487 research outputs found

    Pertumbuhan dan Hasil Sembilan Kultivar Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) yang Ditanam Bersamaan dengan Jagung (Zea mays L.) dalam Satu Lubang Tanam

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengukur pertumbuhan dan hasil dari kedelai (Glycine max (L.) Merill) yang ditanam pada beberapa jumlah populasi dalam satu lubang tanam bersama jagung (Zea mays L.). Konsep tersebut diadaptasi dari kebiasaan petani di Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Terdapat sembilan kultivar kedelai yang diujicobakan dalam penelitian ini yaitu kedelai ‘Anjasmara’, ‘Burangrang’, ‘Gema’, ‘Gepak Kuning’, ‘Grobogan’, ‘Kaba’, ‘Panderman’, ‘Sinabung’, dan ‘Wilis’. Perlakuan yang diberikan terdiri dari satu kedelai dan satu jagung, dua kedelai dan satu jagung, tiga kedelai dan satu jagung, serta empat kedelai dan satu jagung dalam satu lubang tanam. Penelitian telah dilaksanakan di Kebun Tridharma, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Banguntapan, Yogyakarta mulai bulan Agustus 2015-November 2015. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dua faktor, dengan tiga ulangan. Data pengamatan dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA), apabila terdapat beda nyata dilakukan uji lanjut jarak berganda Duncan taraf nyata 5% guna mengetahui perbandingan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penanaman kedelai dan jagung dalam satu lubang tanam mempengaruhi tinggi tanaman, diameter batang, panjang akar, diameter akar, dan bobot kering akar. Kedelai ‘Sinabung’ tetap memberikan hasil per lubang tinggi meskipun ditanam mulai dari satu tanaman kedelai dan satu jagung hingga empat tanaman kedelai dan satu jagung serta memiliki hasil per tanaman yang relatif stabil yaitu sebesar 3,16−4,17 g per tanaman

    Tanggapan Padi Lokal (Oryza sativa L.) Melati Menoreh terhadap Sistem Budidaya Semi Organik dan Organik dengan Jarak Tanam Berbeda di Kalibawang, Kulon Progo

    Get PDF
    Kebutuhan beras setiap tahun semakin bertambah seiring dengan laju pertumbuhan penduduk. Meningkatnya permintaan kebutuhan beras tersebut tidak diimbangi dengan produksi beras di dalam negeri, sehingga untuk pemenuhannya dilakukan impor beras. Oleh karena itu, untuk dapat memenuhi kebutuhan beras, diperlukan varietas dan lingkungan yang mendukung untuk kegiatan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tanggapan padi Melati Menoreh yang ditanam secara semi organik dan organik dengan jarak tanam berbeda, serta menentukan jarak tanam yang tepat untuk masing-masing cara budidaya. Penelitian dilaksanakan di Desa Banjararum, Kalibawang, Kulonprogo, Yogyakarta pada bulan Februari-Agustus 2016. Penelitian disusun dalam rancangan multilokasi (oversite) dua faktor dengan lima petak petani sebgai ulangan. Faktor pertama sistem budidaya yang terdiri dari 2 aras, yaitu semi organik dan organik. Faktor kedua jarak tanam yang terdiri dari 2 aras, yaitu       20 cm x 40 cm dan 25 cm x 40 cm. Perubahan sistem budidaya dari semi organik menjadi organik menyebabkan penurunan kadar klorofil total, pertumbuhan, dan kadar amilosa beras yang menyebabkan beras pulen, serta hasil gabah kering panen yang tidak berbeda, yaitu 7,31 ton/ha pada semi organik dan 7,71 ton/ha pada organik. Tetapi pergantian sistem budidaya tersebut dapat meningkatkan bobot beras yaitu dari 3,46 ton/ha menjadi 4,05 ton/ha. Jarak tanam yang lebih lebar dapat meningkatkan kadar klorofil total dan kadar amilosa beras yang menyebabkan beras pera, serta meningkatkan bobot beras di mana pada jarak tanam 25 cm x 40 cm menghasilkan 4,32 ton/ha, sedangkan jarak tanam 20 cm x 40 cm menghasilkan 3,19 ton/ha

    Pengaruh Pengurangan Jumlah Cabang dan Jumlah Buah terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat (Solanum Lycopersicum L.)

    Get PDF
    Tomat ’Servo’ merupakan varietas tomat unggul, tetapi memiliki bobot buah yang tidaksesuai dengan permintaan konsumen. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruhjumlah cabang terhadap pertumbuhan tanaman, pengaruh jumlah cabang dan jumlahbuah terhadap komponen hasil dan hasil buah tomat dan mendapatkan jumlah cabangdan jumlah buah yang memberikan hasil dan ukuran buah maksimal. Penelitian lapangandilakukan dengan rancangan faktorial 3 x 3+1. Faktor pertama jumlah cabang yangdipelihara terdiri dari tiga aras : 1 cabang, 2 cabang dan 3 cabang. Faktor ke dua jumlahbuah yang dipelihara terdiri dari tiga aras : 20 buah, 15 buah dan 10 buah. Kontroldibiarkan tumbuh alami. Tata letak acak kelompok dengan tiga blok sebagai ulangan. Datayang diperoleh dianalisis varian dengan taraf kepercayaan yang digunakan yaitu 95%untuk menyatakan ada perbedaan yang signifikan. Apabila perlakuan menunjukkanperbedaan yang nyata, dilanjutkan dengan perbandingan antar perlakuan dengan ujiTukey (HSD) pada taraf 5%. Hasil penelitian memberikan informasi pengurangan jumlahcabang memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan tanaman; pengurangan jumlah buah dapat meningkatkan komponen hasil buah tomat; pengurangan jumlah buahmenjadi 4 buah per tandan dapat meningkatkan bobot buah tomat ’Servo’ hingga 93,81 g

    Pengaruh Lama Penyinaran Uv-C dan Macam Kitosan terhadap Pematangan dan Umur Simpan Buah Sawo (Manilkara zapota (L.) Van Royen)

    Get PDF
    Produksi buah sawo cenderung mengalami peningkatan, tetapi semua itu belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh sebab itu peluang pengembangan sawo masih cukup besar. Seperti diketahui buah sawo memiliki kulit yang tipis dan daging buah yang lunak ketika buah matang  sehingga buah sawo mudah rusak dan memiliki umur simpan yang singkat. Upaya penanganan pasca panen yang tepat dibutuhkan agar dapat menunda pematangan, sehingga mampu memperpanjang umur simpan. Penelitian ini bertujuan untuk menunda pematangan dan memperpanjang umur simpan buah dengan menggunakan penyinaran Ultra Violet C (UV-C) dan pelapisan kitosan udang dan kepiting. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang terdiri dari dua faktor yaitu lama penyinaran UV-C (0 menit, 10 menit, dan 20 menit) dan macam kitosan (tanpa kitosan, kitosan udang, dan kitosan kepiting). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara lama penyinaran dengan macam kitosan terhadap laju pematangan, susut berat, VQR, respirasi, transpirasi, dan umur simpan buah sawo. Namun tidak terdapat interaksi pada kandungan Padatan Total Terlarut (PTT) dan Total Asam Tertitrasi (TAT) buah sawo. Kombinasi penyinaran sinar UV-C selama 20 menit dengan pelapisan kitosan kepiting mampu menunda pematangan dan memperpanjang umur simpan buah sawo selama dua hingga tiga hari

    Pertumbuhan Gulma dan Hasil Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merrill) ‘Mallika’ terhadap Pengolahan Tanah dan Jarak Tanam di Lahan Pasir Pantai

    Get PDF
    Pengolahan tanah merupakan salah satu langkah penting dalam teknik budidayatanaman di lahan marginal seperti tanah pasir. Salah satu cara untuk meningkatkanproduktivitas adalah dengan pengaturan jarak tanam. Pengaturan jarak tanam yangtidak tepat akan menimbulkan tumbuhnya gulma. Penelitian ini bertujuan untukmenentukan jenis gulma sebelum dan sesudah perlakuan pengolahan tanah dan jaraktanam terhadap pertumbuhan gulma dan hasil kedelai hitam. Penelitian dilaksanakandi lahan pasir pantai Samas, Bantul pada bulan Oktober 2014 sampai dengan Februari2015. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial yangterdiri dari dua faktor yaitu pengolahan tanah (tanpa olah tanah, olah tanah, olah tanahdengan pembenaman gulma) dan jarak tanam (20 cm x 10 cm, 20 cm x 20 cm).Hasilpenelitian menunjukkan bahwa perlakuan pengolahan tanah dan pembenaman gulmadengan jarak tanam 20 cm x 20 cm dapat meningkatkan jumlah polong isi, jumlah bijiper tanaman, bobot biji per tanaman, dan bobot 100 biji Secara keseluruhan sebelumpengolahan tanah didominasi oleh gulma rumputan dan setelah pengolahan tanahdidominasi oleh gulma daun lebar. Pertumbuhan gulma Axonophus compressus danCynodon dactylon dapat terkendali

    Ketahanan Lima Kultivar Padi Lokal (Oryza sativa L.) terhadap Wereng Batang Cokelat (Nilaparvata lugens Stål, Hemiptera)

    Get PDF
    Wereng batang cokelat (Nilaparvata lugens) merupakan hama utama padi di Indonesia. Salah satu cara penanggulangan hama wereng batang coklat yaitu menggunakan kultivar padi unggul yang mempunyai sifat tahan terhadap OPT tersebut. Kultivar lokal dapat digunakan sebagai tetua utama maupun tetua donor gen ketahanan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ketahanan lima kultivar padi lokal Tebidah, Irik, Gadjah Rante, Boyan dan Gadung Mlati terhadap wereng batang coklat. Uji penapisan modifikasi kotak bibit digunakan dengan kultivar pembanding IR64 dan Cisadane. Kultivar padi tahan terpilih diuji lebih lanjut untuk mengetahui perkembangan populasi N. lugens pada kultivar tersebut. Lima kultivar yang diuji hanya tiga yang berhasil tumbuh yaitu Tebidah, Irik, dan Boyan. Uji penapisan menunjukkan bahwa kultivar Boyan termasuk kategori agak tahan, sedangkan kultivar Tebidah dan Irik termasuk kategori agak rentan. Kultivar Boyan menunjukkan hasil yang konstan dengan uji kotak benih karena populasi N. lugens pada kultivar ini sama dengan populasi pada kultivar IR64 yang merupakan kultivar tahan. Kultivar Boyan agak tahan terhadap serangan wereng batang coklat, karena pertumbuhannya tidak begitu terpengaruh oleh serangan wereng batang coklat berdasarkan tingkat kerusakan, jumlah imago, dan jumlah nimfa generasi selanjutnya

    Pengaruh Jarak Tanam Bibit Asal Mata Tunas Tunggal terhadap Pertumbuhan dan Hasil Lima Klon Tebu (Saccharum Officinarum L.) pada Vertisol Lahan Kering

    Get PDF
    Budidaya tebu pada vertisol lahan kering merupakan upaya untuk meningkatkanproduksi tebu sebagai bahan baku gula pasir. Budidaya tebu lahan kering memerlukancara khusus dengan sistem pindah tanam menggunakan bibit asal mata tunas tunggalserta pengaturan jarak tanam. Jarak tanam mempengaruhi persaingan antar tanamanpada penggunaan unsur hara, air, penyerapan cahaya matahari, dan ruang tumbuh.Faktor lain yang perlu diperhatikan pada budidaya tebu lahan kering yaitu pemilihanklon yang ditanam. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui jarak tanam terbaiksuatu klon pada sistem pindah tanam bibit tebu asalmata tunas tunggal pada vertisollahan kering. Percobaan dilakukan di Desa Dengok Kecamatan Playen KabupatenGunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan November 2014 sampaiSeptember 2015.Perlakuan tersusun oleh 2 faktor yaitu jarak tanam dan klon. Faktorjarak tanam terdiri dari empat aras: (1) 30 cm x 100 cm; (2) 45 cm x 100 cm; (3) 60 cmx 100 cm; dan (4) 75 cm x 100 cm . Faktor klon tebu terdiri dari lima aras: (1)Bululawang, (2)Kidang Kencana, (3) PS 864, (4)PS 881, dan (5)VMC. Perlakuandisusun dengan rancangan acak kelompok lengkap. Data pengamatan dianalisismenggunakan sidik ragam, apabila terdapat beda nyata dilakukan uji lanjut Scott-Knottdengan α 5%.Tidak terjadi interaksi antara klon dengan jarak tanam yang digunakanpada budidaya tebu dengan bibit asal mata tunas tunggal pada vertisol lahan kering.Budidaya tebu pada vertisol lahan kering dengan bibit asal mata tunas tunggal palingbaik menggunakan klon PS 881 dan jarak tanam 30 cm x 100 cm

    Pengaruh Takaran Kombinasi Pupuk NPK dan Pupuk Organik Alami Diperkaya Mikroba Fungsional terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea mays L.)

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2015 di KebunPercobaan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, di Banguntapan, Bantul,Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan takaran kombinasi pupuk NPKdan pupuk organik alami diperkaya mikroba fungsional (POD) yang memberikanpertumbuhan dan hasil jagung optimal, dan mengetahui efektivitas POD dalammeningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung. Perlakuan disusun dalam rancanganacak kelompok lengkap faktor tunggal dengan 3 blok sebagai ulangan. Faktor yang diuji berupa takaran kombinasi pupuk NPK (NPK majemuk + urea) dan POD yangterdiri atas 7 aras yaitu tanpa pupuk (P0), 300 kg/ha NPK + 250 kg/ha urea (P1), 2ton/ha POD (P2), 300 kg/ha NPK + 250 kg/ha urea + 2 ton/ha POD (P3), 225 kg/haNPK + 187,5 kg/ha urea + 2 ton/ha POD (P4), 150 kg/ha NPK + 125 kg/ha urea + 2ton/ha POD (P5) dan 75 kg/ha NPK + 62,5 kg/ha urea + 2 ton/ha POD (P6). Datapengamatan dianalisis menggunakan ANOVA dengan taraf signifikasi 5% dan apabilaterdapat beda nyata dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range Test dengan tarafsignifikasi yang sama. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan dan hasil pipilankering biji jagung optimal (6,12 ton/ha) dicapai oleh perlakuan 300 kg/ha NPK + 250kg/ha urea (P1). Takaran kombinasi pupuk 225 kg/ha NPK + 187,5 kg/ha urea + 2ton/ha POD (P4) memberikan pertumbuhan dan hasil jagung (6,09 ton/ha) yang samabaiknya dengan takaran NPK standar (P1). POD sebanyak 2 ton/ha yangdikombinasikan dengan ¾ NPK standar (P4) efektif meningkatkan pertumbuhan danhasil jagung dengan nilai RAE mendekati 100%

    Pengaruh Agensia Bermanfaat dan Paket Pemupukan Magnesium, Boron dan Silikon terhadap Hasil dan Kualitas Buah Pisang Mas (Musa acuminata L.)

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk 1) menentukan ada atau tidaknya pengaruh interaksi aplikasi agensia bermanfaat dengan paket pemupukan Mg, B, dan Si terhadap hasil dan kualitas buah pisang mas, dan 2) menentukan kombinasi terbaik antara faktor agensia bermanfaat dan paket pemupukan Mg, B, dan Si yang mampu memaksimalkan hasil dan kualitas buah pisang mas. Penelitian di lapangan dilaksanakan pada Mei 2015 – April 2016, dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dua faktor dengan tiga blok sebagai ulangan. Faktor pertama berupa aplikasi agensia bermanfaat dijadikan sebagai petak utama, sementara itu faktor kedua berupa aplikasi pemupukan Mg, B, dan Si dijadikan sebagai anak petak.Faktor agensia bermanfaat terdiri atas empat taraf yakni 1) Trichoderma sp., 2) Trichoderma sp. + mikoriza, 3) Trichoderma sp. + molass, 4) Trichoderma sp. + mikoriza + molass, 5) Tanpa aplikasi agensia bermanfaat. Kemudian faktor aplikasi paket pemupukan Mg, B, dan Si terdiri atas dua taraf yakni 1) 60 g/tanaman Mg + 2,12 g/tanaman B + 0,92 g/tanaman Si, 2) Tanpa aplikasi paket pemupukan Mg, B, dan Si. Variabel utama yang diamati meliputi karakter fisiologis, karakter anatomi, dan komponen hasil pada buah pisang mas. Data yang diperoleh dianalisis varian (ANOVA) pada taraf 5% dan berikutnya diuji lanjut dengan uji beda nyata terkecil (BNT) apabila terdapat beda signifikan antar perlakuan. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa terdapat pengaruh interaksi antara faktor agensia bermanfaat dengan paket pupuk Mg, B, dan Si pada variabel kandungan pektin, lignin, selulosa, ketebalan dinding sel, diameter floem, dan diameter xilem kulit buah pisang mas. Kemudian kuantitas hasil dan komponen hasil pisang mas tidak dipengaruhi oleh interaksi antara faktor agensia bermanfaat dengan paket pupuk Mg, B, dan Si, maupun pengaruh individual dari kedua faktor tersebut. Sementara itu kualitas hasil pisang mas yang diindikasikan oleh variabel kekerasan kulit jari buah menjadi lebih baik akibat perlakuan paket pupuk Mg, B, dan Si, namun tidak dipengaruhi oleh macam agensia bermanfaat

    Pengaruh Waktu Pemupukan dan Macam Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merrill)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi perlakuan waktupemupukan dan macam pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil kedelaihitam. Penelitian lapangan ini dilakukan pada bulan Juni 2014 hingga bulan Oktober2014 di Kebun Percobaan Tridharma milik Fakultas Pertanian, Universitas GadjahMada, di Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Penelitian menggunakan rancanganpercobaan faktorial 4x3 yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap(RAKL) dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah waktu pemupukan pupukkandang dengan 4 aras, yaitu 1 minggu sebelum tanam (W1), 2 minggu sebelumtanam (W2), 3 minggu sebelum tanam (W3), dan 4 minggu sebelum tanam (W4).Faktor kedua adalah macam pupuk kandang (P) yang terdiri atas 3 aras, yaitu pupukkotoran sapi (P1), pupuk kotoran kambing (P2), dan pupuk kotoran ayam (P3). Datahasil pengamatan dianalisis dengan analisis varian dengan tingkat kepercayaan 95%.Apabila perlakuan menunjukkan perbedaan pengaruh yang nyata dilanjutkan dengan uji jarak Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat kepercayaan yang sama.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa macam pupuk kandang yaitu pupuk kandangsapi, kambing, dan ayam memberikan pertumbuhan dan hasil kedelai hitam yangsama baiknya dan penelitian ini juga menunjukkan bahwa waktu pemupukan 1, 2, 3,dan 4 minggu sebelum tanam memberikan pengaruh yang sama terhadappertumbuhan dan hasil kedelai hitam

    408

    full texts

    487

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Vegetalika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇