Jurnal Elektro
Not a member yet
140 research outputs found
Sort by
SISTEM PENGAWASAN DAN PENGAMANAN PADA PINTU RUMAH MENGGUNAKAN RASPBERRY PI YANG TERHUBUNG DENGAN LAYANAN CLOUD COMPUTING SERTA MENGGUNAKAN PENGENALAN WAJAH
ABSTRAK
Pada umumnya, pengamanan pintu rumah saat ini masih mengandalkan kunci konvensional yang tidak dapat memberikan peringatan kepada penghuni adanya tamu yang datang. Peringatan tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan penghuni terhadap kondisi rumah. Berdasarkan alasan tersebut, dibutuhkan sistem yang dapat mengawasi kondisi pintu rumah dan memberikan peringatan jika ada tamu yang datang. Pada penelitian ini, sistem pengawasan dan pengamanan pada pintu rumah direalisasikan menggunakan perangkat Raspberry Pi sebagai mikrokomputer dan website sebagai halaman antarmuka penghuni dalam pengaturan dan pemantauan sistem. Pintu rumah dapat dibuka dengan 2 (dua) cara, yaitu melalui navigasi pada halaman web dan melalui pengenalan wajah. Hasil pengujian menunjukkan sistem dapat mengenali wajah penghuni dan bukan penghuni serta memberikan peringatan berupa notifikasi di browser jika ada tamu yang datang.
ABSTRACT
In general, security at the door now still rely on conventional keys which neither provide warning to the people of the guest. The commemoration is can increase vigilance the inhabitants of the about the condition of house. For that reason, needed a system that can keep an eye on the condition of doors of the house and give warning if there are guests who have come. In this research, their surveillance and security in the door of a house realized the use of devices Raspberry Pi as microcomputers and website as a page interface a dweller in the arrangement and monitoring system. At the door opens 2 ( two ) the way, for example through navigation on page web and through the facial recognition. The results of testing shows that the system can recognize the inhabitants of the and not the inhabitants of the and give warning notification in browser if there are guest
STUDI KELAYAKAN KONEKTIVITAS DRONE PADA JARINGAN LTE SEBAGAI LAYANAN 5G MASA DEPAN DI DAERAH RURAL
Pemanfaatan drone merupakan salah satu use cases 5G. Penggunaan teknologi seluler seperti LTE untuk komunikasi drone dapat menawarkan koneksi lebih baik dengan cakupan luas. Penelitian ini menguji kelayakan LTE sebagai sarana komunikasi drone, melalui simulasi NS-3. Reference Signal Received Power (RSRP) dan Signal-to-Interference Ratio (SINR) dianalisis dalam dua skenario. Skenario pertama, pengujian dengan menghubungkan satu drone ke satu base station (BS), dan melihat efek perubahan jarak dan ketinggian terhadap RSRP. Skenario kedua, pengujian SINR downlink dan SINR uplink pada ground User Equipment (UE) akibat adanya perubahan jumlah drone dan ketinggian drone. Simulasi dijalankan pada situasi rural, dengan frekuensi 880 MHz (uplink) dan 925 MHz (downlink). Hasil uji konektivitas single-drone memberikan RSRP yang baik hingga jarak yang cukup jauh, yaitu 60% probabilitas untuk memiliki RSRP >-80 dBm, pada jarak 1000 m. Hasil pengujian studi interferensi ialah pada saat drone berada di ketinggian 200 m, SINR drone lebih buruk dibandingkan saat berada di ketinggian 100 m. Hal tersebut dikarenakan drone mendapatkan interferensi dari BS lain dengan probabilitas Line-of-Sight (LOS) yang lebih tinggi. Sedangkan, nilai rata-rata uplink SINR untuk UE yang berada di daratan tidak terpengaruh dengan perubahan jumlah drone.
Drones application is one of use cases of future 5G. LTE networks could assist drone to serve better with a wider coverage. We analyze the feasibility of LTE network for drone communication, in a NS-3 simulator. Reference Signal Received Power (RSRP) and Signal-to-Interference (SINR) was analyzed in two scenarios. For Scenario I, we study the connectivity performance between one drone and one base station (BS), and see the impact of changing distance and altitude. For Scenario II, we study the SINR with changing number of drones and its altitude. Different altitude was analyzed to study the drone’s downlink SINR to serving BS, and different number of drones was studied to analyze the performance of average uplink SINR of ground UE. We use rural scenario, 880 MHz for downlink and 925 MHz for uplink. The single-drone connectivity test provides good result, with 60% probability to have RSRP >-80 dBm at 1000 m distance. For the interference study, the downlink SINR on 100 m height is better than 200 m, since higher drone has higher probability of Line-of-Sight (LOS) communication between drone and interfering BS. The average uplink SINR of ground UEs have no significant impact to the number of drone changes
PERANCANGAN SENSOR CAHAYA MENGGUNAKAN FILM BST DENGAN SUBSTRAT SILIKON 100 TYPE-P DAN INDIUM TIN OXIDE
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sifat-sifat optik dari film tipis BST (B0,5S0,5TiO3) dengan 2 substrat yang berbeda yaitu substrat Indium Tin Oxide (ITO) dan substrat Silikon 100 tipe-p. Proses ini menggunakan metode Chemical Solution Decomposition (CSD) dengan substrat ditetesi larutan BST dan mengalami spin coating dengan kecepatan 3000 rpm selama 30 detik. Proses annealing dengan suhu 850 oC untuk substrat Silikon 100 tipe-p dan 200 oC untuk substrat ITO. Pengujian sifat optik yaitu sifat reflekstansi dari film tipis. Dari hasil pengujian untuk 6 sampel untuk setiap substrat, film tipis substrat silikon memiliki reflekstansi maksimum pada panjang gelombang 430-440 nm dan reflektansi minimum pada panjang gelombang 360-380 nm, sedangkan film tipis substrat ITO memiliki reflekstansi maksimum pada panjang gelombang 280 nm dan reflekstansi minimum pada panjang gelombang 380 nm dan kestabilan reflekstansi terjadi pada panjang gelombang 460-830 nm. Dari hasil pengukuran menggunakan spektrometer, celah pita energi dapat ditentukan dengan metode Kubelka-Monk dengan menggunakan relasi Tauc Plot. Hasil pada sensor bersubstrat silikon dapat bekerja dengan mendeteksi pengaruh cahaya tampak dan cahaya ultraviolet sedangkan pada sensor bersubstrat ITO dapat bekerja dengan mendeteksi pengaruh cahaya tampak.
ABSTRACT
The purpose of this research is to know the optical properties of thinfilm BST (B0,5S0,5TiO3) with 2 different substrate of Indium Tin Oxide substrate (ITO) and p-type Silicon 100 substrate. This process uses Chemical Solution Decomposition (CSD) method which substrate is injected with BST and spin coating at 3000 rpm for 30 seconds. Followed by annealing process with temperature 850 oC for p-type 100 silicon substrate and for ITO substrate with temperature of 200 oC using Chemical Solution Decomposition (CSD) method. Testing of optical properties is the nature of the reflectance of the film. From the test results for 6 samples for each substrate, the silicon substrate filmisation has a maximum reflectance at the 430-440 nm wavelength and minimum reflectance at 360-380 nm wavelength, while ITO substrate filmization has maximum reflectance at 280 nm wavelength and minimum reflectivity at 380 nm wavelength and reflectivity stability occurs at 460-830 nm wavelength. From the results using a spectrometer, the energy band gap can be determined by Kubelka-Monk method using Tauc Plot relation. the results on the silicon substrate sensor can work by detecting light and ultraviolet light while on the ITO substrate sensor can work by detecting visible light
APLIKASI SMART CARD SEBAGAI DOMPET ELEKTRONIK DAN PENYIMPAN KUPON PADA ALAT PERMAINAN
ABSTRAK
Sistem pembayaran dan penyimpanan kupon pada alat permainan di pusat perbelanjaan masih mempunyai banyak kelemahan. Makalah ini membahas rancang bangun suatu dompet elektronik dan penyimpan kupon menggunakan smart card sebagai alternatif dari penggunaan koin untuk permainan maupun penyimpan dan penghitung jumlah kupon. Sistem terdiri dari 2 bagian, yaitu perangkat pada alat permainan dan sistem registrasi ataupun pengisian voucher. Komunikasi antara alat permainan dengan smart card melalui mikrokontroler dan smart card reader/writer. Perangkat alat permainan terdiri dari mikrokontroler, smart card, LCD, dan smart card reader/writer. Sedangkan pada perangkat registrasi dan pengisian voucher terdiri dari komputer, smart card reader/writer, dan smart card. Jenis smart card yang digunakan adalah contactless smart card dan perangkat lunak yang digunakan adalah Visual Basic 6.0. Proses registrasi, pengisian voucher dan penukaran hadiah yang dilakukan dapat bekerja dengan baik. Hasil perhitungan antara total kupon yang dimiliki dengan kupon yang dibutuhkan telah sesuai dengan perhitungan secara manual, hal ini juga berlangsung dengan baik untuk proses penambahan voucher. Dari hasil pengujian, sistem dapat bekerja dengan baik sesuai dengan rancangan.
ABSTRACT
Payment system and deposit the coupon in the game appliance in the shopping center still has many weaknesses. This paper explain to design an electronic wallet and coupon storage using smart card as an alternative of using coins or also storage and count the number of coupons. The system consists of 2 parts, the device on the game appliance and registration system or charging the voucher. The communication between the game appliance to smart card through microcontroller and smart card reader/writer. The device consists of microcontroller, smart card, LCD, and smart card reader/writer. While on the registration and charging voucher consists of computer, smart card reader/writer, and smart card. Types of smart cards used are contactless smart card and the software used is Visual Basic 6.0. Registration process, filling vouchers, and exchange gifts made to work well. The calculation result between the total coupon owned by the necessary vouchers in accordance with the calculations manually, it is also going well for the process of adding vouchers. From the test results, the system can work well in accordance to the design
SISTEM PENGENDALIAN KONDISI LINGKUNGAN TANAMAN PADA RUMAH KACA MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER
Banyak jenis tanaman memerlukan kondisi lingkungan tertentu agar dapat tumbuh secara optimal, namun kondisi lingkungan tempat penanaman sering kali tidak sesuai dengan kondisi lingkungan yang dibutuhkannya. Untuk menciptakan kondisi lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman, biasanya diperlukan rumah kaca. Rumah kaca adalah bangunan yang berfungsi untuk memanipulasi kondisi lingkungan di dalamnya. Di Indonesia, pengaturan lingkungan rumah kaca kebanyakan masih dilakukan secara manual, sehingga ketergantungan pada manusia tinggi. Sistem pengaturan rumah kaca yang dirancang menggunakan mikrokontroler ATMega16 sebagai unit pemroses yang mengolah informasi waktu dari Real Time Clock DS1302 dan hasil pengukuran sensor suhu LM35 serta sensor suhu dan kelembapan SHT11. Data yang telah diolah tersebut digunakan mikrokontroler untuk mengendalikan suhu, kelembapan udara, dan penyiraman pada rumah kaca dengan mengatur kerja dari pemanas, kipas pendingin, humidifier, kipas sirkulasi, dan pompa penyiram. Hasil pengujian menunjukkan sensor suhu LM35 memiliki persentase kesalahan antara 0,14% - 0,67%, serta sensor SHT11 memiliki persentase kesalahan sebesar 0,36% untuk pengukuran suhu dan 3,11% untuk pengukuran kelembapan udara. Sistem pengaturan rumah kaca ini dapat berjalan dengan baik sesuai rancangan.
Many types of plants require a certain environment in order to grow optimally, but the environmental condition of cultivation is often incompatible with the required environmental conditions. To create the environment according to the needs of plant, usually required greenhouses. Greenhouse is a structure that serves to manipulate the environmental condition in it. In Indonesia, most of the greenhouse environment settings are still done manually, so that the dependence on human is still high. Greenhouse control system that is designed uses microcontroller ATMega16 as its processing unit which processes time information from DS1302 Real Time Clock and measurements from LM35 temperature sensor and SHT11 temperature and humidity sensor. Data that have been processed by microcontroller is used to control temperature, humidity, and watering of the greenhouse by regulating the work of the heater, cooling fan, humidifier, exhaust fan, and watering pump. The test results show that LM35 temperature sensor has error percentage between 0.14% - 0.67%, and SHT11 sensor has error percentage 0.36% for temperature measurements and 3.11% for humidity measurement. This greenhouse control system can work well according to the design.
 
STUDI HASIL PENGUKURAN PENGARUH PEMBEBANAN MESIN GENSET MWM TCG2020V16 TERHADAP KESTABILAN ENGINE
ABSTRAK
Definisi untuk elemen pengendali actuator adalah suatu tranducer yang berfungsi menterjemahkan sinyal pengendali. Actuator pada genset berfungsi untuk menggerakkan throttle, dimana throttle ini sebagai pengatur jumlah bahan bakar yang masuk ke ruang bakar. Pada saat engine start, throttle berada di posisi terbuka 80% dengan kecepatan putaran engine 100-170 RPM. Ketika engine mulai hidup, putaran engine perlahan naik menuju 1500RPM (set point).Analisa ini diharapkan mendapat hasil yang akurat mengenai efektifitas penggunaan actuator terhadap kinerja throttle berdasarkan speed sensor, tegangan pada aktuator, dan efisiensi elektrik. Penelitian yang dilakukan yaitu dengan setting beban dari 30%,50%, dan 75% agar dapat mengetahui apakah putaran engine tetap stabil pada 1500 RPM.. Hasil yang didapat yaitu pada Load 30% Pout sebesar 391kW, Efisiensi Elektrikal 20,2%,Putaran Engine 1500RPM, Tegangan actuator 1,80V, dan Volume gas 1930 m3/min. Pada Load 50% didapat hasil Pout 650kW, Efisiensi elektrikal 32,3%, Putaran Engine 1500 RPM, Tegangan actuator 2,1V, dan Volume gas 2010 m3/min. Pada Load 75% didapat hasil Pout 975kW, Efisiensi elektrikal 34,2%, Putaran Engine 1500 RPM, Tegangan actuator 2,4V, dan Volume gas 2843 m3/min. Setelah melakukan pengujian maka didapat hasil yang berbanding lurus antara tegangan actuator dan daya output itulah yang dilakukan engine agar putarannya tetap stabil.
ABSTRACT
The definition for actuator control element is a tranducer that translates the control signal. Actuator on generator function to drive throttle, where this throttle as regulator of amount of fuel coming into combustion chamber. At the engine start, the throttle is in open position 80% with engine speed of 100-170 RPM. When the engine starts to life, the engine speed slowly rises to 1500RPM (set point). This analysis is expected to get accurate results on the effectiveness of actuator usage on throttle performance based on sensor speed, voltage on the actuator and the electrical efficiency. The research is done by setting the load from 30%,50%, and 75% in order to know whether the engine rotation is stable at 1500RPM. The results obtained are 30% load, Pout of 391kW , 20.2% electrical eficiency, engine 1500 RPM, 1.80V actuator voltage and gas volume 1930 m3/min. At load 50% results obatined Pout 650kW and actuator voltage 2.1 V. At load 75% obatained Pout 975kW and actuator voltage 2.4V. After doing the test then got results that are directly proportional between the actuator voltage and output power is what the engine to do the rotation remains stable