445 research outputs found
Sort by
Knowlegde Identification In STAIN Bukittinggi
Nowdays, knowledge management in educational organization such university need to be applied. one thing could be help by organization is knowledge identification, where and how to identify the knowledge that useful for organization development. STAIN Bukittinggi as one of the public educational institution should also begin and develop this prosess in several ways based on organization condition its self. its such by implementing some knowledge identification strategies that will be useful for organization to get a knowledge in achieving their vision and missio
Peran Teknologi Pendidikan Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
As a result of knowledge engineering, technology is definde as the science that transformed into products, processes, services, services and organizational structure, so it produce concrete and ready to use. Recently, technologies apply in all areas of life that can not be separated from the mankind needs. Education technology is one that uses technology to reach and improve education quality. to improve education quality, education technology endeavor to include standard in national education system. this is applied by legislation of eight national education standards that include the government regulation no 19 of 2005 article 2, paragraph 1, namely: a content standard; b, standardized processes; c. former student competency standards; d. standards of educators and official; e. standards of facilities and infrastructure; f. management standards;g. financing standards and h. standards of educational assessment. education technology has important role in improving the quality of education at all levels. At the macro level, education technology play a role in designing the concept and implementation of national education. access to education for all can not be approached in conventional, there is important to use technology to spread and guarantee all of citizen to access their right for education. at the micro level, education technology has role to reach learning quality. learning quality indicators must be measured. guarantee to reach the indicators is only approached by real technology approach. not only mere learning tools, but integrate systematically and use variations of learning sourc
Al-Qur'an & Perempuan (Membincang Tafsir Misoginis)
Realitas yang berlangsung di masyarakat pada umumnya menyebutkan kaum perempuan sebagai korban penindasan oleh kaum laki-laki. Praktik penindasan dalam istilah modern disebut misogyny, yang berarti tindakan penindasan terhadap kaum perempuan, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan kasar maupun halus. Terjadinya penindasan tersebut disebabkan karena mereka (termasuk di dalamnya umat Islam) belum memiliki kesadaran dan sensitivitas gender. Dalam hal ini kesadaran tentang adanya ketidakadilan yang menimpa kaum perempuan baru dirasakan setelah alat analisis gender dalam ilmu-ilmu sosial ditemukan. Sebagai contoh, para ulama fiqih pada periode awal telah ”lengah” menafsirkan ayat-ayat gender dalam Alquran, sehingga mereka memahaminya secara literal. Akibatnya, fiqih banyak menghadapi serangan gencar di abad modern, dengan tuduhan telah ”menindas” kaum perempuan dan menjadikannya sebagai the secondary creation, anggota masyarakat ”kelas dua”
Membangun Masyarakat Belajar Yang Madani
Learning Society is basic foundation to shape a civil society. If a society shaped as a learner, indirectly the society would be shaped as a civilized society. Thus, we need some factors for reaching out the aspiration above. There are: having good quality as a human being, democratic society and respecting to the moral values, appreciating proprietary and freedom right for another society, eager to always have a better changing among them, taking and giving every information gained for each other, interacting each other so that there would not any miscommunication even misunderstanding also avoiding hostility and ignoring each others. start from the poin of view, by implementing the things stated above hopefully the society could be a virtual (fadhil) even a perfect (kamil) civil society as have been aspired in a very long time before.
For implementing the civilized society, there should not a restricted education among the society itself, neither both formal and informal or non formal education. All of the societies, whoever and wherever he or she is, whenever it is, he or she must be in a continuing education. A learner society could be shaped when the members of the society itself desired to learn and teach each others. The islamic religion is much appreciated to whom desires to learn as long as he or she lives in the world. Allah has taken the oath in holy Koran, he said that "because of the time, all peoples are going to be loss out in the truth except who believes in Allah, do every good things, advice each other to the truth ways and always to be patient in every condition" (Surah Al-Ashr). the last information of the surah stated that we should advice each other to the truth ways, it means that as a God's creature we should do everything hard also learn and teach each others
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DENGAN MOTIVASI KERJA (Tinjauan dalam Komunikasi Organisasi)
Tujuan tulisan ini ingin melihat hubungan antara kecerdasan emosi dengan motivasi kerja dalam sebuah organisasi. Contoh yang dikemukakan melibatkan organisasi kependidikan, sebagai sasarannya adalah guru di sekolah. Fokus masalah yang dikemukakan bagaimana peran guru dalam menumbuhkan kasih sayang sebagai bahagian dari pengelolaan emosi dalam
pelaksanaan proses belajar mengajar. Sedangkan dikalangan organisasi non kependidikan dicontohkan pekerja agen asuransi dalam menghadapi nasabah. Secara umum tulisan ini menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan motivasi kerja dalam organisasi. Secara teoritis tulisan ini akan diperkaya dengan pandangan pandangan yang dikemukakan para ahli dibidangnya serta di pertegas dengan kutipan ayat Al-Quran yang sejalan dengan maksud tulisan ini
Metode Pembelajaran Tafsir di Pondok Pesantren Unggulan
The presence of takhassus (intensification) program in an islamic chool in Agam regency is one of manifestation in imlementating of Agam civilization and performances as the mission which is written down in the regulation district No. 1 year of 2001, officially on the date of 22 january 200
Partisipasi Masyarakat Lokal Dalam Membangun Otonomi Daerah Yang Demokratis
The transformation of political system in Indonesia from the new regime of sociopolitical or economic (orde) to the reformation regime which is marked by the changes of governmental system from centralization into decentralization system with the giving autonomy to each regional government. This is a kind of effort which very helps for coming up a way into a more democratic system in Indonesia. Caused, as we know that there would no a sustainable development without applying any local values or norms
Al-Qur'an, Kitab Sosial
Agama adalah sesuatu yang bersifat publik sekaligus privat. Sebagai sesuatu yang publik, agama memberi harapan tentang angan-angan sosial mengenai ketenteraman dan kedamaian, dan sebagai yang privat agama menampilkan kesalehan pribadi dari dalam, dan bukan dari luar. Sebagai sebuah agama, Islam memberikan garansi positif bagi persoalan publik dan privat melalui dua simpul, yakni rukun iman dan rukun Islam. Sebagai sebuah akidah, Islam membangkitkan sejumlah nilai yang memperkaya hidup manusia menuju kehidupan yang lebih baik di dunia dan di akhirat. Islam juga adalah syariah yang menampilkan sejumlah praktik-praktik keagamaan yang menggiring manusia kepada aktualisasi diri menuju kemanusiaan paripurna. Keduanya merupakan simpul kombinasi yang sangat ideal yang mencitrakannya sebagai rahmat li al-’âlamîn. Oleh karena itu, Islam bukanlah akidah dan ritual semata, tetapi juga makna dan nilai-nilai yang sangat luas dan mendalam yang berimplikasi langsung terhadap totalitas dimensi kehidupan. Citra Islam yang demikian semuanya terkandung dalam Korpus Tertinggi bernama Al-Qur’ân
Relasi Agama dan Negara dalam Konteks Politik Lokal (Dinamika Formalisasi Islam dalam Perda Syariah di Sumatera Barat)
Era reformasi di Indonesia ditandai dengan perubahan system pemerintahan yang sentralistik menjadi desentralistik, serta menguatnya gejala-gejala politik identitas yang ditandai dengan maraknya isu kesukuan, kedaerahan dan keagamaan. Munculnya Perda berbasis agama dan kedaerahan adalah fenomena menarik di awal fase politik reformasi saat itu. Tidak terkecuali Sumatera Barat dengan relasi agama dan budaya yang selama ini dikenal kuat juga terdapat beberapa perda berbasis agama. Tulisan ini akan mengkaji tentang pola relasi agama dan Negara dalam konteks lokal terhadap perda syariah di Sumatera Barat. Supaya lebih fokusnya, Studi ini akan menelusuri penerapan, efektivitas dan polarelasi Islam dan Negara dalam 3 perda berbasis syariah yaitu Perda Provinsi Sumatera Barat No. 11/2001 tentang pemberantasan maksiat, Perda Kabupaten Solok No.6/2002 tentang pakaian muslimah dan Perda Kabupaten Agam No.5 tahun 2005 tentang kewajiban membaca dan menulis al-Qur’an. Hasil penelitian ini akan mengelaborasi apakah pergerakan Islam di aras lokal di era otonomi daerah ini, sebagai sebuah sikap romantisme dari pada masa lalu, atau sebuah gerakan yang benar-benar merekam kembali kedigdayaan Islam. Atau gejala ini, merupakan kontaminasi elit lokal yang sering mempolitisasi Islam yang melahirkan budaya Islam sesaat yang tidak terkultur
Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Untuk Pokok Bahasan Persegi Panjang dan Persegi di Kelas VII SMP Negeri 29 Makassar
Students mathematichs achievement is still lower and learning still predominated by teacher. Result of research show students achievements complete by using STAD cooperative learning in eksperiment class equal to 87,5, whereas student's achievement complete by using conventional teaching in class control equal to 25%. Pursuant of effectiviness criterion STAD cooperative learning is effective for subject matter rectangular and rectangle. Result of statistical analisys ANAKOVA indicate that student's achievements following STAD cooperative learning better than conventional teaching