JURNAL GALUNG TROPIKA
Not a member yet
401 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN BIOPROSES JAGUNG PULUT MENJADI PRODUK OLAHAN BREM CAIR
Brem merupakan olahan lanjutan dari hasil fermentasi tape yang dibuat dari beras ketan. Bahan baku dalam pembuatan tape diperlukan kandungan amilopektin yang tinggi, jagung pulut sebagai bahan pangan yang mempunyai amilopektin tinggi yaitu 74-76% yang diharapkan dapat menghasilkan produk olahan brem cair. Tujuan khusus penelitian adalah untuk mengkaji kandungan kimia mutu brem cair jagung pulut dengan perlakuan persentase penambahan ragi dan waktu fermentasi yang berbeda.Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), dengan dua faktor .Masing – masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali ulangan. Data hasil pengamatan dilanjutkan dengan analisis sidik ragam (analysis of variance) menggunakan software SPSS V. 19. Hasil penelitian disimpulkan bahwa perlakuan penambahan ragi dan lama fermentasi didapatkan hasil yang terbaik adalah perlakuan penambahan ragi (A1) = 0,5 persen dan lama fermentasi (B1) = 5 hari dengan kadar gula 35,5 persen, kadar total asam 2,61, kadar alkohol 6,04 serta uji organoleptik warna , aroma dan rasa mendapat penilai suka oleh panelis
TINGKAT PENERAPAN AGRIBISNIS PADA USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI DESA SIPATUO KECAMATAN PATAMPANUA KABUPATEN PINRANG
Kabupaten Pinrang salah satu sentra pengembangan tanaman jagung hibrida di Sulawesi Selatan. Tahun 2014 mampu menyumbangkan produksi sebesar 29.723 ton jagung pipil yang tersebar di beberapa kecamatan, diantaranya adalah Kecamatan Patampanua yang berdasarkan data mampu memproduksi jagung pipil sebesar 90.119 ton, setiap tahunnya meningkat 3.35 ton. Sementara peningkatan tersebut belum mampu menutupi laju permintaan. Ini menunjukkan produksi jagung hibrida perlu ditingkatkan. Terutama dalam hal penerapan pola agribisnis yang berhubungan dengan penyiapan dan pengadaan sarana produksi, proses produksi, proses pasca panen, proses pemasaran dan kelembagaan pendukung. Penelitian bertujuan mengetahui tingkat penerapan agribisnis jagung Hibrida sebagai pedoman para petani jagung hibrida dalam mengelola usahataninya di Desa Sipatuo Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang. Penentuan responden adalah 10 % yang dipilih dari total populasi 210 petani, yaitu 21 orang yang dipilih dengan acak sederhana. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerapan sistem agribisnis dalam usahatani jagung hibrida yang meliputi subsistem faktor penyiapan dan pengadaan sarana produksi, faktor produksi, proses pascapanen, dan proses pemasaran hasil produksi. Berdasarkan penelitian yang termasuk dalam kategori tinggi sebanyak 13 orang atau 61,90% dan termasuk dalam kategori rendah sebanyak 8 orang atau 38,10%. Nilai skoring responden yang diperoleh adalah kategori tinggi sebesar 426 dan kategori rendah sebesar 194. Hal ini menujukkan bahwa pada umumnya petani responden melakukan penerapan agribisnis pada sub-sub sistem tersebut sesuai dengan anjuran karena beberapa factor penghambat misalnya kurangnya modal usahatani, masih rendahnya tingkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap dan akses Pasar. Rata-rata jumlah produksi dan usahatani jagung hibrida responden sebesar 5.766 kg.ha-1, dengan total biaya produksi yang dikeluarkan Rp.5.516.000 ha-1. Harga jagung hibrida pipil kering yang berlaku pada saat penelitian berlangsung adalah 2.900 kg
ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR TONGKOL JAGUNG SEBAGAI PAKAN TERNAK ALTERNATIF DENGAN LAMA FERMENTASI YANG BERBEDA
Penelitian bertujuan untuk mendapatkan pakan alternatif yang berkualitas untuk ternak ruminansia dengan memanfaatkan limbah pertanian yaitu tongkol jagung. Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui kandungan nutrisi tongkol jagung setelah difermentasi dengan Aspergillus niger. Penelitian ini merupakan teknologi pakan dengan teknik fermentasi menggunakan mikroorganisme yang selanjutnya dilakukan analisis proksimat, meliputi kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN), Kalsium, dan Fosfor. Penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap, dengan 4 perlakuan yang diulang 3 kali, sehingga terdapat 12 satuan percobaan. Keberhasilan penelitian ini diharapkan akan dapat diperoleh informasi perlakuan yang paling baik dalam fermentasi pakan dengan Aspergillus niger, dan tersedianya pakan ternak ruminansia dengan memanfaatkan limbah-limbah pertanian untuk menunjang program penyediaan pakan lokal. Selain itu meningkatnya profesionalisme dalam penelitian, pengembangan ilmu dan teknologi serta publikasi ilmiah serta menemukan inovasi teknologi yang dapat dengan mudah diaplikasikan kepada petani dan peternak. Hasil penelitian menunjukkan pemberian 1% Aspergillus niger dengan fermentasi 8 hari menghasilkan kandungan protein kasar terbaik, yaitu 4,95%. Sedangkan kandungan serat kasar terbaik pada perlakuan fermentasi 4 hari + 1% Aspergillus niger
ANALISIS BERBAGAI KADAR PROTEIN TERHADAP KONSUMSI DAN EFESIENSI PAKAN PADA BUDIDAYA IKAN SIDAT (ANGUILLA MARMORATA)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai kadar protein terhadap konsumsi dan efesiensi pakan pada pemeliharaan ikan sidat (Anguilla marmorata).Penelitian dilaksanakan pada Oktober-Desember 2013. Ikan uji adalah ikan sidat yang berukuran rata-rata 70±1,53 g/ekor. Pakan berbentuk pellet, dan menggunakan air sumur yang disaring dengan menggunakan filter bag. Penelitian ini berbentuk eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), denganperlakuan kadar protein pakan, yaitu: A = kadar protein 35%, B =40%, C = 45%, dan D = 50%. Peubah yang diamati adalah konsumsi pakan, efisiensi pakan, Hepato Somatik Indeks, dan kualitas air. Analisis data yang digunakan adalah analisis ragam, dan deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan jumlah konsumsi pakan ikan sidat pada penelitian ini, tertinggi pada perlakuan pakan dengan kadar protein 50% sebesar 844,48 g, namunjumlah pakan yang dikonsumsi relatif sama untuk semua perlakuan. Selanjutnya, efesiensi pakan tertinggipada perlakuan pakan dengan kadar protein sebesar 45% dengan rata-rata sebesar 16,01%
SISTEM BAGI HASIL NELAYAN PUKAT CINCIN DI KOTA PAREPARE
Perikanan merupakan salah satu sub sektor yang diharapkan mampu menjadi penopang peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia. Sub sektor perikanan dapat berperan dalam pemulihan dan pertumbuhan perekonomian karena potensi sumberdaya ikan yang besar dalam jumlah dan keragamannya.Indonesia sebagai negara maritim, sebagian besar memperoleh nafkah dari laut. Ada yang berusaha dengan mengandalkan modal dan kemampuan orang lain atau secara bersama-sama antara nelayan pemilik (punggawa kapal) dengan nelayan penggarap (sawi) mengoperasikan alat tangkap ikan ataupun dengan menyerahkan sepenuhnyakepada orang lain.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem bagi hasil dan pendapatan nelayan Pukat cincin (Purse Seine) di Kota Parepare. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu data primer (nelayan) dan data sekunder (DKP dan BPS). Analisis data dilakukan dengan menghitung jumlah hasil tangkapan dan keuntungan dari usaha yang dilakukan. kemudian dibagi menurut sistem bagi hasil yang berlaku dikelompok nelayan yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan Sistem bagi hasil yang dilakukan oleh nelayan pukat cincin di PPI Cempae Soreang kota Parepare adalah dengan cara mengurangi semua hasil penjualan ikan selama satu bulan dengan semua biaya yang dikeluarkan dalam satu bulan. Hasil bersih tersebut dibagi dua dengan pemilik kapal dan sawi. Selanjutnya bagian untuk sawi dibagi lagi berdasarkan tugas dan tanggung jawab dari sawi yaitu untuk punggawa sawi, pabbuang batu, pabbuang pelampung masing-masing mendapat tambahan 0,5 lebih besar dari sawi biasa, pendapatan yang diperoleh nelayan pukat cincin khususnya untuk sawi masih rendah yaitu rata-rata per bulan sebesar Rp 671.875,-
PENINGKATAN PERTUMBUHAN VEGETATIF PADI AROMATIK LOKAL ENREKANG MENGGUNAKAN CENDAWAN ENDOFIT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cendawan endofit terhadap pertumbuhan vegetatifpadi aromatik lokal Enrekang. Metode yang digunakan adalah penyelubungan benih padi dengan tepung cendawan endofit. Cendawan endofit yang digunakan yaitu Penicilliumsp, Aspergillus sp dan Aspergillus niger. Pembanding (kontrol) adalah tanaman yang tidak diberi perlakuan cendawan endofit. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok, terdiri atas 8 perlakuan yang diulang 3 kali. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang akar, berat kering tajuk, dan berat kering akar. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA pada taraf 5% dan uji lanjut Duncan. Ketiga cendawan endofit yaitu Penicillium sp, Aspergillus sp dan Aspergillus niger berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang akar, berat kering akar dan berat kering tajuk padi Pulu Lotong dan Pulu Mandoti. Penicillium sp memberikan hasil terbaik terhadap jumlah anakan, panjang akar dan berat kering akar. Aspergillus niger memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman, berat kering [email protected]
ANALISIS MARGIN PEMASARAN SAPI BALI PADA KELOMPOK TANI RAMAH LINGKUNGAN DI DESA GALUNG KECAMATAN BARRU KABUPATEN BARRU
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui saluran pemasaran Sapi Bali di kelompok tani Ramah Lingkungan Kecamatan Barru Kabupaten Barru, dan mengetahui margin pemasaran pada setiap lembaga pemasaran. Penelitian ini dilaksanakan pada Kelompok Tani Ramah Lingkungan di Kecamatan Barru Kabupaten Barru dengan jumlah sampel responden sebanyak 25 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berdasarkan survei dan pengamatan yang dilakukan, serta dengan menghitung share margin untuk setiap saluran pemasaran. Hasil data menyatakan bahwa Ragam saluran pemasaran sapi pada kelompok tani Ramah Lingkungan di Kabupaten Barru dibagi menjadi tiga, yaitu: Saluran I, Anggota Kelompok ke Pedagang Pengumpul; Saluran II, Anggota Kelompok ke Pedagang Pengecer; dan Saluran III, Anggota Kelompok ke Konsumen. Pola distribusi ternak sapi pada Kelompok Tani Ramah Lingkungan di Kabupaten Barru secara umum masih panjang dan melibatkan banyak pelaku pasar, sehingga mengakibatkan adanya beban biaya pemasaran yang menjadi beban konsumen semakin tinggi. Saluran pemasaran yang panjang menyebabkan meningkatnya margin pemasaran, sehingga harga akhir yang harus dibayar oleh konsumen menjadi lebih tinggi dan bagian harga yang harus diterima oleh peternak sebagai produsen menjadi semakin kecil
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI PEMANFAATAN RUANG TANAMAN KAKAO (THEOBRAMA CACAO L.) BERDASARKAN KELAS KESESUAIAN LAHAN EKONOMI DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kelayakan usahatani dan kelas kesesuaian lahan ekonomi tanaman kakao. Analisis data menggunakan Sistem Otomatisasi Evaluasi Lahan (ALES) untuk menentukan kelas kesesuaian lahan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang pada satuan lahan yang diteliti menguntungkan untuk pengembangan tanaman kakao yakni Satuan Lahan 1 dan 4 senilai Rp.58.220.670,-; Satuan Lahan 2 sebesar Rp.36.946.160,-; Satuan Lahan 5 dan 6 sebesar Rp.22.763.150,-; Satuan Lahan 3 sebesar Rp.13.657.900,-. Sedangkan nilai kelas kesesuaian lahan ekonomi tanaman kakao berdasarkan kelas kesesuaian lahan fisik dengan mempertimbangkan faktor pendukung dan faktor penghambat di masing-masing satuan lahan, dengan menggunakan Automated Land Evaluation System, hasilnya yakni satuan lahan 1, 2 dan 4, nilai kesesuaian lahannya agak menguntungkan dengan batas minimal keuntungan antara Rp.8.000.000,- sampai dengan Rp.25.000.000,-/ha/tahun, Satuan lahan 3, 5 dan 6 nilai kesesuaian lahan marginal menguntungkan dengan batas minimal antara Rp.1.000.000,- sampai dengan Rp.8.000.000,-
ANALISIS PENGARUH LIMBAH CAIR UREA YANG DIAPLIKASI SECARA LANGSUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI
Limbah cair urea adalah limbah buangan dari pabrik pembuatan pupuk urea dalam bentuk cair. Pupuk urea merupakan salah satu kebutuhan dalam jumlah yang cukup besar bagi petani. Berdasarkan survei lapangan sering ditemukan distribusi pupuk urea pada masa tanam biasanya menghilang dari pasaran, sehingga para petani bercocok tanam hanya mengandalkan unsur hara yang masih tertinggal di dalam tanah. Akibatnya produksi yang dihasilkan semakin berkurang. Selain itu, harga pupuk urea semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi limbah cair urea terhadap pertumbuhan tanaman cabai. Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat untuk petani dimana limbah pupuk cair urea dapat dimanfaatkan secara langsung tanpa proses lebih lanjut sehingga dapat membantu mengatasi permasalahan persediaan pupuk. Spesifikasi pupuk urea yang dipasarkan mengandung unsur hara nitrogen sebesar 46% dan merupakan pupuk yang mudah larut dalam air. Limbah cair urea masih mengandung urea sekitar 10%. Penelitian ini untuk melihat pengaruh pemanfaatan kembali larutan dengan kandungan urea 10% sebagai pupuk cair terhadap tanaman cabai dengan konsentrasi larutan; 0 g, 0.2 g, 0.35 g dan 0.5 g. Kemudian dilakukan pengamatan pada pertumbuhan dan jumlah cabai yang dihasilkan. Selain itu dilakukan analisis kandungan tanah. Hasil penelitian menunjukkan pemberian larutan urea pada konsentrasi 0.2 g memberi pengaruh terbaik terhadaptinggi tanaman dan jumlah buah cabai
FORMULASI BARUASA KAYA GLUKOMANAN BERBASIS UMBI UWI (DIOSCOREA ALATA L.)
Baruasa merupakan produk pangan lokal Sulawesi yang dibuat dari tepung beras. Baruasa dibuat dengan mensubstitusikan tepung beras oleh tepung umbi Dioscorea alata L.(tepung uwi) yang memiliki kandungan serat pangan total yang tinggi. Baruasa dibuat dengan substitusi tepung beras oleh tepung uwi yang difortifikasi dengan tepung glukomanan yang berperan sebagai serat larut yang dapat menurunkan indeks glikemik. Penelitian ini bertujuan menentukan variasi komposisi baruasa terbaik dari substitusi tepung beras oleh tepung umbi Dioscorea alata L. dan menganalisis pengaruh penambahan tepung glukomanan terhadap kualitas baruasa. Pembuatan baruasa menggunakan variasi komposisi tepung beras dan tepung uwi (%) dengan perbandingan yang digunakan berturut-turut 0:100, 20:80, 40:60, 60:40, 80:20 dan 100:0. Selain itu dibuat pula baruasa dengan komposisi tepung yang sama namun ditambahkan tepung glukomanan dalam jumlah yang sama untuk tiap variasi. Parameter yang diukur pada kualitas baruasa yang dihasilkan adalah kadar abu, air, protein, karbohidrat, lemak, serat kasar, nilai aw, tekstur serta uji sensorik. Hasil penelitian menunjukkan tepung uwi dapat dijadikan sebagai pengganti tepung beras pada pembuatan baruasa dalam semua perbandingan, bahkan dapat dibuat dari 100% tepung uwi. Segi sensorik perbandingan yang paling baik adalah 20% tepung uwi dan 80% tepung beras. Baruasa dengan adanya penambahan tepung glukomanan dapat menurunkan kadar lemak, kadar air, dan sedikit aw, tetapi tidak mempengaruhi kadar karbohidrat, kadar protein, kadar abu, dan kadar serat baruasa