7104 research outputs found
Sort by
Performansi Karakteristik Sensor Pengukur Kecepatan Sudut Berbasis MEMS MPU 6050 dan ADXL 335 (Characteristic Performance of Angular Velovity Sensor Measurement Based On MEMS MPU 6050 And ADXL 335)
Sensor Pengukur kecepatan sudut diperlukan untuk Navigasi dan Pedoman pada benda yang bergerak, sensor, menurt prinsip, oprasi krjanya dapat dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu sensor mekanik, sensor optik dan MEMS atau Micro Electromechanical System. MEMS adalah teknologi yang didefinisikan sebagai elemen mekanik dan elektromekanik dalam bentuk mikro dibuat dengan teknik pabrikasi mikro. Sehingga sensor berbasis MEMS sangat cocok untuk pengembangan sistem autopilot pesawat tanpa awak, dimana berat dan dimensinya memenuhi syarat dalam hal pengembangan sistem pada suatu modul yang tersusun rapat. Performansi sebuah sistem pengukuran dapat ditunjukkan dengan nilai statistik, salah satunya dinyatakan dengan fungsi kerapatan peluang nilai output (probability density junction/PDF). Dalam penelitian ini, dirancang sistem pengukuran sudut menggunakan dua sensor berbasis MEMS, yaitu MPU 6050 dan ADXL 335 dan mengintegrasikannya ke perangkat keras Arduino untuk mendapatkan nilai 6050 dan ADXL 335. Sistem pengukuran kecepatan sudut dengan menggunakan sensor MPU 335 karena nilai PDF lebih tinggi di nilai kecepatan sudut 18.04"/detik dan rentang outputnya yang lebih kecil.Hlm. 27-3
Evaluasi Kinerja Star Sensor Experimental LAPAN di Orbit Pada Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB
Sensor bintang eksperimental LAPAN yang pertama telah terbang pada satelit mikro LAPAN-A3/LAPAN-IPB yang diluncurkan pada tanggal 6 Juni 2016 sebagai muatan tambahan pada misi roket PSLV-C34. Data star sensor perlu dievaluasi untuk mengetahui kinerjanya di orbit. Star sensor adalah salah satu demonstrasi teknologi komponen satelit yang dikembangkan oleh LAPAN untuk menentukan sikap satelit di orbit. Star sensor berbasiskan sensor CCD kamera kelas industri dengan modifikasi pada perangkat lunak untuk memenuhi persyaratan sensor bintang dan lensa 16 mm digunakan untuk mendapatkan Field of View (FOV) yang luas. Sebuah kacafirse silika digunakan pada bagian optik untuk meminimalkan radiasi di luar angkasa yang dapat mempengaruhi degradasi sensor CCD. Star sensor dilengkapi dengan baffle yang dirancang untuk meminimalkan cahaya tidak diperlukan yang mengenai sensor yang menyebabkan timbulnya gangguan pada algoritma identifikasi bintang. Algoritma identifikasi bintang yang robust diimplementasikan dalam unit elektronik star sensor untuk menghitung posisi bintang dan katalog bintang yang dioptimalkan juga digunakan untuk memastikan kinerja yang tinggi dari star sensor. Pada fase orbit awal (LEOP) LAPAN-A3/LAPAN-IPB menunjukkan bahwa star sensor dalam kondisi yang baik. Pengujian di orbit telah dilakukan meliputi uji fungsional dan uji kinerja. Dari pengujian yang dilakukan tersebut menunjukkan bahwa star sensor eksperimental LAPAN berfungsi dengan baik dan dapat digunakan sebagai sensor sikap satelit. Kata kunci: LAPAN-A3, satelit mikro, star sensorHlm. 52-6
Perancangan Knowledge Management System Di Pusat Teknologi Satelit (Knowledge Management System Design In Satellite Technology Center)
Pusat Teknologi Satelit merupakan Pusat dibawah Kedeputian Teknologi Penerbangan dan Antariksa yang mempunyai tugas melaksanakan penelitian, pengembangan, perekayasaan dan pemanfaatan, serta penyelenggaraan keantariksaan di bidang teknologi satelit, tujuan yang ingin dicapai pada perancangan knowledge Management System (KMS) di Pusteksat ini adalah menyediakan media diseminasi dalam bentuk e-dokumen yang lebih terstruktur dan mudah untuk diakses, menyimpan knowledge dan pengalaman yang memiliki pegawai di dalam satu Knowledge Management system, agar pengetahuan di unit tersebut tidak kilang ketika terjadi perpindahan atau rotasi pegawai dan mendukung suatu budaya knowledge sharing atau saling berbagi pengetahuan yang difasilitasi sebuah sistem yang handal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KMS yang telah dirancang memiliki fitur e-dokumen, forum, tanya jawab pakar. Diharapkan dengan menerapkan KMS ini dapat menumbuhkan budaya knowledge sharing guna mendukung penguatan kinerja pusteksat.Hlm. 82-8
Pemilihan Profil Sayap Pesawat LSU-02 NG LD Dengan Menggunakan Metode Panel (Choise Wing Profile Of LSU-02 NG LD Aircraft With Panel Methode)
Telah dilakukan pemilihan airfoil untuk profil sayap pesawat LSU-02 NG LD. Kandidat dari airfoil tersebut diantaranya FX63-120, GOE 501, dan GOE 497 serta ada tambahan airfoil yang merupakan airfoil yang digunakan oleh pesawat pembanding (Penguin C) yaitu MH32. Metode yang digunakan untuk memperoleh hasil perhitungan karakteristik aerodinamik adalah menggunakan metode panel. Perhitungan diperoleh dari hasil perhitungan menggunakan software Xfoil. Analisa hasil perhitungan hanya dilihat pada karakteristik aerodinamik seperti gaya angkat dan gaya hambat . Berdasarkan hasil perhitungan maka airfoil GOE 501 terpilih menjadi airfoil untuk profil sayap karena sudah cukup memenuhi kebutuhan dari gaya angkat dan gaya hambat.Hlm. 98-10
Analisis CAP Roket RX 450 Pengaruh Tekanan Untuk BerbGai Ketebalan (Analysis of Rocket CAP RX 450 Effect of Pressure For Various Thickness)
Cap sebuah roket berguna untuk menahan tekanan ke depan akibat pembakaran bahan bakar, sehingga bagian ini perlu dianalisis lebih mendalam lagi agar didapat struktur yang lebih ringan dan aman dalam operasinya. Selama ini masalah cap adalah strukturnya yang cukup berat karena cap bentuknya datar, pada roket RX 450 bentuknya diubah menjadi spherical dome, sehingga perlu dianalisis lebih mendalam lagi agar didapat struktur yang lebih ringan untuk digunakan pada roket. Untuk mendapatkan struktur yang ringan tersebut, maka dilakukan analisis pada berbagai ketebalan yaitu 10 mm, 5 mm dan 2,5 mm, dimana selama ini ketebalan dari cap spherical dome adalah 10 mm. Apakah 5 mm dan 2,5 mm masih aman untuk digunakan, maka dari analisis tersebut akan didokumentasikan untuk digunakan pada cap roket selanjutnya. Analisis dilakukan menggunakan 2 buah software struktur pada tekanan 60 Bar, sebagai pembanding dari hasil teoritis, sehingga di dapat hasil yang lebih baik dan terjamin kehandalannya.Hlm. 164-17
Tinjauan aspek teknis dan yuridis Kegiatan eksplorasi antariksa dan dampaknya bagi lapan = the overview of technical and legal aspects of Space exploration and its impacts for lapan/Zakaria
Hlm. 19-2
Development of Mobile Ground Control System and GPS Base Auto Tracking Antenna
AbstractFlight test of both rocket and high speed Unmanned Aerial Vehicle (UAV), which is currently developed by LAPAN, can not be separated from the need for a monitoring system of all the attitude of the vehicles. Utilizing and combining some of the available equipment components into a ground control system (GCS) equipped with GPS based auto tracking antenna, makes it easy in previous flight test activities that only do tracking antenna manually. This ground control system is equipped with automatic tracking antenna that always leads to the vehicle, so that the data attitude of flying the vehicle will be maximally monitored and analyzed directly with ease. This system has been tested on a laboratory scale related to testing using hardware in the loop simulation systemHlm. 83-9