Indonesian National Institute of Aeronautics and Space

repository.lapan.go.id
Not a member yet
    7104 research outputs found

    Analisis Respon Spektral Lapangan dan Citra EO - 1 Hyperion untuk Pemetaan Kandungan C Organik Tanah di Sebagian Kabupaten Demak = Spectral Response Analisys of Fields and EO - 1 Hyperion Imagery for Mapping Soil Organic C Content in Part of Demak Regency

    No full text
    Pemetaan C organik tanah sangat penting dilakukan terlebih di bidang pertanian. C organik tanah adalah komponen tanah yang cukup penting karena mempengaruhi tingkat kesuburan tanah. Pemetaan C organik tanah dapat dilakukan melalui respon spektral tanah di lapangan menggunakan spektrometer maupun data penginderaan jauh. Oleh karena itu pengaruh kandungan C organik tanah terhadap respon spektral di spektrometer dan Citra satelit perlu dikaji lebih mendalam. Data dalam penelitian ini menggunakan Citra Hyperion dengan area kajian sebagian Kabupaten Demak Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kandungan C organik tanah terhadap respon spektral di lapangan dan Citra Hyperion. Untuk menghasilkan informasi distribusi spasial C organik tanah, maka diambil 40 sampel lapangan kemudian diukur kandungan C organik tanahnya di laboratorium tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak kandungan C organik tanah, maka nilai pantulan pada kurva pantulan spektral yang terbentuk akan semakin rendah. Pemetaan C organik tanah menggunakan respon spektral lapangan dengan spektrometer memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi daripada Citra Hyperion.Hlm. 169-17

    Analisis Spektral Asap dari Kebakaran Hutan/Lahan di Sumatera dan Kalimantan dari Data = Advanced Himawari Imager Spectral Analysis of Smokes from Forest / Land Fires in Sumatera and Kalimantan from Advanced Himawari Imager Data

    No full text
    Himawari-8 merupakan satelit geostastioner yang dilengkapi dengan sensor Advanced Himawari Imager (AHI) dan memiliki berbagai kelebihan sehingga dapat dimanfaatkan dalam pemantauan sebaran atau trajektori asap kebakaran hutan. Dalam pengembangan metode deteksi asap secara digital dari data AHI, maka terlebih dahulu perlu dikaji karakteristik spektral asap pada setiap kanal data yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik spektral objek asap kebakaran hutan dan lahan dari data AHI. Penelitian dilakukan untuk wilayah kebakaran Sumatera dan Kalimantan pada tahun 2015. Tahap penelitian terdiri dari pengolahan data dan analisis karakteristik spektral berdasarkan nilai reflektansi dan Brightness Temperature (BT) objek asap dan bukan asap. Berdasarkan analisis spektral objek asap dari data AHI dapat disimpulkan bahwa reflektansi asap memiliki nilai yang tinggi pada Band 1 hingga Band 4. Reflektansi objek asap secara umum berbeda dengan objek awan, air dan vegetasi terutama pada band sinar tampak (band 1, 2 dan 3), namun memiliki nilai yang berdekatan atau hampir berhimpitan dengan awan tipis. Pola BT objek asap memiliki kemiripan dengan objek lainnya namun nilainya sangat berbeda dengan objek awan, dimana objek asap memiliki nilai BT lebih tinggi dibandingkan BT awan hampir di seluruh band inframerah. Berdasarkan nilai Normalized Distance (D), reflektansi band sinar tampak dan inframerah dekat baik untuk pemisahan objek asap dengan air dan vegetasi. Sementara itu, BT baik untuk pemisahan asap terhadap awan. Dengan demikian, dalam melakukan klasifikasi atau pemisahan asap dengan objek non asap yang terdiri dari air, vegetasi dan awan perlu menggunakan gabungan parameter reflektansi maupun BT.Hlm. 421-42

    Pemanfaatan Satelit Aqua/Terra untuk Pemantauan Kekeringan Meteorologis Berbasis Hotspot di Provinsi Kalimantan Tengah = Utilization Satellite of Aqua/Terra for Monitoring Meteorologist Drought Based on Hotspot in Central Kalimantan

    No full text
    Kalimantan Tengah merupakan salah satu provinsi yang paling sering mengalami kebakaran hutan. Melihat potensi kejadian tersebut, maka peluang sebaran titik panas (hotspot) di titik-titik kejadian juga semakin banyak. Salah satu informasi yang bisa diperoleh dari kejadian kekeringan adalah mengetahui kondisi dan karakteristik kejadian kekeringan di wilayah tersebut, seperti informasi tentang lama kekeringan (durasi), tingkat kerawanannya (severity) dari kekeringan tersebut, serta intensitas yang dihasilkan. Manfaat dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola sebaran klasifikasi kekeringan dengan metode SPI (Standardized Precipitation Index) satu terhadap jumlah sebaran hotspot berdasarkan hasil pengatamatan satelit aqua/terra di Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2015. Data yang digunakan adalah data curah hujan bulanan tahun 1990 hingga 2016 dari stasiun meteorologi Tjilik Riwut Palangkaraya dan data hotspot bulanan tahun 2015 yang diperoleh dari LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) dengan metode interpolasi nilai SPI dan analisis spasial. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat 7 kriteria pada peta kekeringan spasial, karakteristik kekeringan yang terjadi pada Buntok Selatan menunjukan durasi maksimum negatif berturut-turut dalam 27 tahun terjadi selama 7 bulan yaitu pada Mei 1997 hingga Februari 1998, secara umum selama periode 25 tahun telah terjadi kekeringan terparah yang berada pada tingkat kerawanan maksimum dengan indeks SPI berkisar -2.30 hingga - 2.60.Hlm. 471-47

    Studi Sifat Mekanis Komposit Hibrid Unsaturated Polyester / Serat Daun Agel/Serat Gelas/Clay

    No full text
    xviii,96 hlm.:ill.;28c

    METODE SCANNING PHANTOM PAYUDARA MENGGUNAKAN ANTENA MIKROSTRIP STAIR UWB

    No full text
    ABSTRAK Penerapan teknologi Ultra Wide-Band (UWB) sebagai alat pendeteksi telah menjadi topik yang terus menerus dikembangkan karena mampu menawarkan solusi untuk bandwidth, harga produksi, konsumsi daya, dan kebutuhan fisik yang relatif kecil untuk memperoleh pemetaan gambar scanning dari hasil pendeteksian objek dengan resolusi yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan kinerja dari sistem pendeteksi kanker payudara yang telah didesain dengan menggunakan antena mikrostrip stair UWB dan beberapa perangkat lainnya yang saling terintegrasi. Sistem ini menggunakan antena mikrostrip, phantom payudara dan tumor yang didesain pada software Ansoft HFSS v.13. Simulasi dilakukan dengan menempatkan tumor di dalam phantom dan melakukan scanning antena pada permukaan phantom sebanyak 10 kolom dan 10 baris koordinat sehingga total pixel yang dibuat sebanyak 100 pixel dengan empat keadaan berbeda yaitu saat phantom tanpa tumor, tumor dengan diameter 10 mm, 15 mm, 20 mm, dan 25 mm pada frekuensi resonansi acuan yaitu 3.9 GHz. Dari hasil penelitian diperoleh nilai respon koefisien refleksi (S11) mengalami penurunan pada daerah phantom yang terdapat tumor yaitu sebesar 0.02 dB, 0.05 dB, 0.19 dB dan 0.57 dB berdasarkan diameter tumor. Penurunan nilai S11 dijadikan acuan untuk menentukan lokasi tumor di dalam phantom payudara

    Dinamika Lapisan Stratosfer Di Belahan Bumi Utara Dan Dampaknya Terhadap Wilayah Tropis: Studi Kasus Musim Dingin 2012-2013

    No full text
    This research aims to investigate the dynamic of static stability (N2), potential energy of gravity waves (Ep), and vortex in the stratospheric northern hemisphere during 2012-2013 winter using temperature (T) and zonal wind (u) data from NCEP-DOE Reanalysis II. The results showed two occurrences of decreasing N2 ascociated with reversal of u in the first and third week of December 2012 were believed as a trigger of Sudden Stratospheric Warmings (SSW) on January 7, 2013. There was a flow from the polar to the tropics region during the SSW event. It caused the tropopause folding in the sub-tropic region indicated by the distribution of Ep on January 24, 2013. This tropopause folding triggered the convective activity over the Indonesian continents as shown by the negative OLR anomaly from 22 to 26 January 2013. The impact of SSW event in the northern hemisphere to the convective activity was 20%. This results showed the interaction between stratosphere and troposphere and also the teleconnection between the polar and the tropics.Hlm.13-2

    Gabungan Model Hysplit Dan Tapm Untuk Menganalisis Kejadian Inversi Saat Pengamatan Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 Di Palembang

    No full text
    Telah terjadi fenomena seperti asap polutan yang diduga dari Pusri mengganggu pengamatan gerhana matahari di Palembang. Untuk membuktikan kejadian itu dianalis trayektori maju polutan dari Pusri hasil running model Hysplit pada pukul 06.00, 07.00, dan 08.00 WIB tanggal 9 Maret, dan kondisi kestabilan atmosfer dengan menggunakan output running TAPM pada waktu yang sama, serta sehari sebelum dan setelah gerhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada saat kejadian gerhana trayektori polutan dari Pusri menyebar ke arah selatan yang tegak lurus terhadap arah pengamatan gerhana yang dilakukan di atas jembatan Ampera dan pada daerah yang dilintasi polutan ini terjadi inverse. Konsekuensi dari fenomena itu mengakibatkan polutan yang dilepas dari Pusri tidak tersebar hanya mengalir mengikuti aliran angin, sehingga menghalangi pengamatan gerhana matahari. Analisa kedua model juga menunjukkan adanya perubahan parameter angin dan temperatur sebagai dampak gerhana matahari total.Hlm.263-26

    0

    full texts

    7,104

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.lapan.go.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇