7104 research outputs found
Sort by
PICO-SATELLITE DETUMBLING SIMULATION USING MAGNETIC ATITUDE ACTUATOR (SIMULASI DETUMBLING PADA SATELIT PIKO MENGGUNAKAN AKTUATOR SIKAP MAGNETIK)
Hlm.11-20:Il.; 31 cm
Pengaruh Aktivitas Matahari Terhadap Kerapatan Atmosfer Atas Berdasarkan Data Posisi GPS Satelit Lapan-A2 (Solar Actvity Influence On The Upper Atmospheric Density Derived From GPS Data On Lapan-A2 Satellite)
Hal. 127-13
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences Vol.14, No.2 (2017)
hlm. 93-16
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengelolaan Data Citra Digital Vol.14 No.2 Desember 2017
Hlm. 65-129 : ill. ; 30 c
Karakteristik Temperatur Virtual pada Kejadian Hujan di Kototabang
This research accomodate the virtual temperature which evaluated from RASS sound speed as on indicator of rain events at Kototabang. The goal is to find the value and the characteristic of Tv deviation especially at the rain event. The data used are Tv data from RASS and rain data from AWS on November-December 2005. The Tv data covers vertical profil from the surface (1500 m) to 70200 m with 2 or 3 minutes of space resolution and 150 m of vertical space resolution. The results show that thermodynamic processes at Kototabang are very active, marked by positive or negative deviation on rain as well as on dry events. Determination of deviation showed that the highest positive deviation is 25,9 (on December 4th (2005) and the highest negative deviation is 30,1 (on December 2th (2005) which are occurs in between 1500 m to 6000 m. From the analysis of virtual temperature deviation and rain relationship, have been obtained five characters. The rain is flanked by two positive deviations as the first character. In the second character, the rain preceded by a positive deviation. The third character is marked by positive deviation throughout the day but rain only for a moment (in small intensity). The fourth character, the deviation spreading to above layers. The fifth character, the rain preceded by a negative deviation. Keywords : virtual temperature, deviation, rain, thermodynamics, characterPada penelitian ini, temperatur virtual yang dihitung dart kecepatan suara basil pengamatan RASS dijadikan sebagai indikator kejadian hujan di Kototabang. Tujuannya untuk mendapatkan nilai dan karakteristik a Tv terutama pada saat kejadian hujan. Data yang digunakan adalah data Tv dad RASS serta data hujan dart AWS pada November-Desember 2005. Data Tv meliputi permukaan (1500 m) sampai ketinggian 10200 m dengan resolusi waktu 2 sampai 3 menit dan resolusi ruong ketinggian 150 m. Hasilnya menunjukkan bahwa proses termodinamika di atmosfer Kototabang sangat aktif, ditandai dengan nilai a positif atou negatif, balk pada kejadian hujan maupun tidak ada hujan. Penentuan a pada seluruh periode pengamatan menghasilkan a positif tertinggi mencapai 25,9 (4 Desember 2005) dan a negatif tertinggi 30,1 (pada 2 Desember 2005) yang terjadi pada lapisan 1500 m sampai 6000 m. Dad analisis keterkaitan a temperatur virtual dengan hujan, ditemukan lima karakter. Karakter pertama, hujan diawali dan diakhiri oleh a positif. Karakter kedua, hujan diawali a positif. Karakter ketiga, a positif sepanjang hart tetapi hujan hanya sesaat (intensitas kecil). Karakter keempat, hujan disertai a sampai lapisan atas. Karakter kelima, hujan diawali dengan a negatifHal. 34-4
Analisis Kinerja Sensor Suhu dan Tekanan dengan Menggunakan Wahana Balon
The Observation of the atmosphere can be done in various ways, one of them by using the balloon rides. This study aims to analyze the performance of temperature and pressure systems developed by LAPAN. Analysis is done by comparing the data generated by the system with reference data that is observation data generated from vaisala instrument by using RMSE, MBE, and correlation coefficient. RMSE values for temperature-data are 11.01 and 13.22, while for MBE values of 7.43 and 10.24, these values show considerable differences between temperature data generated by systems developed with reference data. These results indicate the performance of the temperature system is less good, so it needs to do further research to know it. The RMSE and MBE values for pressure data are 1.21 and 0.41 on the balloon flight at 06:00 WIB, it indicates that the pressure data generated by the system is close to the reference data. The correlation coefficient obtained, the data produced by system, both the temperature and pressure is 0,9. This indicates that the resulting data system with reference data has a strong correlation. Keywords : temperature, pressure, vertical profile, RMSE and MBEPengamatan atmosfer dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menggunakan wahana balon. Penelitian ini bertujuon untuk menganalisis kinerja sistem suhu dan tekanan yang dikembangkan oleh LAPAN. Analisis dilakukan dengan membandingkan data yang dihasilkan oleh sistem tersebut dengan data acuan yaltu data observasi yang dihasilkan dari instrumen vaisala dengan menggunakan metode RMSE, MBE, don koefisien korelasi. Niloi RMSE untuk data suhu adalah 11,01 dan 13,22, sedangkan untuk nilai MBE sebesar 7,43 dan 10,24, nilai tersebut memperlihatkan perbedaan yang cukup besar antara data suhu yang dihasilkan oleh sistem yang dikembangkan dengan data acuan. Hasil tersebut menunjukkan kinerja sistem suhu kurang balk, sehingga perlu dilakukan penelitian selanjutnya untuk mengetahui hal tersebut. Sedangkan nilai RMSE dan MBE untuk data tekanan masing-masing adalah sebesar 1,21 don 0,41 pada penerbangan balon pukul 06:00 WIB, hal tersebut menunjukkan bahwa data tekanan yang dihasilkan sistem mendekati data acuan. Bila dilihat dan koefisien korelasi yang diperoleh oleh sistem, data yang dihasilkan baik data suhu maupun tekanan didapat koefesien korelasi sebesar 0,9. Hal ini mengindikasikan data yang dihasilkan sistem dengan data acuan memiliki korelasi yang kuat.Hal. 59-7