MOTIVASI
Not a member yet
98 research outputs found
Sort by
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN PERSEPSI DAN DUKUNGAN ORGANIASI TERHADAP EMPLOYEE ENGAGEMENT
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris apakah terdapat pengaruh budaya organisasi dan persepsi dukungan organisasi terhadap employee engagement. Terdapat tiga variabel yang akan diselidiki dalam penelitian ini, yaitu: 1) Budaya Organisasi terhadap Employee Engagement; 2) Persepsi Dukungan Organisasi terhadap Employee Engagement; 3) Budaya Organisasi dan Persepsi Dukungan Organisasi terhadap Employee Engagement. Penelitian dikenakan kepada 63 karyawan Pt. Dermaga Sukses Jaya Abadi. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh Budaya Organisasi (X1) terhadap Employee Engagement (Y) dengan nilai p < 0,05 dan nilai p = 0,000. Ada pengaruh Persepsi Dukungan Organisasi (X2) terhadap Employee Engagement (Y) dengan nilai p < 0,05 dan nilai p = 0,000. Kemudian terdapat pengaruh Budaya Organisasi (X1) dan Persepsi Dukungan Organisasi (X2) terhadap Employee Engagement (Y) dengan nilai p < 0,05 dan nilai p = 0,000, F = 26,518. ABSTRACT This study aims to determine whether there is influence of Organizational Culture and Perceived Organizational Support to the Employee Engagement. So there are three effects will be investigated in this study, namely : 1) Organizational Culture of the Employee Engagement. 2) Perceived Organizational Support to the Employee Engagement. 3) Organizational Culture and Perceived Organizational Support to the Employee Engagement. This research applied 63 to employees in Pt. Dermaga Sukses Jaya Abadi. sampling in this study using purposive sampling technique. Data analysis techniques used in this study is multiple regression analysis. The results of this study showed no effect of Organizational Culture (X1) against the Employee Engagement (Y) with grades p < 0,05 dan nilai p = 0,000. There is the influence of Perceived Organizational Support (X2) on the Employee Engagement (Y) with value p < 0,05 and values p = 0,000. Then there is the effect of Organizational Culture (X1) and Perceived Organizational Support (X2) against the Employee Engagement (Y) with p < 0,05 and p = 0,000, F = 26,518
Pengaruh Konflik Interpersonal Terhadap Budaya Organisasi CV. Barutama Samarinda
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara konflik interpersonal dengan budaya organisasi. Dan hasil yang diperoleh adalah signifikan antara konflik interpersonal dengan budaya organisasi, yaitu semakin tinggi konflik interpersonal maka semakin rendah budaya organisasinya.Penelitian ini dilakukan kepada, karyawan dan karyawati CV. BARUTAMA Samarinda dengan jumlah 85 orang dari total populasi sebanyak 120 orang karyawan dengan menggunakan metode purposive sampling, dengan spesifikasi jumlah frekuensi karyawan laki-laki sebanyak 81 orang atau 91,30% dan jumlah frekuensi karyawan perempuan sebanyak 4 orang atau 4,70%.Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS (Statistic Packade for Social Science) 14 for windows. Hasil uji hipotesis menggunakan Rank Spearman (R) sebesar -0,414 dan p sebesar 0,000. Dengan hasil uji asumsi normalitas sebaran terhadap variabel budaya organisasi menghasilkan nilai Z = 0,689 dan p = 0,729 (p>0.05). Dan Hasil uji asumsi normalitas sebaran terhadap variabel konflik interpersonal menghasilkan nilai Z = 0,518 dan p = 0,951 (p>0.05). Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh antara konflik interpersonal dengan budaya organisasi. ABSTRACTThis study aims to determine whether there was an effect of interpersonal conflict with the organization's culture. And the results obtained are significant between interpersonal conflict with the culture of the organization, ie the higher the lower the interpersonal conflict organizational culture.This study was conducted to, employees and employee CV. BARUTAMA Samarinda with number 85 out of a total population of over 120 employees by using purposive sampling method, with the specification of the number of frequency of male employees as many as 81 people or 91.30% and the number of frequency of female employees by 4 people or 4.70%.Data analysis was performed using SPSS (Statistics for Social Science packade) 14 for windows. The results of hypothesis testing using Spearman Rank (R) of -0.414 and p = 0,000. With the assumption of normality distribution test results against organizational culture variables generate value Z = 0.689 and p = 0.729 (p> 0.05). And the assumption of normality distribution test results to variable interpersonal conflicts generate value Z = 0.518 and p = 0.951 (p> 0.05). It can be concluded that there is the influence of interpersonal conflict with the organization's culture
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA WILAYAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris apakah terdapat hubungan motivasi kerja terhadap kinerja Pegawai Kementerian Agama Republik Indonesia Wilayah Provinsi Kalimantan Timur. Jumlah sampel penelitian mengggunakan 65 orang pegawai. Penelitian ini yang diperoleh dengan menggunakan teknik analisi correlation product momen. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara Motivasi Kerja (X) dengan Kinerja (Y) dengan nilai signifikan (p < 0,05). Menunjukan hubungan nilai korelasi yang kuat. Adapun nilai r = 0,491 termasuk dalam kategori sedang, dalam hal ini 49,1% motivasi kerja berhubungan dengan kinerja. Pada Pegawai Kementerian Agama Republik Indonesia Wilayah Provinsi Kalimantan Timur memiliki tingkat motivasi kerja dengan presentase 53,85% dan kinerja dengan persentase 52,31%. Maka dapat di simpulkan bahwa motivasi kerja dan kinerja yang ada pada instansi tergolong sedang dengan kata lain cukup mempunyai hubungan antara Motivasi Kerja dengan Kinerja. Semakin Tinggi Motivasi Kerja makan Kinerja akan semakin tinggi
GAMBARAN KECEMASAN PADA WANITA PEKERJA TEMPAT HIBURAN MALAM (WANITA PENGHIBUR)
ABSTRACT Anxiety is an uncomfortable feeling, in the form of uncertainty about something that has not happened, followed by the presense of body sensations. Working as women workers at the night clubs whom often called as the woman entertainers is a work that has a lot of risks for the onset of anxiety. The purpose of this research is to get a sense of anxiety felt by women entertainers. This research is a qualitative descriptive study which using techniques of data collection through observation, interview, and documentation. As a result of this research found that the main factor of the Subject who work as an entertainer is as a form of escape, then the factor of economy and the convenience to get money is the motivation factors to stay afloat at their work. There are four factors discovered in the emergence of anxiety on women workers at the night clubs just as follows: anxiety of health declining with low level of anxiety, moral anxiety with low level of anxiety, the anxiety about the raid with high level of anxiety, and anxiety of violence and sexual abuse with medium level of anxiety going to panic.Intisari Kecemasanadalahperasaansangattidaknyaman,berupaketidakpastiantentangsesuatuyangbelum terjadi,diikutiolehadanyasensasitubuh. Wanita pekerja tempat hiburan malam yang biasa disebut dengan wanita penghiburmerupakanpekerjaanyangbanyak memilikirisikountuktimbulnyakecemasan.Tujuandari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran kecemasan yang dirasakan oleh wanita pekerja tempat hiburan malam (wanita penghibur).Penelitian ini termasuk penelitian deskriptifkualitatifdenganteknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa penyebab Subjek bekerja sebagai wanita penghibur adalah sebagai bentuk pelarian, kemudian faktor ekonomi dan mudahnya mendapatkan uang menjadi pendorong untuk tetap bertahan pada pekerjaan itu. Didapatkan 4 faktor timbulnya kecemasan pada wanita pekerja tempat hiburan malam yaitu sebagai berikut: kecemasan terhadap menurunnya kesehatan dengan tingkat kecemasan ringan, kecemasan moral dengan tingkat kecemasan ringan, kecemasan terhadap razia dengan tingkat kecemasan berat, dan kecemasan terhadap kekerasan dan pelecehan seksual dengan tingkat kecemasan sedang hingga panik
KEEFEKTIFAN MEMBACA MENGGUNAKAN METODE STRUKTURAL ANALITIK SINTETIK (SAS) PADA SISWA YANG KESULITAN MEMBACA DI SDN 004 SAMARINDA SEBERANG
INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan metode membacaStruktural Analitik Sintetik (SAS) pada siswa SD kelas II yang kesulitanmembaca dan faktor yang mendukung efektifitas metode Struktural AnalitikSintetik (SAS) tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatifdeskriptif, metode yang digunakan adalah metode studi kasus. Subjek dalampenelitian ini adalah dua orang siswa kelas II SDN 004 Samarinda Seberang dansatu orang guru. Data penelitian ini bersumber dari wawancara guru dan orang tuaserta observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode StrukturalAnalitik Sintetik (SAS) yang dilaksanaakan di SDN 004 Samarinda Seberangbelum efektif karena kurangnya waktu pengajaran metode SAS dan kurangnyadukungan dari orang tua. ABSTRACTThis study aims to determine the effectiveness of structural analytical syntheticmethod reading at II grade elementary school students who have difficultyreading and factors that support the effectiveness of the synthetic methods ofstructural analytic. This study used a qualitative descriptive study, the methodused is the case study method. Subjects in this study were two second gradestudents of SDN 004 Samarinda across and one teacher. The research data wasderived from interviews of teachers and parents as well as direct observation.Results showed that the structural analytical synthetic method carried out inSDN 004 Samarinda aross ineffective due to lack of time teaching method SASand lack of support from parents
EFEKTIVITAS TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP KECEMASAN MENGHADAPI PERSALINAN (PRE ELIMINARY STUDY)
INTISARI Saat menghadapi persalinan setiap calon ibu akan merasa khawatir atau cemas akan proses persalinan. Kecemasan adalah perasaan takut atau khawatir yang tidak jelas dan tidak didukung oleh situasi, kecemasan yang terjadi pada calon ibu umumnya disebabkan oleh beberapa faktor antara lain faktor internal yaitu pengetahuan proses persalinan dan faktor eksternal dukungan kelearga dan suami. Terapi spiritual emotional freedom tehnique merupakan salah satu metode atau terapi yang digunakan untuk meringankan masalah fisik dan emosi, dan saat mengalami kecemasan menghadapi persalinan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh terapi SEFT terhadap ibu hamil yang mengalami kecemasan menghadapi persalinan. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen dengan desai penelitian one group pretes and postes dilakukan tiga kali eksperimen, tekhnik instrumen penelitian menggunakan HRS-A.Hasil penelitian ini adalah rata-rata hasil pretest awal subjek mengalami kecemasan berat 64% dan hasil postest 53%, hasil eksperimen kedua 55% dan hasil postest 41%, dan hasil eksperimen ketiga 70% dan hasil postestnya 60% ABSTRACT A pregnan woman would feel worried or anxious abaout childbirth. Anxiety is a feeling of fear or worry that is not clear and is not supported by the situation, the anxiety that occurs in mothers generally caused by several factor such as internal factor, namely knowledge of labor and external factor is a husband and family support. Tehnique spiritual emotional freedom therapy is one method or therapy used to alleviate physical problems and emotion, amd for pregnant women who experienced anxiety facing labor.The purpose of this study was to determine whether there is influence SEFT therapy for pregnant women who experienced anxiety facing labor. This study uses research pre-experiment design with one group pretest and postest experimen was performend theer times, technique research intruments using HRS-A.Result af this study are the avarage result of the insial pretest subjects esperienced sever anxiety is 64% and 53% is post-test results, the result of the second experiment is 55% and post-test result is 41% is third experimental result is 70% and the result post-test is 60%.
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DAN GAYA HIDUP HEDONISME DENGAN BODY IMAGE
INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara Harga Diridan Gaya Hidup Hedonisme dengan Body Image. Tujuan yaitu : 1) MengetahuiHubungan Harga Diri dengan Body Image ; 2) Mengetahui Hubungan Gaya HidupHedonisme dengan Body Image ; 3) Mengetahui Hubungan Harga Diri dan GayaHidup Hedonsime dengan Body Image. Subyek dalam penelitian ini adalah 80karyawan wanita yang bekerja diperusahaan batu bara. Pengambilan sampelmenggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria khusus. Hasil penelitianmenunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara body image denganharga diri dengan nilai signifikan adalah 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat korelasiyang signifikan. Koefisien korelasi body image dengan harga diri sebesar 0,601 kuat.n 0,015 < 0,05 yang berarti terdapat korelasi yang signifikan. Nilai signifikansi antarabody image dengan gaya hidup hedonisme, nilai signifikansi signifikan antara hargadiri dengan gaya hidup hedonisme adalah 0,025 < 0,05 yang berarti terdapat korelasiyang signifikan. ABSTRACTThis study aims to determine whether there is a relationship between Self-Esteemand Lifestyle hedonism with Body Image. Objectives, namely: 1) Knowing therelationship between Self-Esteem and Body Image; 2) Knowing the relationshipbetween The Lifestyle of Hedonism and Body Image; 3) Knowing the relationshipbetween Self-Esteem and The Lifestyle of Hedonsime with Body Image. Subjects inthis study were 80 female employees who work in the company of coal. Samplingusing purposive sampling technique with specific criteria. The results show there is apositive and significant relationship between body image and self-esteem with asignificant value is 0.000 <0.05, which means there is a significant correlation. Thecorrelation coefficient body image and self esteem of 0.601 strong. n 0.015 <0.05,which means there is a significant correlation. Significant value between body imageand lifestyle of hedonism, a significant value significantly between self-esteem with alifestyle of hedonism is 0.025 <0.05, which means there is a significant correlation
HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI ANAK USIA DINI DAN METODE BCCT (BEYOND CENTER AND CIRCLES TIME) DITINJAU DARI PEMAHAMAN ORANG TUA SISWA DAN GURU DI PAUD PELANGI DAN MEGA BUANA
ABSTRAKHubungan antara kematangan emosi anak usia dini dan metode Beyond Center and CircleTime (BCCT) ditinjau dari pemahaman orang tua siswa dan guru di PAUD Pelangi dan MegaBuana Samarinda. penelitian 2015.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikanantara kematangan emosi anak usia dini dan metode Beyond Center and Circle Time (BCCT) ditinjau dari pemahaman orang tua siswa dan guru di PAUD Pelangi dan Mega Buana Samarinda.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa PAUD Pelangi dan Mega Buana Samarindayang berjumlah 100 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnikproporsional random sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala kematangan emosiyang di adopsi dan disusun peneliti sendiri.Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis korelasi produk moment denganbantuan program SPSS 13 for windows. hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adahubungan yang signifikan antara pemahaman orang tua dan guru terhadap kematangan emosidan metode Beyond Center and Circle Time (BCCT), hal ini di tunjukan dengan hasilsignifikansinya sebesar 0,74 P> 0,05 sehingga hipotesis yang menyatakan tidak terdapathubungan yang signifikan antara pemahaman orang tua dan guru terhadap kematangan emosidan metode Beyond Center and Circle Time (BCCT
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA PADA SISWA SMK ISTIQOMAH MUHAMMADIYAH 4 SAMARINDA
INTISARI Rizali Noor, 1001.3510.004, Hubungan Antara Kontrol Diri Dengan Perilaku Seksual Remaja Pada Siswa SMK Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda. Skripsi 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku seksual Remaja Pada Siswa SMK Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI dan XII yang berjumlah 958 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling. Instrument dalam penelitian ini adalah skala kontrol diri dan skala perilaku seksual yang diadopsi dan disusun peneliti sendiri. Teknik analisis data yang digunakan yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dengan bantuan program SPSS 23 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1). Pada umumnya siswa memiliki kontrol yang sedang. 2). Pada umumnya siswa memilki tingkat perilaku seksual yang sedang. 3). Ada hubungan negatif antara kontrol diri terhadap perilaku seksual (p=0,000, p<0,05), dengan koefisien korelasi 0,268 (r=-0,518) dan sumbangan kontrol diri terhadap perilaku seksual sebesar 35,90. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kontrol diri maka semakin rendah perilaku seksual. Kata Kunci : Kontrol Diri, Perilaku Seksual ABSTRAK Rizali Noor, 1001.3510.004, The relationship between self control adolescent sexual behavior in junior high school students SMK Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda. Skripsi 2015. This study aims to determine the relationship between self control against. The population in the study were students in grade XI dan XII SMK Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda amounting to 958 people. Samples drawn by using random sampling. Instrument in this study is the scala self control and sexual behavior scala adopted and prepared researchers themselves. The research data ware analyzed using sample regression with SPPS 13,00 for windows. The results of this study indicate that : 1) In general, students have the self control that was. 2) In general, students have high levels of adolescent sexual behavior being. 3) The is a negative relationship between self control (p=0.000, p <0.05), with a colrelation coefficient of 0,268 (r=-0,518), self control and effective contribution adolescent sexual behavior for 35,90. This suggests that the higher the lower the self control adolescent sexual behavior. Kata Kunci : self control, adolescent sexual behavior.
PENGARUH SIKAP TERHADAP PRODUK FASHION DAN DISONANSI KOGNITIF PADA PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA MAHASISWA DI KOTA BONTANG
INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara sikap terhadapproduk fashion dan disonansi kognitif pada pengambilan keputusan pembelian. Sehinggaterdapat tiga pengaruh yang akan diselidiki dalam penelitian ini, yaitu: 1) Sikap Terhadap ProdukFashion dengan Pengambilan Keputusan Pembelian ; 2) Disonansi Kognitif denganPengambilan Keputusan Pembelian ; 3) Sikap Terhadap Produk Fashion dan Disonansi KognitifPada Pengambilan Keputusan Pembelian.Penelitian dikenakan kepada mahasiswa di Kota Bontang. Subyek dalam penelitian ini adalah53 mahasiswa. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sample random samplingdimana semua populasi dijadikan sebagai sampel karena jumlah populasi yang relatif kecil.Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitianmenunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara sikap terhadap produk fashion denganpengambilan keputusan pembelian dengan beta = 0,350, t = 2,667, R square = 0,122 dan p =0,010. Terdapat pengaruh yang signifikan antara disonansi kognitif dengan pengambilankeputusan pembelian dengan beta = -0,542, t = -4,607, R square = 0,294 dan p = 0,000.Kemudian pada sikap terhadap produk fashion dan disonansi kognitif pada pengambilankeputusan terdapat pengaruh yang signifikan dengan F = 16,930, R square 0,404, dan p = 0,000 ABSTRACTRia Nugraha Waty, 11.11.1001.3510.001, The Influence of Attitudes Toward FashionProducts and Cognitive Dissonance on Purchase Decision Making On Student In Bontang.Thesis 2015This study aims to determine whether there is influence between attitudes towards fashionproducts and cognitive dissonance in making purchasing decisions. So there are three effectswill be investigated in this study, namely: 1) Attitudes Toward the Fashion Product PurchaseDecision Making; 2) Cognitive Dissonance with Purchase Decision Making; 3) AttitudesToward Fashion Products and Cognitive Dissonance On Purchase Decision Making.Research applied to students in Bontang. Subjects in this study were 53 students. Sampling inthis study using a sample random sampling where all population used as a sample because thepopulation is relatively small.Data analysis technique used is multiple regression analysis. The results showed asignificant difference between attitudes towards fashion products with a purchase decision withbeta = 0.350, t = 2.667, R square = 0.122 and p = 0.010. A significant difference between thecognitive dissonance with the purchase decision with beta = -0.542, t = -4.607, R square =0.294 and p = 0.000. Then in attitudes towards fashion products and cognitive dissonance in thedecision-making a significant difference with F = 16.930, R square 0.404, and p = 0.000