7104 research outputs found
Sort by
Basic Lifetime Model For Reentry Time Prediction Of Artificial Space Objects
The identification of space debris and the prediction of its orbital lifetime are two important things in the initial mitigation processes of threat from falling debris. As a part of the development of related decision support system, this study focuses on developing a basic lifetime model of artificial space object based on a well-known theory and prediction scheme in the field of satellite reentry research. Current implemented model has not accounted atmospheric oblateness or other correcting factors, but it has a reasonably good performance in predicting reentry time of several objects with various initial eccentricities. Among 30 predictions conducted to 10 objects that reentered the atmosphere from 1970 to 2012, there are 13 calculations that yield prediction time with accuracy of < 30% relative to the actual reentry time. In addition, 11 calculations yields prediction time which were more accurate compared to the outputs from SatEvo software that is currently used in the decision support system on the falling debris operated by Space Science Center LAPAN. These results were considered satisfying and can be developed further by adopting the updated atmospheric model and by calculating other relevant correcting factors.Hlm.107-11
Konsep Inkubasi Bisnis: Wacana Dalam Upaya Peningkatan Peran Serta Swasta Pada Pengembangan Produk Keantariksaan Indonesia = The Concept Of Business Incubation: Discourse In The Efforts To Increase The Roles Of Private Companies In The Development Of Indonesian Space Products
Studi ini membahas secara sistematis berdasarkan telaah pustaka terhadap inkubasi bisnis.Diharapkan dengan adanya pemahaman yang menyeluruh terhadap inkubasi bisnis dapat menjadi referensi LAPAN dalam penguatan peran swasta sehingga mampu menghasilkan kemampuan bersama dalam penyelenggaraan layanan teknologi keantariksaan kepada pengguna akhir. Pada kajian ini telah diperoleh sebuah konsep inkubator bisnis dimana pada tahapan akhirnya proses alih teknologi menjadi sebuah syarat penting. Selain itu juga telah diperoleh suatu indikator untuk pengukuran keberhasilan inkubasi bisnis tersebut. Hasil kajian ini menjadi sangat jelas bahwa pelaksanaan model inkubasi bisnis yang terdiri atas unsur fokus strategi, dukungan pendanaan, tipe inkubasi bisnis, layanan keuangan dan peran pemerintah dapat menjadi solusi alternatif.Hlm. 37-4
Ground Check Mangrove Untuk Mendukung Pembuatan Satu Peta Mangrove Bali Dan Nusa Tenggara
Hlm.26-2
Optimasi Waktu Dekompresi Lossy Menggunakan Metode Pengelompokan Jumlah-Bit Kode Huffman Pada Data Lisa Satelit LAPAN-A3 = (Time Optimization For Lossy Decompression Of The Lisa Sensor Data On LAPAN A3 Satellite Using A Grouping Method Of Huffman Code Bit Number)
Satelit LAPAN-A3 menyediakan tiga pilihan untuk transmisi data multi-spektral LISA, yaitutanpa kompresi, terkompres lossy ataupun terkompres lossless. Transmisi data multi-spektralmenggunakan kompresi real-time lossy, dibangun menggunakan kombinasi transformasi Fourier danenkoda-dekoda Huffman. Proses enkoda-dekoda Huffman data multi-spektral 4-kanal (biru, hijau, merah, dan near infrared) dengan resolusi radiometrik 12bit/pixel dikerjakan berbasis tabel statik dengan 514 kode biner. Permasalahan yang dihadapi saat dilakukan uji operasional modul dekompresilossy adalah, kinerja modul sangat lambat dan diperlukan waktu cukup lama (hingga 12 jam) untukmengolah 97120 baris data LISA atau setara dengan 185 detik pengamatan. Tulisan ini mengusulkan metode perbaikan algoritma dekompresi data LISA real-time lossy menggunakan pengelompokanjumlah-bit pada algoritma dekoda Huffman dan menggunakan pointer untuk pembacaan data danoperasi logika di memori buffer. Proses pencarian nilai-kode Huffman dilakukan menggunakanpendekatan diagram pohon yang dimulai dari jumlah-bit terkecil. Hasil uji kinerja pada 6 contoh datamenunjukan bahwa modul dekompresi lossy yang diusulkan dapat mempercepat waktu proses ratarata 15 kali dibandingkan dengan modul sebelumnya. Sementara itu, rasio kompresi lossy masih sesuai dengan spesifikasi desain yaitu 4 kali, dan persentase kemunculan data berkarakter khusus pada data tanpa cacat adalah sangat kecil yaitu kurang dari 0,5%
Pengolahan Geolokasi Produk Data Gas Rumah Kaca (Grk) Dari Satelit Suomi Npp Atms Dan Cris Dengan Metode Interpolasi Radial Basis Function = (Geolocation Processing Of Greenhouse Gases Product Data From Suomi Npp Satellite Atms And Cris Using Radial Basis Function Interpolation)
Pengolahan geolokasi untuk menghasilkan produk data gas rumah kaca (GRK) spasial yangterdiri dari gas CH4,CO2 dan N20 telah dilakukan secara sistematis. Data gas rumah kaca tersebutdihasilkan dari produk Enviomental Data Record (EDR) Satelit Suomi NPP Sensor CrIS dan ATMS. Hingga saat ini terdapat permasalahan dalam penyajian data informasi konsentrasi gas rumah kaca, yaitu file hasil pengolahan sistematis masih dalam format netcdf sehingga belum dapat didistribusikanuntuk melayani kebutuhan pengguna. Format netcdf terbatas hanya menampilkan nilai berupa angka,resolusi yang tidak seragam, belum teregistrasi dan tidak compatible dengan aplikasi pengolahan data yang umumnya digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pengolahan geolokasiyang dapat menyajikan informasi data gas rumah kaca secara spasial. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah registrasi piksel koordinat ke dalam data citra, konversi nilai Digital Number (DN). Interpolasi nilai antar piksel menggunakan metode Radial Basis Function (RBF) dengan fungsi linier.Hasil dari penelitian ini adalah modul pengolahan geolokasi produk data yang dapat menyajikaninformasi konsentrasi gas rumah kaca pada beberapa level ketinggian. Produk yang dihasilkan dalam format geotiffdengan resolusi spasial 50 km.Hlm.35-4
Perubahan Ruang Hijau Kabupaten Bojonegoro Menggunakan Data Penginderaan Jauh MultiTemporal
Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu kabupaten yang ditetapkan sebagai kawasan rawan bencana yaitu kawasan rawan tanah longsor dan kawasana rawan banjir yang tertuang pada peraturan presiden nomor 28 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Pulau JawaBali pada pasal 45 ayat 3 huruf a dan c. Banyak sekali faktor penyebab terjadinya tanah longsor dan banjir, salah satunya yaitu berkurangnya kawasan ruang hijau di suatu wilayah. Informasi Ruang Hijau sangat diperlukan, informasi tersebut sebagai salah satu parameter penilaian kondisi lingkungan suatu wilayah. Dengan memanfaatkan citra landsat dapat diperoleh luasan ruang hijau dengan metode (Normalized Differential Vegetation Index) NDVI yang mampu melakukan klasifikasi obyek vegetasi dan non vegetasi, Untuk mengetahui tingkat akurasi hasil klasifikasi maka di hitung tingkat akurasi melalui besaran nilai kappa menggunakan data SPOT 6/7 yangmempunyai resolusi spasial lebih tinggi, Penelitian ini dilakukan untuk mengekplorasi sebaran dan perubahan kawasan Ruang Hijau menggunakan data Landsat 8 tahun 2015 untuk mengetahui kondisi pasca banjir, kemudian dan Landsat-8 tahun 2017 untuk mengetahui kondisi saat ini. Hasil yang diperoleh yaitu terjadi penurunan Ruang Hijau dari tahun 2015 sampai 2017 Ruang Hijau Kabupaten Bojonegoro mengalami penurunan sebesar 12.679,7 Ha.Hlm. 491-49