487 research outputs found

    Studi Karakter Sekunder Guna Seleksi Tidak Langsung Jagung Hibrida Toleran Nitrogen Rendah

    Get PDF
    Seleksi langsung hasil biji pada jagung di kondisi Nitrogen rendah seringkali tidak efisien karena heritabilitas hasil biji yang rendah. Oleh karena itu, penggunaan seleksi tidak langsung melalui karakter sekunder perlu diterapkan untuk meningkatkan efisiensi seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter sekunder yang dapat diaplikasikan dalam seleksi tidak langsung hasil biji jagung pada kondisi N rendah. Penelitian ini dilakukan di IP2TP Bajeng Balai Penelitian Tanaman Serealia Sulawesi Selatan dimulai dari bulan Mei sampai September 2021. Penelitian ini disusun dalam rancangan tersarang menggunakan 72 genotipe jagung dan dua taraf pemupukan N (N1=100 kg N/ha dan N2=200 kg) sebagai perlakuan dengan dua kali ulangan. Tiga parameter, yaitu efisiensi relatif seleksi, heritabilitas dan keragaman genetik diamati untuk menentukan karakter sekunder yang dapat digunakan secara efisien untuk seleksi tidak langsung hasil biji jagung pada kondisi N rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter yang dapat digunakan dalam seleksi tidak langsung jagung toleran N rendah adalah tinggi tanaman dan tinggi tongkol

    Kajian Fisiologi Tanaman Sawi Pagoda (Brassica rapa L. ssp. Narinosa) dengan Berbagai Media Tanam dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Sampah Sayur

    Get PDF
    Pemanfaatan pengolahan sampah sayur sebagai pupuk organik cair dan penggunaan berbagai jenis media tanam dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan sawi pagoda. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui konsentrasi pupuk organik cair sampah sayur terbaik, (2) mengetahui media tanam terbaik, dan (3) mengetahui interaksi antara konsentrasi pupuk organik cair sampah sayur dan media tanam terbaik untuk fisiologi tanaman sawi pagoda. Penelitian dilaksanakan pada 27 Februari 2021 sampai dengan 28 Agustus 2021 di Perumahan Griya Satria Bancarkembar, Kabupaten Banyumas pada ketinggian 120 mdpl; Laboratorium Agronomi dan Hortikultura serta Laboratorium Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan petak Terbagi (Split plot design) yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama sebagai petak utama adalah konsentrasi pupuk organik cair sampah sayur (P) yaitu 5 mL/liter air, 20 mL/liter air, dan 35 mL/liter air. Faktor kedua sebagai anak petak adalah media tanam (M) yaitu tanah, arang sekam, dan serbuk gergaji. Hasil penelitian menunjukkan poc sampah sayur 35 mL/liter air lebih baik terhadap semua variabel. Perlakuan media tanam tanah memberikan hasil yang terbaik terhadap seluruh variabel. Interaksi perlakuan konsentrasi poc sampah sayur 5 mL/liter air+tanah menunjukkan hasil terbaik pada variabel bobot tanaman segar dan kehijauan daun, sedangkan perlakuan konsentrasi poc sampah sayur 35 mL/liter air+tanah menunjukkan hasil terbaik pada variabel bobot tanaman kering, indeks luas daun, jumlah stomata, kerapatan stomata dan serapan nitrogen

    Seleksi Tetua Betina untuk Perakitan Hibrida Kelapa Tipe Baru Berdaya Hasil Tinggi berdasarkan Analisis Komponen Buah

    Get PDF
    Kelapa merupakan tanaman menyerbuk terbuka sehingga konstitusi genetik beragam. Kebutuhan kelapa meningkat seiring meningkatnya pertambahan penduduk sedangkan lahan untuk penanaman kelapa semakin berkurang sehingga diperlukan varietas unggul untuk mencukupi kebutuhan tersebut yaitu dengan kelapa hibrida. Perakitan kelapa hibrida perlu mempertimbangkan tetua yang akan disilangkan sehingga dapat memunculkan heterosis yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tetua betina yang berdaya hasil tinggi berdasarkan karakter komponen buah sehingga menghasilkan hibrida yang superior. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Mapanget Balai Penelitian Tanaman Palma pada bulan April 2019. Bahan genetik yang digunakan yaitu Kelapa Genjah Merah Malaysia (GMM), Kelapa Genjah Kuning Malaysia (GKM), Kelapa Genjah Kuning Nias (GKN), Kelapa Hibrida Indonesia 1 (Khina 1), Kelapa Hibrida Indonesia 2 (Khina 2), Kelapa Hibrida Indonesia 3 (Khina 3) dengan dilakukuan pengamatan komponen buah sebanyak 5 sampel dari masing-masing perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Karakter berat buah utuh, lingkar polar dengan sabut, lingkar ekuator dengan sabut, berat buah tanpa sabut, lingkar ekuator tanpa sabut, berat buah tanpa air, berat air, dan berat daging buah kelapa genjah merah malaysia paling tinggi dibanding perlakuan lain sehingga Genjah Merah Malaysia dapat dijadikan sebagai tetua untuk perakitan varietas hibrida unggul baru

    Penggunaan Bantuan Penyerbukan dalam Upaya Peningkatan Hasil Benih Beberapa Aksesi Mentimun (Cucumis sativus L.)

    Get PDF
    Penggunaan benih untuk budidaya akan menentukan hasil panen. Untuk meningkatkan hasil panen maka diperlukan adanya peningkatan mutu benih, dan tingginya hasil benih bernas mentimun dapat diperoleh melalui penyerbukan buatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyerbukan buatan dalam upaya meningkatkan hasil benih bernas mentimun. Penelitian ini dilaksanakan di Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT), Kalitirto, Berbah, Sleman, yang terletak pada ketinggian 130 mdpl. Penelitian berlangsung pada bulan Maret hingga Agustus 2019. Penelitian ini mengggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) dengan 2 faktor yaitu penyerbukan buatan dan aksesi mentimun. Data pengamatan di ambil dari hasil berat biji per tanaman, jumlah biji per tanaman, berat 100 biji, dan jumlah buah per tanaman. Analisis data menggunakan uji ANOVA, dengan uji lanjut Scott-Knott tingkat kepercayaan 5%. Seluruh analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak R versi 3.5.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyerbukan buatan pada mentimun memberikan perbedaan nyata pada jumlah biji per tanaman, sedangkan untuk pengamatan jumlah buah, berat biji per tanaman ataupun berat 100 biji tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata

    Analisis Penanda Tunggal Karakter Agronomi dengan Marka Mikrosatelit pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.)

    Get PDF
    Keragaman genetik pada tanaman padi lokal di Indonesia menjadi kunci untuk pemulia tanaman dalam merakit suatu kultivar padi unggul. Keragaman genetik tersebut digunakan untuk perbaikan genetik pada tanaman padi. Marka molekuler bisa menjadi alternatif untuk mengelompokkan plasma nutfah padi sesuai dengan fenotipe dan genotipenya. Marka molekuler juga digunakan untuk mendeteksi lokus-lokus yang mengatur karakter agronomi pada tanaman padi. Penanda mikrosatelit (Simple Sequence Repeat) menjadi penanda molekuler yang banyak digunakan karena sifatnya yang reproducible, kodominan, dan dapat mendeteksi variasi alel yang tinggi. Pemanfaatan peta keterpautan mikrosatelit dalam perakitan varietas baru juga dapat menghemat waktu, tenaga, dan dana . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterpautan marka mikrosatelit dengan karakter agronomi melalui Analisis Penanda Tunggal dan untuk mengetahui pengaruh gen mayor maupun gen minor pada setiap karakter agronomi yang diamati. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah setiap lokus pada 8 marka yang digunakan memiliki asosiasi dengan 13 karakter agronomi yang berbeda dan setiap lokus yang berasosiasi dengan setiap karakter agronomi tersebut diatur oleh gen mayor karena nilai determinansi R2 > 10%

    Mutu dan Daya Simpan Buah Cabai Merah (Capsicum annuum L.) sebagai Tanggapan terhadap Berbagai Jenis Pupuk Hayati

    Get PDF
    Cabai merah tergolong komoditas yang mudah rusak dengan tingkat kerusakan mencapai 40%. Tindakan yang dapat dilakukan untuk memperpanjang daya simpan dan mempertahankan mutu buah cabai dengan memanfaatkan pupuk hayati selama budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati saat budidaya tanaman cabai terhadap daya simpan dan mutu buah cabai merah. Penelitian dilakukan di Sub Laboratorium Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada pada bulan Maret sampai April 2017. Buah cabai merah yang dihasilkan dari tanaman yang diberi pupuk hayati Bacillus spp., Mikoriza, Streptomyces spp., serta buah cabai yang dihasilkan dari tanaman yang tidak diberi pupuk hayati (kontrol) digunakan sebagai bahan penelitian. Buah cabai merah sesuai perlakuannya disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga blok sebagai ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah cabai merah hasil tanaman yang diberi pupuk hayati Bacillus spp., Mikoriza, dan Streptomyces spp. dapat memperpanjang daya simpan selama satu hari, dengan rata-rata daya simpan selama 14 hari. Penggunaan Streptomyces spp. pada tanaman cabai dapat meningkatkan panjang buah cabai hingga 1,05 cm serta meningkatkan padatan terlarut total hingga 0,45 oBrix dibandingkan buah cabai yang dihasilkan oleh tanaman kontrol. Penggunaan Mikoriza pada tanaman cabai dapat meningkatkan pH dengan rata-rata sebesar 0,085. Pemanfaatan Bacillus spp., Mikoriza, dan Streptomyces spp. pada budidaya cabai merah dapat memperpanjang umur simpan dan meningkatkan mutu buah cabai merah. Pemanfaatan ketiga macam pupuk hayati tersebut menghasilkan buah cabai yang sehat, tidak ada residu pestisida, dan ramah lingkungan

    Aplikasi Daminozide dalam Upaya Pembentukan Kenikir (Cosmos sulphureus Cav.) menjadi Tanaman Hias Pot

    Get PDF
    Kenikir merupakan salah satu tanaman hias yang dapat dikembangkan menjadi tanaman hias pot. Akan tetapi dengan tinggi yang mencapai satu meter, apabila dijadikan tanaman hias pot terlihat kurang menarik. Maka perlu adanya modifikasi tinggi tanaman pada tanaman kenikir. Salah satu cara untuk mengurangi tinggi tanaman adalah penggunaan zat penghambat pertumbuhan atau retardant berupa daminozide. Metode aplikasi yang tepat pada tanaman dapat upaya pembentukan tanaman hias pot yang sesuai dengan kriteria. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan metode aplikasi yang paling baik dalam upaya pembentukan kenikir menjadi tanaman kenikir pot. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Februari-Agustus 2020 di Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dua faktor. Faktor pertama adalah perbedaan waktu perendaman benih dengan daminozide (1500 ppm) yang terdiri dari empat aras perlakuan yaitu, perendaman air selama 36 jam, perendaman daminozide 12 jam, 24 jam, dan 36 jam. Faktor kedua adalah adanya penyemprotan daminozide (1500 ppm) setiap minggunya yang terdiri dari dua aras perlakuan yaitu, tanpa penyemprotan dan penyemprotan daminozide setiap minggu. Data yang diperoleh dilakukan analisis varian (ANOVA), jika hasil berbeda nyata dilakukan uji lanjut dengan uji lanjut Tukey HSD (Honestly Significant Difference) dengan alfa 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi waktu perendaman 24 jam diikuti dengan penyemprotan menunjukkan hasil yang memenuhi kriteria tanaman hias pot

    Pengaruh Macam Herbisida Sistemik terhadap Pertumbuhan Gulma di Pertanaman Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) pada Fase Vegetatif

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam herbisida sistemik terhadap pertumbuhan gulma serta menentukan perlakuan herbisida sistemik dengan dosis tepat untuk menekan pertumbuhan gulma secara efektif di pertanaman nanas fase vegetatif PT Great Giant Pineapple. Penelitian dilaksanakan dari bulan November 2019 hingga Januari 2020 di perkebunan nanas lokasi 86F Research and Development PT Great Giant Pineapple, Lampung Tengah, Lampung. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan faktor tunggal dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan P1 (Kontrol), P2 (Manual), P3 (Bromacil 0,5 kg.ha-1), P4 (Bromacil 1,0 kg.ha-1), P5 (Bromacil 1,5 kg.ha-1), P6 (Bromacil 2,0 kg.ha-1), P7 (Diuron 0,5 kg.ha-1), P8 (Diuron 1,0 kg.ha-1), P9 (Diuron 1,5 kg.ha-1), dan P10 (Diuron 2,0 kg.ha-1). Variabel yang diukur yakni iklim mikro, pertumbuhan dan fitotoksisitas nanas, serta analisis vegetasi, gejala, nilai keracunan, persentase penutupan, dan bobot kering gulma, SDR, dan nilai C. Data dianalisis varian (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan uji HSD Tukey’s jika terdapat beda nyata antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua hebrisida sistemik efektif menekan pertumbuhan gulma hingga 6 MSA tanpa menghambat pertumbuhan tanaman nanas pada fase vegetatif. Pada 6 MSA, variabel presentase penutupan gulma dan keracunan gulma terendah didapatkan pada perlakuan P6 dan P10 yakni 13,33% dan 20,00% untuk penutupan gulma dan 80,00% dan 63,33% untuk keracunan gulma

    Respon Pertumbuhan dan Hasil Produksi Tanaman Tomat Varietas Fortuna dengan Perlakuan Kombinasi Pupuk Tunggal pada Komposisi Media Tanam Berbeda

    No full text
    Tanaman tomat dapat menghasilkan buah sangat tergantung pada interaksi antara faktor genetik tanaman dan kondisi lingkunganya. Faktor yang dapat menyebabkan produksi tomat masih rendah adalah menggunakan benih varietas tidak unggul, penggunaan pupuk yang belum optimal dan macam media tanam yang belum tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil produksi tanaman tomat dengan perlakuan kombinasi pupuk tunggal dan media tanam. Penelitian telah dilaksanakan di kebun KP-2 INSTIPER pada bulan Februari sampai Juli 2020 dengan menggunakan metode percobaan rancangan faktorial yang disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL). Faktor pertama adalah kombinasi pupuk tunggal yang terdiri dari empat aras yaitu P0 = Urea : TSP : KCL (2 : 2 : 2) g/tanaman (kontrol), P1= Urea : TSP : KCL (3 : 1.5 : 1.5) g/tanaman, P2= Urea : TSP : KCL (1.5 : 3 : 1.5) g/tanaman, P3= Urea : TSP : KCL (1.5 : 1.5 : 3) g/tanaman. Faktor kedua yaitu macam media tanam yang terdiri dari empat aras yaitu M0 : Tanah (kontrol), M1 : Tanah + Pupuk Kandang, M2 : Tanah + Arang Sekam, M3 : Tanah + Pupuk Kandang + Arang Sekam. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi nyata antara perlakuan kombinasi pupuk tunggal dan media tanam terhadap semua variabel yang diamati. Perlakuan kombinasi pupuk tunggal memberikan pengaruh yang sama pada semua variabel penelitian. Macam media tanam memberikan pengaruh berbeda pada variabel tinggi tanaman, diameter batang, klorofil daun, umur berbunga, jumlah buah per tanaman, total bobot buah per tanaman, berat basah tajuk, berat kering tajuk, dan berat basah akar. Perlakuan media tanam terbaik adalah M3 yaitu tanah, pupuk kandang dan arang sekam. Kata kunci: tomat; varietas fortuna; kombinasi pupuk tunggal; media tanam

    Back Matter

    No full text

    408

    full texts

    487

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Vegetalika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇