7104 research outputs found
Sort by
DETECTING THE AREA DAMAGE DUE TO COAL MINING ACTIVITIES USING LANDSAT MULTITEMPORAL (Case Study: Kutai Kartanegara, East Kalimantan)
Coal is one of the most mining commodities to date, especially to supply both national and international energy needs. Coal mining activities that are not well managed will have an impact on the occurrence of environmental damage. This research tried to utilize the multitemporal Landsat data to analyze the land damage caused by coal mining activities. The research took place at several coal mine sites in East Kalimantan Province. The method developed in this research is the method of change detection. The study tried to know the land damage caused by mining activities using NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), NDSI (Normalized Difference Soil Index), NDWI (Normalized Difference Water Index) and GEMI (Global Environment Monitoring Index) parameter based change detection method. The results showed that coal mine area along with the damage that occurred in it can be detected from multitemporal Landsat data using NDSI value-based change detection method. The area damage due to coal mining activities can be classified into high, moderate, and low classes based on the mean and standard deviation of NDSI changes (?NDSI). The results of this study are expected to be used to support government efforts and mining managers in post-mining land reclamation activities.Hlm. 151-15
Analisis Deteksi Hujan Berbasis Jaringan Radar X-Band di Bandung dan sekitarnya
Hal. 72-8
The Contribution of the Mesoscale Convective Cmplexes (MCCs) to Total Rainfall over Indonesian Maritime Continent
hal.1-1
Aplikasi dan Manfaat Teknologi GPS
GPS (Global Positioning System) suatu sistem posisi dengan bumi sebagai acuan biasa juga disebut sebagai NAVSTAR (Navigation Satellite Timing and Ranging) yang diciptakan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense). GPS dapat digunakan untuk mengindentifikasi suatu lokasi di bumi secara akurat dengan mengukur jarak pada satelit. GPS merupakan sistem untuk menentukan posisi dan navigasi secara global dengan menggunakan satelit. Sistem yang pertama kali dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika ini digunakan untuk kepentingan militer maupun sipil (survei dan pemetaan). GPS mempunyai tiga segmen yaitu: satelit, pengontrol, dan penerima /pengguna. Satelit GPS yang mengorbit bumi dengan orbit dan kedudukan yang tetap (koordinatnya pasti) seluruhnya berjumlah 24 buah dimana 21 buah aktip bekerja dan 3 buah sisanya adalah cadangan. Kemampuan GPS antara lain dapat memberikan informasi tentang posisi, kecepatan, dan waktu secara cepat, akurat, murah, dimana saja di bumi ini tanpa tergantung cuaca. GPS dapat mencapai beberapa mm untuk ketelitian posisinya, beberapa cm/s untuk ketelitian kecepatannya dan beberapa nanodetik untuk ketelitian waktunya. Ketelitian posisi yang diperoleh akan tergantung pada beberapa faktor yaitu metode penentuan posisi, geometri satelit, tingkat ketelitian data, dan metode pengolahan datanya.15P., Ill., Pd