan polifenol. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui kadar fenol total dan harga Effective Scavenging(ES)50 ekstrak etanol daun kopi kawa. Daun kopi kawa diekstraksi menggunakanmetode maserasi. Ekstrak kental diuji kandungan fenoliknya dengan reagen Folin-Ciocalteu dan standar asam galat. Hasil uji kandungan fenolik total dinyatakandengan kesetaraan asam galat per gram ekstrak (GAE/g ekstrak). Hasil penelitianmenunjukkan ekstrak etanol daun kopi kawa memiliki kandungan senyawafenolik total sebesar 55,87 mg GAE/g ekstrak. Ekstrak etanol daun kopi kawamemiliki aktivitas antioksidan dengan nilai ES50 sebesar 57,79 μg/mL sedangkanuntuk standar asam galat memiliki nilai ES50 sebesar 1,54 μg/mL. Hasil tersebutmenunjukkan ekstrak etanol daun kopi kawa memiliki aktivitas yang kuat sebagaiantioksidan

    KETOKSIKAN SUBKRONIS NANOPARTIKEL EKSTRAK ETANOL BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGIK HEPAR PADA MENCIT JANTAN GALUR BALB-C

    Full text link
    Buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) memiliki khasiat sebagai obatantikanker. Namun konsumsi berulang buah mahkota dewa dapat menyebabkan efek toksikpada organ ekskresi dan metabolisme. Preparasi nanopartikel ekstrak mahkota dewa dibuatdengan tujuan menurunkan efek toksik dari mahkota dewa. Penelitian eksperimental denganrancangan the post test only control group design. Jumlah sample 35 ekor mencit Balb-c yangdibagi dalam 7 kelompok secara acak. Kelompok kontrol (I) hanya diberi CMC Na 0,5 %,kelompok perlakuan II-IV masing-masing, secara berurutan, diberi ekstrak etanol buahmahkota dewa dosis 85, 170, dan 340 mg/KgBB. Kelompok perlakuan V-VII masing-masing,secara berurutan, diberi nanopartikel ekstrak buah mahkota dewa dosis setara denganflavonoid 85, 170, dan 340 mg/KgBB. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kelompokhewan yang diberi ekstrak dengan dosis 85, 170, 340 mg/KgBB menunjukkan adanyadegenerasi hidropik pada sel hepar, infiltrasi sel radang hingga nekrosis. Begitu juga padamencit yang diberikan nanopartikel, akan tetapi pada mencit yang diberi nanopartikel adabeberapa hewan uji yang heparnya normal. Probabilitas penurunan kerusakan dari dosis 85,170, dan 340mg/KgBB yaitu sebesar 0,2; 04; dan 0;4. Kesimpulan penelitian ini nanopartikelekstrak etanol buah mahkota dewa dapat menurunkan kejadian kerusakan hepar pada hewanuji dibandingkan dengan ekstrak etanol buah mahkota dewa saja

    PENETAPAN KADAR KALIUM, KALSIUM, NATRIUM DAN MAGNESIUM DALAM BUNGA NANGKA (Artocarpus eterophyllus Lam.) JANTAN SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM

    Full text link
    Nangka merupakan salah satu buah tropis yang keberadaannya tidak mengenalmusim. Tanaman nangka adalah tanaman berumah satu, artinya dalam satutanaman dapat dijumpai bunga jantan dan bunga betina. Mineral memegangperanan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh secara keseluruhan. Mineraldigolongkan dalalm mineral makro yang dibutuhkan dalam jumlah 100 mg seharidan mineral mikro kurang dari 100 mg sehari. Bunga nangka kurang populerdikalangan masyarakat dan belum ada penelitian terdahulu yang meneliti tentangkandungan dalam sampel tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuikandungan mineral kalium, kalsium, natrium dan magnesium dalam bunganangka jantan. Preparasi sampel dilakukan dengan proses dekstruksi kering.Penentuan kadar kalium, kalsium, natrium dan magnesium dilakukan denganmetode spektrofotometri serapan atom (SSA) masing-masing pada panjanggelombang 766,5 nm; 422,7 nm; 589,0 nm dan 285,2 nm dengan nyala udaraasetilen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kalium, kalsium, natrium danmagnesium pada bunga nangka jantan yaitu [530,810] ± 2,760 mg/100g; [54,928]± 0,519 mg/100g; [16,087] ± 1,208 mg/100g dan [16,653]± 0,205 mg/100

    EVALUASI SEDIAAN FISIK EMULGEL MENGANDUNG MINYAK ATSIRI RIMPANG TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria, (Berg.) Roscoe)

    Full text link
    Temu putih atau disebut juga kunir putih merupakan salah satu spesies dari familiZingiberaceae yang telah dikomersilkan penggunaan rimpangnya sebagai tanaman obat.Komponen terbesar dari rimpang temu putih, yaitu minyak atsiri yang mempunyai efekantiinflamasi. Penggunaan rimpang temu putih sebagai antiinflamasi di masyarakatmasih secara empiris, dengan mengoleskan air perahan rimpang temu putih pada kulit.Untuk meningkatkan efektivitas penggunaan minyak atsiri yang terkandung dalam temuputih, dilakukan formulasi emulgel yang mengandung minyak atsiri denganpenambahan PEG 8 beeswax agar didapat sediaan emulgel yang stabil, baik dan amandigunakan. Tahap penelitian yang dilakukan meliputi penyiapan bahan, determinasibahan, skrining fitokimia, destilasi menggunakan uap-air, analisis komponen kimiadengan GC-MS, serta uji kualitatif minyak atsiri dengan sediaan emulgel yangmengandung minyak atsiri, formulasi emulgel mengandung minyak atsiri denganmenggunakan emulsifying wax konsentrasi 6,5%, 7%, 7,5%, dan 8%. Evaluasi sediaanmeliputi pengamatan organoleptik, pH, viskositas, sentrifugasi, serta uji hedoniksediaan. Berdasarkan hasil evaluasi pengamatan organoleptik, pH, viskositas,sentrifugasi, serta uji hedonik sediaan menunjukkan bahwa kestabilan dalam batasrentang yang dibolehkan. Formulasi emulgel yang terbaik ditunjukkan pada formula ke-4 pada konsentrasi PEG 8 beeswax 8%

    Validasi Metode Analisis β-Karoten Dalam Ekstrak Etanol 96% Spirulina maxima Dengan Spektrofotometri Visibel

    No full text
    Validasi metode analisis (VMA) penentuan kandungan β-karoten dalam Spirulina maxima perlu dilakukan agar didapatkan hasil yang valid dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Tujuan penelitian adalah membuktikan metode analisis penetapan kadar β-karoten dalam ekstrak etanol 96% Spirulina maxima menggunakan spektrofotometer visibel memenuhi syarat validitas. Parameter yang digunakan dalam VMA diantaranya spesifisitas, linieritas, akurasi, presisi, limit deteksi dan limit kuantitas. Syarat yang harus dipenuhi ditiap parameter yaitu nilai korelasi (r) ≥ 0,98 untuk linieritas, persen perolehan kembali masuk dalam range 98-102% dan nilai RSD ≤ 2% untuk akurasi, nilai RSD ≤ 2% untuk presisi, profil spektragram spektrofotometri visibel yang sama antara sampel dan standar untuk uji spesifisitas. Hasil penelitian dengan parameter validasi diantaranya linieritas dengan nilai r=0,998, persen perolehan kembali dalam rentang 98-101%, presisi keberulangan sistem dengan RSD 1,14 %, presisi antara 0,99 % dan uji spesifisitas sesuai profil spektragram spektrofotometri visibel yang sama antara sampel dan standar. Nilai LOD yang diperoleh yaitu 1,656 ug/mL dan LOQ 5,017 ug/mL. Berdasarkan hasil tersebut maka analisis penetapan kadar β-karoten dalam ekstrak etanol 96% Spirulina maxima dengan metode spektrofotometri visibel memenuhi syarat validitas menurut Petunjuk Operasional Penerapan CPOB tahun 2013

    KEPATUHAN TERHADAP PENGOBATAN PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN KOMPLIKASI DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS YOGYAKARTA

    Full text link
    Kepatuhan terhadap pengobatan mempengaruhi keberhasilan terapi pasien. Tujuandalam penelitian ini untuk mengetahui kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensidengan komplikasi diabetes melitus di Puskesmas wilayah Kota Yogyakarta. Penelitianobservasional ini menggunakan pendekatan desain cross sectional. Pengambilan datadilakukan dengan menggunakan kuesioner Medication Adherence Report Scale(MARS). Responden dalam penelitian ini adalah semua pasien hipertensi dengankomplikasi diabetes melitus yang menjalani rawat jalan di 5 Puskesmas wilayah KotaYogyakarta pada periode bulan November 2017 – Januari 2018. Analisa distribusifrekuensi digunakan untuk mengetahui kepatuhan terhadap pengobatan pasien.Penelitian ini melibatkan 44 responden dari 5 Puskesmas wilayah Kota Yogyakarta.Puskesmas yang digunakan sebagai tempat pengambilan data yaitu PuskesmasNgampilan, Puskesmas Mergangsan, Puskesmas Kotagede I, Puskesmas Danurejan Idan Puskesmas Gondokusuman II. Data karakteristik responden tertinggi padaperempuan (63,6%), kelompok umur 60-79 tahun (75,0%), berpendidikan tamatSLTA/Sederajat (40,9%), dan pasien tidak bekerja (54,5%). Hasil analisa kepatuhanpasien diketahui 59,1% patuh dan 40,9% tidak patuh dalam pengobatannya.Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar pasien hipertensi dengankomplikasi diabetes melitus di puskesmas wilayah Kota Yogyakarta patuh terhadappengobatannya

    HUBUNGAN PENGGUNAAN KORTIKOSTEROID DENGAN KEJADIAN INFEKSI PADA PASIEN SINDROM NEFROTIK DI RUMAH SAKIT “X†JAKARTA

    No full text
    Kortikosteroid merupakan terapi awal yang direkomendasikan pada pasien sindromnefrotik (SN). Penggunaan kortikosteroid jangka panjang dapat meningkatkan risikoinfeksi. Selain itu, SN sendiri juga dapat menyebabkan infeksi. Penelitian ini bertujuanuntuk mendapatkan gambaran demografi, penggunaan kortikosteroid, kejadian infeksipada pasien SN dan untuk melihat hubungan penggunaan kortikosteroid dengankejadian infeksi. Metoda penelitian yang digunakan adalah case-control study denganpendekatan retrospektif. Sebanyak 81 pasien SN selama periode 2014-2016 di RumahSakit X Jakarta memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian ini menemukan pasien SNterdiri dari 41 pria dan 40 wanita dengan usia 33,01±21,71 tahun. Gambaranpenggunaan kortikosteroid menunjukkan mayoritas pasien SN mendapatkan terapikortikosteroid yaitu 61 (75,31%) yang terdiri dari metilprednisolon (40,74%), prednison(33,34%) dan deksametason (1,23%) dan sebanyak 20 (24,69%) pasien tanpakortikosteroid. Infeksi terjadi pada 39 pasien (48,15%) dengan jumlah kasus infeksitertinggi adalah infeksi saluran pernapasan akut (21 kasus) diikuti oleh infeksi salurankemih (7 kasus). Hasil uji chi-square menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikanantara infeksi dan kortikosteroid (p = 0,401) dengan odds ratio [OR] 1,55 95% CI 0,56-4,32. Dapat disimpulkan pasien SN yang menerima terapi kortikosteroid cenderunglebih mudah untuk mengalami infeksi daripada pasien SN yang tidak menggunakanterapi kortikosteroid

    PEMBERIAN SUPLEMEN KOMBINASI KALSIUM, VITAMIN B6 , VITAMIN C DAN VITAMIN D TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI DISMENOREA

    Full text link
    Dismenorea biasanya menyebabkan nyeri atau kram pada bagian perut yang dapatmengganggu aktivitas dan mengurangi kualitas hidup. Nyeri dan kram tersebut karenapeningkatan prostaglandin. Kalsium berfungsi untuk mengurangi nyeri dan kram saatmenstruasi. Vitamin B6 dan vitamin D dapat membantu menurunkan tingkat kecemasanpada sindrom premenstruasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuipengaruh pemberian suplemen kombinasi kalsium terhadap nyeri dismenorea. Jenispenelitian ini adalah quasi experimental. Sebanyak 70 orang mahasiswi FakultasKedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yangmengalami nyeri dismenorea dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol yangtidak mendapatkan perlakuan dan kelompok uji yang mendapatkan perlakuan berupakonsumsi suplemen kombinasi kalsium 250 mg, vitamin B6 15 mg, vitamin C 1000 mg,dan vitamin D 300 mg, dalam bentuk tablet effervescent yang diberikan pada hari ke 15siklus menstruasi hingga hari pertama menstruasi. Pengukuran skala nyeri VisualAnalogue Scale (VAS) dilakukan pada hari ke 15 siklus menstruasi dan hari pertamamenstruasi. Data dianalisis menggunakan metode paired sample t test dan independentsample t test. Hasil analisis dengan uji independent sample T test menunjukkan terdapatpenurunan skala nyeri VAS kelompol kontrol dan kelompok perlakuan dengan nilaipenurunan berturut-turut 0,80±1,64 dan 1,74±1,52 (p-value 0,015<0,05). Dapatdisimpulkan pemberian suplemen kombinasi kalsium, vitamin B6, vitamin D, danvitamin C dalam bentuk tablet effervescent dapat menurunkan skala nyeri padamahasiswi yang mengalami dismenorea

    154

    full texts

    184

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇