JURNAL GALUNG TROPIKA
Not a member yet
401 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG KERANG DARAH (Anadara granosa) SEBAGAI BAHAN ABRASIF DALAM PASTA GIGI
Kerang darah (Anadara granosa) terdiri dari cangkang kerang dan daging kerang. Proses penanganan kerang menghasilkan produk ikutan (limbah) yang berupa cangkang kerang. Cangkang kerang mempunyai kandungan kimia yaitu kalsium karbonat (CaCO3). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh penambahan bubuk cangkang kerang terhadap mutu dan karakteristik pada gigi yang dihasilkan serta mencari formulasi penambahan bubuk cangkang kerang yang terbaik. Rancangan percobaan yang dilakukan adalah pemanfaatan limbah cangkang kerang dengan konsentrasi 50% dan 25% ke dalam pasta gigi. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi bubuk cangkang kerang terbaik pada uji organoleptik adalah aroma A (50%) dengan nilai 4, warna B (25%) nilai 4.11, kekentalan A (50%) nilai 3.83, busa B (25%) dengan nilai 3.7 dan rasa A (50%), B (25%) sama-sama bernilai 3.5. Jumlah mikroba terbaik yaitu B (25%) dengan jumlah 5,4x105 koloni, dan kadar karbohidrat pada sampel A (50%) dengan nilai 0,009 dan sampel B (25%) dengan nilai 0,007. Nilai pH kedua pasta gigi adalah A (50%) dengan nilai 8.37 dan B (25%) dengan nilai 8.69. Nilai tersebut berada dalam kisaran nilai pH yang terdapat pada SNI 12-3524-1995, yaitu 4.5 – 10.5 sebagai syarat mutu pasta gigi sehingga pasta gigi eksperimen yang dihasilkan relatif aman digunakan
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PENGGILINGAN DAGING DI KABUPATEN SERUYAN PROPINSI KALIMANTAN TENGAH
Pembangunan pertanian khususnya subsektor peternakan dibidang usaha penggilingan daging bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan konsumsi daging bagi masyarakat, pengembangan usaha yang tepat agar usaha penggilingan daging dapat berkesinambungan, dan meningkatkan perekonomian masyarakat selaku pengusaha dan pengguna jasa penggilingan daging. Tujuan penelitian adalah menganalisis strategi pengembangan usaha penggilingan daging di Kabupaten Seruyan. Jenis penelitian adalah penelitian eksplanatori, teknik pengumpulan data menggunakan beberapa metode, antara lain: observasi, wawancara (interview), kuesioner, studi literatur dan melakukan pencatatan data yang dibutuhkan penelitian. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif analitis, yaitu metode yang memusatkan diri pada pemecahan masalah-masalah yang ada pada masa sekarang dan pada masalah-masalah aktual. Sumber data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder yang bersumber dari subyek, informan, dan arsif atau dokumen. Populasi penelitian adalah pengusaha penggilingan daging di Kabupaten Seruyan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling. Jenisnya adalah purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu, yaitu 6 orang pekerja sekaligus pengusaha penggilingan daging di Kabupaten Seruyan. Metode analisis data untuk memformulasikan strategi pengembangan usaha digunakan analisis SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan usaha penggilingan daging di Kabupaten Seruyan berada pada kuadran pertama sehingga dapat menjalankan stratgi S-O, diantaranya meningkatkan kuantitas dan kualitas daging hasil penggilingan, dan diversifikasi produk olahan daging hasil penggilingan
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK OLAHAN AYAM DI KOTA MAKASSAR
Preferensi masyarakat akan konsumsi produk perunggasan khususnya daging ayam mulai bergeser. Hal ini dapat terlihat dari meningkatnya permintaan produk olahan daging ayam yang diikuti dengan ketersediaan ragam bentuk olahan dari para produsen. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan tingkat kepentingan relatif atribut yang mencerminkan kesukaan konsumen terhadap produk olahan ayam, menentukan utilitas masing-masing level atribut produk olahan ayam dan menganalisis preferensi konsumen terhadap produk olahan ayam. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu mulai bulan Juli sampai Agustus 2017 di Kota Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang berkunjung di pasar modern yang ada di Kota Makassar. Penarikan sampel pada penelitian ini ditetapkan sebanyak 100 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Accidental sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan atribut-atribut produk olahan ayam yang menjadi preferensi konsumen atau yang lebih disukai oleh konsumen yaitu harga > Rp. 40.000,- dengan aroma yang dominan ayam dan bumbu, berlabel SNI dan memiliki kemasan ukuran sedang. Serta yang menjadi pertimbangan utama sampai terakhir oleh konsumen pada saat membeli produk olahan ayam adalah dimulai dari faktor harga, kedua faktor kemasan, ketiga faktor aroma dan faktor label menjadi faktor terakhir dalam penelitian ini
STRATEGI PENGEMBANGAN KETERKAITAN KEBUN INTI PLASMA DENGAN KAPASITAS PABRIK KELAPA SAWIT PADA PERKEBUNAN PT. KURNIA LUWUK SEJATI BANGGAI SULAWESI TENGAH
Posisi Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar kedua saat ini dan menuju produsen utama di dunia perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Perencanaan sampai upaya menjaga tetap bertahan pada posisi sebagai a country leader. Tuntutan akan kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan perlu juga menjadi pertimbangan. Peluang untuk pengembangan agribinis kelapa sawit masih cukup terbuka bagi Indonesia, karena ketersediaan sumberdaya alam/lahan, tenaga kerja, teknologi, maupun tenaga ahli. Penelitian bertujuan mengetahui strategi produksi kelapa sawit dari kebun inti – plasma secara kuantitatif dapat memenuhi kebutuhan Pabrik Kelapa Sawit. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan unit analisis Manager PT. Kurnia Luwuk Sejati dan petani plasma di Kecamatan Toili dan Kecamatan Luwuk Timur. Responden 31 di Kecamatan Toili dan 11 orang di Kecamatan Luwuk Timur. Data dianalisa menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan Strategi hasil produksi kelapa sawit kebun inti – plasma hingga dapat memenuhi kebutuhan Pabrik Kelapa Sawit adalah pemeliharaan kebun secara rutin dan terjadwal, pelaksanaan pemupukan berimbang terutama pada fase pertumbuhan buah. Selain itu, pemetikan/pasca panen kelapa sawit tepat waktu, tenaga kerja memiliki pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan di bidang pasca panen, kelancaran pengangkutan hasil serta tercukupi alat pengangkutan menuju lokasi Pabrik Kelapa sawit. Manager harus mampu membuat managemen kebun baik. Strategi mempertahankan kualitas produksi kelapa sawit berkualitas tinggi dari kebun inti – plasma sampai di pabrik kelapa sawit adalah pemetikan/pasca panen kelapa sawit harus tepat waktu dan cara yang benar, Tandan Buah Segar (TBS) setelah dipanen segera diangkut menuju pabrik agar kandungan Asam Lemak Bebas (ALB) tidak meningkat. Perusahaan harus memiliki tenaga ahli dalam pascapanen, tenaga ahlinya harus mengikuti pelatihan dan seminar dalam rangka penanganan pascapanen. Strategi kontinuitas kebun inti–plasma kelapa sawit mampu menyediakan bahan baku untuk keberlangsungan aktivitas pabrik kelapa sawit, yaitu mengatur waktu panen dalam satu site menjadi 7 bagian dan menambah luas areal pertanaman.
KAJIAN PERAN PEREMPUAN DALAM USAHATANI SAYURAN YANG BERLANDASKAN ZERO WASTE DI KECAMATAN BISSAPPU KABUPATEN BANTAENG
Penelitian ini untuk mengetahui peran wanita tani dalam pengembangan usahatani sayuran dan pemanfaatan limbah pertanian, menganalisis curahan waktu kerja wanita tani dalam pengembangan usahatani sayuran, menganalisis pendapatan usahatani sayuran dan kontribusinya bagi peningkatan pendapatan keluarga, Selain itu mengetahui nilai tambah yang diperoleh perempuan tani dalam pengolahan limbah pertanian. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Bissapu Kabupaten Bantaeng, dengan sampel 30 orang perempuan tani yang melakukan usahatani sayuran dan melakukan pengolahan limbah pertanian. Pendapatan perempuan tani, curahan waktu, kontribusi perempuan tani dalam peningkatan pendapatan keluarga, dan nilai tambah dari pengolahan limbah pertanian sebagai salah satu konsep dalam zero waste. Hasil penelitian menunjukkan peran perempuan tani mengalami pergeseran dan meluas. Selain menjadi juru tani, bertindak dalam pengambilan keputusan, manajer usahatani serta mengelolah limbah pertanian yang memberikan nilai tambah. Curahan waktu yang dibutuhkan berkisar 2.5 jam/hari dengan melakukan pengolahan lahan, pemeliharaan, dan panen selama kurun waktu 2 bulan (1 musim tanam). Pendapatan usahatani sayuran Rp.244.483,97/bulan dan memberi kontribusi bagi pendapatan keluarga sebesar Rp. 7.03 %. Nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan tongkol jagung yang merupakan limbah pertanian sebesar Rp. 7.000/kg,-dengan rasio nilai tambah 35 % untuk 1 kg tongkol jagung yang diolah menjadi media tanam
ANALISIS KETERSEDIAAN NITROGEN PADA LAHAN AGROFORESTRI KOPI DENGAN BERBAGAI POHON PENAUNG
Sistem budidaya petani dalam menerapkan agroforestri telah dipengaruhi oleh budaya dan sosial ekonomi setempat. Selain tanaman legum, keberadaan tanaman kayu seperti suren, mahoni, jati, serta tanaman perkebunan lainnya yaitu cengkeh sering dijumpai di lahan pertanian kopi sekarang ini. Keragaman pohon penaung memberi dampak ketersediaan hara akibat kemampuan masing-masing tanaman dalam penyerapan hara. Sistem campuran dari berbagai jenis tanaman atau mixed cropping dapat mengubah lingkungan agroforestri dengan caranya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan nitrogen pada lahan berbasis agroforestri kopi dengan berbagai pohon penaung di lahan petani. Penelitian dilaksanakan di Desa Benteng Alla Utara, Kecamatan Baroko, Kabupaten Enrekang. Perlakuan berupa petak sistem penggunaan lahan (SPL) yaitu tanpa naungan (P0), multistrata Dadap (Erythrina subumbrans), Suren (Toona sinensis), Lamtoro (Leucaena glauca) dan Sengon (P1), dan SPL kopi naungan Gamal (Gliricidia sepium) dan Lamtoro (Leucaena glauca) (P2). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa sistem penggunaan lahan P1 merupakan model dengan kandungan nitrogen tertinggi dengan 0,24% dibandingkan dengan SPL P0 dan P2 hanya 016%. Hal ini menunjukkan ketersediaan unsur hara dalam tanah khususnya nitrogen dipengaruhi oleh sistem penggunaan lahan
TEKNIK PEMILIHAN VARIETAS UNGGUL KEDELAI BERBASIS WEB
Tujuan penelitian ini adalah mendesain user interface yang dapat membantu mensosialisasikan varietas unggul kedelai yang telah dilepas oleh pemerintah. Selain itu membantu petani dalam memilih varietas unggul kedelai. Penelitian terdiri atas empat tahap, yaitu investigasi sistem, analisis sistem, desain, dan implementasi sistem. Tahap implementasi sistem menggunakan perangkat lunak PHP dan MYSQL. Penelitian menghasilkan 3 cara pemilihan dan pencarian varietas unggul kedelai, yaitu pencarian berdasarkan nama varietas, pemilihan berdasarkan kriteria atau parameter yang telah ditentukan (kategori), dan pencarian berdasarkan kata kunci. Hasil pencarian dan pemilihan varietas adalah berupa deskripsi detail dari varietas unggul yang terpilih
KARAKTERISTIK IKAN TEMBANG (Sardinella gibbosa) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN PRODUK FERMENTASI CHAO
Chao adalah produk fermentasi tradisional Kabupaten Pangkep yang menggunakan ikan dan nasi sebagai bahan baku utama. Ikan tembang (Sardinella gibbosa) merupakan salah satu jenis ikan yang sering digunakan sebagai bahan pembuatan chao, yang difermentasi terlebih dahulu sebelum diolah menjadi chao. Fermentasi menyebabkan perubahan sifat mikrobiologis, kimiawi, dan sensori daging ikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik ikan tembang selama fermentasi. Fermentasi dilakukan pada suhu ruang selama 6 hari, kemudian disampling pada hari ke-2, 4, dan 6 untuk dianalisis sifat mikrobiologis, kimiawi, dan sensorinya. Kandungan bakteri aerobik ikan tembang menurun selama fermentasi dari log 5,69 CFU/ml pada hari ke-2 menjadi log 4,22 CFU/ml pada hari ke-6. Begitupun dengan kandungan jamur menurun dari log 4,20 CFU/ml pada hari ke-2 menjadi log 3,25 CFU/ml pada hari ke-6. Kandungan total bakteri asam laktat ikan tembang meningkat selama fermentasi, dari log 4,76 CFU/ml pada hari ke-2 menjadi log 5,30 CFU/ml pada hari ke-6. Kadar total asam ikan tembang meningkat selama fermentasi dari 1, pada hari ke-2 menjadi 2,7% pada hari ke-6, hal tersebut diikuti oleh penurunan nilai pH dari 6,5 menjadi 6,2. Rata-rata tingkat kesukaan panelis terhadap kenampakan, tekstur, aroma, dan rasa ikan tembang selama fermentasi masing-masing berada pada range (5,6-67), (5,67-6,68), (5,93-6,7), dan (5,92-6,90). Jumlah bakteri aerobik dan jamur ikan tembang pada hari ke-6 fermentasi berada di bawah jumlah maksimum cemaran mikroba dan jamur pada produk perikanan yang ditetapkan oleh Natural Health Products Directorate dan Badan Standardisasi Nasional. Ikan tembang yang telah difermentasi layak dan aman diolah menjadi produk chao
PENGARUH PEMBERIAN PACLOBUTRAZOL TERHADAP INTENSITAS SERANGAN PENGGEREK BUAH KAKAO
Penggerek Buah Kakao (PBK) merupakan salah satu hama penting pada tanaman kakao di Indonesia yang menyebabkan kehilangan hasil produksi hingga 80%. Penggunaan zat pengatur tumbuh yaitu paclobutrazol dapat digunakan untuk meningkatkan ketebalan sel-sel tanaman. Hal ini dapat dimanfaatkan sebagai pengendalian. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian paclobutrazol pada intensitas serangan penggerek buah kakao. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan pemberian zat pengatur tumbuh dengan bahan aktif paclobutrazol pada buah kakao dengan konsentrasi yaitu kontrol, 10 ppm, 30 ppm, 50 ppm, dan 70 ppm. Evaluasi dilakukan dengan menghitung jumlah buah terserang untuk mengetahui besarnya tingkat serangan melalui metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang dilanjutkan dengan uji BNT. Intensitas serangan PBK yang paling rendah terlihat pada perlakuan 70 ppm dengan rata-rata buah terserang sebesar 41.33 buah, diikuti perlakuan 50 ppm sebesar 55.33 buah, perlakuan 30 ppm sebesar 65.33 buah, 10 ppm sebesar 82 buah, dan kontrol sebesar 95.33 buah
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR BERBAHAN DASAR BATANG PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL.)
Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan sayuran buah yang tergolong tanaman semusim dan banyak mengandung vitamin dan mineral. Batang pisang yang selama ini dianggap sebagai sampah dan berbau, ternyata banyak mengandung unsur kimia yaitu kalium, fosfor dan kalsium yang berpotensi untuk dijadikan pupuk. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan berupa Pupuk Batang Pisang (P). Pemupukan terdiri dari empat perlakuan, yaitu P0 (0 ml/aplikasi), P1 (350 ml/aplikasi), P2 (500 ml/aplikasi) dan P3 (650 ml/aplikasi). Tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 16 unit pengamatan. Pertumbuhan tanaman tomat dengan nilai tertinggi pada tinggi tanaman dan jumlah daun diperoleh pada perlakuan 650 ml/aplikasi. Sedangkan pada masa generatif perlakuan 650 ml/aplikasi juga menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap jumlah buah, berat buah pertanaman, dan berat buah perbedengan