7104 research outputs found
Sort by
Polarimetric Decomposition in Calibrated Radar Image for Detecting Vegetation Object = Dekomposisi Polarimetrik dalam Citra Radar yang terkalibrasi untuk Deteksi Obyek Vegetasi
Hlm. 105-11
Management Hutan Kota Dengan Menggunakan Drone-Lidar dan Drone-Foto Udara = Urban Forest Management using LIDAR-Drone and Aerial-Drone Photography
Hutan Kota adalah suatu area dengan kondisi khusus sebagai salah satu sumber daya alam yang penting bagi kehidupan di perkotaan. Perlakukan khusus itu anatar lain adalah dengan sedikitnya bersentuhan langsung pohon yang ada di hutan kota dengan manusia, maa diperlukan satu metode khusus untuk melakukan manajeman di hutan kota. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan metode yang bisa digunakan dalam manajemen hutan kota. Metode yang digunakan adalah teknologi terkini yaitu pesawat tanpa awak (Drone) yang mampu membawa peralatan pemetaan seperti foto udara dan LIDAR. Daerah penelitian dipilih hutan kota Kampus UI Depok. Hasil penelitiaan ini mengahasilkan pemetaan dengan Drone dengan berbagai macam informasi baik informasi spasial dan temporal tentang hutan kota Kampus UI yang telah berumur 31 tahun (1986-2017). Kesimpulan dari penelitian ini manejemen hutan kota bisa dilakukan dengan Drone yang bisa membawa kamera untuk menghasilkan foto udara dan LIDAR untuk menghasilkan tinggi pohon.Hlm. 237-24
Analisis Kenaikan Muka Air Laut Menggunakan Data Altimetri untuk Aplikasi Mitigasi Perubahan Iklim di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 573 = Sea Level Rise Analysis Using Altimetri Dataset for Climate Change Mitigation Aplication in Fisheries Management Zone (WPP) 573
Hlm. 265-27
Respon Salinitas dan Klorofil-a di Perairan Barat Sumatra Terhadap Fenomena Indian Ocean Dipole Tahun 2010-2016 = Response of Salinity and Chlorophyll-a in West Sumatra Waters to The Indian Ocean Dipole Phenomenon in 2010-2016
Indian Ocean Dipole (IOD) adalah fenomena lautan-atmosfer di daerah ekuator Samudra Hindia yang mempengaruhi iklim di Indonesia terutama wilayah Sumatra dan Jawa Barat. IOD dinyatakan dengan Dipole Mode Indeks (DMI) positif dan negatif, di mana indeks positif identik dengan berkurangnya curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat, dan indeks negatif menyatakan sebaliknya. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh aktifnya fenomena IOD terhadap kondisi perairan di wilayah barat Pulau Sumatra ditinjau dari parameter salinitas dan klorofil-a. Data salinitas dan klorofil-a didapatkan dari NASA dan NOAA yang selanjutnya dilakukan analisis anomali pada periode IOD positif dan negatif. Analisis dilakukan pada tahun 2010-2016 dengan memanfaatkan aplikasi GrADS. Hasil yang didapatkan yaitu secara umum periode IOD positif dan negatif mengakibatkan respon yang berbeda-beda terhadap kesuburan masing-masing wilayah perairan Sumatra dan Jawa Barat. Anomali salinitas dan klorofil-a pada masingmasing wilayah menunjukkan hasil yang bervariasi setiap musimnya. Dengan mengetahui respon perairan barat Sumatra terhadap fenomena IOD maka wilayah penangkapan ikan yang optimum pada masing-masing periode IOD dapat diidentifikasi.Hlm. 353-35
Pemantauan Sebaran Awan Konvektif Menggunakan Metode Cloud Convective Overlays dan Red Green Blue Convective Storms pada Satelit Himawari-8 (Studi Kasus: Hujan Ekstrim Bima 21 Desember 2016 ) = Monitoring Convective Cloud Dispersion Using Cloud Convective Overlays and Red Green Blue Convective Storms Methods on the Himawari-8 Satellite (Case Study: Bima Extreme Rainfall, December 21st 2016)
Hlm. 477-48
Validation of Cochlodinium Polykrikoides Red Tide Detection Using SeaWIFS-Derived Chlorophyll-A Data with NFRDI Red Tide Map in South East Korean Waters
Annual summer red tides of Cochlodinium polykrikoides have happenned at southern coastal of the South Korea, accounted economic losses of 76.4 billion won in 1995 on fisheries and other economic substantial losses. Therefore, it is important to eliminate the damage and losses by monitoring the bloom and to forecast their development and movement. On previous study, ocean color satellite, SeaWiFS, standard chlorophyll-a data was used to detect the red tide, using threshold value of chlorophyll-a concentration ? 5 mg/m3, resulted a good correlation using visual comparison. However, statistic based accuracy analysis has not be done yet. In this study, the accuracy of detection method was analyzed using spatial statistic. Spatial statistical match up analysis resulted 68% of red tide area was not presented in satellite data due to masking. Within red tide area where data existed, 36% was in high chlorophyll-a area and 64% was in low chlorophyll-a area. Within the high chlorophyll-a area 13% and 87% was in and out of the red tide area. It was found that the accuracy of this detection is low. However if the accuracy was yearly splitted, its found that 75% accuracy on 2002 where visually red tide detected spead out to the off-shore area. The fail and false detection are not due to the failure of the detection method but caused by limitation of the technology due to the natural condition i.e. type of red tide spreading, cloud cover and other flags such as turbid water, stray light etc.p.19-2