IJEIS (Indonesian Journal of Electronics and Instrumentation Systems)
Not a member yet
300 research outputs found
Sort by
Pengenalan Nomor Seri Tabung Gas Medis Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Back Propagation
AbstrakOptical Character Recognition (OCR) merupakan aplikasi dalam pengenalan pola untuk mengenali karakter pada citra digital. Dalam penelitian ini, OCR digunakan untuk mengenali nomor seri pada tabung gas medis. Tabung gas medis memiliki nomor seri yang ditulis dengan cat pada badan tabung gas. Oleh karena itu, tampilan karakter nomor serinya rentan terhadap derau seperti retakan cat pada nomor seri maupun latar belakangnya. Selain itu, nomor serinya ada yang tidak ditulis dengan cetakan standar sehingga bentuk karakternya seperti karakter tulisan tangan. Metode yang digunakan dalam sistem ini meliputi perbaikan citra, segmentasi karakter, dan pengenalan karakter nomor seri. Perbaikan citra dilakukan dengan menerapkan filter bilateral untuk menghaluskan citra dan menajamkan tepian. Segmentasi karakter menggunakan metode thresholding pada label warna latar belakang dan nomor seri yang didapat dari klastering dengan K-means. Pengenalan nomor seri menggunakan jaringan syaraf tiruan back propagation pada citra karakter nomor seri hasil segmentasi karakter.Pengujian dilakukan dengan 20 citra sampel nomor seri tabung medis. Hasil pengujian menunjukkan keakuratan deteksi 95,05%, kesalahan deteksi 1,98% dan keakuratan pengenalan 91,09%. Akurasi pengenalan dipengaruhi oleh adanya derau seperti kondisi plat tabung gas, false positif, dan kelengkapan latar belakang. Kata kunci—Nomor seri, OCR, K-means, Filter bilateral, JST Back Propagation AbstractOptical Character Recognition (OCR) is an application in pattern recognition to recognize characters on the digital image. In this study, OCR is used to recognize serial number on medical gas cylinders. Medical gas cylinders have serial numbers written with paint on the body of the gas cylinder. Therefore, the serial numbers is susceptible to noise such as paint cracks on serial numbers and background. In addition, there are serial numbers written with non-standard mold so the shapes of its character like a handwriting characters. The method used in the system are image enhancement, character segmentation and serial number recognition. Image enhancement is done by applying bilateral filter to refine image and sharpen image edges. Character segmentation is done by thresholding serial numbers and background color labels obtained from K-means clustering. Serial number recognition is done by applying back propagation neural network on characters serial number obtained from character segmentation.The tests conducted with 20 serial number of medical gas cylinders image samples. The test results showed 95,05% detection accuracy with 1,98% error and 91,09% recognition accuracy. Accuracy mainly influenced by noise such as plate conditions, false positives, and completeness of the background. Keywords—Serial number, OCR, K-means, Bilateral filter, Backpropagation AN
Purwarupa Robot Lengan Pemilah Objek Berdasarkan Label Tulisan Secara Realtime
AbstrakSaat ini, perkembangan teknologi robotika tidak hanya pada bidang industri, namun juga mulai merambah dunia pendidikan. Salah satu contohnya adalah kompetisi International Robot Contest (IRC) kategori robot humanoid pada misi pemilahan objek. Bagian tubuh dari robot humanoid yang terpenting dalam pemilahan objek adalah webcam yang digunakan untuk identifikasi objek, dan lengan robot yang digunakan untuk mengambil objek.Pada penelitian ini, dibuat sebuah robot lengan yang memiliki 4 DOF dan 1 gripper, dengan webcam sebagai sensornya. Robot lengan akan mencari objek bola, kubus, atau kaleng yang tampak dalam jangkauannya, kemudian mengambil objek tersebut dan meletakkannya pada label tulisannya yang telah ditentukan lokasinya. Pengolahan citra digital dilakukan oleh komputer menggunakan pustaka OpenCV. Setelah objek dikenali, robot akan bergerak menggunakan metode inverse kinematics geometri. Proses membaca label tulisan dilakukan dengan menggunakan pustaka Tesseract.Pengujian pada penelitian ini, pada pengujian pengaruh intensitas cahaya, diperoleh kinerja terbaik untuk identifikasi objek, pada saat intensitas cahaya antara 1,59 cd sampai 15,92 cd untuk objek bola, antara 3,18 cd – 3,98 cd dengan threshold 50 – 200 untuk kaleng, dan antara 2,39 cd – 3,98 cd dengan threshold 50 – 200 untuk kubus. Ketepatan pengambilan objek mencapai 86,67%, dan ketepatan penempatan objek mencapai 100%. Kata kunci—robot lengan, pemilah objek, pengolahan citra digital, OpenCV, Tesseract. AbstractThe developments of technology not only in industrialized world, but also the world of education. One example is International Robot Contest (IRC) on humanoid category on object classifying mission.The main part of humanoid robot are both the webcam to identify the objects, and the arm of the robot itself to retrieve the object.In this study, has been made an arm robot which has 4 DOF, 1 gripper, and a webcam as the sensor. The arm robot will find the object whether ball, can, or cube within reach, take the object and put it on its label which has been located. The digital image processing is done by a computer using OpenCV library. Once the object is identified, then the robot will move by applying geometry inverse kinematics method. While the text label identification is done by using Tesseract.The tests in this study are done by testing the influence of light intensity during object identification, object retrieval and object placement accuracy testing. The light intensity testing shown the best result at 1,59 cd – 15,92 cd for the ball, 3,18 cd – 3,98 cd with threshold 50 – 200 for the can, and 2,39 cd – 3,98 cd with the threshold 50 - 200 for the cube. The object retrieval accuracy is 86,67%, and the object placement accuracy is 100%. Keywords—arm robot, object classifier, digital image processing, OpenCV, Tesserac
Purwarupa kWh Meter Prabayar Berbasis Sensor Network
AbstrakPada penelitian ini dilakukan pengembangan teknologi kWh meter prabayar berbasis sensor network”. Sistem ini mengimplementasikan kWh meter prabayar dengan menggunakan sensor network sebagai penghubung antara satu kWh pelanggan dengan kWh pelanggan lainya yang dinilai akan efektif, dan efisien dalam mendistribusikan data pemakaian energi listrik setiap pelanggan, outputnya kemudian di tampilkan di web browser.Dari hasil percobaan dapat diketahui bahwa Sensor Arus dari kedua node client ini memiliki nilai kesalahan pengukuran arus listrik yang dapat disimpulkan bahwa pada sensor arus pada node client pertama lebih kecil nilai kesalahanya dibandingkan dengan node client yang kedua, Sensor Tegangan dari kedua node client ini memiliki nilai kesalahan pengukuran arus listrik yang dapat disimpulkan bahwa pada sensor arus pada node client kedua lebih kecil nilai kesalahanya dibandingkan dengan node client yang pertama, dan sistem perhitungan nilai kWh ini memiliki nilai kesalahan perhitungan pada node client 1 sebesar 0,004444 ± 0,001721 kWh, dan pada node client 2 sebesar 0,00556 ± 0,00443 kWh. Sistem ini berhasil dibuat dengan baik, serta dapat diketahui bahwa data dapat diterima dengan secara dua arah baik dari end device (node client) ke coordinator (node server). Sistem ini juga berhasil menampilkan data pada antarmuka Web Browser.Kata kunci— kWh Meter, Sensor Network, XBee, Web Browser. Abstract A prototype of prepaid kWh meter based on sensor network technology has been developed. The prototype consist of several prepaid kWh meter connected each other. This prototype propose to be efficient, and effective in distributing electric energy consumption data every customer, and then displayed on the web browser.The experimental results it can be seen that the current sensor of both the client node has the value of the electric current measurement errors can be concluded that the current sensor on the first client node is smaller than the value errors second client nodes, voltage sensor of both the client node has a value error of measurement of electric current that can be inferred that the current sensor on both the client node is smaller than the value errors first client node, and the system's calculation of kWh value calculation error on the client node 1 at 0.004444 ± 0.001721 kWh, and on the client node 2 of 0.00556 ± 0.00443 kWh. The system is well made. node that the data can be well-received from the end device (client node) to the coordinator (server node). The system also displays the data on the Web Browser interface successfully.Keywords— kWh Meter, Sensor Network, XBee, Web Browse
Purwarupa Sistem Peringatan Dini dan Kendali Pintu Air Bendungan dengan Kendali PID
AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat rancang bangun alat Purwarupa Sistem Peringatan Dini dan Kendali Pintu Air Bendungan Dengan Kendali P.I.D (Proportional, Integratif, Derivatif). Untuk mendeteksi ketinggian air dan pintu air digunakan sensor SRF04. Terdapat dua sensor, sensor SRF04 (1) untuk mendeteksi ketinggian pintu dan sensor SRF04 (2) untuk mendeteksi ketinggian air. Sensor SRF04 (2) akan mendeteksi ketinggian air berdasarkan range setpoint yang telah ditentukan kemudian akan di proses oleh mikrokontroler. Keluaran dari mikrokontroler berupa PWM yang dihasilkan oleh kendali PID yang tertanam pada mikrokontroler akan diteruskan ke rangkaian driver motor untuk menggerakan pintu air secara buka tutup. Motor DC berfungsi untuk menggerakan pintu air secara buka tutup berdasarkan setpoint-setpoint tertentu. Adapun setpoint dari ketinggian pintu air adalah 5cm, 10cm, dan 15cm. Sistem juga akan mengirimkan informasi ketinggian dan status air berupa SMS berdasarkan range setpoint dari ketinggian air menggunakan modul GSM. Konstanta P.I.D yang dihasilkan dari penelitian ini adalah Kp = 100, Ki= 0,2, Kd = 50. Ketika mencapai setpoint 10cm, konstanta ini mempunyai respon time paling baik dibandingkan dengan konstanta-konstanta lainnya dimana rise time = 7,98 detik, settling time = 11,64 detik, steady state time = 11,76 detik. Kata kunciRangkaian driver, modul GSM, SRF04, Kendali P.I.D Abstract The purpose of this research is to create a prototype of early warning system and dam sluicegate control by P.I.D control (proporsional, integratif, derivatif). To detect the water level and sluicegate used sensor SRF04. There are two sensors, sensor SRF04 (1) to detect the height of the sluicegate and sensor SRF04 (2) to detect water level. SRF04 sensor ( 2 ) detects the water level based on range of setpoint, then will be processed by the microcontroller. PWM output of the microcontroller by the PID control is embedded in the microcontroller will be forwarded to the motor driver circuit to drive the sluicegate are open and closed. Motor DC is used to drive the floodgates are open and close based on setpoint. The setpoint of the sluicegate is 5cm, 10cm, and 15cm. The system also will transmit information level and the status of water in the form of SMS based setpoint range of water levels used GSM modul. Result of PID constants from this research is Kp = 100 , Ki = 0.2 , Kd = 50. When reaching setpoint 10cm, the constants have the best response time compared with the other constants which rise time = 7,98 sec, settling time = 11,64 sec, steady state time = 11,76 sec. KeywordsDriver circuit, GSM modul, SFR04, P.I.D contro
Purwarupa Mekanisme Akuisisi Data Rotary Vane Positive Displacement Flowmeter dengan Kompensasi Suhu
Rotary vane positive displacement (PD) flowmeter termasuk dalam kategori flowmeter yang bekerja menggunakan prinsip operasi volumetric flow. Perubahan suhu pada fluida akan mengakibatkan perubahan pada volume fluida baik berupa penyusutan maupun pemuaian. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan purwarupa mekanisme akuisisi data rotary vane PD flowmeter dengan turut menyertakan suhu sebagai variabel kompensasi pengukuran.Aliran fluida disimulasikan menggunakan motor DC yang memutar model chamber, sedangkan perubahan suhu lingkungan disimulasikan menggunakan elemen pemanas. Nilai suhu standar yang digunakan sebagai acuan adalah 15°C. Pengujian dilakukan dengan memberikan variasi nilai pengaturan koefisien muai 0,0007/°C dan 0,001/°C, kecepatan aliran 335 L/min, 506 L/min, dan 556 L/min, serta nilai pengaturan suhu 30°C, 35°C, 40°C, 45°C, dan 50°C.Hasil percobaan didapatkan nilai kompensasi volume tertinggi adalah 65,854 liter sedangkan yang terendah adalah 10,530 liter. Pada nilai volume dan suhu yang sama, semakin tinggi nilai koefisien muai suatu fluida maka semakin tinggi pula nilai kompensasi yang diberikan demikian juga sebaliknya. Kata kunci— Rotary Vane PD Flowmeter, Kompensasi Suhu, Koefisien Muai Rotary vane positive displacement (PD) flowmeter is included in the category of flowmeter that works using the principle of volumetric flow operation. Changes in fluid temperature will result in changes in the volume of fluid in the form of shrinkage or expansion. This research aims to design and implement a prototype of rotary vane PD flowmeter data acquisition mechanism with also include measurement of temperature as a variable compensation.Fluid flow is simulated using DC motors that rotate the chamber model, although changes in environmental temperature are simulated using a heating element. Temperature value is used as the reference standard is 15°C. Testing is done by providing a variety of setting value of expansion coefficient at 0,0007/°C and 0,001/°C, flow rate at 335 L/min, 506 L/min, dan 556 L/min, and also temperature setting value at 30°C, 35°C, 40°C, 45°C, and 50°C.The results is the highest volume compensation value is 65,854 liters, while the lowest value is 10,530 liters. Meanwhile value of volume and temperature, the higher the coefficient of expansion of a fluid, the higher the value of the compensation given conversely. Keywords—Rotary Vane PD Flowmeter, Temperature Compensation, Coefficient of Expansio
Sistem Rekayasa Balik Sinyal Elektrokardiogram (EKG)
AbstrakTelah dibuat sebuah perangkat lunak sistem rekayasa balik sinyal Elektrokardiogram yang dapat melakukan visualisasi grafik sinyal EKG dan melakukan simulasi suara detak jantung berdasarkan data rekam jantung berformat CSV. Aplikasi ini memanfaatkan database dalam situs PhysioNet yang menyediakan data rekam EKG. Data yang terdiri atas deretan amplitudo dengan interval tertentu diproses oleh aplikasi sehingga dapat diplot menjadi grafik gelombang EKG dan diubah menjadi suara lub-dub detak jantung. Aplikasi melakukan penghitungan frekuensi gelombang EKG dalam periode waktu tertentu menggunakan penghitungan gelombang R. Berdasarkan hasil uji terhadap 70 sampel data yang ada dalam Apnea-ECG Database, aplikasi ini dapat melakukan visualisasi grafik sinyal EKG sehingga memunculkan hasil diagnosis oleh tenaga medis berupa 34 sampel masuk dalam kategori gelombang normal, 21 gelombang dengan gangguan, dan 15 gelombang derau. Berdasarkan 55 sampel pengujian simulasi suara detak jantung, didapatkan hasil diagnosis 44 sampel merupakan irama detak jantung normal dan terdapat suara murmur yang menjadi indikasi awal kelainan pada jantung dalam 11 sampel lainnya.Kata kunci Elektrokardiogram, PhysioNet, CSV, jantungAbstractA reverse engineering system software of Electrocardiogram signal that can perform ECG signal graph visualization and perform heartbeat sound simulation based on CSV format ECG record has created. These application utilize a database from PhysioNet site that provides an ECG records. Data that consisting of amplitude rows with specific intervals has processed by the application so EKG waveform can be plotted and converted into lub-dub heartbeat sound. System will calculating ECG waveform frequencies within certain period using R wave calculation. Based on test results of 70 samples on existing data in Apnea-ECG Database, this software can do ECG signal visualization that led to the medical diagnosis in the form of 34 samples in the category normal waves, 21 waves with interference, and 15 waves with noise. Based on 55 samples tests in heartbeat simulation, the diagnosis shows 44 samples is a normal heart rhythm sound and 11 other samples having murmur sound inside that indicating an heartbeat anomaly. Keywords Electrocardiogram, Physionet, CSV, hear
Pemadam Api Otomatis dengan Kendali Suhu dan Kelembaban Ruangan Menggunakan Logika Fuzzy
Abstrak Pada penelitian ini dilakukan pengembangan inovasi rumah cerdas (smart home) sistem instrumentasi dan kendali kondisi ruangan dengan kendali logika fuzzy. Sistem ini mengendalikan suhu serta kelembaban ruangan dan mengatur kadar polusi udara dalam ruangan. Sistem ini digabungkan dengan sistem keamanan pemadam kebakaran otomatis yang dapat mendeteksi adanya sumber api dan melakukan pemadaman secara otomatis. Sistem ini akan menggunakan nilai temperatur, polusi udara, dan paparan inframerah untuk menentukan adanya kebakaran. Selain itu, sistem ini menggunakan nilai temperatur, kelembaban, dan polusi udara untuk selanjutnya diproses di pemrosesan fuzzy untuk mengendalikan kipas DC sebagai pengatur kondisi ruangan. Sistem ini memiliki response time untuk setiap penurunan suhu 1 oC adalah 6206.75 ms, setiap kenaikan kelembaban 1% RH adalah 2361.50 ms dan setiap penurunan gas CO 1 ppm adalah 1529.72 ms, sedangkan apabila tidak menggunakan kendali logika fuzzy maka response time untuk setiap penurunan suhu 1 oC adalah 7931.15 ms, setiap kenaikan kelembaban 1% RH adalah 4020.33 ms dan setiap penurunan gas CO 1 ppm adalah 1697.60 ms. Pemadaman api otomatis memiliki response time kurang lebih 30 detik sesaat setelah sumber api menyala. Selain itu, komunikasi data dapat mengirimkan dan menerima data tanpa adanya data loss dengan jarak kurang lebih 30 meter.Interfacing pada LabView dapat ditampilkan dengan baik dan data logging dapat dilakukan setiap satu detik. Kata kunci—Pemadam Api Otomatis,XBee Transceiver, LabView, Kendali Fuzzy Abstract In this research, the innovation development of smart home, instrumentation system and control room conditions with fuzzy logic control. This system controls the temperature and humidity of the room and set the levels of indoor air pollution. This system combined with automated fire safety system that can detect the source of the fire and fighters automatically. This system will use the value of the temperature, air pollution, and exposure of infrared to determine the presence of fire. In addition, the system uses the value of the temperature, humidity, and air pollution to be further processed in the processing for the fuzzy control of DC fan as a regulator of room conditions. This system has a response time for each 1 ° C drop in temperature is 6206.75 ms, every 1% RH increase in humidity is 2361.50 ms, and every 1 ppm decrease in CO gas is 1529.72 ms, whereas when not using the fuzzy logic control response time for each 1 ° C drop in temperature is 7931.15 ms, every 1% RH increase in moisture is 4020.33 ms and every 1 ppm decrease in CO gas is 1697.60 ms. Automatic fire suppression has a response time of approximately 30 seconds immediately after the source of flame. In addition, data communication can send and receive data without any loss of data at a distance of approximately 30 meters. Interfacing in LabView can be displayed properly and data logging can be done every single second. Keywords—Automatic Fire Extinguisher,XBee Transceiver, LabView, Fuzzy control
Electronic Power System untuk Satelit Nano
AbstrakSebuah electronic power system telah dirancang dan diimplementasikan untuk menyimpan dan menyalurkan energi listrik. Electronic power system merupakan bagian penting dari satelit yang berfungsi untuk menghasilkan, menyimpan dan menyalurkan listrik. Apabila terjadi kegagalan pada electronic power system, maka seluruh sub sistem yang mendapatkan pasokan daya akan mengalami gangguan. Electronic power system satelit nano yang diteliti berbasis mikrokontroller keluarga AVR, ATMega 8. Sistem ini dilengkapi dengan sensor ACS712, sensor MAX7500, regulator switching LM2576 dan multiplekser DG560A. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah electronic power system yang berfungsi menyalurkan arus dan tegangan pada masing-masing channel yang digunakan, yaitu 3.3 V, 5 V dan 12V, serta mampu mengendalikan arus dan tegangan apabila terdapat kelebihan beban. Data digabung dalam format string yang dikirim melalui komunikasi serial dan ditampilkan pada Graphical User Interface (GUI). Data hasil pengukuran arus dan tegangan juga dapat disimpan dalam bentuk excel. Kata kunci— Nanosatelit, eps, sensor, power system Abstract An electronic power system has been made and implemented to be able to save and distribute electrical power. Electronic power system is an important part of satellite that function to produce, to save and to distribute electrical. If suffers failure on electronic power system, then all the subsystem receiving the supply of power will be in default. Electronic power system of nano satellite that researched is based on microcontroller of AVR family, ATMega 8. This system is completed by ACS712 sensor, MAX7500 sensor, switching LM2576 regulator and DG560A multiplexer. The result of this research is an electronic power system that function to distribute the current and the voltage in each channel used, namely 3.3 volt, 5 volt, and 12 volt, and able to control the current and voltage if there is overloaded. All these data are then bundled into a single data string which is sent by serial communication and displayed on Grafical User Interface ( GUI ). Data of result of measurement the current and voltage can be deposited in the excel form. Keywords—Nanosatellite, eps, sensor, power syste
Sistem Penghindar Halangan Otomatis dan Penahan Ketinggian Penerbangan pada Quadcopter
Penelitian ini dilakukan untuk membuat sistem penghindar halangan otomatis dan penahan ketinggian terbang sesuai dengan jarak yang telah ditetapkan sehingga quadcopter dapat melakukan penerbangan tanpa terjadi tumbukan dengan benda di sekitarnya.Sistem penghindar halangan otomatis dan penahan ketinggian penerbangan yang dibuat dalam penelitian ini memanfaatkan quadcopterberbasis Arduino Nano. Pada quadcopter diberikan sensor jarak yang berfungsi mendeteksi jarak quadcopter dengan benda di sekitarnya. Sensor jarak yang digunakan pada penelitian ini adalah sensor inframerah untuk mendeteksi jarak dengan halangan dan sensor ultrasonik untuk mendeteksi ketinggian penerbangan quadcopter. Sensor jarak memancarkan gelombang melalui transmitter, kemudian pantulan gelombang akan diterima oleh receiver. Sistem penghindar halangan bekerja dengan membandingkan nilai jarak yang terdeteksi dengan nilai jarak yang telah ditetapkan (70 cm). Selisih nilai jarak tersebut selanjutnya digunakan untuk memanipulasi nilai desired roll dan desired pitch pada algoritma PID quadcopter. Perhitungan algoritma PID menghasilkan nilai PWM untuk menggerakkan motor sehingga quadcopter dapat menjauhi halangan dengan bergerak menuju arah yang berlawanan dengan halangan tersebut. Quadcopter mampu melakukan penghindaran terhadap halangan ketika quadcopter terbang dengan kecepatan maksimum 167 cm/s. Sedangkan ketinggian terbang quadcopter dikontrol menggunakan algoritma PID penahan ketinggian, sehingga quadcopter dapat mempertahankan penerbangan pada ketinggian tertentu yang dapat divariasikan mulai dari 100 cm hingga 200 cm. Kata kunci—Quadcopter, Sensor Jarak, Penghindar Halangan, Penahan Ketinggian This study was done to make the automatic obstacle avoidance system and retain flying height in accordance with a predetermined distance so that the quadcopter can make the flight without collision with surrounding objects . Automatic obstacle avoidance system and flight altitude holder made in this study utilizes Nano Arduino -based quadcopter . In quadcopter given the proximity sensor detects the distance function quadcopter with a nearby object .Proximity sensor that is used in this study is an infrared sensor to detect the distance to obstacles and ultrasonic sensors to detect altitude flying quadcopter . Proximity sensor emits waves through the transmitter, then the reflected wave will be accepted by the receiver . Obstacle avoidance system works by comparing the distance of the detected value to the value specified distance ( 70 cm ) . Difference in distance values are then used to manipulate the value of Desired Desired roll and pitch PID algorithm quadcopter . Calculation of PID algorithm generates the PWM value to drive the motor so that the quadcopter can avoid obstacles by moving towards the opposite direction to the obstacle . Quadcopter is able to perform the obstacle avoidance when quadcopter flying at a maximum speed of 167 cm / s . While altitude flying quadcopter controlled using PID algorithm brace height , so it can maintain a quadcopter flying at a certain height can be varied ranging from 100 cm to 200 cm . Keywords—Quadcopter, Distance Sensor, Obstacle Avoidance, Altitude Hol
Implementasi ProgrammableDAC pada FPGA Xilink Spartan-6 Berbasis VHDL
Perkembangan desain digital telah mengalami kemajuan yang pesat. Hal ini memungkinkan untuk mengimplementasikan sebuah desain sistem digital dengan banyak variasi basis sistem. FPGA merupakan salah satu basis sistem yang dapat digunakan dengan keunggulan kecepatan pemrosesan karena desain diimplementasikan hingga tataran perangkat keras. Era saat ini telah mengalami digitalisasi, dimana besaran-besaran analog pun telah dikonversikan untuk disimpan dalam bentuk digital. Fungsi konversi digital ke analog (DAC) menjadi salah satu fungsi yang sangat umum digunakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengimplementasikan fungsi DAC ke dalam FPGA dan dapat diprogram oleh pengguna, sehingga sistem ini disebut programmable DAC.Programmable DAC diimplementasikan pada FPGA Spartan-6 LX45 yang tertanam pada papan pengembangan Atlys. Implementasi menggunakan VHDL untuk mendesainnya. Programmable DAC dirancang untuk melakukan rekonstruksi sinyal menggunakan 2 metode modulasi yaitu PWM dan delta-sigma. Penelitian ini menggunakan MATLAB mengkalkulasi nilai sinyal. Kemudian nilai tersebut dikirim menggunaka USB-UART yang terdapat pada papan pengembang Atlys. Nilai sinyal tersebut diolah oleh programmable DAC yang telah diprogram pada FPGA. Untuk memperhalus luaran digunakan tapis pelewat rendah dari komponen pasif RC. Sinyal kemudian dimunculkan melalui osiloskop. Sinyal hasil rekonstruksi memiliki bentuk dan frekuensi yang serupa. Implementasi menggunakan 1 % sumber daya dari FPGA, tepatnya 75 LUTs dan 65 Slices Register. Kata kunci—Programmable DAC, FPGA, VHDL, PWM, Delta-Sigma Development of digital design is on rapid progress. This makes it possible to implement a digital system design with many variations of base system. FPGA is a base system that can be used with advantage on speed processing because the design is implemented on hardware level. This current era have been digitialization, where the analogue value have been converted to digital form. Therefore function of digital-to-analogue conversion (DAC) became one of commonly function used. This research implement DAC function into FPGA and can be programed by users, this system called programmable DAC.The programmable DAC has been implemented on FPGA Spartan-6 LX45 embedded in Atlys Development Board. This implementation using VHDL to design. Programmable DAC was designed to reconstruct the signal using 2 method ie PWM and delta-sigma. This research uses MATLAB to calculate signal value. Then the data sent using USB-UART on Atlys development board. The signal value was processed by programmable DAC that been programmed on the FPGA. For smoothing the output using low pass filter with passive RC components. Then the Signal was generated through an oscilloscope. The reconstructed signal had same shape and frequency. Implementation uses 1% of the FPGA resources, precisely 75 LUTs and 65 Slices Register. Keywords—The programmable DAC, FPGA, VHDL, PWM, Delta-Sigm