Indonesian National Institute of Aeronautics and Space

repository.lapan.go.id
Not a member yet
    7104 research outputs found

    Kajian Pemodelan Prediksi Curah Hujan Bulanan Menggunakan Analisis Parameter Cuaca Di Kota Bengkulu

    No full text
    Bengkulu memiliki variabilitas iklim yang kompleks. Jumlah penerimaan curah hujan pada jangka waktu tertentu berhubungan dengan perubahan Sea Surface Temperature (SST), Sea Pressure Level (SPL), dan Angin Zonal. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang mengkaji hubungan ketiga parameter tersebut serta mengaplikasikannya untuk prakiraan curah hujan pada wilayah tersebut. Analisis regresi berganda, yaitu untuk mengetahui hubungan sensitivitas antara parameter satu dengan yang lain. Analisis ini digunakan untuk memprediksi curah hujan pada bulan September, Oktober, dan November dengan menggunakan prediktor anomali pada bulan Agustus. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ketiga prediktor tersebut memiliki keterkaitan dengan kejadian curah hujan di wilayah Bengkulu. Hasil prediksi verifikasi bulan September berdasarkan data anomali ketiga prediktor tersebut selama Agustus 1985 hingga Agustus 2016 menunjukkan korelasi positif sebesar 0.98 dan RMSE 0.42. Sementara pada bulan Oktober menunjukkan korelasi sebesar 0.73 dengan RMSE 0.80. Disisi lain, korelasi terendah terjadi pada bulan November dengan RMSE tertinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa prediksi anomali curah hujan di wilayah Bengkulu untuk satu bulan ke depan dipengaruhi ketiga prediktor tersebut. Secara keseluruhan validasi model prakiraan hujan dengan tiga prediktor menghasilkan nilai ketepatan yang berbeda. Hasil verifikasi curah hujan bulan September akurasinya semakin tinggi dibandingkan hasil verifikasi bulan Oktober dan November.Hlm.209-201

    Patologi dalam Pelayanan Publik

    No full text

    Modul Edukasi Keantariksaan memajukan Generasi Bangsa yang Bermartabat

    No full text
    Hlm. 36-3

    Analysis of Heavy Rainfall with Hail using Reflectivity and Radial Velocity Derived from X-Band Radar in Bandung (Study Case: March 17, 2017)

    No full text
    A local heavy rainfall along with hail and strong wind occured in Bandung basin on March 17th,2017. This event was documented using an X-Band Doppler radar and supported by rain scanner, and C-Band radar. Based on three types of radar, it was concluded that this was a local heavy rainfall, started at 10.50 LT. The location of the first reflectivity was detected from 25 km northward (107.6oW, 6,92oS) of X-Band Doppler Radar location. Reflectivity pattern showed a V-shaped with duration of about 30 minutes and reached its peak at about 11.30 local time (LT). Maximum horizotal wind speeds from automatic weather station (AWS) took place during those periods. Based on vertically integrated liquid (VIL), the potential of hail was located at the right flank of the V-shaped. Three vertical cores with maximum reflectivity were also looked at in the right flank at altitude of 2-6 km with echo top reached up to 9 km above ground surface.8 Hlm

    Pengembangan Infrastruktur Data Spasial Teluk Cenderawasih = Development of Cenderawasih Bay Spatial Data Infrastructure

    No full text
    Teluk Cendrawasih merupakan salah satu wilayah pesisir dan laut di Papua yang kaya akan keanekaragaman hayati dan memiliki potensi yang sangat tinggi di bidang jasa ekosistem. Pengelolaan, penataan, pembangunan dan promosi wilayah pesisir dan laut Teluk Cendrawasih memerlukan data dan informasi spasial yang faktual dan aktual. Makalah ini memaparkan hasil kegiatan pengembangan infrastruktur data spasial wilayah pesisir dan lautan Teluk Cendrawasih. Kegiatan pengembangan yang dilakukan antara lain inventarisasi dan klasifikasi tutupan lahan pesisir dan lautan antara lain sebaran mangrove, lamun, rumput laut dan terumbu karang. Kegiatan ini juga melakukan pengembangan peta berbasis web (webmap) menggunakan perangkat lunak terbuka sebagai sarana diseminasi data dan informasi spasial. Webmap yang dikembangkan memuat informasi geospasial dasar antara lain Citra Satelit, Tutupan Lahan Wilayah Pesisir, Kelas Terumbu Karang, Infrastruktur dan informasi harian seperti Suhu Permukaan Laut, Klorofil dan lain lain.Hlm. 63-7

    Kajian Awal Pemanfaatan Data Radar Sentinel-1 untuk Pemetaan Lahan Baku Sawah di Kabupaten Indramayu Jawa Barat = Preliminary Study of Sentinel-1 Radar Data Application for Paddy Field Mapping in Indramayu - West Java

    No full text
    Kebutuhan administrasi daerah terhadap informasi penutup lahan akan menunjang perencanaan di suatu wilayah. Penginderaan jauh merupakan media yang dapat memantau dinamika perubahan penggunaan lahan dengan cepat dan biaya yang relatif murah. Iklim tropis di Indonesia mengakibatkan pasokan penguapan air menjadi tinggi sehingga muncul gangguan cuaca seperti awan, hal tersebut merupakan hambatan bagi media penginderaan jauh sistem optis. Dilengkapi Syntetic Aperture Radar (SAR), Sentinel-1 memuat informasi yang lebih fleksibel dalam perolehan data karena tidak terhalang oleh gangguan awan dan cuaca sehingga dapat digunakan untuk memperoleh informasi kondisi lahan. Pada penelitian awal ini dikaji pemetaan lahan sawah menggunakan data radar Sentinel-1 dual polarisasi VV dan VH berbasis klasifikasi maximum likelihood dan neural network dengan informasi tekstur. Variabel tekstur yang digunakan adalah semua jenis tekstur dan kelompok tekstur contrast (Hommogenity, Dissimilarity, dan Contrast). Hasil studi diperoleh pada klasifikasi dengan neural network menunjukkan penggunaan semua kelompok tekstur memiliki nilai overall accuraccy 78%, sedang penggunaan kelompok tekstur contrast memiliki nilai overall accuracy 88%. Sebagai perbandingan, pada hasil klasifikasi menggunakan training data yang sama dengan metode neural network, metode maximum likelihood memiliki nilai overall accuracy yang lebih rendah yaitu 84%, tetapi dengan mempergunakan jumlah training data yang memadai pada metode maximum likelihood dapat menghasilkan akurasi yang sama dengan neural network.Hlm. 179-18

    Aplikasi Penginderaan Jauh untuk Pemetaan Lahan Terbuka Tambang Batubara (Studi Kasus: Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat) = Application of Remote Sensing for Mapping of Coal Mines Open Land (Case Study: Subdistrict Talawi, Sawahlunto City, West Sumatra Province)

    No full text
    Kerusakan akibat pertambangan dapat terjadi selama kegiatan pertambangan maupun pasca pertambangan. Dampak lingkungan sangat terkait dengan teknologi dan teknik pertambangan yang digunakan. Sementara teknologi dan teknik pertambangan tergantung pada jenis mineral yang ditambang dan kedalaman bahan tambang, misalnya pada penambangan batubara yang dilakukan dengan sistem tambang terbuka yakni sistem dumping (cara penambangan batubara dengan mengupas permukaan tanah). Kota Sawahlunto mulai memproduksi batubara sejak tahun 1892. Seiring dengan itu, kota ini mulai menjadi kawasan pemukiman pekerja tambang, dan terus berkembang menjadi sebuah kota kecil dengan penduduk yang intinya adalah pegawai dan pekerja tambang. Penelitian ini melakukan kegiatan monitoring perubahan luas tutupan lahan tambang di Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto melalui interpretasi visual data penginderaan jauh. Data penginderaan jauh yang digunakan adalah Citra Landsat TM5 tahun 1995, Citra Landsat ETM7 tahun 2005, dan Citra Landsat 8 Oli tahun 2016. Selanjutnya, melakukan klasifikasi pada citra satelit dengan metode klasifikasi supervised. Berdasarkan hasil pengolahan citra satelit pada tahun 1995, luas tutupan lahan tambang batu bara adalah 573,3 hektar. Luas tutupan lahan tambang batu bara pada tahun 2005 adalah 670,86 hektar. Sementara itu, pada tahun 2016 luas tutupan lahan tambang batu bara adalah 376,02 hektar. Berdasarkan hasil luas lahan tambang batu bara dari tahun 1995 menuju tahun 2005, luasan tersebut mengalami peningkatan sebesar 84,42 hektar (16,18%) dan pada tahun 2005 menuju tahun 2016 luas tersebut mengalami penurunan sebesar 294,84 hektar (43,95%).Hlm. 199-20

    Klasifikasi Terbimbing Tutupan Lahan Pulau Biak Menggunakan Citra SAR Sentinel-1 Polarisasi Ganda = Land Cover Supervised Classification of Biak Island Using Dual Polarization Sentinel-1 SAR Imagery

    No full text
    Pengamatan bumi menggunakan satelit penginderaan jauh optik di wilayah tropis menghadapi kendala tutupan awan yang tinggi. Kendala ini juga terjadi untuk wilayah Papua. Kondisi demikian menyebabkan diperlukannya penggunaan penginderaan jauh sensor radar SAR. Pada tahun 2016 Badan Antariksa Eropa meluncurkan satelit penginderaan jauh Sentinel-1b yang menggunakan sensor SAR dan menyediakan data satelit secara gratis. Makalah ini memaparkan hasil kegiatan penelitian klasifikasi terbimbing penutup lahan secara Pulau Biak menggunakan citra SAR Sentinel-1b polarisasi gandaHlm. 217-22

    Analisis Informasi Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI) Harian di Perairan Laut Indonesia dan Sekitarnya = The Analysis Information of Daily Potential Fishing Zones (PFZ) in Sea Waters of Indonesia and Surroundings

    No full text
    Informasi ZPPI harian dihasilkan dari piranti lunak ZAP 2.0 dengan data masukan suhu permukaan laut dari satelit Terra/Aqua MODIS dan SNPP VIIRS. Informasi ZPPI harian dibuat dalam bentuk titik koordinat, terdiri dari posisi bujur dan lintang. Untuk mendeteksi kejadian termal front digunakan metode single image edge detection (SIED). Hasil deteksi termal front adalah area poligon dan ditentukan titik pusat dari poligon sebagai titik koordinat ZPPI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran titik ZPPI secara spasial dan temporal di perairan laut Indonesia. Metode yang digunakan adalah statistik deskriptif untuk mengetahui sebaran spasial dan bentuk deret waktu untuk mengetahui tren secara temporal. Titik ZPPI memiliki variabilitas secara spasial dan temporal, terendah 22 titik dan tertinggi 1746 titik. Sebaran spasial titik ZPPI lebih tinggi di perairan laut bagian selatan Indonesia (PA 9 sampai PA 24) dibandingkan bagian utara (PA 1 sampai PA8). Untuk bagian selatan, variabilitas lebih tinggi di lintang 7o sampai 14o LS dibandingkan di 0o sampai 7o LS. Secara temporal titik ZPPI meningkat signifikan pada musim kemarau bulan Juni-JuliAgustus pada laut bagian selatan Indonesia. Pada musim hujan terjadi peningkatan titik ZPPI di bagian utara dan selatan Indonesia dibandingkan musim peralihan I dan II. Pada musim peralihan I dan II titik ZPPI cenderung mengalami penurunan. Musim mempunyai pengaruh yang kuat terhadap jumlah titik ZPPI. Meningkatnya kejadian termal front mengakibatkan jumlah titik ZPPI meningkat secara signifikan. Sebagian zona di ekuator dan bagian barat Indonesia memiliki jumlah titik ZPPI yang rendah diduga akibat pengaruh dari tutupan awanHlm. 315-32

    Pemetaan Potensi Penangkapan Ikan Cakalang di Perairan Sulawesi = Mapping of Potential Capture of Skipjack Fish in Sulawesi Waters

    No full text
    Ikan cakalang (Katsiuwonus Pelamis) merupakan salah satu jenis ikan yang dibudidayakan sebagai sumber penghasilan bagi masyarakat maupun sumber devisa negara. Ikan cakalang termasuk salah satu sumber daya perikanan laut yang paling besar produksinya di perairan Sulawesi. Merujuk dari penelitian sebelumnya, diketahui bahwa ikan cakalang lebih banyak ditangkap di wilayah perairan dengan karakteristik sebagai berikut: salinitas sebesar 30-31 psu, suhu permukaan laut (SPL) antara 31,02?-31,46? C, dan kandungan klorofil-a kisaran 0,12-0,14 mg/m3 . Selanjutnya, dilakukan penelitian untuk mengetahui wilayah perairan yang sesuai karakterisktik tersebut. Data yang digunakan adalah data salinitas dari ECMWF, SPL dan klorofil-a dari NASA, dan kecepatan arus dari NOAA pada tahun 2014-2016. Kemudian data-data tersebut diolah dengan menggunakan aplikasi GrADS sehingga didapatkan peta wilayah perairan yang paling potensial untuk menangkap ikan cakalang pada setiap bulan. Hasil yang didapatkan menujukkan bahwa wilayah perairan yang paling potensial untuk menangkap ikan cakalang bervariasi setiap bulan dan salah satu wilayah perairan yang potensial adalah Teluk Tomini, Gorontalo.Hlm. 331-34

    0

    full texts

    7,104

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.lapan.go.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇