7104 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh Untuk Mendukung Pertahanan Keamanan Indonesia Sebagai Negara Maritim
Hal. 20-2
Teknik Rekonstruksi Informasi yang Hilang untuk Reflektan Aqua MODIS Band 6 The Technique of Missing Information Reconstruction for Band 6 Aqua MODIS Reflectance
Data penginderaan jauh dapat mengalami kerusakan yang disebabkan oleh kerusakan sensor, ataupun kondisi atmosfir.Salah satu contoh kerusakan yang terjadi pada data citra penginderaan jauh adalah pada data Aqua Modis band 6 yang mengalami kegagalan sensor sehingga terdapat banyak informasi yang hilang. Teknik rekonstruksi informasi yang hilang pada data penginderaan jauh telah banyak dikembangkan dalam beberapa dekade terakhir. Penulisan ini bertujuan memberikan gambaran mengenai metode rekonstruksi informasi yang hilang. Metode yang digunakan dalam merekonstruksi informasi adalah dengan menggunakan metode berbasis spasial. Terdapat berbagai macam metode berbasis spasial, salah satunya adalah dengan menggunakan metode interpolasi NaN. Pada bagian hasil akan menunjukkan kemampuan metode interpolasi NaN dalam merekonstruksi data Aqua MODIS band 6 yang rusak.Hlm.288-29
Study Of Development And Upgrading Remote Sensing Ground Station System For Receiving Satellite Himawari 8 In Lapan Pekayon
Hlm. 42-5
Spectral-Consistency Relative Radiometric Normalization For Multi-Temporal Landsat-8 Imagery
One of the keys to relative radiometric normalization (RRN) of multitemporal satellite images is the extraction of invariant pixels (IPs). IP determination mainly relies on a regression process, in which a set of pixels with nearly constant reflectance over time is extracted.Many RRN methods lead to a spectral inconsistency, a change of spectral signature before and after normalization. To overcome aforementioned problem, a constrained regression method is proposed with the commonlyused IP selection, called multivariate alteration detection (MAD). MAD is an extension of traditional canonical correlations analysis (CCA) and used to transform the relevant combination of spectral bands into typical variables uncorrelated. Furthermore, orthogonal regression with constrains on spectral consistency is adopted to normalize the reflectance, which can enforce pixel spectral in the normalized bands to be consistent as possible. This approach shows an improvement on overcoming the spectral inconsistency problemHlm. 104-10
Knowledge Management System Untuk Penanganan Kegagalan Akuisisi Telemetri Satelit Di Lapan = Knowledge Management System For The Acquisition Of Satellite Telemetry Fault Management In Lapan
Penanganan kegagalan dalam akuisisi telemetri satelit harus didukung oleh manajemen pendistribusian knowledge yang baik karena knowledge menjadi aspek penting dari rutinitas, proses, praktik dan norma-norma dalam unit kerja. Makalah ini menyajikan rancangan knowledge management pada level sistem dalam menangani kegagalan akuisisi telemetri. Perancangan sistem ini menggunakan model Nonaka untuk mengidentifikasi proses kreasi dan transformasi knowledge. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut dibuat suatu rancangan knowledge management system (KMS) dengan menambahkan knowledge base pada sistem yang sudah ada. Dengan menggunakan knowledge base, operator sebagai pengguna utama KMS ini diharapkan dapat memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan mengenai proses kegiatan, user manual, ataupun prosedur-prosedur untuk menyelesaikan kasus secara lebih cepat. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa pengguna mendapatkan akses ke bagian pengetahuan yang tepat pada saat dibutuhkan sehingga sistem akuisisi telemetri tidak dimungkinkan idle terlalu lama apalagi terhenti sama sekali akibat suatu kegagalan tertentuhlm. 15-3
Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh untuk Monitoring Kejadian Iklim Ekstrem di Indonesia
Monitoring iklim ekstrim dan dampaknya terhadap pertanian di Indonesia memerlukan data dan sarana pengamatanyang luas dan intensif. Teknologi penginderaan jauh dapat memberikan solusi dalam monitoring iklim ekstrim dan dampaknyasecara luas dan cepat. Tulisan ini mengulas tentang pemanfaatan teknologi penginderaan jauh untuk monitoring cuaca dan iklimekstrim serta dampaknya terhadap kekeringan dan banjir khususnya bagi sektor pertanian, berdasarkan hasil-hasil penelitianyang telah dilakukan di Indonesia dan beberapa negara lain. Beberapa modelyang telah dikembangkan dan diaplikasikan diIndonesia menggunakan data penginderaan jauh resolusi rendah dan menengah secara tunggal maupun gabungan. Beberapavariabel yang dikaji dan diulas antara lain suhu awan, laju curah hujan, suhu permukaan tanah, indeks vegetasi dan turunannya,indeks lengas tanah dan turunannya dapat merepresentasikan kondisi cuaca dan iklim ekstrim, serta kondisi lahan yang rawankekeringan atau banjir khususnya di Pulau Jawa dan Bali. Ketelitian model yang telah dikembangkan hingga saat ini dengan dataGMS, MTSAT, TRMM, QMorph, MODIS, AVHRR, Landsat-7, SPOT-4, dan ALOS umumnya memadai untuk level nasional hingga levelkabupaten dengan koefisien keragaman rata-rata berkisar antara 60% hingga 80%. Meskipun demikian, ketelitian model yangtelah dihasilkan dan diaplikasikan masih perlu ditingkatkan. Sistem monitoring berbasis penginderaan jauh memiliki prospekyang sangat baik untuk terus digunakan di masa depan dengan memanfaatkan data yang lebih baru seperti Himawari-8, NPPVIIRS,Landsat-8, SPOT-6, dan SPOT-7.Hlm. 67-7