7104 research outputs found
Sort by
The Utilization of Remote Sensing Data to Support Green Open Space Mapping in Jakarta, Indonesia
Hlm. 199-20
Analisa Aerodinamika Pesawat Nirawak Konfigurasi Ekor Vertikal Inverted V Dan U Dengan Simulasi CFD (Aerodynamic Analysis Of Unmanned Aircraft Inverted V And U-Shapped Vertical Tail Configuration Using CFD Simulation
Karakteristik aerodinamika adalah salah satu aspek yang dipertimbangkan dalam proses pemilihan konfigurasi dari perancangan pesawat nirawak. Karakteristik ini merupakan salah satu parameter yang dapat menentukan prestasi terbang dari pesawat dan juga untuk pemilihan mesin pesawat. Karakteristik ini dapat dipresentasikan dalam bentuk karya drag polar dab kurva effisiensi aerodinamika. Kurva tersebut dapat dihasilkan dari analisa gaya/momen aerodinamika dengan beberapa metode tertentu, salah satunya dengan metode simulasi Computational Fluid Dynamics menggunakan perangkat lunak ANSYS CFD. Metode ini menggunakan model aliran udara dengan berdasarkan persamaan Navier-Stokes dan simulasi dengan grid 3 dimensi. Pesawat LSU-02 Series merupakan pesawat nirawak yang digunakan sebagai objek simulasi. Pesawat ini memiliki dua konfigurasi ekor vertikal yang berbeda, yaitu berbentuk huruf V dan huruf U terbalik Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui karakteristik aerodinamika berupa kurva drag polar, kurva effisiensi aerodinamika dan kontur aliran dari simulasi CFD, untuk kedua konfigurasi tersebut lalu membandingkannya satu sama lain. Dari perbandingan antara kurva drag polar dan effisiensi aerodinamika, kedua konfigurasi ekor menunjukkan tren yang seragam. Ada perbedaan pada kontur aliran turbulen yang dihasilkan oleh ekor vertikal dengan bentuk huruf U terbalik.Hlm. 74-8
Metode Analitik Berbasis Filter Kalman Dengan Persamaan Constraint Linear State (Analytical Method Based On Kalman Filter With Linear State Contraint)
Sejak era teknologi analog hingga teknologi digital, filtering merupakan isu penting yang selalu menarik perhatian para pakar elektronika. Teknologi filtering yang terus berkembang sejak akhir Perang Dunia ke-2 membuat makin luasnya penggunaan filter. Salah satu jenis filter yang namanya makin dikenal sejak era 1960an ialah filter Kalman. Banyak penelitian yang telah dilakukan dalam mengembangkan filter Kalman, baik dalam modifikasi bentuk dasarnya maupun implementasinya di dunia keteknikan. Dalam pemodelan sistem dinamis sering kali terdapat hubungan antar state yang sulit dimasuldcan ke dalam kerangka kerja filter Kalman. Biasanya constraint berupa persamaan state ini diabaikan begitu saja. Hal ini tentu saja bisa mengurangi akurasi estimasi state yang dihasilkan. Oleh karenanya dalam makalah ini dilakukan pendekatan analitik yang berusaha memasukkan constraint persamaan state ke dalam kerangka kerja filter Kalman. Constraint state yang digunakan pada makalah ini merupakan constraint linear dengan parameter konstan. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa kinerja estimasi filter Kalman ber-constraint selalu lebih efektif daripadafi/ter Kalman tanpa constraint . Untuk pemberian nilai parameter awal tertenta, ternyata nilai RMS (root mean square) eror estimasi filter Kalman ber-constraint (baik W=I maupun W = E-1) mempunyai nilai akurasi 4 kali lebih baik daripada filter Kalman tanpa constraint . Kata kunci: Filter Kalman, State, Constraint, RMS error.Hlm. 89-9
Analisa Faktor Intensitas Tegangan Pelat Datar Dengan Model Retak Tepi Dan Retak Tengah (Stress Intensity Factor Analysis On A Flat Plate With Edge And Center Crack Model)
Salah satu faktor ayang membahayakan operasi pesawat udara adalah adanya retakan. Selain bisa merambat, retakan juga menyebabkan berkurangnya kekuatan struktur karena adanya distribusi tegangan disekitar ujung retak. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perhitungan faktor intensitas tegangan pada pelat datar dengan retakan di tepi pelat dan di tengah pelat. Geometri dan panjang retak ditentukan di awal. Beban yang diberikan terdistribusi sebesar 1 MPa. Material yang digunakan adalah alumunium seri 2024-T3 yang biasa digunakan di pesawat terbang. Simulasi numerik dengan metode elemen hingga menggunakan software Abaqus telah berhasil dilakukan. Hasil perhitungan numerk selanjutnya dibandingkan dengan perhitungan analitik. Perbedaan hasil antara numerik dan analitik yang dibawah 5% menunjukkan metode perhitungan numerik yang digunakan dapat diterima.Hlm. 116-12
ANALISIS TEGANGAN STRUKT\'UR ENGINE MOUNT PESAWAT TURBOPROP BERPENUMPANG 19 ORANG DENGAN PENDEKATAN 1D DAN 2D MENGGUNAKAN MSC PATRAN/NASTRAN STRESS ANALYSIS OF ENGINE MOUNT STRUCTURES FOR 19-SEATER TURBOPROP AIRCRAFT IN 11) AND 2D APPROACH USING MSC PATRAN/NASTRAN
Penelitian yang berjudul "Analisis Tegangan Struktur Engine Mount Pesawat Turboprop Berpenumpang 19 Orang dengan Pendekatan ID dan 2D Menggunakan PATRAN/NASTRAN" ini berisi tentang analisis dari tegangan yang terjadi pada struktur engine mount ketika diberi beberapa kasus pembebanan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh vitalnya peran engine pada pesawat sehingga struktur yang membawa engine tersebut tidak boleh gagal dengan alasan apapun. Oleh karena itu, tegangan dan kekuatan strukturnya perlu dianalisis lebih dalam. Parameter yang digunakan untuk menentukan kekuatan strukturnya adalah dengan margin of safety, yaitu parameter yang membandingkan nilai tegangan maksimal yang diperbolehkan dengan tegangan maksimal yang terjadi. Metode yang digunakan adalah metode numerik dengan perangkat lunak MSC PATRAN/NASTRAN. Hasil yang didapat berupa adanya kegagalan pada struktur yang dianalisis pada beberapa kasus yang dianalisis. Hal ini disebabkan oleh adanya ketidaksempurnaan geometri pada struktur sehingga ketika diberi beban elcsternal, terjadi konsentrasi tegangan di sekitar geometri yang tidak Penelitian yang berjudul "Analisis Tegangan Struktur Engine Mount Pesawat Turboprop Berpenumpang 19 Orang dengan Pendekatan ID dan 2D Menggunakan PATRAN/NASTRAN" ini berisi tentang analisis dari tegangan yang terjadi pada struktur engine mount ketika diberi beberapa kasus pembebanan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh vitalnya peran engine pada pesawat sehingga struktur yang membawa engine tersebut tidak boleh gagal dengan alasan apapun. Oleh karena itu, tegangan dan kekuatan strukturnya perlu dianalisis lebih dalam. Parameter yang digunakan untuk menentukan kekuatan strukturnya adalah dengan margin of safety, yaitu parameter yang membandingkan nilai tegangan maksimal yang diperbolehkan dengan tegangan maksimal yang terjadi. Metode yang digunakan adalah metode numerik dengan perangkat lunak MSC PATRAN/NASTRAN. Hasil yang didapat berupa adanya kegagalan pada struktur yang dianalisis pada beberapa kasus yang dianalisis. Hal ini disebabkan oleh adanya ketidaksempurnaan geometri pada struktur sehingga ketika diberi beban elcsternal, terjadi konsentrasi tegangan di sekitar geometri yang tidak sempurna tersebut, seperti lubang dan sambungan las, yang kemudian menyebabkan struktur gagal. Beberapa pilihan yang bisa dilakukan untuk menurunkan konsentrasi tegangan yang terjadi adalah dengan mengganti material atau mempertebal struktur sekitar lokasi kritis. Kata kunci: tegangan maksimum, engine mount, beban eksternal, metode numerik, margin of safety.Hlm.106-11
ANALISIS CAP ROKET RX 450 PENGARUH TEKANAN UNTUK BERBAGAI KETEBALAN ANALYSIS OF ROCKET CAP RX 450 EFFECT OF PRESSURE FOR VARIOUS THICKNESS
Cap sebuah roket berguna untuk menahan tekanan ke depan akibat pembakaran bahan bakar, sehingga bagian ini perlu dianalisis lebih mendalam lagi agar didapat struktur yang lebih ringan dan aman dalam operasinya. Selama ini masalah cap adalah strukturnya yang cukup berat karena cap bentuknya datar, pada roket RX 450 bentuknya diubah menjadi spherical dome, sehingga perlu dianalisis lebih mendalam lagi agar didapat struktur yang lebih ringan untuk digunakan pada roket. Untuk mendapatkan struktur yang ringan tersebut, maka dilakukan analisis pada berbagai ketebalan yaitu 10 mm, 5 mm dan 2,5 mm, dimana selama ini ketebalan dari cap spherical dome adalah 10 mm. Apakah 5 mm dan 2,5 mm masih aman untuk digunakan, maka dari analisis tersebut akan direkomendasikan untuk digunakan pada cap roket selanjutnya. Analisis dilakukan menggunakan 2 buah software Struktur pada tekanan 60 Bar, sebagai pembanding dari hasil teoritis, sehingga didapat hasil yang lebih baik dan terjarnin kehandalannya Kata kunci : Roket, Cap, TekananHlm. 164-17
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 15 No.2 Desember 2018
hlm. 55-11
Review Perbandingan Teknik Maximum Power Point Tracker (MPPT) untuk Sistem Pengisian Daya menggunakan Sel Surya
AbstractEnergi surya telah dianggap sebagai prospek sumber energi terbarukan untuk pembangkit tenaga listrik. Sistem fotovoltaik surya menjadi objek yang populer untuk dikembangkan oleh peneliti. Rendahnya efisiensi dalam konversi energi adalah salah satu kelemahan sistem ini. Modul fotovoltaik memiliki titik operasi tunggal di mana output tegangan dan arus menghasilkan output daya maksimum. Dalam kebanyakan sistem fotovoltaik, algoritma kontrol tertentu, yaitu Maximum Power Point Tracker (MPPT) untuk memanfaatkan secara maksimal energi surya tersebut. Ada tiga metode utama pada MPPT yaitu metode konvensional, metode kecerdasan buatan, dan metode hibrid. Setiap metode memiliki kelebihan dan juga kekurangan. Metode konvensional memiliki kelebihan seperti biaya rendah dan implementasi yang sederhana tetapi juga memiliki kerugian seperti tidak dapat beradaptasi dengan kondisi lingkungan. Metode berdasarkan kecerdasan buatan memiliki Power Point Tracking yang lebih cepat dan koreksi terhadap kondisi lingkungan sebagai kelebihannya tetapi juga memiliki kerugian seperti penerapan yang lebih rumit dan biaya yang lebih mahal.Hal. 111-12