Buletin Al-Turas
Not a member yet
530 research outputs found
Sort by
Dimensi Filosofis dalam Nahwu Tradisional
dalam file scanAda dua pertimbangan awal yang ingin penulis kedepankan, sebelum membahas judul di atas. Pertama, menyangkut penggunaan kata filosofis. Kata filosofis di sini mengekspresikan sifat kajian yang dikedepankan nuhat (para tatabahasawan) dengan bertumpu pada logika mantik. Kedua, menyangkut penggunaan kata tradisionalKata tradisional tidak kemdian dipahami dari perspektif sosiologis yang biasanya mengkontradiksikannya dengan kata modern. Penggunaan istilah tradisional merupakan konsekuensi logis dari digunakannya logika Aristoteles oleh kalangan nuhat untuk mengkaji pemikiran pemikiran yang berkembang dalam disiplin ilmu nahwu
Diskursus"Keraguan Metodis " Dalam Pokok-Pokok Ajaran Al-Ghazali dan Rene Descrates
Membicarakan tentang hakikat ilmu pengetahuan dan kebenaran, kita memulainya dengan mengingat kembali "pertentangan" antar dua orang filsuf Yunani Parmenides dan Heraklitos. Parmenides menyatakan bahwa ilmu pengetahuan yang sejati adalah yang dapat ditangkap oleh/berasal dari intelektual. Jadi kebenaran menurut Parmenides bersifat apriori dan dapat dicapai melalui perenungan dan refleksi. Dengan demikian kebenaran termaksud dapat diperoleh tan pa harus mengadakan penelitian
Penggunaan Bahasa “Syirik Dalam Hukum Seperti Syirik dalam Ibadah” Materi Dakwah Abu Sulaiman Aman Abdurrahman
The aims of this research are to find out the types of language used and language choice in term of Indonesian-Arabic, language style, and to identify some causal factors of language choice in the discourse of Abu Sulaiman Aman Abdurrahman\u27s dakwah. This research uses Norman Fairclough’s critical discourse analysis model The object of this research is the Indonesia-Arabic contained in the text of his da\u27wah. The research method is the match method followed by basic and advanced techniques. The basic technique is the basic technique of Determining Elements (PUP). This technique is used to classify Arabic vocabulary as a foreign language in the text. The advanced technique refers the equalizing appeal technique. The result of this research shows that the form of foreign language usage in this text is Arabic. There are three sentence’s pattern in the text, such as: imperative, exclamatory and declarative. The purpose of using imperative sentence pattern is likely to show request, attitude and principle; additionally, the aim of using exclamatory is to express strong emotions. On the other hand, declarative sentence is used to convey information or make statements and ask the audience would like to change the way of thinking from common law to Islamic law. The style of language and the use of sentences in the text of da\u27wah is oriented to the concept of Islamic shari\u27ah according to Aman viewpoint. There are several factors that cause language choice, namely: (1) the background of the subject, (2) the background of the place, (3) the need for synonyms, (4) the speaker\u27s bilingualism. ---Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pemakaian bahasa Indonesa-Arab, pola, dan faktor penyebab pemakaian bahasa itu pada wacana dakwah Abu Sulaiman Aman Abdurrahman. Objek penelitian ini adalah bahasa Indonesia-Arab yang terdapat pada naskah dakwahnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode padan dengan diikuti teknik dasar dan lanjutan. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik dasar Pilah Unsur Penentu. Teknik ini digunakan untuk mengklasifikasikan kosakata bahasa Arab sebagai bahasa asing pada naskah dakwah tersebut. Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik hubung banding menyamakan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa bentuk pemakaian bahasa asing yang terdapat pada isi dakwah ini adalah bahasa Arab. Bahasa Arab digunakan untuk menyatakan konsep hukum Islam. Pola pemakaian kalimat yaitu kalimat ajakan, seruan dan pernyataan. Pola ajakan digunakan untuk menunjukkan sikap dan pendiriannya, kalimat seruan digunakan agar khalayak mau melakukan apa yang diserukan, selanjutnya, kalimat pernyataan dipakai untuk merubah cara berpikir dari hukum umum ke hukum Islam. Pemakaian pola kalimat dan gaya bahasa pada naskah dakwah itu berorientasi pada konsep syari’at Islam menurut cara pandang Aman. Selain itu, ada beberapa faktor yang menyebabkan pemilihan bahasa yang dilakukan oleh Aman antara lain, (1) latar belakang pokok bahasan, (2) latar belakang tempat, (3) kebutuhan sinonim, (4) adanya kedwibahasaan penutur.DOI : 10.15408/bat.v24i1.707
Bahasa dan Konsep Agama: Studi Alih Kode dalam Ceramah Agama K.H Jamaludin
This study aims to find out the code switching from Sundanese to Arabic, the number of switch words that occur in the Arabic language absorption element and find out the factors that lead to the code switching from Sundanese to Arabic and vice versa in Sundanese religious speech of KH Jamaludin Pandeglang-Banten. This research uses the theory of code switching. This research was conducted by analyzing the transition of language in text of Sundanese religious speech of K.H Jamaludin. Data analysis method used in this research is the method of code switching analysis. Using the method of code switching, the analysis will focus on the linguistic and contextual aspects associated with those aspects. Data in the text will be analyzed by using analysis of code switching model that Appel expressed the transition phenomenon of language usage due to situation change. The results of this study show the code switching from Sundanese to Arabic. There are many of code switching from Sundanese to Arabic in the religious speech of KH Jamaludin in front of his congregation. Though the congregation who attended were not all citizens of the Sundanese community. There are also people speak Serang and Lampung’s Javanese. But with a culture approach put forward by K.H Jamaludin, finally the concepts of understanding and reality of language diversity in his speech will be easily understood. The discourse of speech interaction of KH Jamaludin in Banten or outside Banten, it is an important event for Muslims who listen to the speech delivered by KH Jamaludin that shows the Indonesian-Sundanese-Arabic code switching. It is based on the observation and analysis of the data, the variation of language and the type of language used through the recorded video transcripted. There are several factors causing the code switching: 1) situation factor, 2) psychological factor, 3) language and Islamic politics.---Penelitian ini bertujuan untuk megetahui Alih Kode dari bahasa Sunda ke bahasa Arab, jumlah kata beralih yang terjadi pada unsur bahasa serapan bahasa Arab dan menemukan faktor –faktor apa yang menyebabkan terjadinya alih kode dari bahasa Sunda ke Arab dan sebaliknya pada ceramah keagamaan bahasa Sunda K.H Jamaludin Pandeglang-Banten. Penelitian ini menggunakan teori Alih Kode. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis peralihan bahasa dalam teks naskah ceramah Keagamaan bahasa Sunda K.H Jamaludin. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis alih kode. Dengan menggunakan metode analisis Alih Kode, analisis akan difokuskan pada aspek kebahasaan dan konteks yang terkait dengan aspek-aspek tersebut. data yang berupa teks akan dianalisis dengan menggunakan analisis model alih kode yang diungkapkan Appel yaitu gejala peralihan pemakaian bahasa karena berubahnya situasi. Hasil penelitian ini menunjukan Alih Kode dari Bahasa Sunda ke Bahasa Arab. Alih kode dari bahasa Sunda ke bahasa Arab cukup banyak dilakukan oleh penceramah saat memberikan materi ceramah atau khutbah di hadapan para jamaahnya. Padahal jamaah yang hadir tidak semuanya warga masyarakat Sunda ada juga warga masyarakat berbahasa Jawa Serang dan Lampung. Namun dengan pendekatan kultur yang lebih dikedepankan oleh K.H Jamaludin, akhirnya konsep-konsep pemahaman dan realiatas keberagaman bahasa dalam ceramahnya akan mudah ditoleril. Wacana interaksi ceramah atau khutbah yang dilakukan oleh K.H Jamaludin di wlayah Banten atau luar Banten, hal ini menjadi peristiwa penting bagi umat Islam yang ceramahnya dibawakan oleh K.H Jamaludin dan yang didengar oleh para jamaahnya menunjukkan adanya alih kode yang berupa perpindahan dari Alih Kode “Indonesia-Sunda-Arab” Dalam Ceramah Keagamaan (K.H Jamaludin Pandeglang, Banten). dari pengamatan dan analisis data, variasi bahasa dan tipe pengguaan bahasa yang diperoleh melaui rekaman video yang dijadikan ke dalam teks dapat ditemukan beberapa faktor-faktor penyebab Alih Kode, yaitu berikut : 1) faktor situasi, 2) faktor kejiwaan, 3) politik bahasa dan politik islam
Library Service Quality Dalam Mewujudkan Excellent Service Untuk Kepuasan Pengguna (Perpustakaan Uin Imam Bonjol Padang: Concept For The Future)
The library institution should be demonstrate the availability and accessibility of adequate learning resources for users. Library should be develop its internal organizational system (management), as well as conducting various surveys and evaluations that are oriented user satisfaction to see whether or not the library service. As one of the academic libraries, UIN Imam Bonjol Padang library needs to design how to realize excellent service for user satisfaction through LibQUAL dimension and elements of excellent service so that the services provided are oriented to user satisfaction and can be utilized optimally by the user At UIN Library Imam Bonjol Padang.---Lembaga perpustakaan saat ini harus menunjukkan ketersediaan dan aksesibilitas sumber belajar yang memadai bagi pengguna perpustakan. Perpustakaan harus mengembangkan system organisasi internalnya (manajemen), serta melakukan berbagai survey dan evaluasi yang berorientasi pada kepuasan pengguna perpustakaan untuk melihat berhasil atau tidaknya layanan yang diberikan. Sebagai salah satu perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang perlu merancang bagaimana mewujudkan excellent service untuk kepuasan pengguna perpustakaan (pemustaka) melalui dimensi LibQUAL dan elemen dari excellent service, sehingga layanan yang diberikan berorientasi pada kepuasan pengguna perpustakaan dan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemustaka di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang
Konsep Pertentangan Makna dalam Linguistik Modern dan Linguistik Arab
Abstrak Artikel ini akan membahas tentang pertentangan makna dan gagasan yang menyatakan bahwa pengertian antonimi telah direvisi. Pertentangan makna akan dibahas dalam dua perspektif, yaitu linguistic modern dan linguistik Arab. Menurut linguistic modern, pertentangan makna terjadi ketika dua kata atau lebih bertentangan dalam maknanya. Dalam sudut pandang ini, pertentangan makna dianggap sebagai dua bentuk yang saling bertentangan dalam maknanya. Maka munculah istlah antonym, komplementari, direksional, dan kontrari. Sementara itu, menurut linguistic arab, pertentangan makna dianggap sebagai satu bentuk kata yang memiliki pertentangan dalam maknanya. Fenomena inilah yang disebut dengan kontranimi (contranymy).---Abstract This article deals with oppositeness of meaning and the notion of antonymy is revised. The oppositeness of meaning is discussed further in two perspectives, i.e. modern linguistics and Arabic linguistics. According to modern linguistics, oppositeness of meaning is when two words or more contrary in meaning. In this view, oppositeness of meaning is assumed as two forms that opposite in their meaning. There are such as antonymy, complementary, directional, and contrary. Meanwhile, according to Arabic linguistics tradition, oppositeness of meaning is assumed one form that has contrary in meaning. This phenomenon is what so called contranymy
Konsepsi Politik Khalifah pada Era Khulafa Al-Rasyidin (Tinjauan Semantik terhadap Term "Khilafah")
Apabila ditelususri dalam lembaran buku-buku sejarah, sesungguhnya perjalanan politik umat Islam masa awal tidak selamanya seindah yang dibayangkan sebagian orang. Catatan sejarah membuktikan banyak "noda-noda hitam" yang terbubuhkan meenghiasi lembar-lembar itu. Bahkan panggung perpolitikan ummat Islam telah mengalami goncangan yang lumayan dahsyat, beberapa saat setelah nabi MUhammad saw wafat
Masa Awal Kedatangan Islam di Daerah Pesisir di Indonesia dan Kondisi Masyarakatnya
Dalam kajian sejarah, dapat diketahui bahwa pada abad ke-7 M, terdapat hubungan perda- gangan antara para pedagangdari mancanega- ra dengan bangsa Indonesia. Adanya hubungan perdagangan tersebut, merupakan suatu fakta sejarah yang "menggambarkan adanya hubung an internasional bagi bangsa Indonesia Selan- jutnya, dapat diketahui pula bahwadi antara pedagang-pedagang mancanegara tersebut. ter- dapat para pedagang Muslim dari Arab dan kawasan lainnya
Neosufisme dalam Gerakan Islam di Indonesia Abad XIX
Revivalisme dan aktivisme Munculnya neosufisme, menurut Azyumar di Azra, dilatarbelakangi sikap saling pendekat an antara syariat dan tasawuf (sufisme) dengan masukya ulama ke dalam tarekat Neosufisme dengan corak revivalisme dan aktivisme pada dasarnya sudah berkembang di Nusantara se- jak abad ke XVII melalui jaringan ulama Timur Tengah dengan Nusantara, meskipun dimensi aktivisnya muncul lebih jelas pada abad XIX
Kontribusi Pustakawan terhadap Tradisi Perkembangan Intelektual di Dunia Islam
Tidak dapat dipungkiri kaum muslimin dahu- lu pernah memberikan sumbangan yang sangat berarti bukan saja terhadappenyelamatan warisan khazanah ilmu pengetahuan dari kepunahannya, selain itu mereka juga telah melakukan berbagaiupaya pengembangan ter- hadap seluruh cabang ilmu pengetahuan terse- but Secara jelas, mereka telah memainkan per- anannya yang signifikan dalam proses pertum- buhan warisan intelektual dan saintifik manu- sia secara menyeluruh. Namun sungguh sangat disayangkan, dunia Islam kontemporer nampa- knya semakin tertinggal keluar dari jalur utama berbagai aktifitas perkembangan saintifik dan teknologi saat ini. Sudah tentu situasi ini secar