Vegetalika
Not a member yet
487 research outputs found
Sort by
Respon Pertumbuhan dan Hasil Padi Gogo Terhadap Aplikasi Bacillus sp Rizosfer Tanaman Singkong
Produktivitas padi gogo tergolong rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas padi gogo yaitu melalui aplikasi PGPR. Bacillus sp dapat diisolasi dari rizosfer Singkong. Bacillus sp memiliki karakter dapat melarutkan fosfat, menangkap nitrogen, dan memproduksi IAA. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pengaruh Bacillus sp rizosfer singkong terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo di tanah ultisol, 2) Mengetahui Bacillus sp terbaik berdasarkan pertumbuhan dan hasil padi gogo, 3) Mengetahui interaksi antara varietas padi gogo dan Bacillus sp. Penelitian bertempat di Screen-House Desa Pasir Lor, Kecamatan Karanglewas, Banyumas dan Laboratorium Agroekologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2021 sampai dengan Januari 2022 Penelitian merupakan penelitian pot dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial. Faktor pertama adalah varietas padi gogo, yaitu Inpago Unsoed 1 (V1), Inpago Unsoed Parimas (V2), dan Inpago 8 (V3). Faktor kedua adalah aplikasi Bacillus sp, yaitu kontrol (B0), Bacillus albus TG4 (B1), B. cereus PA11 (B2), dan B. paramycoides SR2 (B3). Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan produktif, total panjang malai, bobot 100 biji, bobot gabah kering, volume akar, dan bobot kering akar. Hasil penelitian menunjukkan Bacillus sp berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo di tanah ultisol pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, bobot 100 biji, bobot gabah kering per tanaman, volume akar, dan bobot kering akar. B. paramycoides SR2 merupakan Bacillus terbaik untuk pertumbuhan dan hasil padi gogo pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, bobot 100 biji, panjang malai, volume akar, dan bobot kering akar. Terdapat interaksi antara varietas padi gogo dan Bacillus sp terhadap tinggi tanaman. Bacillus sp asal rizosfer tanaman singkong dapat mendukung pertumbuhan dan hasil padi gogo yang ditanam di tanah ultisol
Respon Pertumbuhan Jahe Emprit (Zingiber officinale Rosc. var. amarum) pada Fase Vegetatif terhadap Konsentrasi Pupuk Organik Cair Urin Kelinci dan Urin Sapi
Jahe emprit merupakan salah satu tanaman rempah dan herbal yang banyak diproduksi di Indonesia. Produksi jahe emprit dapat ditingkatkan melalui pemupukan. Pupuk organik cair (POC) telah dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan budidaya tanaman terhadap pupuk anorganik. POC mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi dan pengaruh konsentrasi POC urin kelinci dan sapi terhadap pertumbuhan jahe emprit pada fase vegetatif. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga blok sebagai ulangan. Penelitian ini terdiri dari dua faktor perlakuan, yaitu: (i) Konsentrasi POC urin kelinci (0, 75, dan 150 % dari rekomendasi atau setara dengan 0, 150, dan 300 ml.L-1), dan (ii) Konsentrasi POC urine sapi (0, 75, dan 150 % dari rekomendasi atau setara dengan 0, 150, dan 300 ml.L-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara konsentrasi POC urin kelinci dan sapi terhadap bobot segar batang jahe emprit pada 27 minggu setelah tanam (mst). Berdasarkan penelitian ini, Konsentrasi POC urin sapi 150 ml.L-1 secara nyata meningkatkan bobot segar dan bobot kering batang, serta bobot kering daun jahe emprit dibandingkan dengan perlakuan kontrol pada 19 mst
Pengaruh Komposisi Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Terung (Solanum melongena L.) Secara Hidroponik
Penurunan lahan pertanian produktif karena konversi lahan untuk tujuan nonpertanian, dapat berpengaruh terhadap produksi bahan pangan salah satunya adalah terung. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah menerapkan sistem budidaya hidroponik dengan menggunakan media tanam alami. Arang sekam dan serbuk sabut kelapa merupakan bahan yang dapat digunakan sebagai media tanam hidroponik, karena keduanya memiliki sifat yang dapat menopang pertumbuhan tanaman serta memiliki kemampuan menyerap air yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi arang sekam dan serbuk sabut kelapa yang paling baik untuk budidaya terung secara hidroponik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2022 di PIAT (Pusat Inovasi Agroteknologi) Universitas Gadjah Mada menggunakan rancangan acak lengkap dengan satu faktor perlakuan yaitu komposisi arang sekam dan serbuk sabut kelapa terdiri dari 1:0; 2:1; 3:1; 3:2; 4:1; 4:3; 5:1; 5:2; 5:3; 5:4; dan 0:1. Pengamatan meliputi komponen pertumbuhan dan hasil. Penelitian ini menggunakan analisis varian dan uji lanjut Scott Knott pada α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi arang sekam dan serbuk sabut kelapa 2:1; 3:1; 4:1; 5:2 dan 5:4 memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik untuk terung hidroponik
Pengaruh Aplikasi Paclobutrazol dan Dosis Pupuk P Terhadap Pembentukan Bunga dan Buah serta Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.)
Produktivitas mentimun di Indonesia masih rendah salah satunya disebabkan oleh dominasi bunga jantan dibandingkan bunga betina. Salah satu solusi alternatif yang dapat dilakukan adalah aplikasi ZPT Paclobutrazol dengan konsentrasi 0,375 ml.L-1 . Masalah lain yang terjadi pada budidaya mentimun adalah bunga mentimun mudah gugur, hanya sedikit yang mampu berkembang menjadi buah. Untuk itu perlu adanya perbaikan budidaya tanaman mentimun, salah satunya dengan pemupukan P yang berperan dalam pembentukan bunga dan buah pada tanaman. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2021 hingga Februari 2022 di Keboen Damai, Jl. Kaliurang km 8.5, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap dengan 2 faktor. Faktor pertama aplikasi paclobutrazol (dengan paclobutrazol 0.375 ml.L-1 dan tanpa aplikasi paclobutrazol) dan faktor kedua dosis pupuk SP-36 0 g.tnm-1 , 10 g.tnm-1 , dan 20 g.tnm-1 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk P yang diberikan belum mampu meningkatkan persentase bunga betina menjadi buah. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan paclobutrazol dan aplikasi pupuk p yang berpengaruh terhadap variabel pembentukan bunga dan buah pada tanaman mentimun. Aplikasi paclobutrazol berpengaruh signifikan terhadap variabel pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah bunga jantan, serta meningkatkan jumlah bunga betina, serta memberi pengaruh beda nyata terhadap persentase bunga betina menjadi buah, analisis pertumbuhan nisbah luas daun, dan laju asimilasi bersih tanaman mentimun
Peningkatan Keragaman Genetik Tanaman Monstera adansonii melalui Induksi Mutasi Kimia dengan Streptomycin
Monstera adansonii variegata merupakan salah satu jenis tanaman hias daun yang popular di masyarakat sejak pandemi Covid-19. Variegata adalah perbedaan warna dan corak daun dengan tanaman normal yang diperoleh dari mutasi. Mutasi pada M. adansonii dapat dilakukan dengan berbagai mutagen kimia salah satunya streptomycin. Penelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi dan lama perendaman streptomycin yang optimum untuk menghasilkan tanaman M. adansonii variegata. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan di Kebun Percobaan IPB Sukamantri menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara konsentrasi streptomycin sebesar 750 ppm dengan lama perendaman 48 jam menunjukkan hasil yang paling baik diantara kombinasi perlakuan lainnya dengan rata-rata persentase mutan putatif sebesar 73,33%. Hasil uji lanjut menggunakan kontras polynomial menunjukkan bahwa konsentrasi dan lama perendaman streptomycin paling optimum untuk menghasilkan M. adansonii variegata adalah konsentrasi 860 ppm dengan lama perendaman 81,64 jam. Perubahan warna dan pola daun pada mutan putatif ini akan meningkatkan nilai ekonomi. Sementara itu antibiotik streptomycin juga mampu menghambat pertumbuhan dan perkembangan M. adansonii seperti tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan luas daun
Efektivitas Jenis Biochar pada Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Hitam (Glycine soja (L) Merrit) di Berbagai Dosis Pupuk NPK
Kedelai hitam merupakan tanaman kacang-kacangan yang digunakan untuk konsumsi sebagian besar masyarakat Indonesia untuk bahan pembuatan kecap. Metode biofortifikasi dapat diterapkan melalui aplikasi bahan organik dan pupuk NPK. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui interaksi antara bahan biochar dan dosis pupuk anorganik. Hipotesis penelitian ini adalah bahan biochar spesifik dengan dosis NPK tertentu mampu meningkatkan hasil kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor, faktor pertama dosis pupuk anorganik 150 kg ha-1, 200 kg ha-1, 250 kg ha-1, sedangkan faktor kedua bahan biochar yang terdiri dari tongkol jagung (CC), jerami padi (RS) dan sekam padi (RH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis NPK 150 kg ha-1 dengan biochar RS dan RH terhadap jumlah polong masing-masing mencapai 42,22 dan 46,31. Sedangkan jumlah polong pada aplikasi NPK 200 kg ha-1 dengan biochar CC dan RH mencapai 40,89 dan 45,53. Dosis NPK tertinggi 250 kg ha-1 mencapai jumlah polong sebesar 40,81 per tanaman pada perlakuan tanpa biochar. Bobot 100 biji akibat pemberian NPK 150 kg ha-1 dan 250 kg ha-1 memiliki bobot biji yang sama namun lebih tinggi 17,07% dari pemberian dosis NPK 200 kg ha-1. Sebaliknya bobot biji per ha hanya dicapai pada aplikasi biochar jerami padi dengan kenaikan 22,91% dibandingkan dengan perlakuan tanpa biochar (WB)
Pengaruh Pemberian Biochar Sekam Padi - Kotoran Ayam untuk Pertumbuhan dan Produksi Tomat di Lahan Gambut
Budidaya tanaman tomat pada tanah gambut memiliki beberapa kendala, terutama karena tingkat kesuburan tanah gambut yang kurang baik, seperti rendahnya pH tanah (<4), rendahnya N,P,K, kapasitas pertukaran kation tinggi namun kejenuhan basa yang rendah akibat tingginya asam-asam organik. Untuk mengatasi kendala tersebut, tanah gambut perlu amelioran yang mudah didapat dan murah harganya, selain pemberian pupuk N, P dan K, yaitu dengan pemberian biochar sekam padi dan biochar kotoran ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi biochar sekam padi dan biochar kotoran ayam terhadap ketersedian hara N, P, K, pertumbuhan dan hasil tanaman tomat di tanah gambut. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dosis kombinasi biochar sekam padi kotoran ayam B0 = Tanpa perlakuan biochar, tetapi tetap diberikan NPK, B1= 15 t ha-1, B2 = 30 t ha-1, B3 = 45 t ha-1 dan B4 = 60t.ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar sekam padi dan biochar kotoran ayam berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Perlakuan biochar sekam padi-kotoran ayam pada perlakuan B4 (1.660 g) meningkatkan produksi tomat mencapai 331%, Serapan N 482 %, Serapan P 141 %, Serapan K 128 % dibanding kontrol.