R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal
Not a member yet
    154 research outputs found

    Analisa Perbandingan Pelapisan Galvanis Elektroplating Dengan Hot Dip Galvanizing Terhadap Ketahanan Korosi Dan Kekerasan Pada Baja: Comparative Analysis of Electroplating Galvanized Coating With Hot Dip Galvanizing Against Corrosion Resistance And Hardness Of Steel

    No full text
    Galvanizing adalah kata lain dari proses pelapisan menggunakan zinc yang diterapkan pada besi atau benda-benda yang terbuat dari logam untuk mencegah korosi. Proses galvanisasi terbagi menjadi dua yaitu galvanis elektroplating dan hot dip galvanizing. Dalam penelitian ini dilakukan perbandingan terhadap hasil pengujian kekerasan dan laju korosi pada baja karbon JIS3101ss400 terhadap larutan asam sulfat (H2SO4). Dari hasil pengujian kekerasan material galvanis elektroplating nilai kekerasannya lebih keras yaitu, Nilai kekerasan lapisan galvanis elektroplating yang mencapai 200,1 VHN lebih keras dibandingkan dengan logam dasar 193,8 VHN maupun  pada hot dip galvanis 1 menit 184,1 VHN, hot dip galvanis 3 menit 157,1 VHN, hot dip galvanis 131,7 VHN. Sedangkan laju korosi terbesar terjadi pada pelapisan hot dip galvanis 5 menit dengan waktu pengujian selama 5 hari, yaitu 479,11 mpy; 347,18 mpy; 458,03 mpy, sedangkan laju korosi terkecil terjadi pada pelapisan galvanis elektroplating 49,35 mpy; 64,23 mpy; 65,47 mpy

    Kajian Numerik Ketebalan Lapisan Redaman Getaran Berbahan Semen untuk Dek Kapal Penumpang: Numerical Study of the Thickness of the Cement Vibration Damping Layer for Passenger Ship Decks

    No full text
    Ship vibration problems today's increasingly complex and often occurs in addition to the strict requirements of ship classification agencies for allowable levels of vibration so that passengers and crew more comfortable and secure. One method for reducing the influence of ship structural vibration is to minimize the response of the vibration by using damper. This paper describes the effect of the thickness of the damping layer made from cement material on the deck plate due to the harmonic load excitation. As cement is a common damper application on the ship deck.  A numerical modeling based on finite element analysis was applied in two-layer conditions, namely an overall and tiling coating. The results of this study indicate that thee minimum thickness of the cement layer has an optimum damping for the overall coating is approximately 8 mm and as for tile coating is approximately 15 mm

    Karakterisasi Sensor Kapasitif Untuk Penentuan Level Aquades: Capacitive Sensor Characterization for Aquades Level Determination

    No full text
    Kapasitor pelat sejajar adalah suatu komponen elektronika yang terdiri dari dua buah pelat penghantar sejajar yang disekat satu sama lain dengan suatu bahan dielektrik. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari hubungan perubahan nilai kapasitansi terhadap kenaikan volume aquades dengan menggunkan metode kapasitif. Metode kapasitif memanfaatkan rangkaian sensor kapasitif yang dihubungkan dengan osiloskop untuk mengetahui tegangan masukan dan tegangan keluaran dan selanjutnya digunakan untuk menentukan nilai kapasitansi. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah aquades, dengan volume aquades yang digunakan divariasikan dari 18 mL sampai 180 mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin meningkat volume aquades maka semakin besar nilai kapasitansi. Tetapi data hasil eksperimen menunjukkan bahwa ada beberapa hasil yang tidak konsisten yaitu meskipun volume aquades dinaikkan tidak menyebabkan kenaikan nilai kapasitansi. Hal ini terjadi pada kenaikan volume dari 72 mL ke 90 mL, kenaikan volume 108 mL ke 126 mL dan juga kenaikan volume aquades dari 144 mL ke 162 mL. Hubungan linieritas antara nilai kapasitansi dan level aquades dinyatakan dengan persamaan linier y = 0,0913x dengan koefisien linieritas R2 = 0,9106

    Pengaruh Model Speciment Uji Tarik Pada Pengelasan Besi Fc-30 Di Lihat Dari Kekuatan Tarik Pengelasan: The Effect of Tensile Test Speciment Model on Fc-30 Iron Welding in View of Welding Tensile Strength

    No full text
    Uji Tarik adalah salah satu pengujian yang digunakan untuk mengetahui sifat mekanik logam maupun non logam. Uji tarik merupakan suatu metode yang digunakan untuk menguji kekuatan suatu bahan/material dengan cara memberikan beban gaya yang berlawanan arah. Pengujian tarik (tensile test) juga sering disebut sebagai tension test, merupakan salah satu dari pengujian mekanik yang paling mendasar/fundamental, sangat sederhana, tidak mahal dan telah distandarisasi di seluruh dunia seperti di Amerika ASTM E 8 dan ASTM E 8M dan di Jepang JIS 2241. Dapat mengetahui tegangan, regangan,reduksi, dan modulus elastisitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model penampang speciment kotak dan bulat dengan luasan yang sama dilihat dari kekuatan tarik masing-masing specimen. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen perbandingan, yaitu suatu cara untuk membandingkan antara dua indikator speciment yang berbeda model penampang dengan luasan yang sama, untuk mengetahui kekuatan tarik masing-masing speciment . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik pada material dasar sebesar 781,004Mpa dengan speciment bentuk kotak. Kekuatan tarik  paling  tinggi terjadi pada pengelasan menggunakan elektroda las LB-52 yaitu sebesar 1.193,033 Mpa penampang speciment kotak dan elektroda las CIA yang memiliki kekuatan tarik yang hampir sama yaitu sebesar 1.134,002 Mpa penampang speciment kotak. Sedangkan yang paling rendah adalah pengelasan menggunakan elektroda LB-52 yang tanpa dicelup oli dimana hampir sama dengan material dasarnya yaitu sebesar 403,802 Mpa penampang speciment bulat.&nbsp

    Optimasi Holding Time Untuk Mendapatkan Kekerasan Baja S 45 C: Optimization of Holding Time To Get S 45 C . Steel Hardness

    No full text
    Baja S 45 C  merupakan bahan yang banyak dipakai menjadi berbagai bagian komponen mesin. Dengan luasnya penggunaan bahan, diperlukan karakter sesuai untuk mendapatkan fungsi maksimal dalam berbagai aplikasi perkakas. Perlakuan heat treatment yang tepat merupakan langkah dalam mendapatkan sifat mekanik yang diinginkan. Langkah penelitian, bahan specimen S 45 C diuji dan dipanaskan dengan temperature 850 0. Selanjutnya pendinginan cepat dengan media Oli SAE 90 pada wadah terbuka. Parameter waktu pendidinginan dilakukan untuk mendapatkan hasil yang berbeda dari nilai kekerasan yang diperoleh. Kekerasan bahan dicatat dengan alat uji kekerasan Brinell test. Dari hasil penelitian, grafik rata-rata hasil uji menunjukkan bahwa nilai kekerasan mulai berkurang dari holding time 10 menit, kemudian holding time 20 menit, dan kekerasan tertinggi diperoleh pada holding time 30 menit. Hal ini disebabkan pada waktu holding yang pendek pembentukan martensit terjadi belum sempurna. Disebabkan penurunan suhu terpotong pada menit ke sepuluh. Pada holding yang paling lama yaitu 30 menit memberikan waktu yang cukup dalam pembentukan struktur Kristal yang seragam dan lebih teratur

    Pengujian Prototipe Multipurpose Wheelchair: Wheelchair Multipurpose Prototype Testing

    No full text
    Dalam pembuatan sebuah produk dapat dikatakan memenuhi fungsi dan berguna apabila sudah dicoba dan dilakukan pengujian. Pengujian dapat berarti proses untuk mengecek apakah suatu perangkat atau prototype yang   dihasilkan   sudah   dapat  dijalankan   sesuai   dengan  standar  tertentu. Standar yang dijadikan acuan dapat berupa menurut instansi tertentu ataupun disesuaikan dengan keperluan customer/user. Dalam penelitian ini alat atau prototype yang uji adalah sebuah kursi roda multipurpose hasil rancang bangun ardhi dan mulyadi tahun 2014. Pengujian yang dilakukan adalah uji fungsi komponen, performance dan uji posisi tubuh pengguna kursi roda multipurpose secara manual menggunakan tabel RULA dibantu dengan software NexGen Ergonomics.Rapid Upper Limb Assessment (RULA) merupakan sebuah metode untuk menilai postur, gaya, dan gerakan suatu aktivitas kerja yang berkaitan dengan penggunaan anggota tubuh bagian atas (upper limb). Metode ini  menggunakan diagram postur tubuh dan tabel penilaian untuk memberikan evaluasi terhadap faktor resiko yang akan dialami oleh pengguna. Faktor-faktor resiko yang diselidiki dalam metode ini adalah yang telah dideskripsikan oleh McPhee’ sebagai faktor beban eksternal (external load factors) yang meliputi: jumlah gerakan, kerja otot statis, gaya, postur kerja yang ditentukan oleh perlengkapan dan peralatan, dan waktu kerja tanpa istirahat. Sedangkan bagian –bagian tubuh yang dievaluasi meliputi Grup A dan B, yaitu bagian lengan atas dan bawah, serta pergelangan tangan. Grup B, meliputi: leher, punggung, dan kaki. Responden yang akan diuji dipilih dengan berat badan 50kg. Uji fungsi komponen kursi roda multipurpose dilakukan dengan cara memvalidasi, jika komponen tersebut berfungsi dengan baik maka pada kolom fungsi dipilih “ya” dan sebaliknya jika komponen tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik maka pada kolom fungsi dipilih “tidak” diberi tanda (dicentang). Uji performance meliputi kemampuan kestabilan dudukan dijalan menanjak dan menurun, kemampuan mengangkat, kemampuan lipat dan kemampuan sandaran direbahkan. Dari hasil pengujian menghasilkan uji fungsi komponen baik untuk semua komponen, performansi kursi roda diantaranya kursi roda bisa dilipat dengan melepas tempat duduk dan sandaran , bisa direbahkan sampai 165º, tempat duduk bisa stabil pada saat bergerak menanjak dan menurun dengan sudut menanjak dan menurun 15º, kemudian bisa menjadi meja periksa dengan ketinggian 58cm dari 75cm standar minimum ketinggian meja periksa yang ditargetkan dan tingkat resiko cidera pengguna kursi roda multipurpose mendapat nilai point 2 yang artinya kursi roda dikategorikan dalam batas  aman dan ergonomis

    Pengaruh Vaporasi Bahan Bakar Pertamax Terhadap Performa Sepeda Motor Dibandingkan dengan Pemanasan Biasa: The Effect of Pertamax Fuel Vaporization on Motorcycle Performance Compared to Regular Heating

    No full text
    Vaporasi bahan bakar adalah sistem penguapan bahan bakar, yaitu bahan bakar diuapkan menjadi gas dengan bantuan panas dari exhaust manifold. Vaporasi dari gas bahan bakar pertamax ini sangat efektif digunakan  untuk menghemat bahan bakar pada kendaraan bermotor. Prinsip kerja dari sistem ini adalah dengan memanfaatkan panas knalpot untuk memudahkan penguapan bahan bakar menggunakan pipa preheater yang ditempel di exhaust manifold. Bahan bakar yang telah panas kemudian masuk ke tabung vaporasi dan dihisap menuju intake manifold. Pada penelitian ini sistem vaporasi bahan bakar dibandingkan dengan sistem pemanas bahan bakar biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem vaporasi bahan bakar lebih baik dari mesin standar maupun sistem pemanasan bahan bakar biasa dari segi daya maupun efisiensi. Dan sistem pemanasan bahan bakar menghasilkan performa yang lebih baik dari mesin standar. Peningkatan daya dengan sistem vaporasi mencapai 13,2% sedangkan sistem penguapan biasa mencapai 8,8% dibandingkan mesin standar

    Use Powder Of Wood Ulin (Eusideroxylon Zwageri) For Mixed Materials Builders Head Bushing: Gunakan Serbuk Kayu Ulin (Eusideroxylon Zwageri) Untuk Bahan Campuran Pembangun Kepala Bushing

    No full text
    Head bushing is part of the plastic sack-making machine components that process works always have friction between the bushing head cham causing wear and tear. This wear and tear leads to further damage to the components - components other spare parts. Head material is nylon  pure solid has a melting point 350-425 ° C, but was unable to maintain its shape because happen  frictions during the process of making plastic sack. Research to make head bushing by adding the powder of wood Ulin (Eusideroxylon Zwageri) as reinforcements and to do   wear and tear. The results obtained show. that the optimum value of the powder composition wood  ulin is 4% , with value of wear and tear  0,0544 mm/h with a time  96 hours 29 minutes 29 seconds. But overall, the addition powder of wood Ulin, cannot be used as ingredients of make head bushing, because value of wear and tear of head bushing without additive of powder of wood Ulin, more smaller than head bushing with additive powder wood Ulin

    Analisa Laju Pelapisan Chromming Terhadap Corrosion Rate Baja ST 40: Chromming Plating Rate Analysis Against Corrosion Rate Steel ST 40

    No full text
    Korosi pada logam mengakibatkan penurunan mutu bahan logam, akibat reaksi elektrokimia antara permukaan logam dengan lingkungan sekitarnya.Baja ST 40 merupakan logam yang umum dipakai dalam industri dan peralatan rumah tangga. Pelapisan khrom secara elektroplating pada bahan ini dapat meningkatkan kekerasan dan mencegah terjadinya kontak langsung material dengan lingkungan luar, dengan demikian reaksi oksidasi penyebab korosi dapat dihindari. Laju pelapisan memberikan pengaruh terhadap kualitas permukaan logam, meliputi kekerasan dan ketahanan terhadap korosi. Laju pelapisan dengan khrom diukur dengan parameter perubahan suhu dan arus selama proses elektroplating. Spesimen dari masing parameter memberikan rata-rata laju pelapisan. Laju pelapisan tertinggi dicatat pada kondisi pelapisan selama 10 menit dengan rata-rata laju pelapisan dari tiga spesimen sebesar 5,3 gram. Sedangkan laju terendah pada pelapisan selama 25 menit dengan rata-rata laju pelapisan sebesar 2,5 gram. Laju korosi logam baja ST 40 diperoleh nilai terbesar pada spesimen dengan waktu pelapisan 5 menit, sebesar 235,37 mpy. Sedangkan laju korosi terendah pada spesimen ke dengan lama pelapisan 20 menit sebesar 50,02 mpy

    Pengaruh Penambahan Plat Terhadap Koefisien Perpindahan Panas Lokal pada Surface Condenser PLTU Paiton: The Effect of Addition of Plates on the Local Heat Transfer Coefficient on the Surface Condenser of PLTU Paiton

    No full text
    Penelitian untuk mengetahui karakteristik aliran dan perpindahan panas diluar pipa yang mengalir secara crossflow telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Salah satunya dengan melakukan modifikasi susunan pipa pada daerah surface condenser untuk mengurangi gaya dinamik akibat tumbukan aliran fluida di jajaran pipa kritis dengan tidak mengurangi tujuan dari desain sebuah surface condenser yaitu untuk mengembunkan exhaust steam dari steam turbine untuk memperoleh efisiensi maksimum dan juga mengubah exhaust steam menjadi air murni (disebut sebagai kondensat steam) sehingga mungkin kembali ke generator uap sebagai boiler feed water. Surface condenser ini menjadi penting peranannya karena dengan adanya kondensasi dari exhaust steam pada tekanan di bawah tekanan atmosfir, penurunan tekanan uap antara inlet dan exhaust turbin meningkat yang meningkatkan jumlah panas yang tersedia untuk konversi ke tenaga mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa sudut plate yang optimal untuk mengatasi tekanan tinggi di daerah kritis. Pemodelan numerik 3D dengan menggunakan CFD software ANSYS 14.5 dengan turbulensi berupa k-ε standard solver pressure based solution. Hasilnya dengan melakukan penambahan plate maka nilai NuФ pada tube ke-1 pada kondisi baseline pada kondisi ditambah plate dengan variasi sudut (α) 150, 300 dan 450 berurutan yaitu 511,5; 293,3; 273 Nilai dan. Tren grafik NuФ cenderung turun. Namun, pada tube ke-4 trennya naik dengan nilai 120,04; 117; 175,8; 149,0. Dalam penelitian tentang variasi penambahan sudut plate, kombinasi sudut optimal (α) diperoleh pada α=300

    44

    full texts

    154

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇