7104 research outputs found
Sort by
Efektivitas Transformasi Indeks Vegetasi Penekan Pengaruh Atmosfer Berbasis Citra Spot-6 Untuk Estimasi Produksi Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Di Sebagian Kabupaten Indragiri Hulu, Riau = (Effectiveness of Vegetation Index Transformation for Reducing the Effect of Atmospheric Based Image Spot - 6 for Estimating Production of Oil Palm Plant ( Elaeis Guineensis Jacq ) in part District Indragiri Hulu, Riau)
Kondisi atmosfer cukup signifikan untuk mempengaruhi nilai refleksi objek dari data penginderaan jauh, akibatnya mempengaruhi ekstraksi informasi dari data penginderaan jauh termasuk perkiraan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kemampuan transformasi indeks vegetasi dasar (generik) yakni Ratio Vegetation Index (RVI) dan indeks vegetasi yang mampu mengurangi pengaruh kondisi atmosfer yakni Atmospherically Resistant Vegetation Index (ARVI) dan Visible Atmospherically Resistant Index (VARI) untuk memperkirakan produksi tanaman kelapa sawit menggunakan citra SPOT-6. Daerah penelitian diperkebunan kelapa sawit PT. Tunggal Perkasa Plantations, Air Molek, Indragiri Hulu. Metode yang digunakan adalah penerapan transformasi RVI, ARVI dan VARI dan analisis regresi statistik menggunakan citra SPOT-6 tanggal 13 Juni 2013. Metode pemilihan sampel menggunakan stratified random sampling. Analisis regresi dilakukan antara tahun tanaman, indeks vegetasi, dan produksi dari lapangan untukmenghasilkan formula berdasarkan parameter pengaruh produksi, nilai indeks vegetasi dan perkiraan produksi. Hasil penelitian menunjukkan nilai estimasi produksi untuk transformasi RVI adalah 141.710 ton, ARVI adalah 143.317,5 ton dan Vari adalah 148.122,4 ton. Dibandingkan dengan produksi data lapangan sebesar 181 .702,6 ton. Akurasi perkiraan produksi sebesar 77,99% dari transformasi RVI, 78,87% dari transformasi ARVI dan 81,52% dari transformasi VARI. Jadi transformasi terbaik untuk memperkirakanproduksi kelapa sawit adalah transformasi VARI. Hasil penelitian membuktikan bahwa efek atmosfer pada citra penginderaan jauh dapat ditekan dengan menggunakan ARVI dan VARI transformasi.Hlm.11-2
Proceedings LISAT-FSEM 2016 : The 3rd International Symposium on LAPAN-IPB Satellite: For Food Security and Environmental Monitoring 2016
Analisis Fenomena El Nino Tahun 2015 Dan Dampaknya Terhadap Anomali Curah Hujan Di Semarang
Pada tahun 2015 lalu, aktivitas El Nino tercatat pada level kuat, bahkan World Meteorological Organization (WMO) menyatakan bahwa El Nino tahun 2015 sebagai salah satu kejadian El Nino terkuat sepanjang sejarah. Fenomena El Nino berkorelasi dengan penurunan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia yang berpotensi menimbulkan bencana kekeringan berkepanjangan. Berkaitan dengan hal tersebut, maka dilakukan penelitian dengan menganalisis fenomena El Nino tahun 2015 serta dampaknya terhadap curah hujan di Semarang. Analisis kejadian El Nino tahun 2015 dilakukan dengan menganalisis nilai indeks Nino 3.4, Southern Oscillation Index (SOI), Indian Ocean Dipole (IOD), suhu permukaan laut wilayah Samudera Pasifik, Indonesia, dan Samudera Hindia, vektor angin bulanan, dan kelembapan udara relatif bulanan wilayah Indonesia. Sementara itu, analisis curah hujan dilakukan dengan menggunakan data curah hujan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Mas Semarang selama tahun 2015 dengan menganalisis anomali dan sifatnya terhadap nilai normal curah hujan selama 30 tahun dari tahun 1980 hingga tahun 2010. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa berdasarkan parameter indeks Nino 3.4 dan Southern Oscillation Index (SOI) telah terjadi El Nino kuat pada pertengahan tahun 2015 hingga akhir tahun 2015, yang diikuti peningkatan indeks Dipole Mode yang bernilai positif pada Bulan Agustus hingga Bulan Oktober 2015, penurunan suhu permukaan laut, dominasi angin timuran, serta penurunan kelembapan udara di sebagian besar wilayah Indonesia telah menyebabkan anomali curah hujan bernilai negatif dan berada jauh dibawah kriteria normalnya. Sementara itu, penurunan indeks Dipole Mode, peningkatan suhu permukaan laut, mulai menguatnya angin baratan, serta peningkatan kelembapan udara di sebagian besar wilayah Indonesia menyebabkan peningkatan curah hujan secara signifikan di Semarang pada Bulan November dan mencapai kriteria normal pada Bulan Desember walaupun pada Bulan November dan Desember 2015 tersebut masih berada pada level El Nino kuat.Hlm.284-29
MACHINE LEARNING-BASED MANGROVE LAND CLASSIFICATION ON WORLDVIEW-2 SATELLITE IMAGE IN NUSA LEMBONGAN ISLAND
Machine learning is an empirical approach for regressions, clustering and/or classifying (supervised or unsupervised) on a non-linear system. This method is mainly used to analyze a complex system for wide data observation. In remote sensing, machine learning method could be used for image data classification with software tools independence. This research aims to classify the distribution, type, and area of mangroves using Akaike Information Criterion approach for case study in Nusa Lembongan Island. This study is important because mangrove forests have an important role ecologically, economically, and socially. For example is as a green belt for protection of coastline from storm and tsunami wave. Using satellite images Worldview-2 with data resolution of 0.46 meters, this method could identify automatically land class, sea class/water, and mangroves class. Three types of mangrove have been identified namely: Rhizophora apiculata, Sonnetaria alba, and other mangrove species. The result showed that the accuracy of classification was about 68.32%.Hlm.159-16
Majalah Sains Dan Teknologi Dirgantara Vol.12 No.2 Desember 2017
Hlm.55-100 : ill. ; 28 c
Analisis Hidrologi Karakteristik Curah Hujan di Kabupaten Sambas untuk Potensi Pembangunan Waduk
The urgently needs of drinking water raw materials in Sambas District (West Kalimantan) is the background of this research. At time people use rain water to meet the needs of household water. This study aims to determine and analyze the current rainfall carrying capacity and rainfall projection of Sambas District that potentially support the construction of reservoirs. The method used Is the analysis of annual rainfall data of the past, current, and rainfall projection and anomaly. The result shows that the recorded rainfall observed in 5 sub-district have the same rainfall pattern with rainfall output of CCAM model so that it can be used to predict the rainfall of the region as information of the construction plan of a dam. Based on annual projection and anomaly analysis of annual rainfall, Sambas Regency has a high chance to build a reservoir with the effective age that can reach 50 years (2066). Keywords : analysis, characteristic, rainfall, projection, reservoirKebutuhan bahan baku air minum masyarakat Kabupaten Sambas (Kalimantan Barat) yang mendesak melatarbelakangi penelitian ini. Selama ini warga memanfaatkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa daya dukung curah hujan saat ini dan proyeksi curah hujan Kabupaten Sambas yang berpotensi untuk pembangunan waduk. Metode yang digunakan adalah analisis data curah hujan wilayah tahunan masa lalu, saat ini, dan proyeksi curah hujan serta anomalinya. Hasilnya menunjukkan bahwa 5 kecamatan yang memiliki stasiun penakar hujan memiliki polo curah hujan yang sama dengan curah hujan luaran model CCAM sehingga dapat digunakan untuk menduga curah hujan wilayah sebagai informasi rencana pembangunan sebuah waduk. Berdasarkan analisis proyeksi dan anomali curah hujan wilayah tahunan Kabupaten Sambas memiliki peluang tinggi untuk dibangunnya sebuah waduk dengan umur efektif waduk yang dapat mencapai 50 tahun (tahun 2066).Hal. 109-11
Dampak Perubahan Iklim terhadap Ketersediaan Air di Cathment Area Waduk Jatigede Berbasis Estimasi Satelit dan Model
Climate change will affect the hydrologic cycle, thereby creating new challenges in water management. The study was conducted to examine the effects of climate change on the Catchment Area of Jatigede reservoir (West Java). This research aims to know the climate change impact on water availability from 1901 to 2015, based on CRU (Climate Research Unit) and CCAM (Conformal Cubic Atmosphere Model) with downscaling historiscal model data from 1949 to 2005 and RCP 4.5 from 2006 to 2069. Climate and hydrological variables for three periods (1949-1978, 1976-2005 and 2006-2035) were compared with the impact of water availability. To analyze the water availability condition in Catchment Area of Jatigede, the simulation of debit and water balance condition were done in Cimanuk River as the main support of water availability in Jatigede. Simulation of debit and water balance conditions were done with ArcSWAT model using climate data from CCAM, DEM SRTM 90 meter, soil type, and land use data. The results of the annual, five-year and thirty annual averages indicate (i) a decrease in rainfall of 0.137 mm/yr and on increase in temperature of 0.002 degrees Celsius per year (ii) river flows measurements and estimates -represented by two rivers Leuwi Daon- shows r = 0.71 and Leuwi Goong r = 0.58. Linear regression analysis reveals the expected future of Cimanuk River flow in Leuwi Daun and Leuwi Goong will decrease causing the decrease of water balance in Jatigede.Perubahan iklim akan rnempengaruhi siklus hidrologi, oleh karena itu akan menciptakan tantangan dalam pengelolaan air. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh perubahan iklim di Catchment Area waduk Jatigede (Jawa Barat), terhadap ketersediaan air periode 1901-2015. Data yang digunakan adalah data reanalisis (campuran observasi dan satelit) berbasis estimasi data satelit CRU (Climate Research Unit) dengan skenario model CCAM (Conformal Cubic Atmosphere Model) dengan downscaling data model historis dari 1949-2005 dan skenario RCP (Representative Concentration Pathway 4.5 W/m2) dari tahun 2006-2069. Variabel iklim dan hidrologi untuk tiga periode (1949-1978, 1976-2005 dan 2006-2035) dibandingkan dengan dampaknya terhadap ketersediaan air. Untuk menganalisis lebih dalam mengenai kondisi ketersediaan air di Catchment Area waduk Jatigede, dilakukan analisis simulasi kondisi debit dan neraca air di Sungai Cimanuk dimana sungai ini merupakan sungai besar sebagai penyokong utama ketersediaan air di Waduk Jatigede. Simulasi kondisi debit dan neraca air dilakukan dengan model ArcSWAT menggunakan data masukan iklim dari CCAM, data DEM SRTM 90 meter, type tanah, dan data penggunaan lahan. Hasil dad rata-rata tahunan, lima tahunan dan tiga puluh tahunan mengindikasikan (i) terjadi penurunan curah hujan sebesar 0.137 mm/thn dan peningkatan temperatur sebesar 0.002 2 C per tahun. (ii) Perbandingan debit sungai dari pengukuran dan estimasi yang diwakili dua sungai Leuwi Daun menunjukkan r=0,71 dan Leuwi Goong r=0,58. Analisis regresi linier menunjukkan bahwa debit Sungai Cimanuk di Leuwi Daun dan Leuwi Goong akan menurun sehingga menyebabkan penurunan neraca air di Waduk Jatigede.Hal. 118-12