Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi
Not a member yet
    184 research outputs found

    PENENTUAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG BANGKAL (Nauclea subdita) SECARA IN VITRO

    Full text link
    Kulit batang bangkal (Nauclea subdita) telah lama digunakan sebagai kosmetika tradisional di Kalimantan Selatan. Kulit batang bangkal (KBB) diduga mengandung senyawa tabir surya dan antioksidan yang tinggi, seperti senyawa golongan flavonoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tabir surya dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol KBB. Penentuan nilai sun protecting factor (SPF) ekstrak etanol KBB diuji secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 290-320 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SPF ekstrak etanol KBB dengan konsentrasi 250 ppm sebesar 10, pada konsentrasi 500 ppm, nilai SPF-nya = 15, dan pada konsentrasi 1000 ppm, nilai SPF sebesar 29. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit batang bangkal diuji secara in vitro menggunakan metode penangkapan radikal DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl) dengan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 521 nm. Nilai IC50 ekstrak etanol KBB sebesar 84,850 ppm. Berdasarkan nilai SPF dan nilai IC50 tersebut dengan demikian ekstrak etanol KBB memiliki kemampuan sebagai antioksidan dan tabir surya.Â

    UJI AKTIVITAS INHIBITOR XANTIN OKSIDASE DARI EKSTRAK POLISAKARIDA JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus (Jacq.) P.Kumm) DAN JAMUR KANCING (Agaricus bisporus (J.E.Lange) Imbach) SECARA IN VITRO

    Full text link
    Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus (Jacq.) P.Kumm dan jamur kancing (Agaricus bisporus (J.E. Lange) Imbach) merupakan jenis jamur yang dapat dikonsumsi dan digunakan sebagai obat. Jamur tiram putih dan jamur kancing mengandung berbagai senyawa berkhasiat, salah satunya polisakarida yang memiliki aktivitas antioksidan dan inhibitor xantin oksidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas inhibitor xantin oksidase pada pembentukan asam urat secara in vitro dari ekstrak polisakarida jamur tiram putih dan jamur kancing . Jamur diekstraksi menggunakan air pada suhu 100oC selama 3 jam dan diperoleh rendemen ekstrak polisakarida jamur tiram putih sebesar 1,79%. Metode congo-red digunakan untuk identifikasi polisakarida. Penelitian ini menggunakan 5 variasi konsentrasi ekstrak polisakarida jamur tiram putih yaitu 1, 10, 100, 1000, dan 10.000 µg/mL. Pembacaan absorbansi aktivitas xantin oksidase menggunakan microplate reader pada panjang gelombang 570 nm. Nilai absorbansi yang didapat menunjukkan banyaknya hidrogen peroksida yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 10.000 µg/mL ekstrak polisakarida jamur tiram putih dan jamur kancing  memiliki persentase penghambatan xantin oksidase sebesar 24,24% dan 45,36%. Pada penelitian ini dapat dibuktikan bahwa semakin tinggi konsentrasi maka semakin besar persentase penghambatan xantin oksidase

    FORMULASI DAN KARAKTERISASI SEDIAAN HIDROGEL MINYAK CENGKEH (Syzygium aromaticum) BERBASIS KITOSAN

    Full text link
    Eugenol merupakan kandungan utama minyak cengkeh yang memiliki potensi sebagai anti inflamasi. Bentuk sediaan yang berupa cairan berminyak menimbulkan ketidaknyamanan dan tidak bertahan lama untuk kontak dengan kulit sehingga efikasi yang diharapkan tidak tercapai jika digunakan langsung pada permukaan kulit. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem sediaan yang dapat menghantarkan obat menembus kulit dengan lebih baik. Hidrogel adalah sediaan semipadat yang diharapkan dapat  diaplikasikan sebagai pembawa minyak cengkeh, sehingga akan meningkatkan kenyamanan dan efikasinya. Pembuatan hidrogel minyak cengkeh dilakukan dengan memformulasikan minyak cengkeh, surfaktan tween 80 dan propilen glikol (PG) menjadi emulsi. Desain formula dibuat menggunakan Design Expert 10 trial. Formula emulsi yang optimum selanjutnya diformulasikan dengan basis gel kitosan konsentrasi 4% dan 5%. Hidrogel minyak cengkeh diformulasikan menjadi emulsi yang selanjutnya ditambahkan ke dalam basis gel berupa kitosan. Dari hasil uji karakterisasi gel diperoleh bentuk emulgel berwarna putih kekuningan dengan pH 6. Uji daya sebar menunjukkan formula 1 dengan basis kitosan 5% memiliki daya sebar yang paling baik, yaitu 5,1 cm. Hasil uji daya lekat menunjukkan bahwa keempat formula memenuhi syarat uji daya lekat, yaitu tidak kurang dari 4 detik. Dari uji karakteristik, formula F1 5% merupakan formula yang optimal karena memenuhi semua persyaratan sifat fisik. Hal tersebut menunjukkan bahwa minyak cengkeh dapat menghasilkan sediaan gel yang baik dengan basis kitosan

    PENGGUNAAN EPERISONE HYDROCLORIDE UNTUK MENGURANGI NYERI PASIEN NYERI PUNGGUNG BAWAH AKUT DI RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA

    Full text link
    Nyeri punggung bawah (NPB) akut merupakan keluhan umum yang dirasakan pada punggung bawah, dapat menjalar sampai dengan kaki, terjadi kurang dari 12 minggu atau nyeri timbul kembali setelah 6 bulan bebas nyeri. Obat yang digunakan untuk mengatasi NPB salah satunya eperisone hydrochloride. Tujuan dari penelitian ini mengukur efek eperisone hydrocloride dalam menurunkan rasa nyeri pada pasien NPB akut dilihat dari nilai Visual Analog Scale (VAS). Metode  yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian kohort. Subjek penelitian, pasien NPB akut yang dikelompokkan berdasarkan terapi yang digunakan, kelompok eperisone hydrocloride 50 mg dua kali sehari dan non-eperisone hydrocloride. Data diperoleh melalui kuisioner nilai VAS dan wawancara. Hasil penelitian ini didapatkan 45 pasien NPB akut yang terdiri dari 16 laki-laki (35,60%), 29 perempuan (64,40%). Sebanyak 15 pasien masuk kelompok eperisone hydrocloride dan 30 pasien masuk kelompok non-eperisone hydrocloride, dengan rata–rata umur pasien 53,53±14,94 dan 59,53 ±14,0 tahun. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan bermakna dari penurunan nilai VAS sebelum dan sesudah menerima terapi pada kelompok eperisone hydrocloride (p=0,004), outcome berupa penurunan rasa nyeri saat beraktivitas (p=0,456) dan juga efek samping yang muncul saat pemberian terapi (p=1,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah eperisone hydrocloride  dapat menurunkan nilai nyeri dan mencapai outcome

    PENGARUH PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN PERBANDINGAN ANTARA SISTEM TMH DENGAN SISTEM MANDIRI INHEALTH

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan seberapa besar pengaruh pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien antara sistem TMH dengan sistem Mandiri Inhealth. Dari data tahun 2009 sampai dengan 2015 terjadi peningkatan biaya kesehatan PT.TMH dan premi serta pelayanan kesehatan berupa manfaat asuransi (benefit) dan jenis pelayanan kesehatan yang diperoleh pasien PT. TMH tidak bisa tercover seluruhnya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan survei analitik. Pengukuran pelayanan kesehatan (variabel X1 dan X2) menggunakan konsep servqual (dimensi reliability, reponsiveness, assurance, empathy dan tangibles) serta pengukuran kepuasan pasien (variabel Y) dengan dimensi perceive performance dan expectation. Populasi dalam penelitian ini adalah kelompok pasien karyawan aktif dan pensiunan karyawan PT.TMH yang didata pada bulan Juli 2015 sampai dengan November 2015 dengan total jumlah 14.048. Metode pengambilan sampel dengan metode proportionate random sampling maka jumlah sampel yang diambil adalah 100 responden. Subyek penelitian ini adalah karyawan PT.TMH dan pensiunan PT. TMH yang tinggalnya di sekitar Jabodetabek. Dari hasil pengujian hipotesis diperoleh hasil uji t independen dengan nilai p = 0,000 < 0,05 untuk skor pelayanan kesehatan dan skor kepuasan pasien. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa pelayanan kesehatan dengan sistem PT. TMH dan pelayanan kesehatan dengan sistem Mandiri Inhealth mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan pasien, tetapi ada perbedaan yang signifikan pada kedua sistem tersebut dimana pelayanan kesehatan sistem PT.TMH lebih baik dan lebih memuaskan daripada sistem Mandiri Inhealth

    AKTIFITAS HEPATOPROTEKTIF EKSTRAK ETANOL DAUN SIDAGURI (Sida rhombifolia L.) DILIHAT DARI RASIO BERAT HEPAR, NILAI SGPT-SGOT, DAN HISTOPATOLOGI HEPAR PADA TIKUS SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI CCL4

    Full text link
    Hepar merupakan organ yang berperan dalam pengaturan homeostasis tubuh meliputi metabolisme, biotransformasi, sintesis dan imunologi. Penyebab penyakit hepar bervariasi, diantaranya adalah virus, obat-obatan, alkohol dan stress oksidatif yang merupakan faktor utama. Jumlah radikal bebas yang melebihi antioksidan menyebabkan terjadinya stres oksidatif. Sidaguri (Sida rhombifolia L.) mengandung senyawa fenol dan flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek hepatoprotektif ekstrak etanol daun sidaguri (EEDS) terhadap nilai SGPT-SGOT, gambaran histopatologi hepar tikus dan rasio berat hepar yang diinduksi carbon tetrachloride (CCl4). Dua puluh lima tikus dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I merupakan kelompok normal yang hanya diberi makan dan minum, kelompok II merupakan kelompok kontrol yang diinjeksi CCl4 secara intraperitoneal dengan dosis 1 mL/KgBBdan kelompok (III, IV dan V merupakan kelompok perlakuan yang diberi EEDS peroral dengan dosis: 25, 50 dan 100 mg/KgBB) berturut-turut selama 21 hari. Pada hari ke 21 kelompok ini diinjeksi CCl4 1 mL/KgBB secara intraperitoneal 1 jam setelah perlakuan. Data rasio berat organ hepar dari masing masing kelompok dianalisis secara statistik menggunakan analisis varian (ANOVA), LSD post hoc test P<0,05 untuk menentukan perbedaan signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio berat hepar pada kelompok II (kontrol) 216,52±15,04 berbeda signifikan dibandingkan dengan kelompok III, IV dan V berturut turut dengan nilai 436,56± 46,78; 438,86±44,79; dan 534,46±45,49. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian EEDS dapat menaikkan rasio berat hepar. Data ini didukung dengan nilai SGPT dan SGOT yang berbeda bermakna dengan kelompok kontrol (p<0,05). Dilihat dari gambaran histopatologi hepar, pada  kelompok  II (kontrol), III, IV dan V berturut-turut tidak  menunjukkan adanya nekrosis karena CCl4. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa EEDS dapat melindungi hepar berdasarkan rasio berat hepar dan nilai SGPT-SGOT, namun belum dapat disimpulkan bahwa EEDS memiliki efek hepatoprotektif dilihat dari gambaran histopatologi

    EDUKASI PADA PENGAWAS MINUM OBAT DAN PASIEN DIABET MILLITUS TIPE 2 UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN MINUM OBAT

    Full text link
    Permasalahan utama pasien DM adalah kepatuhan dalam minum obat mengingat DM merupakan penyakit kronis yang membutuhkan terapi jangka panjang. Ketidakpatuhan dalam manajemen terapi DM dapat meningkatkan biaya pengobatan dan perawatan. Penelitian bertujuan untuk mengukur efektivitas model edukasi pada PMO (Pengawas Minum Obat) dan pasien DM tipe 2 dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien DM tipe 2 di RSI (Rumah Sakit Islam) Pondok Kopi. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimental dengan rancangan quasi experimental – pre-test/post-test study design yang dilakukan secara prospektif. Intervensi yang diberikan adalah edukasi berupa ceramah dan pembagian booklet yang diberikan sebanyak 3 kali selama 2 bulan periode penelitian. Uji statistik yang digunakan adalah paired-sample t test dengan CI 95% untuk melihat perbedaan kadar HbA1c sebelum dan setelah pemberian intervensi. Perbandingan kepatuhan pasien berdasarkan skor kuesioner MMAS-8 dilakukan dengan uji Wilcoxon. Nilai HbA1C pasien sebelum intervensi rata-rata 7,2 dan setelah edukasi nilai HbA1c rata-rata sebesar 5,5 (P<0,05). Skor MMAS-8 pada awalnya rata-rata 4,4 menjadi rata-rata 2,4 setelah diberikan intervensi berupa edukasi (P<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah model edukasi pada PMO dan pasien DM tipe 2 di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi efektif untuk meningkatkan kepatuhan pasien dengan menurukan nilai HbA1c dan skor MMAS-8

    UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAN EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN SIRIH MERAH (Piper cf. fragile. Benth ) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA TERBUKA PADA TIKUS

    Full text link
    Luka terbuka adalah luka yang melibatkan robekan pada kulit atau membran mukosa. Apabila terjadi luka dan diabaikan, maka dapat terjadi infeksi. Tanaman obat yang telah diteliti dan dimanfaatkan untuk penyembuhan luka terbuka salah satunya adalah daun sirih merah (Piper cf. fragile, Benth). Penelitian ini akan mengkaji pengaruh ekstrak etanol dan etil asetat daun sirih merah dalam proses penyembuhan luka pada tikus. Hewan coba dibagi menjadi 8 kelompok yaitu kelompok positif (povidon iodine 10%), negatif, 3 kelompok perlakuan ekstrak etanol daun sirih merah  masing-masing dengan konsentrasi 15%, 20% dan 25% serta 3 kelompok perlakuan ekstrak etil asetat konsentrasi 15%, 20% dan 25%. Luka terbuka dibuat dengan menggunakan metode Morton yang telah dimodifikasi yaitu tikus dicukur bulunya di daerah punggung bagian atas kemudian dibius dengan ketamine pada saat akan dibuat luka berbentuk lingkaran dengan diameter 2 cm. Pemberian ekstrak etanol dan etil asetat daun sirih merah diberikan sekali sehari dengan cara menggunakan syringe sebanyak 0,5 mL/200 g BB tikus. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kelompok ekstrak etanol lebih baik dibandingkan dengan kelompok ekstrak etil asetat dalam menyembuhkan luka terbuka pada tikus

    EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIMUNTAH PADA PASIEN ANAK PENDERITA KANKER DI RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS JAKARTA PERIODE JUNI-JULI 2016

    Full text link
    Penyakit kanker rmerupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada tahun 2012, kanker menjadi penyebab kematian sekitar 8,2 juta orang. Salah satu pengobatan kanker yaitu dengan cara kemoterapi. Efek samping yang paling besar dari pengobatan dengan cara kemoterapi adalah gangguan mual dan muntah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan terapi pengobatan antimuntah didasarkan pada ketepatan pemilihan obat, dosis serta efek terapi yang dihasilkan. Metode yang digunakan bersifat deskriptif prospektif yaitu dengan memantau langsung penggunaan antimuntah pada pasien kanker anak paska kemoterapi di ruang rawat inap Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta selama periode penelitian Juni-Juli 2016. Dari 35 pasien yang masuk kedalam kriteria inklusi, terlihat sebanyak 97,14% pasien mendapatkan obat antimuntah dengan dosis yang sesuai, dan sebanyak 100%  pasien mendapatkan obat yang sesuai

    STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK NON RESEP DI APOTEK KOMUNITAS KOTA KENDARI

    Full text link
    Penggunaan antibiotik memerlukan pertimbangan klinis yang tepat untuk memenuhi rasionalitas, sehingga menjamin keamanan, ketepatan dan efektivitas yang maksimal. Penggunaan yang tidak tepat akan menimbulkan masalah resistensi yang berdampak pada morbiditas dan mortalitas penyakit infeksi maupun kerugian ekonomi dan sosial yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penggunaan antibiotik tanpa resep di apotek komunitas Kota Kendari yang ditinjau dari perilaku pasien dan pengetahuan pasien serta faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan antibiotik tanpa resep dokter yaitu konsumen apotek. Penelitian ini bersifat deskriptif, dilakukan di 10 apotek yang ditetapkan dengan cluster random sampling dan 287 konsumen apotek yang dipilih dengan accidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan pasien.Hasil penelitian menunjukkan pasien cenderung pernah menggunakan antibiotik tanpa resep dokter dengan tingkat pengetahuan pasien kurang (56,44%). Penggunaan antibiotik terkait perilaku adalah sebagian besar pasien memperoleh antibiotik di apotek (94,07%), sumber informasi dalam menggunakan antibiotik adalah dokter (43,90%), jenis penyakit yang diobati adalah gejala demam (54,34%), jenis antibiotik yang sering digunakan adalah amoksisilin (54,34%), pembelian antibiotik untuk satu kali pengobatan adalah 87,80%. Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan antibiotik tanpa resep adalah: sebagian besar diperoleh dari riwayat kebiasaan sebelumnya yang tidak pernah menggunakan resep dokter 87,45%,jika ditinjau berdasarkan pengalaman sebelumnya dari resep dokter subyek menggunakan antibiotik tanpa resep karena gejala dan obat yang sama 89,89%,  sebagian besar karena pengalaman penggunaan sebelumnya yang memberi hasil baik 75,26% dan subyek tetap menggunakan antibiotik (77,70%) meski tidak memiliki pengetahuan tentang penyakitnya. Tingginya penggunaan antibiotik tanpa resep di Kota Kendari ditinjau dari perilaku pasien dan pengetahuan serta faktor yang mempengaruhinya dapat menimbulkan kerugian baik secara klinis maupun secara ekonomi

    154

    full texts

    184

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇