Buletin Al-Turas
Not a member yet
530 research outputs found
Sort by
Kontroversi seputar Homonim dalam Bahasa Arab
Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa Semit yang sangat kaya dengan kosa kata. Kekayaan Bahasa Arab di bidangkosa kata lebih diakibatkan oleh adanya kabilah-kabilah atau suku-suku bangsa Arab. Setiap kabilah memiliki gaya dan dialek sendiri-sendiri. Keragaman gaya dan dialek bermuara dan menyatu pada bahasa Arab Fusha sebagai bahasa persatuan mereka. Dalam berkomunikasi antar suku, orang-orang Aab memakai bahasa fushi yaitu bahasa yang baik dan benar yang dapat dipahami oleh seluruh kabilah yang ada
Ragam Hias Beberapa Makam Raja Samudra Pasai
Masalah ragam hias merupakan suatu hal menarik perhatian untuk dikaji, karena melalui penelusuran ragam hias akan dapatdiketahui berbagai informasi masa lampau. Dalam perkembangannya, ragam sebagai salah satu gaya seni, di Indonesia telah mengalami perubahan-perubahansesuai dengan semangat zamannya dan umumnya meneruskan pola-pola atau tradisi-tradisi sebelumnya, yakni mas pra sejarah , ataupun masa klasik
Medan Makna Jihad dalam Perspektif Bahasa Arab dan Islam
All this time, jihad has been a popular term in Islam. It is used to motivate people in growing religious spirit related to psychosocial dimension. However, people define jihad in various meanings. Therefore, this study is aimed at identifying the various meanings of jihad based on numerous Arabic and Islamic contexts. Moreover, qualitative approach and descriptive analysis method are applied in this study. Several steps to conduct this study are classifying the data, analyzing the data, processing the data, concluding and writing the report. The primary source in this study is the word jihad and other related words in the perspective of morphology and semantics. Meanwhile, the secondary data in this study include journals, books, and academic studies on Arabic semantic and an analysis of its meaning. There are some results found in this study. First, jihad is addressed personally, relating to worship to God. Second, jihad is defined as offensive and defensive, relating to dakwah. Third, jihad is captured simply in life and its modernity, relating to tasawwuf. Finally, jihad is describedas an action to avoid syirik, relating to akidah. ---Selama ini kata jihad sangat begitu populer di dunia Islam, dikatakan populer karena kata jihad tidak jarang dijadikan motivasi untuk menumbuhkan semangat keagamaan yang terkait dengan dimensi psikososial. Kata jihad muncul dalam ragam yang memiliki banyak makna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna-makna yang berhubungan dengan kata jihad dalam berbagaimacam konteks bahasa Arab dan agama Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Metode tersebut berupaya menjawab permasalahan yang sedang dibahas dalam penelitian bahasa. Selanjutnya, langkah-langkah yang dilakukan adalah dimulai dengan klasifikasi data, analisis data, pengelolaan data dan terakhir membuat kesimpulan serta laporan hasil penelitian. Sumber utama dalam penelitian ini adalah kata jihad dan kata-kata yang memilki persamaan secara morfologis dan semantis degan kata jihad. Sedangkan sumber sekunder dalam penelitian ini adalah jurnal-jurnal, buku-buku, atau karya-karya ilmiah yang berhubungan dengan semantik bahasa Arab dan medan makna. Kesimpulan dalam penelitian ini mencakup beberapa yang berhubungan dengan kata jihad. Pertama, kata jihad bermakna jihad kepada diri sendiri ketika satu kolokasi dengan kata ibadah. Kedua, kata jihad berarti opensif dan defensif ketika satu kolokasi dengan kata dakwah. Ketiga, kata jihad bermakna sederhana dalam kehidupan dunia dan modrnitas ketika satu kolokasi dengan kata tasawwuf. Keempat, kata jihad bermakna menjauh dari perbuatan syirik ketika satu kolokasi dengan akidah. DOI :10.15408/bat.v24i1.758
Al morfem fi al-lughah al-arabiyyah wa al-lughah al-Indunisiyyah
This article focuses on the comparison of morpheme in Arabic and Indonesian language by contractive approach. This research discusses the description of morpheme in both the arabic and Indonesian language; analyzes the similarities and differences between morphemes in arabic and Indonesian Language; and also prediction of problem arises in learning Arabic language especially in learning morpheme based on the similarities and differences on those languages. As an example, based on its existence in speech, there is al- khali morpheme in arabic language such as …….(tulisan arab) contains dhamir (tulisan arab), while in Indonesian morpheme, the morpheme is not found here. This case will cause students get difficulties in learning Arabic language---Penelitian dalam artikel ini memfokuskan pada perbandingan morfem dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia dengan pendekatan analisis kontrastif. Penelitian ini membahas tentang deskripsi dari morfem baik dalam bahasa Arab maupun bahasa Indonesia, mencari sisi persamaan dan perbedaan antara morfem dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia, serta prediksi masalah yang muncul dalam pembelajaran bahasa Arab khususnya dalam pembelajaran morfem dengan berdasarkan pada persamaan dan perbedaan morfem dalam dua bahasa tersebut. Sebagai contoh, berdasarkan keberadaannya dalam tuturan, dalam bahasa Arab ada jenis morfem al-khali (morfem kosong) seperti lafazh ضَرَبَ yang di dalamnya menyimpan dhamir هُوَ , sedangkan dalam bahasa Indonesia morfem tersebut tidak ditemukan. Hal ini akan menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran bahasa Arab.
Masjid Bersejarah di Jakarta
In Jakarta, there are many historic buildings which are protected by law became regardedas a live monument and culture preserved. Some of them are old Masjids which are established in pre-colonial era, colonial, and post independence
Mengenal Tradisi Arabistika di Rusia
ABSTRAK: Russian interested to the great tradition of science and civilization such as Byzantium and Arab as reffererencein building their scientifical tradition in any diciplines and fields of studies like astronomy, astrology, and medical.This assimilation process between Russian and Arab has persisted since 9th-17th, which constructed in three main resourcessuch as linguistics, literature, and history of Islamic culture or orientalism
Syair-Syair Tasawuf Hamzah Fansuri dan Pengaruhnya
The treasures literary of Nusantara mystic (sufi), that especially written in Malay (Melayu) language in Indonesia are not studied anymore, recently. This is too ironical situation because of these works are relevant with strong public\u27s animo to study Islamic mysticism (tasawuf). One of the most famous of Nusantara mystic (sufi) is Hamzah Fansuri who lived at 16-17 century
Reposisi Tafsir bi al-Ma\u27thar
Tafsir al-Qur\u27an merupakan wacana keislaman yang sangat subur dan menarik banyak perhatian. Sejak masa Nabi, perhatian umat Islam sangat besar dalam upaya menghafal dan memahami kandungannya, sehingga wacana ini terus berkembang dan terus dikembangkan oleh generasi berikutnya. Perkembangan tafsir itu kemudian melahirkan metodologi, orientasi dan corak penafsiran. Dari segi sumber penafsiran, tafsir dapat dibagi menjadi dua, yaitu al-tafsir bi al-ma\u27thur dan al-tafsir bi al-ra\u27yi. Sedangkan dari segi pendekatan dan metodenya, tafsir dapat diklasifikasikan menjadi empat, yaitu al-tafsir al-tah- liliy, al-tafsir al-ijmaliy, al-tafsir al-muqaran, dan al-tafsir al-maudu\u27iy. dari segi orientasi dan corak tafsir, seperti al-tafsir al-bayaniy, al-tafsir al-kalamiy,al-tafsir al- fiqhiy, al-tafsir al-sufiy, al-tafsir al-\u27ilmiy, al- tafsir al falsafiy, dan lain sebagainya.
Penelitian dan Pembelajaran Sastra di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Ada satu pertimbangan awal yang ingin saya kedepankan, sebelum membahas judul di atas, yaitu Penelitian dan Pembelajaran Sastra di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hi dayatullah Jakarta (sebelumnya bernama Insti- tut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayat- ullah, dan selanjutnya disebut UIN Jakarta). Pertimbangan yang dimaksud menyangkut penggunaan istilah penelitian Penelitian di sini dipahami sebagai kerja ilmiah sebagai akumu- lasi kegiatan akademik mahasiswa Program Stu di Bahasa dan Sastra Arab (PSBSA)
Penanggalan Hijriyah Sebuah Peradaban dan Identitas Umat Islam
Penanggalan Hijriyah lahir sekitar empat belas abad yang lalu dan salah satu penanggalan yang masih dipakai olehsebagian umat Islam yang jumlahnya, pada tahun 2000, mencapai 27 (sekitar 12 milyar jiwa) dari keseluruhan pen- dunia. Lahirnya penanggalan Hijriyah merupakan fakta bahwa para sahabat Rasulull ah saw memiliki komitmen yang tinggi dan kuat untuk memelihara budaya Islam dan Arab Meskipun di wilayah-wilayah yang mereka tak lukkan tersebar masyarakat yang memiliki penanggalannya masing-masing seperti penang galan Persia, Julian, dan Ibrani