7104 research outputs found
Sort by
Pemetaan Mineral Lempung untuk Identifikasi Anomali Potensi Rembesan Mikro di Lapangan Migas, Cekungan Jawa Barat Utara Menggunakan Data Landsat-8 Clay = Mineral Mapping for Identifying the Potential of Microseep Anomaly in the Oil and Gas Field, North West Java Basin Using Landsat-8 Data
Hlm. 243-25
Aplikasi Data Satelit Radar Sentinel-1A Guna Deteksi Hutan Mangrove Studi Kasus: Segara Anakan, Kabupaten Cilacap = Application of Satellite Radar Sentinel 1a Data for Mangrove Forest Detection Case Study: Segara Anakan, Cilacap District
Keberadaan habitat hutan mangrove di kabupaten Cilacap sebagian besar berada di sekitar pantai Segara Anakan. Tumbuhan mangrove merupakan tumbuhan yang hidup di antara daratan dan lautan, memiliki fungsi ekologis di antaranya menjaga keseimbangan ekosistem perairan pantai. Ekosistem mangrove sangat sensitif dan rapuh sehingga informasi keberadaan hutan mangrove yang dapat dipercaya sangat diperlukan untuk memantau dan mengelola sumber daya mangrove yang tersisa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari serta memahami data satelit penginderaan jauh C-Band Synthetic Aperture Radar Sentinel-1A dalam mendeteksi hutan mangrove di Cilacap berdasarkan karakteristik fisiknya. Pada penelitian ini, pertama dilakukan proses filtering menggunakan morfologi matematika (erosi) pada citra sentinel-1A dengan polarisasi VH dan VV, kemudian dilakukan proses thresholding untuk memisahkan air dengan objek lainnya. Untuk membedakan mangrove dengan objek lainnya dilakukan segmentasi dengan cara membandingkan satu piksel dengan piksel tetangganya dalam windows 3x3. Berdasarkan analisis teksturnya maka data Sentinel-1A dapat dengan mudah untuk mengenali hutan mangrove secara visual (tekstur lebih halus dibandingkan dengan vegetasi lainnya. Untuk mengetahui ketelitian, dilakukan klasifikasi kemudian dibandingkan dengan data Landsat). Berdasarkan perbandingan hasil klasifikasi citra ditunjukkan bahwa citra sentinel-1A tidak dapat mengkelaskan sawah yang sedang berair dan lahan terbukaHlm. 277-28
Pemanfaatan Data Satelit Himawari-8 untuk Estimasi Curah Hujan dengan Metode Autoestimator di Kalianget, Madura = Utilization of Himawari-8 Satellite Data for Rainfall Estimation with Autoestimator Method in Kalianget, Madura
Berkaitan dengan terbatasnya informasi curah hujan, maka dibutuhkan data satelit sebagai salah satu alternatif untuk mendapatkan estimasi curah hujan. Dalam tulisan ini, curah hujan diestimasi menggunakan metode auto estimator dengan pemanfaatan data satelit Himawari-8. Data satelit Himawari-8 yang digunakan merupakan data kanal inframerah untuk melihat suhu puncak awan melalui Satellite Animation and Interactive Diagnosis (SATAID). Selanjutnya, suhu puncak awan dimanfaatkan untuk perhitungan algoritma sehingga dihasilkan estimasi curah hujan. Lokasi penelitian dilakukan di Kalianget, Madura pada bulan Desember 2016, Januari 2017, dan Februari 2017. Kemudian, hasil estimasi diverifikasi dengan data observasi curah hujan di Stasiun Meteorologi Kalianget Madura untuk uji keakuratan dari metode auto estimatorHlm. 441-44
Pemanfaatan Data Satelit Ir 1 Himawari-8 untuk Mengurangi Dampak Kerugian Materiil dan Jiwa Akibat Bencana Alam di Wilayah Melawi Kalimantan Barat = The Utilization of Ir 1 Himawari-8 Satellite Data to Reduce the Impact of Material Loss and Soul Due to Natural Disaster in Melawi Region of West Kalimantan
Bencana hidrometeorologis sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, ini terbukti dari frekuensi bencana yang hampir setiap tahun terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Terkait hal tersebut, diperlukan langkah inovasi untuk membuat prediksi dan peringatan dini terjadinya hujan ekstrim yang dapat memicu terjadinya bencana alam, sehingga dapat mengurangi korban jiwa dan harta yang akan terdampak. Langkah inovasi tersebut ialah memanfaatkan data satelit Himawari-8, berupa data IR 1 untuk mengetahui pola-pola breaches temperature atau suhu puncak awan, sehingga diketahui pola-pola pembentukan hujan ekstrim yang dapat menimbulkan bencana tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data satelit yang diambil dari tahun 2015 sampai 2017 dengan data-data hujan kategori ekstrim atau hujan di atas 100 mm/hari di wilayah Melawi, Kalimantan Barat. Hasil dari kajian ini didapatkan pola-pola yang hampir sama yaitu hujan ekstrim terjadi ketika suhu puncak awan mengalami kenaikan dari suhu 20 0C sampai -67 0C. Pola-pola yang terbentuk akan memudahkan untuk membuat peringatan dini akan datangnya hujan ekstrim yang bisa menimbulkan bencana sehingga kerugian harta benda dan bahkan jiwa dapat diminimalisir.Hlm. 459-46
Identification of Mangrove Forest Damage by Using Object Based Image Analysis Study Case : Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Denpasar, Bali
Mangrove forest have several functions, namely preventing the instrusion of sea water, erosion, abrasion, and was instrumental in the formation of the island and stabilize the presence of coastal habitat. Mangrove forest ares of Denpasar, Bali is the largest mangrove forest in Indonesia. Taman Hutan Raya Ngurah Rai in 1993 has an area of 1373.50 ha based on the Ministerial Decree No.554/Kpt-II/1993. Remote sensing providing opportunities for identifying, monitoring, mappng and calculation of the extent of land cover and deforestation. This mapping is very effective and efficient, especially for areas changes from year to year, the research needs to be done to see how big the impact of land use change on forest area. One of the tecnologies and methods in the identification of remote sensing image information that is object-based image analysis (OBIA). OBIA classification process is an approach that not only take consider the spatial aspects but also the spatial aspects of the object. The research objective is to knowing the damage to mangrove forests and extensive damage at Tahura, Ngurah Rai, Bal 2015 by using remote sensing data Sentinel-2. This research develops methods for the identification of mangrove deforestation and Providing advice in the planning of land use in the management of coastal mangrove forests8 Hl
MANAJEMEN OPERASI GROUND STATION-TTC (MOGS-TTC) BERBASIS WEB DI STASIUN BUMI LAPAN BIAK
Abstrak Kegiatan akuisisi data TTC satelit LAPAN merupakan kegiatan operasional yang dilakukan di stasiun bumi Biak. Dalam melakukan kegiatan tersebut, operator menggunakan aplikasi tracking yang terdiri dari server, client dan switch modem untuk mengendalikan satelit yang akan di tracking. Setelah melakukan akuisisi data, operator masih harus melakukan penyimpanan data log hasil tracking yang akan digunakan untuk analisa lebih lanjut. Terkadang operator kurang teliti dalam melakukan akuisisi data sehingga terjadi kesalahan. Untuk mengurangi kesalahan tersebut, maka untuk kegiatan yang biasa dilakukan oleh operator yang sifatnya rutin tersebut dibantu dengan menggunakan aplikasi berbasis web-base untuk melakukan beberapa proses akuisisi. Abstract The Acquisition activity of LAPAN satellite TTC data is an operational activity which is performed at Biak ground station. In performing the operation, the operator used application of tracking satellite which consists of server, client and modem switch for setting the type of satellite that will be tracked. After the data acquisition performing, the operator still had to storage log data which was the results of the tracking in order to be used in further analysis. Sometimes, the less scrupulous operators in performing the data acquisition were occurring error. For reducing the errors, the normal routines which are undertaken by the operators are assisted by using a web-based application for performed some acquisitions processes.Hlm. 1-7 : Il.
PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK PENJADWALAN MISI OPERASI SATELIT LAPAN-A3/IPB = DEVELOPMENT OF MISSION OPERATION SCHEDULING SOFTWARE LAPAN-A3/IPB SATELLITE
Abstrak Satelit LAPAN-A3 mengemban berbagai misi dalam operasinya antara lain observasi bumi, pemantauan area maritim nusantara serta misi sains antariksa yaitu pemantauan medan magnet bumi. Untuk menunjang berbagai misi tersebut maka satelit LAPAN-A3/IPB dilengkapi dengan fitur penjadwalan (schedule). Keterbatasan jumlah stasiun bumi dan operator membuat fitur penjadwalan menjadi penting karena satelit dapat melakukan berbagai macam fungsinya secara mandiri tanpa pengawasan dan perintah secara langsung oleh operator pada jam - jam tertentu. Manfaat dari fitur ini adalah memungkinkan satelit untuk diberikan perintah (command) yang akan dieksekusi pada tanggal dan jam tertentu sesuai dengan urutan tanggal dan jam yang telah disusun sebelumnya. Tulisan ini menjelaskan pengembangan perangkat lunak penjadwalan dan implementasinya dalam setiap operasi satelit LAPAN-A3/IPB. Perangkat lunak penjadwalan dirancang dengan bahasa pemrograman berorientasi objek, dengan setiap muatan memiliki urutan perintah akuisisi. Perangkat lunak yang dirancang bertujuan untuk memudahkan operator menyusun jadwal dan di dalam penyusunannya berbagai macam perintah dapat diberikan antara lain perintah untuk mengontrol sikap satelit, maupun perintah akuisisi data dari sensor maupun muatan yang dimiliki oleh satelit LAPAN-A3/IPB. Hasil implementasi perangkat lunak diharapkan dapat meminimalisir kesalahan operator dalam menyusun penjadwalan untuk menunjang misi operasi satelit LAPAN-A3/IPB. Abstract The LAPAN-A3 Satellite has various missions in its operations such as earth observation, monitoring of Indonesia's maritime, and space science missions for Earth magnetic field. To support the various missions, the LAPAN-A3 / IPB satellite is equipped with scheduling features. To be able to perform various functions independently without direct supervision and operation by the operator at certain hours. The benefit of this feature is allowing satellites to be given commands to be executed at a certain date and time according to the pre-arranged date and time. This paper describes the development of scheduling software and its implementation in every LAPAN-A3 / IPB satellite operation. The scheduling software is designed with an object-oriented programming language, with each payloads having a sequence of acquisition commands. The software is designed to facilitate operators to schedule and in the preparation of various commands can be given, among others, commands to control the attitude of satellites, as well as command data acquisition of sensors and payloads owned by satellite LAPAN-A3/IPB. The result of software implementation is expected to minimize operator error in preparing scheduling to support LAPAN-A3/IPB satellite operation mission.Hlm.47-57:Il.; 29,7 Cm