Indonesian National Institute of Aeronautics and Space

repository.lapan.go.id
Not a member yet
    7104 research outputs found

    Koreksi Atmosferik Untuk Daerah Perairan Menggunakan Band Cirrus Pada Data Landsat-8

    No full text
    Kondisi atmosfer termasuk keberadaan awan sirus sangat berpengaruh pada kualitas radiometrik citra penginderaan jauh. Data Landsat-8 memiliki band yang khusus mendeteksi awan sirus, yaitu band 9.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode koreksi atmosferik dengan menggunakan band9 pada data Landsat-8. Untuk membatasi permasalahan, penelitian ini menggunakan objek perairan. Metode yang diajukan adalah algoritma sederhana di mana nilai reflektansi dari band masukan dikoreksidengan nilai reflektansi band 9 secara linier. Data sebelum diolah dan data setelah diolah kemudiandibandingkan dengan data referensi. Hasil pembandingan tersebut menunjukkan perubahan yang cukup signifikan dengan nilai PSNR pada band 4 mencapai 23.687dB (data setelah diolah) dari 8.259dB (data sebelum diolah).Hlm. 38-4

    Majalah Ilmiah Globe Vol. 19 No.1 April 2017

    No full text
    Hlm.001-104 : ill

    Koreksi Atmosfer Citra Landsat-8 Menggunakan Metode 6S

    No full text
    Koreksi Atmosfer menggunakan metode Second Simulation of a Satellite Signal in the Solar Spectrum (6S) diterapkan pada data Landsat 8 level 1T (precision terrain-corrected product) dari stasiun bumi LAPAN Parepare menggunakan parameter visibility dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hasil analisis yang dilakukan di areal persawahan di wilayah Jakarta (P/R 122/064 tanggal 18 September 2016) dan Jawa Barat (Path/Raw 121/065 tanggal 13 Oktober 2016) menunjukkan adanya perbaikan pola spektral objek. Nilai spektral objek sebelum dilakukan koreksi atmosfer masih memiliki nilai yang cukup tinggi khususnya pada band 1 (aerosol), 2 (biru), 3 (hijau) dan 4 (merah) namun setelah koreksi atmosfer hasilnya menunjukkan nilai pantulan vegetasi untuk tanaman padi, lahan basah dan lahan kering relatif lebih rendah pada band-band tersebut baik untuk tanaman padi di sekitar wilayah Jakarta maupun wilayah Jawa Barat. Hal tersebut sesuai dengan pola pantulan citra Landsat secara umum. Perbandingan dengan produk Landsat-8 Surface Reflectance (L8-SR) menunjukkan adanya kesamaan karakteristik spektral khususnya pada Band 1,2,3 dan 4. Nilai NDVI model koreksi atmosfer 6S cenderung hamper sama dengan nilai NDVI L8-SR baik untuk tanaman padi, lahan basah maupun lahan kering.Hlm.106-11

    MJO Modulation On Diurnal Rainfall Over West Java During Pre-Monsoon And Strong El Nino Period

    No full text
    This study was conducted to determine the MJO modulation ondiurnal rainfall in West Java during the pre-monsoon and strong El Nino periods in 2015 over West Java. The data used is a combination of satellite data, reanalysis data, radar stations data, and numerical weather prediction of Weather Research and Forecasting (WRF) data with spatial resolution of 5 km. The results confirmed that the strong MJO in 4 and 5 phases has modulated the amplitude of diurnal rainfall increase significantly over West Java in phase of lag-F1 Modulation on diurnal cycle of rainfall was also indicated by the persistence of the rainfall and the formation of two peaks of maximum rainfall in the afternoon and early morning. In addition, modulation of rainfall for the southern part of Java was 50% greater than the north. Moreover, the MJO modulation mechanism was characterized by the formation of an active and extending of Meso-scale Convective System (MCS) which has a cycle of up to 12 hours and persistent from November 7-9 over West Jav

    No full text
    Digital classification technique using Object-Based Image Analysis (OBIA) of SPOT-6 imagery could improve classification accuracy and provide detail type of land cover. This method is better applied for data with higher spatial resolution imagery which has high heterogeneity where the pixel size is smaller the actual size of the objects. The sequence steps were image preprocessing and pansharpening, identify the potential of landcover types using Jeffries-Matusita (JM) feature separability, determine a stratification boundary, and developing the Object-Based Orientation classification using Erdas Imagine Objective. Detail process of OBIA was image pixel segmentation with the parameters were consists of determining the minimum pixel segmentation ratio which was 1000 and applying the single feature probability and NDVI, and determine cue weight. The second segmentation was object vector classification which segmented the vector object using the empirical distribution analysis. The segmentation is based on region growing of the Multi-Bayesian network. The classification result is then assessed by comparing the classification result of Maximum Likelihood (MLC) using confusion matrix. The result shows that object-based classification technique could improve the classification by 83% compared to the MLC with only 67%. The method of segmentation used the stratification zone in order to make an optimum cue weight in detecting the object through texture, size, and shape while also applying the spectral-based method.p. 2139-214

    Studi Fenomena Slug Aliran Air-Udara Berlawanan Arah Pada Sistem Pipa Kompleks Dengan Variasi L/D

    No full text
    Aliran dua fase merupakan bagian dari aliran multiphase, baik itu aliran yang searah maupun yang berlawanan arah. Salah satu aplikasi pemanfaatan aliran berlawanan arah yaitu Pressurized Water Reactor (PWR) ketika terjadi kebocoran pada saluran [rimer. Salah satu pola aliran yang terbentuk adalah aliran slug, aliran yang sebisa mungkin diindari karena menimbulkan perubaan tekanan yang mendadak dan osilasi tekanan yang besar. al tersebut dapat mengakibatkan pipa pecah, kerusakan struktur akibat getaran atau memicu terjadinya korosi akibat kavitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari fenomena pola aliran, frekuensi slug, kecepatan slug dan posisi onset of slugging aliran air-udara berlawanan arah pada sistem pipa kompleks dengan variasi L/D.Penelitian dilakukan pada L/D = 25 dan L/D = 50 dengan pipa berdiameter 25,4 mm, variasi panjang pipa 635 mm dan 1270 mm. Daerah pengamatan dilakukan pada simulator hot leg dengan pengambilan data menggunakan kamera berkecepatan tinggi. Metode pengamatan dan analisa data dilakukan secara visual dengan mengamati potongan-potongan gambar. Aliran stratified terjadi pada JL dan JG rendah, dengan semakin bertambanya JG dan JL yang sama permukaan air akan bergelombang hingga menyentuh dinding pipa yang terbentuk aliran slug. Frekuensi slug akan semakin naik pada wilayah 1, dan menurun pada wilaya 2. Bertambanya JL mempengarui kecepatan rambat slug yang bertambah besar. Fenomena flooding dengan bertambanya JL maka JG semakin kecil. Flooding pada L/D = 50 lebih cepat terjadi dibandingkan dengan L/D = 25.Xviii, 98 hlm. : ill. ; 28 c

    Pengaruh Pansharpening Terhadap Indeks Lahan Terbangun NDBI Menggunakan Citra Satelit Landsat 8 di Kota Pontianak = Effect of Pansharpening on Built-up Index NDBI Using Landsat 8 Satelitte Imagery in Pontianak City

    No full text
    Salah satu metode untuk deteksi permukiman dengan menggunakan citra satelit adalah indeks lahan terbangun NDBI (Normalized Difference Build-up Index). Citra satelit yang digunakan adalah citra satelit Landsat 8 dimana memiliki kelebihan berupa banyaknya jumlah band, terutama keberadaan band NIR dan SWIR-1 sebagai pembangun transformasi indeks lahan terbangun NDBI. Namun citra satelit Landsat 8 memiliki kelemahan yaitu resolusi spasialnya yang hanya sebesar 30m. Solusi dari masalah resolusi spasial citra satelit Landsat 8 bisa diatasi dengan metode penajaman citra yaitu pansharpening. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode pansharpening terbaik yang dapat diterapkan pada indeks lahan terbangun NDBI. Metode pansharpening tersebut adalah metode Gram-Schmidt dan UNB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum metode UNB lebih baik dari metode Gram-Schmidt. Namun pansharpening yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Gram-Schmidt dan UNB mengurangi akurasi indeks lahan terbangun NDBI dalam memberikan informasi lahan terbangun suatu wilayah.Hlm. 53-6

    Pemantauan Pertumbuhan Kelapa Sawit dengan Menggunakan Data PALSAR-ALOS di Mamuju Sulawesi Barat = The Oil Palm Growth Monitoring by Using PALSAR ALOS In Mamuju, West Sulawesi

    No full text
    Kelapa sawit merupakan tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia dimana penyebarannya dari Aceh sampai Papua. Luasnya lahan perkebunan kelapa sawit ini memerlukan sistem yang cepat dan akurat dalam pemantauannya. Hal ini diperlukan untuk di antaranya mengetahui perubahan luasan perkebunan kelapa sawit, serta mengetahui usia kelapa sawit sehingga dapat diprediksi nilai produksinya, nilai pajak dan saat mulai diperlukan peremajaan; serta pemantauan kesehatan tanaman kelapa sawit. Penginderaan Jauh memiliki potensi signifikan untuk pemetaan dan pemantauan tanaman kelapa sawit karena cakupan perekaman yang luas dan berulang, serta memberikan peluang analisa kuantitatif, dan relative murah. Adanya masalah awan yang sering meliputi Indonesia, menyebabkan diperlukan data satelit Synthetic Aperture Radar (SAR). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode untuk menganalisa pertumbuhan kelapa sawit dengan menggunakan data satelit PALSAR ALOS. Area kajian adalah kabupaten Mamuju Sulawesi Barat. Data utama yang digunakan adalah PALSAR ALOS dan data pendukung berupa data optik SPOT6. Analisa dilakukan dengan konversi data SAR menjadi nilai hambur balik (backscatter), kemudian klasifikasi penggunaan lahan dan perkebunan sawit. Selanjutnya dengan menggunakan data lapangan berupa data usia tanaman kelapa sawit yang diamati di lapangan, serta perta kalender tanam, dilakukan analisa regresi untuk mengetahui hubungan antara usia dan nilai hambur balik data SAR serta mendapatkan model pertumbuhannya. Hasil menunjukkan bahwa model pertumbuhan kelapa sawit membentuk kurva logaritmik, dengan persamaan yang terbaik diperoleh untuk PALSAR dengan polarisasi HH dengan nilai R2 sebesar 0,75 dan untuk polarisasi HV dengan nilai R2 sebesar 0,60Hlm.191-19

    0

    full texts

    7,104

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.lapan.go.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇