Buletin Al-Turas
Not a member yet
    530 research outputs found

    Perang dan Percintaan dalam Sajak-Sajak Clarence Michael James Dennis

    Full text link
    Abstract This research focuses on analyzing Clarence Michael James Dennis\u27s character and works that illustrate the atmosphere of natural beauty and romance in Australia when during and after the war. In this paper also explained that the development of literary works in the UK affect the development of literary works in Australia. The works sampled in this study are the works of C.J Dennis made before World War 1, until after World War 1 was completed. The values of humanity, the atmosphere of war, and romance became the cirikhas of C. Dennis\u27s poems. The study concludes that C. J Dennis is a world writer thanks to his synchronized work and is relevant to the issues that can be absorbed by the world community, as well as explaining how the first world war from the standpoint of the army world.---Penelitian ini berfokus pada analisis tokoh dan karya Clarence Michael James Dennis yang menggambarkan suasana keindahan alam dan percintaan di Australia ketika saat dan setelah perang. Pada paper ini juga dijelaskan bahwa perkembangan karya sastra di Inggris mempengaruhi perkembangan karya sastra di Australia. Karya-karya yang dijadikan sample pada penelitian ini adalah karya-karya C.J Dennis yang dibuat sebelum perang dunia 1, hingga setelah perang dunia 1 selesai. Nilai-nilai kemanusiaan, suasana perang, dan percintaan menjadi cirikhas dari sajak-sajak C.J Dennis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa C.J Dennis merupakan sastrawan dunia berkat karya-karyanya yang sinkron dan relevan dengan isu yang dapat diserap oleh masyarakat dunia, serta menjelaskan tentang bagaimana perang dunia pertama dari sudut pandang dunia tentara.DOI : 10.15408/bat.v24i1.700

    Perilaku Pencarian Informasi Pemustaka Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang

    Full text link
    This article is intended to investigate the users’ information seeking behaviour in Dinas Perpustakaan dan Arsip (Perpusip) Kabupaten Tangerang, based on Seven Pillars model. Data are collected by using questionnaire and observation. The result shows that based on Seven Pillars model, the information seeking behaviour of Perpusip Kabupaten Tangerang’s users is high. It can be seen by the indicator  mean score that gain 3,0 in Identify, Scope, Plan, Gather, Evaluate, Manage, and Present. Generally, the users’ information seeking behaviour in Perpusip Kabupaten Tangerang correspond with the indicators of Seven Pillars information literacy model. However, there are several indicators are needed to be increased, such as in Gather, Evaluate, and Present. In these indicators, many users still chose “sometimes” in answering the questions.---Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pencarian informasi pemustaka di Dinas Perpustakaan dan Arsip (Perpusip) Kabupaten Tangerang berdasarkan model Seven Pillars. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pencarian informasi pemustaka di Perpusip Kabupaten Tangerang berdasarkan model Seven Pillars tergolong tinggi. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata indikator yang mencapai 3,03, baik dari indikator Mengidentifikasi (Indentify), Cakupan (Scope), Rencana (Plan), Mengumpulkan (Gather), Evaluasi (Evaluate), Mengelola (Manage), dan Menyajikan (Present). Secara umum perilaku pencarian informasi pemustaka di Perpusip Kabupaten Tangerang sudah sesuai dengan indikator-indikator yang ada pada model literasi informasi Seven Pillars. Namun, di sisi lain masih ada beberapa indikator yang perlu mereka tingkatkan, diantaranya yaitu pada indikator Gather, Evaluate dan Present. Pada indikator-indikator tersebut masih banyak pemustaka yang menjawab kadang-kadang pada beberapa pernyataan yang disampaikan. DOI : 10.15408/bat.v24i1.731

    Constructed Islamic Identities in Veiled Woman Represented in Ayat-Ayat Cinta Film (2008)

    Full text link
    This study discusses the construction of Islamic identities in the figure of veiled woman in Ayat-Ayat Cinta film. The method in this research applies textual analysis method and cultural studies approach in analyzing the film scenes and dialogues based on the theories proposed by Castells on identity formation, Asma Barlas’s feminist hermeneutics of al-Qur’an, gender, and patriarchy. This film shows that Islamic identities as represented by veiled woman is related to the values of man’s power, patriarchal ideology, and social construction. The results of this research proves that the main character as in veiled women is tried side by side with the ideology of patriarchy in struggling for her freedom, justice, and equality with men, so that the veiled woman represents current Islamic values that are harmonious, dynamic, and modern (Pluralist Islam). This study is important to understand variants Islam through Islamic dress, religious practice, and the interpretation of al-Qur’an verse that exist in Indonesia as religious discourse in cultural studies.---Studi ini membahas konstruksi identitas Islam dalam sosok perempuan berjilbab pada film Ayat-Ayat Cinta. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode analisis tekstual dan pendekatan kajian budaya dalam menganalisis adegan film dan dialog berdasarkan konsep yang dikemukakan oleh Castells tentang pembentukan identitas, konsep hermeneutik feminis Asma Barlas tentang al-Qur’an, konsep gender, dan patriarki. Dalam film ini menunjukkan bahwa identitas Islam yang diwakili oleh wanita berjilbab terkait dengan nilai-nilai kekuatan laki-laki, ideologi patriarkal, dan konstruksi sosial. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa tokoh utama perempuan berjilbab berdampingan dengan ideologi patriarki dalam memperjuangkan kebebasan, keadilan, dan kesetaraannya dengan laki-laki, sehingga perempuan berjilbab mewakili nilai-nilai Islam saat ini, yang harmonis, dinamis, dan modern (Pluralist Islam). Penelitian ini penting untuk memahami variasi Islam melalui busana Islami, praktik keagamaan, dan interpretasi ayat al-Qur’an yang ada di Indonesia sebagai wacana keagamaan dalam kajian budaya

    Beberapa Masalah Penyusunan Sejarah Bahasa Melayu Indonesia dan Penuturnya

    No full text
    Dalam beberapa tahun terakhir ini penyelidikan mengenai masa lampau bahasa Melayu Indonesia dilaksanakan melalui subdisiplin, yaitu prasejarah bahasa, sejarah bahasa, dan sejarah kajian bahasa. Bidan Pertama, prasejarah bahasa Melayu bertujuan memahami bahasa Melayu sebelum bahan-bahan bahasa tertulis yang mengungkapkannya ditemukan. Bidang ini merupakan bagian linguistik historis komparatif Austronesia, yang dengan metode porspektif dan retropekstif dapat diperoleh gambaran tentang ujud bahasa Melayu, hubungannya dengan bahasa-bahasa kerabat, dan aspek-aspek kultural penuturnya

    EMPHASIS PROPOSISIONAL

    No full text
    Para pakar berbeda pendapat tentang keberadaan emphasis atau taukid (selanjutnya di sebut taukia, baik di dalam al-Qur an Hadis maupun di dalam bahasa Arab. Jumhur ulama mengakui keberadaannya di dalam bahasa Arab. Mereka jugamengakui keberada- annya di dalam al-Quran dan Hadis. Sebab keduanya menggunakan bahasa Arab, Kelompok yang tidak mengakui keberadaannya di dalam al-Qur\u27an mengatakan bahwa penggunaan taukid hanyalah dilakukan oleh orang yang memiliki keterbaiasan di dalam menyampaikan pesan\u27\u27. Hal ini kata mereka tidak mungkin terjadi dalam konteks al-Qur\u27an. Bagi yang juga meniadakan keberadaannya di dalam bahasa Arab), mereka berkilah bahwa apa yang disebut dengan taukid itu bukanlah taukid tetapi sesuatu yang berfungsi hanya sebagai makna tambahan

    Al-Nasr al-Adabi (Prosa Sastra Arab) Karakteristik, Jenis, dan Unsur-Unsur Intrinsik.

    No full text
    Arabic prose is different from Indonesia spch texts, correspondences, and maqamat as a part of the  prose. Prose is generally divided into two types: imaginative and non-imaginative. All of the immaginative  literature have elements such as characters, plot, setting, theme,and beautiful language style

    The History of Madrasah

    No full text
    Madrasah merupakan lembaga pendidikan yang lahir dari dan untuk masyarakat. Masdrasah memiliki identitas tersendiri dibandingkan dengan sekolah. Pada masa kolonial, pendidikanmadrasah diankairikan dan dianggap sebagai  msekolah di luar sistem. Akibat perlakuan yang negatifdari pemerintah kolonial ini maka pendidikan islam termasukmadrasah menghadapi kesulitan dan terisolasi dari arus modernisasi. Pada masa kemerdekaan, madrasah tidak dimasukkan dalam sistem pendidikan nasional. Pada era Orde Lama, madrasah dibiarkan hidup, meskipun dalam keadaan yang sederhana dan apa adanya. Pada era Orde Baru, pemerintah mulai memeprhatikan madrasah, terutama setelah lahirnya UUSPN No.2 Tahun 1989, di mana madrasah dimasukkan dalam subsistem pendidikan nasional. Di sini madrasah dituntut untuk menggunakan Kurikulum Nasional dan ikut serta dalam Ebtanas. Kemudian dengan lahirnya UUSPN No.20 Tahun 2003, kedudukan madrasah  lebih mantap dan harus berbenah diri dan berpacu untuk mengejar ketertinggalannya dari sekolah-sekolah yang dibina Departemen Pendidikan Nasional

    Kedokteran dalam Sejarah Islam

    No full text
    Medicine is one of the famous science in Islamic Civilization among the others. There are many scholars in thisdiscipline. I.e. al-Razi, Ibn Sina, al-Biruni, and Ibn Rusyd. The islamic medicine has already influenced Europe civili-zation untill 15th centur

    Ragam Bentuk, Makna, dan Aplikasi Masdar dalam Bahasa Arab

    No full text
    Masdar (infinitive, verbal noun) is kind of Arabic noun. It has many varieties of forms, meanings, anduunique usings in structural sentences. Hence its important to understand of using of masdar and its applicationin contextual sentences, especially in order to translate text from Arabic into Indonesian. The varieties of masdarmeaning imply a necessary for revitalization of comprehensively understanding masdar in all perspective, not only inmorphological point of view, but also in gramatical and semantical perspective

    Islamisasi Makassar Abad 17; Kajian tentang HUbungan Umara dan Ulama Nusantara

    No full text
    Abstract; Arrival event of three Moslem scholars from Malay Empire in early seventeenth century to Makassar can be attested how close relationship between among Moslem scholarand umara in the Indonesian Archipelago at the time. In the context of Islamization of Makassar in the seventeenth century, relation of umara of Makassar Empire with umara from other Moslem empires such as Demak, Banten, monarchic of Malay Moslem in Aceh, Malacca, and Johor can be classified as very strong

    246

    full texts

    530

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Al-Turas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇