JURNAL GALUNG TROPIKA
Not a member yet
    401 research outputs found

    Pengolahan Ikan Berbasis Bahan Lokal untuk Makanan Tambahan Pencegah Stunting

    No full text
    Diversity of complementary food intake for children aged 6-24 months is crucial to reducing new stunting rates. The combination of the three ingredients, flying fish, millet flour, and moringa leaves, is expected to be a PMT (Supplementary Food Provision) menu to fulfill nutrition for children aged 6-24 months and prevent stunting. The study aimed to analyze the level of preference and quality of the functional food formula for nuggets through organoleptic tests and nutrient content in nuggets. This study was conducted in July - August 2024. In this study, nugget formulations, organoleptic tests, and analysis of nutrient content in nuggets were carried out. The results of the organoleptic test of the level of preference for nuggets obtained an average value of 3.67 for color and aroma, 3.43 for taste, and 3.5 for texture. The results of the proximate test showed that nuggets contain complete nutrients. Nuggets contain 20.41% protein, 0.47% fat, 2.56% ash content, 25.59% carbohydrate, 50.71% water content, 29.045 mg/kg iron (Fe), 21.01 mg/kg zinc (Zn), and 120.21 mg/kg calcium (Ca). Overall, the assessment of the level of preference for nuggets made from flying fish, millet flour, and moringa leaves is above 3, which means that the nugget product is acceptable to the panelists. Nuggets contain complete nutrition, a reasonably high protein content, and essential minerals needed to reduce the risk of stunting.Keragaman asupan makanan pendamping ASI untuk anak usia 6-24 bulan adalah salah satu cara penting untuk mengurangi angka stunting baru. Kombinasi ketiga bahan yaitu ikan terbang, tepung jewawut, dan daun kelor diharapkan dapat menjadi menu PMT (Pemberian Makanan Tambahan) sebagai upaya pemenuhan gizi untuk anak usia 6-24 bulan dan pencegahan stunting. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat kesukaan dan mutu formula pangan fungsional nugget melalui uji organoleptik dan kandungan nutrien pada nugget. Hasil uji organoleptik tingkat kesukaan nugget mendapatkan nilai rata-rata 3,67 untuk warna dan aroma, sebesar 3,43 untuk rasa, dan 3,5 untuk tekstur. Nugget mengandung protein 20,41%, lemak 0,47%, kadar abu 2,56%, karbohidrat 25,59%, kadar air 50,71%, zat besi (Fe) 29,045 mg/kg, zinc (Zn) 21,01 mg/kg, dan kalsium (Ca) 120,21 mg/kg. Secara keseluruhan, penilaian tingkat kesukaan terhadap nugget berbahan dasar ikan terbang, tepung jewawut, dan daun kelor diatas 3 yang berarti produk nugget dapat diterima oleh panelis. Kandungan gizi dalam nugget sesuai dengan standar mutu nugget ikan. Nugget mengandung zat gizi yang lengkap dengan kandungan protein yang cukup tinggi, selain itu mengandung mineral penting yang diperlukan untuk mengurangi resiko stunting. Kata kunci:   daun kelor; ikan terbang; stunting; tepung jewawut

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN MEMBELI PAKAN TERNAK DI MAMMINASATA POULTRY SHOP (PS)

    No full text
    The purpose of this study is to ascertain the impact of feed quality, price, promotion and location factors on consumer decisions to buy animal feed at Mamminasata Poultry Shop (PSA quantitative descriptive method was used for the research which included 55 respondents as a sample. The date was collected using the questionnaire method and check information used was multiple linear regression analysis with the help of SPSS 16.0 for windows. The results of this study show that the value of product quality coefficient (X1) is 0.0017, price (X2) is 0.002, promotion (X3) is 0.283 and location (X4) is 0.886. So it can be concluded that partially the product feed factor (X1) and price (X2) have a significant effect (P<0.05) on consumer decisions while promotional factors (X3) and location (X4) do not have a significant effect (P>0.05) on consumer decisions to buy animal feed. While the results of simultaneous test (F) showed that the Fcalculate value qas 4.809 with a significant level of 0.05 and the Ftable value was 2.786. Therefore, it is concluded that product feed (X1), price (X2), promotion (X3) and location (X4) have important influence on consumers decisions to buy animal feedPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak faktor terhadap pilihan konsumen, kualitas produk, harga, promosi dan lokasi dalam membeli pakan ternak di Mamminasata Poultry Shop (PS).  Metode deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian menggunakan 55 responden sebagai sampel. Data dikumpulkan menggunakan metode  kusioner dan pemeriksaan informasi yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 16.0 windows. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai koefisien kualitas pakan (X1) sebesar 0.017, harga (X2) sebesar 0.002, promosi (X3) sebesar 0.283 dan lokasi (X4) sebesar 0.886. Maka dapat disimpulkan bahwa secara umum faktor kualitas pakan (X1) dan Harga (X2) berpengaruh secara signifikan  (P<0.05) terhadap Keputusan konsumen sementara faktor promosi (X3) dan lokasi(X4) tidak berpengaruh secara signifikan (P>0.05) terhadap Keputusan konsumen membeli pakan ternak. Sedangkan hasil uji simultan (F) menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 4.809 dengan tingkat siginifikan 0.05 dan nilai Ftabel sebesar 2.786. Maka dari itu disimpulkan bahwa kualitas pakan (X1), harga (X2), Promosi (X3) dan lokasi (X4) berpengaruh penting bagi Keputusan konsumen membeli pakan ternak

    Pertumbuhan dan Produksi Padi (Oryza sativa L.) Hasil Priming Berbagai Konsentrasi PEG-6000 pada Cekaman Kekeringan

    No full text
    One way to get rice that can adapt to drought stress is by providing drought tolerance in the germination phase through seed invigoration with the “Seed Priming” method. The study aimed to determine the level of adaptation and the response of growth and production of PEG-primed rice under drought-stress conditions.  The research was conducted in two stages. Phase I was in the form of rice seed priming in PEG 6000 solution arranged in a Randomized Group Design (RAK), consisting of 5 treatments, namely treatment without priming as control, PEG priming 0 gL-1, 50 gL-1, 100 gL-1, and 150 gL-1 with the length of seed priming for 36 hours. Phase II was a priming test of production levels in the field from the selected treatments in Phase I. The data were then statistically analyzed using analysis of variance (ANOVA). The results showed that priming treatment using PEG 6000 for 36 hours with a concentration of 100 gL-1 gave the best results on vegetative growth (93% germination, seedling height 28, 27 cm, leaf length 19.11 cm, number of leaves 4 cm, and root length 4.08 cm). This concentration also gave the best results on generative growth (number of productive tillers 12, and grain weight 31.71 per clump), and increased the adaptation of paddy rice to drought stress conditions.Salah satu cara untuk mendapatkan padi yang mampu beradaptasi pada cekaman kekeringan, yakni dengan upaya memberikan toleransi kekeringan pada fase perkecambahan melalui invigorasi benih dengan metode “Seed Priming”. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat adaptasi serta respon pertumbuhan dan produksi padi hasil priming PEG pada kondisi cekaman kekeringan.  Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap I berupa pemeraman benih padi pada larutan PEG 6000 yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 5 perlakuan yaitu perlakuan tanpa priming sebagai kontrol, priming PEG 0 gL-1, 50 gL-1, 100 gL-1, dan 150 gL-1  dengan lama pemeraman benih yaitu selama 36 jam. Tahap II merupakan uji priming tingkat produksi di lapangan dari perlakuan hasil seleksi pada tahap I. Data hasil penelitian selanjutnya dianalisis secara statistik menggunakan analisis ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan priming menggunakan PEG 6000 selama 36 jam dengan konsentrasi 100 gL-1 memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan vegetatif (daya kecambah 93%, tinggi bibit 28, 27 cm, panjang daun 19,11 cm, jumlah daun 4 cm, dan panjang akar 4,08 cm). Konsentrasi ini juga memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan generatif (jumlah anakan produktif 12, dan bobot gabah 31,71 per rumpun), serta mampu meningkatkan adaptasi padi sawah pada kondisi cekaman kekeringan

    Pengaruh Tingkat Keberhasilan Usaha Penggilingan Gabah di Kabupaten Sidrap yang Dipengaruhi oleh Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan

    No full text
    Sidrap Regency is a rice production center in South Sulawesi. The abundant rice production impacts the increase in the rice milling industry and the community's economic growth. Government policy aims to protect farmers by maintaining high rice prices, but on the other hand, it must protect farmers by maintaining high rice prices. On the other hand, it must protect consumers by lowering rice prices. Entrepreneurial knowledge is an important variable in studying its influence on business success. This study aims to describe the entrepreneurial knowledge of rice milling managers in Sidrap Regency, describe the level of success of rice milling businesses, and analyze the effect of entrepreneurial knowledge on the success of rice milling businesses. The survey was conducted using the saturated sampling method on 32 rice milling business units. Quantitative descriptive and multiple regression analyses were used to test the research hypothesis. The results showed that entrepreneurial knowledge scored 1,065, meaning that rice milling business managers have knowledge of business, roles, responsibilities, personality, self-ability, management, and organization. In addition, the level of success of rice milling businesses scored 403, including the flourishing category. It showed increased sales volume, business profits, and labor utilization. The entrepreneurial knowledge variable also has a significant and positive influence on the success of the rice milling business.Kabupaten Sidrap merupakan sentra produksi beras di Sulawesi Selatan. Akibat produksi beras yang melimpah, berdampak pada meningkatnya industri penggilingan gabah dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kebijakan pemerintah bertujuan melindungi petani dengan tetap mempertahanan harga gabah yang tinggi, namun di sisi lain harus melindungi petani dengan tetap mempertahankan harga gabah yang tinggi, namun di sisi lain harus melindungi konsumen dengan menurunkan harga beras. Pengetahuan kewirausahaan menjadi variabel yang penting untuk diteliti pengaruhnya terhadap keberhasilan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan kewirausahaan manajer penggilingan gabah di Kabupaten Sidrap, mendeskripsikan tingkat keberhasilan usaha usaha penggilingan gabah, dan menganalisis pengaruh pengetahuan kewirausahaan terhadap keberhasilan usaha penggilingan gabah. Survei dilakukan pada 32-unit usaha penggilingan gabah, menggunakan metode sampling jenuh. Analisis deskriptif kuantitatif dan analisis regresi berganda digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kewirausahaan memperoleh skor 1.065, artinya manajer usaha penggilingan gabah memiliki pengetahuan tentang usaha, peran, tanggung jawab, kepribadian, dan kemampuan diri, serta manajemen dan organisasi. Selain itu tingkat keberhasilan usaha penggilingan gabah memperoleh skor 403, termasuk kategori berhasil. Hal ini menunjukkan bahwa volume penjualan, keuntungan usaha, dan penggunaan tenaga kerja meningkat. Variabel pengetahuan kewirausahaan juga berpengaruh signifikan dan positif terhadap keberhasilan usaha penggilingan gabah

    Pengembangan Potensi Lokal Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) Menjadi Cemilan Sehat untuk Mencegah Stunting di Kota Sorong, Papua Barat Daya

    No full text
    Based on the results of the Indonesian Nutrition Status Survey (INSS), the prevalence of stunting in West Papua was recorded at 26,02% in the previous year, increasing to 30.00% in 2022. Currently, most children pay less attention to the food type and more often consume unhealthy snacks. This research aims to develop the product of yellowfin tuna fish sticks to meet the nutritional balance of children and prevent stunting. The treatment in this research was adding yellowfin tuna sih meal with the formulation of wheat flour, tapioca flour, and fish flour, namely 100 g: 100 g: 75 g, which was used in making stick products. Testing of yellowfin tuna fish sticks includes hedonic and nutritional content tests. Based on the results of the hedonic test, which includes the parameters of appearance, smell, taste, and texture, yellowfin tuna fish sticks obtained a score that meets SNI standards, namely 7 (seven) for each criterion. Testing the nutritional content shows that yellowfin tuna sih sticks have a water content of 5,11%, protein of 24,11%, fat of 26,28%, fiber of 0,65%, ash of 3,91%, and carbohydrates of 39,91%, according to product specifications.Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevelensi stunting di Papua Barat tercatat sebesar 26,02% ditahun sebelumnya, naik menjadi 30,00% pada tahun 2022. Saat ini, sebagian besar anak kurang memperhatikan jenis makanan yang mereka makan, dan lebih sering mengkonsumsi cemilan yang kurang sehat. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) Mengembangkan produk stik ikan tuna sirip kuning menjadi produk cemilan sehat, dan  2) Mengetahui kandungan gizi dan tingkat kesukaan produk stik ikan tuna agar memenuhi keseimbangan nutrisi anak-anak untuk mencegah stunting.  Perlakuan pada penelitian ini adalah penambahan tepung ikan tuna sirip kuning dengan formulasi tepung terigu : tepung tapioka : tepung ikan yaitu 100 g : 100 g : 75 g yang digunakan pada pembuatan produk stik. Pengujian produk stik ikan tuna sirip kuning meliputi uji hedonik dan uji kandungan gizi. Berdasarkan hasil uji hedonik yang mencakup parameter kenampakan, bau, rasa dan tekstur pada stik ikan tuna sirip kuning memperoleh nilai yang memenuhi standar SNI, yakni 7 (tujuh) untuk setiap kriteria. Pengujian kandungan gizi menunjukkan bahwa stik ikan tuna sirip kuning memiliki kadar air sebesar 5,11%, protein sebesar 24,11%, lemak sebesar 26,28%, serat sebesar 0,65%, abu sebesar 3,91%, dan karbohidrat sebesar 39,91%, sesuai dengan spesifikasi produk

    Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian di Kawasan Objek Wisata Latimojong Terhadap Pendapatan Petani

    No full text
    Uncontrolled conversion of agricultural land remains a serious problem in agricultural development, not only in urban areas but also in rural areas. The conversion of agricultural land often impacts the socio-economic life of farmers, especially income. One form of agricultural land conversion currently widely practiced is converting agricultural land into tourist sites. This research aims to determine the impact of the existence of the Civil Camp Karangan tourist attraction on the income of farmers who change land functions. The method used in this research is quantitative descriptive analysis. The Paired sample T-test analysis was used to determine the difference in farmers' income before and after the conversion of agricultural land. The results showed a calculated T value of 7,000> 2.57 T table value. It showed a difference in farmers' income before and after converting agricultural land into a tourist attraction. Thus, efforts are needed to improve the quality of the Civil Camp Karangan tourist attraction so that it still has economic benefits for the community around the location, especially farmers

    PENAMBAHAN MULTI ASAM AMINO PADA MEDIA PEMELIHARAAN LARVA RAJUNGAN Portunus pelagicus UNTUK LAJU PERCEPATAN METAMORFOSIS STADIA ZOEA HINGGA MEGALOPA

    No full text
    The addition of multi-amino acids to the culture media for Portunus pelagicus crab larvae accelerates the metamorphosis rate from the zoea to megalopa stages. The research aims to examine the effect of adding multiple amino acids to the rearing media and determine the best dosage on the rate of acceleration of metamorphosis (stage transfer) of P. pelagicus crab larvae from zoea to megalopa stages. Test samples are taken daily to see the development of larvae or larval stage index. The test animals used in this research were zoea-1 stage crab larvae stocked at 100 individuals/L density. The container used in this research was a black plastic basin with a water volume of 30 liters. Treatment doses of amino acids were 0, 150, 200, and 250 ppm with 3 repetitions each. The research results show that administering multi-amino acids in the rearing media can accelerate the transfer rate of crab larvae stages. The fastest rate of acceleration of metamorphosis from zoea to megalopa was produced at a treatment dose of 250 ppm for 10 days, and the longest was produced at a dose of 0 ppm for 13 days. Stage transfer between sub-zoea takes 2-3 days for metamorphosis, and zoea to megalopa takes 10-13 days.Penambahan multi asam amino pada media pemeliharaan larva rajungan Portunus pelagicus untuk laju percepatan metamorfosis stadia zoea hingga megalopa. Nurul Mutmainnah 0904089501; 2023; Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan, Universitas Muhammadiyah Parepare. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan multi asam amino terhadap laju percepatan metamorphosis (perpindahan stadia) larva rajungan P.pelagicus. Pengambilan sampel uji dilakukan setiap hari untuk melihat perkembangan larva atau larva stage indeks. Hewan uji yang digunakan pada penelitan ini ialah larva rajungan stadia zoea-1 yang ditebar dengan kepadatan 100 ekor/L. Wadah yang digunakan pada penelitian ini ialah baskom plastic berwarna hitam dengan volume air 30 liter dan penelitian ini menggunakan  perlakuan dosis asam amino dengan masing-masing 3 ulangan. Keempat dosis tersebut ialah 0, 150, 200 dan 250 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan pemberian multi asam amino dapat mempercepat laju perpindahan stadia larva rajungan. Laju percepatan metamorphosis tercepat dihasilkan pada dosis perlakuan  250 ppm selama 10 hari dan terlama dihasilkan pada dosis 0 ppm selama 13 hari

    Keberlanjutan Usaha Peternakan Domba Kisar dan Strategi Pengembangannya di Pulau Kisar Provinsi Maluku

    No full text
    This study aims was to analyze the sustainability index and status of the Kisar sheep business and establish a strategy for the sustainability of Kisar sheep development. This study was implemented in Kisar Island, Maluku Province, using 95 Kisar Sheep farms and 15 expert respondents selected by purposive sampling. The data collection methods are literature study, Focus Group Discussion (FGD), in-depth interviews, and surveys. The research variables are 48 sustainable Kisar sheep development attributes from ecological, sociocultural, economic, technology-infrastructure, and legal-institutional dimensions. The data was analyzed using the Rap-DOMKI coordination technique through the Multi-dimensional Scaling (MDS) method to measure the sustainability indexes and status, Leverage analysis, and Monte Carlo analysis. The study results showed that the business was sustainable in ecological, sociocultural, economic, and technological infrastructure dimensions. However, it needed to be more sustainable in the institutional-legal dimension. It was found that 13 attributes sensitively influence business sustainability. Monte Carlo analysis showed that the difference in the sustainability index value of the five sustainability dimensions was very small or less than one (at a confidence level of 95%), which indicates a high precision level. The MDS Rap-DOMKI analysis showed that the stress value was 13-14% and the coefficient determination (R2) of 0.95. It indicates that the MDS Rap-DOMKI analysis model is adequate for estimating the sustainability of Kisar sheep development. It has a high confidence level and can be used as an evaluation tool for fast analysis of sheep development sustainability in one region.Tujuan Penelitian ini menganalisis indeks dan status keberlanjutan, mengetahui atribut yang sensitif mempengaruhi keberlanjutan usaha Domba Kisar ditinjau dari dimensi ekologi, sosial budaya, ekonomi, teknologi-infrastruktur, hukum-kelembagaan, dan menetapkan strategi keberlanjutan pengembangan Domba Kisar. Penelitian dilaksanakan di Pulau Kisar Provinasi Maluku, menggunakan 95 peternakan Domba Kisar dan 15 responden expert yang dipilih secara purposive sampling. Metode pengumpulan data: studi literatur, Focus Group Discussion, wawancara mendalam, survey. Variabel penelitian adalah 48 atribut pengembangan Domba Kisar berkelanjutan dari dimensi ekologi, sosial budaya, ekonomi, teknologi-infrastruktur dan hukum-kelembagaan. Analisis data menggunakan teknik ordinasi Rap-DOMKI melalui metode Multi-Dimensional Scaling (MDS) untuk mengukur indeks dan status keberlanjutan, Analisis Leverage dan Monte Carlo. Hasil penelitian menujukkan status keberlanjutan dimensi ekologi, sosial budaya, ekonomi dan teknologi-infrastruktur berkelanjutan. Status dimensi kelembagaan-hukum kurang berkelanjutan. Ditemukan 13 atribut sensitif mempengaruhi keberlanjutan yang perlu diintervensi dengan strategi yang tepat sehingga dapat meningkatkan status indeks dan keberlanjutan. Analisis Monte Carlo menunjukkan nilai indeks keberlanjutan pada tingkat kepercayaan 95%, (selisih < 1), koefisien determinasi (R2) sebesar 95,00%. Model analisis MDS Rap-DOMKI cukup memadai untuk memperkirakan keberlanjutan pengembangan Domba Kisar, memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi, dapat digunakan sebagai alat evaluasi untuk penilaian cepat analisis keberlanjutan pengembangan domba di suatu wilayah

    Analisis Permintaan dan Penawaran Produk Tempe di Kota Makassar, Sulawesi Selatan

    No full text
    The agricultural sector is vital economic growth; one is by processing agricultural products into valuable products, such as tempeh, from raw soybean materials. The research aims to 1) Describe the characteristics of sellers and buyers of tempeh; 2) Describe the amount of tempeh sold by traders and the amount purchased by consumers; 3) Analyze the factors that affect the demand for tempeh; and 4) Analyze the factors that affect the supply of tempeh. The research was conducted in Pa'baeng-Baeng Market and Terong Market in Makassar City, South Sulawesi. The sample of tempeh traders was 50 people, and the sample of buyers was 200. The analysis methods used were descriptive analysis and multiple linear regression analysis. The results showed that the characteristics of tempeh buyer respondents were 40 years old on average, the average education level was high school (56.82%), the most female gender (83.64%), and predominantly worked as housewives (46.81%). The characteristics of tempeh trader respondents based on age are an average of 41 years, an average high school education level, and the dominant gender is male (74.00%). The average tempeh purchased by consumers is 19 packs/month, and the average tempeh sold is 3,504 packs/month. Simultaneously (F-test) is significant to the demand for tempeh, with a coefficient of determination (R2) of 62.1% that have a significant effect partially (T-test) are all the variables tested, namely the price of tempeh, buyer income, number of family dependents, intensity of need, taste, and price of substitute goods. F-test is significant to the supply of tempeh, with a coefficient of determination (R2) of 60.3%. The significant factor of effect partially (t-test) on the supply of tempeh are the price at the producer level, future price expectations, the number of producers, and the number of consumers. Meanwhile, the price at the trader level is insignificantSektor pertanian sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi salah satunya dengan mengolah hasil pertanian menjadi produk yang bermanfaat, seperti tempe yang diolah dari bahan baku kedelai. Penelitian bertujuan: 1) Mendeskripsikan karakteristik penjual dan pembeli tempe; 2) Mendeskripsikan jumlah tempe yang dijual oleh pedagang dan jumlah yang dibeli oleh konsumen; 3)Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan tempe; dan 4) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran tempe. Penelitian dilaksanakan di Pasar Pa’baeng-Baeng dan Pasar Terong di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan Juli–Desember 2022. Sampel pedagang tempe sebanyak 50 orang dan sampel pembeli sebanyak 200 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden pembeli tempe berusia rata-rata 40 tahun, tingkat pendidikan rata-rata SMA (56,82%), jenis kelamin perempuan yg terbanyak (83,64%), dan dominan bekerja sebagai ibu rumahtangga (46,81%). Karakteristik responden pedagang tempe berdasarkan usia yaitu rata-rata 41 tahun, tingkat pendidikan rata-rata SMA, dan jenis kelamin dominan adalah laki-laki (74,00%). Rata-rata tempe yang dibeli oleh konsumen sebanyak 19 bungkus/bulan, dan rata-rata tempe yang terjual sebanyak 3.504 bungkus/bulan.  Secara simultan (Uji-F) signifikan terhadap permintaan tempe, dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 62,1%. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan secara parsial (Uji-t) adalah semua variabel yang diuji yaitu harga tempe, pendapatan pembeli, jumlah tanggungan keluarga, intensitas kebutuhan, selera dan harga barang subtitusi. Secara simultan (Uji-F) signifikan terhadap penawaran tempe, dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 60,3%.  Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan secara parsial (Uji-t) terhadap penawaran tempe yaitu harga ditingkat produsen, ekspektasi harga di masa datang, jumlah produsen, dan jumlah konsumen. Sedangkan yang tidak signifikan yaitu harga ditingkat pedagang

    Respons Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit pada Media Tanam Kompos Limbah Organik Perkebunan

    No full text
    The underutilization of oil palm midrib and fruit fiber, which are abundant in oil palm plantations and the manufacturing field, encourages them to be converted into more valuable products. The goals of this experiment were to create planting media out of oil palm midrib and fiber, as well as to find the best compost formulation of oil palm midrib (MR) and fiber (FF) for seedlings in prenursery. The treatments were arranged in a non-factorial completed randomized design, with 15 treatments. The treatments are  : P0 (100% top soil), P1 (50% MR + 50% CW + Activator 1), P2 (50% MR + 50% CW + Activator II), P3 (50% MR + 50% CW + POME); P4 (100% MR + Activator II); P5 (100% MR + LCPKS), M1 (50% FF : 50% CW + Activator 1); M2 (50%  FF : 50% CW + Activator II); M3 (50%  FF : 50% CW + POME); M4 (100%  FF + Activator II); M5 (100%  FF + POME), PM1 (50% MR-FF + 50% CW + Activator I); PM2 (MR-FF + 50% CW + POME); PM4 (100% MR-FF + Activator II); PM5 (100% MR-FF + POME). The results showed that oil palm midrib and fiber composting media significantly affected morphological responses of oil palm seed growth (plant height, stem diameter and leaf area seedlings), and physiological responses of oil palm seed growth (biomass and stomata conductance). These results could be promoted as a new challenge to formulating the lignocellulose-based planting media.Pemanfaatan yang terbatas terhadap produk samping berupa pelepah dan serat buah kelapa sawit, yang tersedia melimpah di perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit, mendorong penggunaannya menjadi produk yang lebih bernilai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat media tanam dari pelepah dan serat kelapa sawit, serta untuk mendapatkan formulasi kompos pelepah kelapa sawit (MR) dan serat (FF) terbaik untuk pembibitan di prenursery. Perlakuan disusun dalam rancangan acak lengkap non faktorial, dengan 15 perlakuan. Perlakuannya adalah : P0 (100% top soil), P1 (50% MR + 50% CW + Activator 1), P2 (50% MR + 50% CW + Activator II), P3 (50% MR + 50% CW + POME); P4 (100% MR + Aktivator II); P5 (100% MR + LCPKS), M1 (50% FF : 50% CW + Aktivator 1); M2 (50% FF : 50% CW + Aktivator II); M3 (50% FF : 50% CW + POME); M4 (100% FF + Aktivator II); M5 (100% FF + POME), PM1 (50% MR-FF + 50% CW + Aktivator I); PM2 (MR-FF + 50% CW + POME); PM4 (100% MR-FF + Aktivator II); PM5 (100% MR-FF + POME). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam kompos pelepah dan serat berpengaruh nyata terhadap respons morfologi pertumbuhan benih kelapa sawit (tinggi tanaman, diameter batang dan luas daun bibit), dan respons fisiologis pertumbuhan benih kelapa sawit (biomassa dan jumlah stomata). Hasil ini merupakan tantangan baru untuk membuat formulasi media tanam berbasis limbah lignoselulosa

    0

    full texts

    401

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL GALUNG TROPIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇