PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan
Not a member yet
72 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) UNTUK MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB PESERTA DIDIK SMA NEGERI 4 SURAKARTA
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap tanggung jawab peserta didik melalui penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Division). Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus. Setiap siklus melibatkan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan skala sikap. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD efektif dalam meningkatkan sikap tanggung jawab peserta didik. Pada prasiklus, sekitar 51,3% peserta didik menunjukkan sikap tanggung jawab, siklus I menunjukkan peningkatan yaitu 72,9% pada siklus II presentase peserta didik yang memiliki sikap tanggung jawab mencapai 89,1%. Saran yang dapat diberikan adalah bagi guru untuk mempertimbangkan model ini sebagai alternatif solusi dalam menghadapi masalah sikap tanggung jawab peserta didik. Peserta didik juga perlu lebih aktif dalam menunjukkan sikap tanggung jawab dan kesungguhan dalam belajar. Kepala sekolah dapat mempertimbangkan penggunaan model STAD dalam merancang kebijakan terkait variasi pembelajaran.Kata Kunci: Sikap Tanggung Jawab, Pembelajaran Kooperatif Tipe STA
PANCASILA SEBAGAI PONDASI PSIKOLOGIS: INTEGRASI NILAINILAI PANCASILA DAM MENGEMBANGKAN KESEJAHTRAAN PSIKOLOGIS INDIVIDU
Integrasi merupakan sebuah satu kesatuan yang memiliki rasa yang kuat dalam persatuan antara unsur yang satu dan unsur yang lainnya. Dalam nilai-nilai pancasila berlaku sebuah integrasi dalam menjalankan nila-nilai pancasila agar menjadi satu kesatuan pada kesejahteraan psikologis individu di warga negara Indonesia. Nilai-nilai pancasila merupakan sebuah nilai yang terkandung didalam lima dasar pancasila sehingga didalamnya merupakan nilai-nilai budaya yang sudah dilakukan oleh leluhur yang digali dari sejarah peradaban bangsa Indonesia sehingga tidak bisa dirubah oleh berjalannya waktu, Nilai-nilai pancasila memiliki lima nilai pancasila diantaranya nilai ketuhanan, nilai kemanusian, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan terakhir nilai keadilan sosial. Kesejahteraan psikologis merupakan hubungan antar seseorang dengan suatu kondisi yang memiliki nilai positif, dengan adanya kesejahteraan psikologis dapat memahami diri pribadi dan memahami sebuah tujuan dan nilai kehidupan secara sehat dan berfungsi secara optimal. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui tinjauan pustaka. Dalam penelitian ini, peneliti hanya mengandalkan literatur mulai dari penelitian kepustakaan maupun kerja lapangan. Peneliti tidak perlu melakukan kerja lapangan atau bertemu langsung dengan informan. Hasil dari penelitian ini bahwa nilai-nilai pancasila merupakan landasan pedoman kehidupan setiap manusia sedangkan manusia harus memiliki kesejahteraan psikologis individu yang positif, berkehidupan yang sehat tidak ada kekerasan, permusuhan dan perdebatan. Dengan adanya integrasi akan menjadi sebuah persatuan dalam menjalankan nilai-nilai pancasila dalam pengembangan kesejahteraan psikologis individu di Indonesia.Kata Kunci : integrasi, nilai-nilai pancasila, kesejahteraan psikologis individ
PERAN GURU PPKN TERHADAP PEMBENTUKAN KOMPETENSI WARGA NEGARA
The purpose of this research was to determine and describe the role of Civics teachers in addressing the impact of learning loss on the formation of citizens' competencies. The research method used in this study was causality with a quantitative approach. The subjects of this study were students of SMAN 1 Kibang, 11th grade, in the academic year 2022-2023. The sample size for this research was 42 respondents. The data collection technique used in this study was a questionnaire. The data analysis technique in this study involved using path analysis. The research results indicated that: 1) there was a positive and significant influence on the role of Civics teachers in addressing the impact of learning loss with a direct influence; 2) there was a positive and significant influence on the role of Civics teachers on the formation of citizens' competencies with a direct influence; 3) there was a negative and significant impact of learning loss on the formation of citizens' competencies with a direct influence.Keyword: The Role of Civic teachears, Learning Loss, Citizenshp CompetencyTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui maupun mendeskripsikan peran guru PPKn dalam mengatasi dampak learning loss terhadap pembentukan kompetensi warga negara. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kausalitas dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah Peserta didik SMAN 1 Kibang kelas XI Tahun ajaran 2022-2023. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angket. Teknik analisis data pada penelitian ini yakni menggunakan path analysis. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1). terdapat pengaruh positif dan signifikan dari peran guru PPKn dalam mengatasi dampak learning loss dengan pengaruh langsung; 2). terdapat pengaruh positif dan signifikan peran guru PPKn terhadap pembentukan kompetensi warga negara dengan pengaruh langsung; 3). Terdapat pengaruh negatif dan signifikan dampak learning loss terhadap penbentukan kompetensi warga negara dengan pengaruh langsung.Kata kunci : Peran Guru PPKn, Learning Loss, Kompetensi Warga Negar
UPAYA DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KOTA SEMARANG DALAM MENCEGAH KEKERASAN ANAK
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) bertugas membantu Walikota dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang ditugaskan kepada daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi 1) upaya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Semarang dalam pencegahan kekerasan anak; 2) Kendala pelayanan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kota Semarang dalam pencegahan kekerasan anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian berada di Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A). Informan dalam penelitian ini adalah Staf Bidang Pencegahan Kekerasan terhadap Anak dan Subkoordinator Pencegahan DP3A Kota Semarang serta orang tua yang memiliki anak di bawah umur. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya DP3A Kota Semarang dalam pencegahan kekerasan anak menggunakan dua cara yaitu preventif dan represif. Adanya upaya preventif bertujuan untuk mengurangi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan sedini mungkin dan menghindari dampak buruk dari suatu masalah yang timbul kemudian. Upaya represif juga dilakukan agar tindak kekerasan terhadap anak tidak terjadi lagi di masa mendatang. Dalam upaya penanganan korban kekerasan terhadap anak, DP3A Kota Semarang memiliki beberapa program yaitu pemenuhan hak anak dan perlindungan anak. Ada beberapa hambatan untuk menegakkan kebijakan yang akan mengurangi kekerasan terhadap anak
STRATEGI PENGUATAN DEMOKRASI AGONISTIK PADA BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (STUDI PADA BEM FKIP UNS)
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan strategi untuk menguatkan demokrasi agonistik mahasiswa dalam lingkungan BEM FKIP UNS; (2) Mendeskripsikan hasil dari penguatan demokrasi agonistik terhadap kualitas demokrasi di lingkungan BEM FKIP UNS dalam perspektif Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, serta analisis dokumen. Pengambilan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian pada BEM FKIP UNS Kabinet Alterasi 2023. Pengujian validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian yang didapatkan adalah sebagai berikut. Pertama, BEM FKIP UNS melaksanakan penguatan demokrasi agonistik melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi tersebut seperti Rapat Harian Terbatas (RHT), pembinaan di masing-masing kementerian, LKMM-D, dan kegiatan kepanitiaan, bentuk penguatan yang dilakukan adalah dengan menciptakan kontestasi dan perdebatan yang sehat, menciptakan kebebasan dan kesetaraan dalam berpendapat, serta adanya kepastian terhadap pluralisme. Kedua, hasil dari penguatan demokrasi agonistik terhadap kualitas demokrasi di lingkungan BEM FKIP UNS yaitu dapat meningkatkan partisipasi aktif dari anggota dan pengurus organisasi, menumbuhkan kemampuan untuk mengelola konflik secara melembaga, dan mampu bersikap terbuka terhadap adanya perbedaan dan menjunjung tinggi nilai toleransi dimana hal ini menunjukkan adanya keterampilan kewarganegaran dan sikap kewarganegaraan dalam diri anggota dan pengurus BEM FKIP UNS
PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA KELAS XI OTOMOTIF 3 MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GALLERY WALK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan strategi kooperatif tipe gallery walk dalam meningkatkan keterampilan komunikasi pada mata pelajaran pendidikan pancasila siswa di kelas XI Otomotif 3 SMK Muhammadiyah Kartasura. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI Otomotif 3 SMK Muhammadiyah Kartasura dengan objek penelitian keterampilan komunikasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan komunikasi peserta didik pada siklus I ke siklus II. Pada siklus I persentase keterampilan komunikasi peserta didik hanya mencapai 22,4 % dalam kategori kurang terampil. Pada siklus II keterampilan komunikasi peserta didik meningkat mencapai 78% dalam kategori terampil.Kata Kunci: strategi kooperatif, gallery walk
PERAN EKSTRAKURIKULER PASKIBRA SMK GANESHA TAMA BOYOLALI DALAM PEMBENTUKAN GENERASI MUDA YANG TANGGUH DAN BERKARAKTER
AbstrakGenerasi muda merupakan tumpuan harapan bangsa. Masa depan bangsa bergantung pada generasi muda yang tangguh dan berkarakter. Di era globalisasi ini, generasi muda dihadapkan pada berbagai rintangan dan tantangan yang kompleks, seperti kemerosotan moral, maraknya narkoba, dan pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, diperlukan upaya nyata untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan berkarakter, salah satunya melalui kegiatan ekstrakurikuler. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang memiliki potensi besar untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan berkarakter adalah Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera). Kegiatan ekstrakurikuler paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) merupakan salah satu organisasi kesiswaan diluar pelajaran formal di SMK Ganesha Tama Boyolali yang merupakan wadah untuk membangun kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, pembentukan sikap sebagai contoh generasi muda yang tangguh dan berkarakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ekstrakurikuler Paskibra SMK Ganesha Tama Boyolali dalam pembentukan generasi muda yang tangguh dan berkarakter. Metode yang digunakan berupa deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrakurikuler Paskibra terbukti efektif dalam menumbuhkan disiplin, keterampilan, karakter, moral, kepercayaan diri, rasa persahabatan, semangat persatuan, dan kekompakan pada diri para siswa. Keberhasilan Paskibra tidak lepas dari peran penting pembina dan kepala sekolah. Namun masih terdapat beberapa kendala yang perlu diatasi, seperti kurangnya minat siswa, fasilitas yang belum memadai, dan belum adanya kerjasama dengan orang tua. Saran yang diberikan adalah meningkatkan kualitas pelatihan, menyediakan fasilitas yang memadai, meningkatkan kerjasama dengan orang tua, melaksanakan kegiatan yang lebih variatif, dan mengembangkan jaringan dan kerjasama dengan instansi lain. Kata Kunci: Berkarakter, Ekstrakurikuler, Generasi Muda, Paskibra, Tangguh
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN PPKn DI SMPN 2 TELUKJAMBE TIMUR KARAWANG
ABSTRAKPenelitian ini mengkaji tentang Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and Picture Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII Pada Mata Pelajaran PPKn Di SMPN 2 Telukjambe Timur Karawang. Model picture and picture suatu kegiatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa dalam satu kelompok kecil untuk saling berdiskusi tentang materi dalam bentuk gambar dan mengurutkan menjadi urutan yang logis sehingga siswa menjadi aktif dalam belajar dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.Adapun, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Desain penelitian eksperimen dapat menerapkan pendekatan kualitatif ataupun kuantitatif. Namun pada umunya, penelitian eksperimen menerapkan pendekatan kuantitaif karena memerlukan hipotesis. Metode ini dipilih karena tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengungkapkan dampak yang ditimbulkan dari suatu perlakuan (treatmen), yaitu perlaksanaan pembelajaran yang diterapkan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.Berdasarkan analisis dan pembahasan dalam penelitian mengenai pengaruh model pembelajaran kooperatif picture and picture terhadap motivasi belajar siswa berupa hasil belajar mata pelajaran PPKn kelas VIII SMPN 2 Telukjambe Timur Karawang, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa model pembelajaran koperatif tipe picture and picture memberikan pengaruh terhadap motivasi belajar siswa berupa hasil belajar PPKn. Hal ini dilihat dari nilai rata-rata posttest siswa kelas eksperimen sebesar 70,00 sedangkan kelas kontrol sebesar 54,25. Dari pehitungan nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang menggunankan model pembelajaran konvensional. Uji hipotesis menunjukan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Sehingga, Ho di tolak atau H1 diterima, karena nilai Sig. (2-tailed) yakni 0,000< 0,05. Kata Kunci: Picture and Pictre, Motivasi Belaja
CIVIC ENGAGEMENT PADA KOMUNITAS PENGGEMAR KOREAN-POP DALAM MENINGKATKAN KEPEDULIAN SOSIAL
Latar belakang permasalahan yaitu sebagai akibat dari pengaruh globalisasi yaitu dengan masuknya budaya asing yang berasal dari Korea Selatan. Masuknya budaya ini mengakibatkan munculnya kelompok penggemar budaya korea yang biasa disebut fandom. Penggemar K-Pop memiliki kesulitan dalam mengendalikan perilaku dan emosinya ketika ada seseorang yang mengejek idolanya. Penggemar K-Pop yang memiliki keterlibatan sosial rendah hingga menarik diri dari lingkungan sosial cenderung menghabiskan waktu fokus pada idolanya melalui media sosial. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) untuk mengetahui bentuk civic engagement pada komunitas Indonesian BTS ARMY Solo Raya dalam meningkatkan kepedulian sosial, (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam menjalankan kegiatan di komunitas Indonesian BTS ARMY Solo Raya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini diperoleh dari informan (pengelola dan anggota komunitas Indonesia BTS ARMY Solo Raya dan arsip atau dokumen berupa foto yang telah dibagikan di media sosial. Keterlibatan Indonesian BTS ARMY Solo Raya dalam meningkatkan kepedulian sosial penggemar Korean-Pop yaitu dengan mengadakan berbagai kegiatan seperti kegiatan donasi maupun acara volunteer. Faktor yang menjadi hambatan dalam menjalankan kegiatan di komunitas Indonesian BTS ARMY Solo Raya (Indomysolar) ialah faktor dari internal berupa keterbatasan sumber daya terutama dalam hal pengumpulan hasil penggalangan dana yang belum mencapai target yang diinginkan, kurangnya partisipasi para anggota karena kesibukan lain, adanya perbedaan pendapat yang dapat menghambat kelancaran suatu kegiatan, kurangnya manajemen yang efektif dalam komunitas sehingga dapat menyebabkan kurangnnya efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan kegiatan, kurangnya publikasi dan promosi menyebabkan kurangnya partisipasi masyarakat secara luas. Hambatan eksternal atau hambatan yang terjadi di luar komunitas yaitu, kurangnya komunikasi atau koordinasi dengan tempat diadakannya kegiatan yang dapat menyebabkan kebingungan maupun miskomunikasi sehingga dapat mengganggu jalannya kegiatan yang telah direncanakan.Kata Kunci : Civic Engagement, Komunitas, Penggemar, Korean-Pop, Kepedulian Sosia
POLITICAL LITERACY BAGI PEMILIH PEMULA MELALUI PENDIDIKAN POLITIK DI PC IPNU-IPPNU KABUPATEN BREBES
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pendidikan politik dalam meningkatkan political literacy di PC IPNU-IPPNU Kabupaten Brebes; 2) Tingkat political literacy PC IPNU-IPPNU Kabupaten Brebes. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Kualitatif. Sumber data penelitian ini diperoleh dari informan, lembar angket serta studi dokumen yang berkaitan dengan subyek penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, angket dan studi dokumen. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan model Milles dan Hubermas yaitu tiga alur kegiatan yang akan dilakukan secara bersamaan yakni melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Simpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pendidikan politik pada pelaksanaannya diwujudkan melalui diadakannya seminar milenial yang bertujuan memberikan pendidikan sebagai warga negara Indonesia dalam hidup berdemokrasi, memberikan pendidikan politik untuk bekal masa depan., dan memberikan pemahaman politik berkemanusiaan melalui seminar milenial “pendidikan memilih” dan sosialisasi pemilih pemula yang dilaksanakan setiap setahun sekali, serta bertujuan sebagai pendidikan politik khususnya pemilih, penanaman nilai–nilai demokrasi, memberikan pemahaman kepada pemilih akan mekanisme pemilihan kepada daerah dan bentuk sosialisasi kepada masyarakat mengenai landasan-landasan normatif dan hukum positif yang mengatur mengenai pilkada, sehingga para anggota dapat memiliki kesadaran demokrasi dalam kehidupan bernegara. PC IPNU-IPPNU Kabupaten Brebes melaksanakan Pendidikan Politik yang bertujuan untuk bekal masa depan anggota dan untuk meningkatkan literasi politik anggotanya; 2) Tingkat political literacy PC IPNUIPPNU Kabupaten Brebes menunjukkan 69% pengurus dan anggota melek akan politik sesuai dengan angket yang diisi. Keseluruhan tersebut mereka paham akan literasi politik dan mengkan ilmu atau pengetahuan literasi politik mereka dalam kehidupan, seperti mematuhi aturan politik dan memberikan hak pilihnya pada saat pemilihan umum. Hal ini menunjukkan Literasi Politik bagi pemilih pemula dalam pendidikan politik IPNU- IPPNU Kabupaten Brebes cukup baik