487 research outputs found

    Pengaruh Konsentrasi Pupuk Silika terhadap Kualitas Bunga Krisan Potong (Chrysanthemum morifolium Ramat.) Tipe Standar

    Full text link
    Krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat.) merupakan salah satu komoditas florikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena banyak dimanfaatkan sebagai bunga pajang. Untuk meningkatkan kualitas dan hasil yang optimal terutama pada vase life atau masa pajang maka perlu dilakukan intervensi budidaya, seperti pemupukan silika. Pemupukan silika dapat meningkatkan aktivitas fisiologis, pertumbuhan, hasil, dan kualitas tanaman krisan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi pupuk silika yang terbaik terhadap kualitas bunga krisan potong tipe standar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 – Maret 2023. Penelitian terbagi menjadi dua tahap, yaitu penelitian lapangan dan penelitian laboratorium. Penelitian lapangan dilaksanakan di Asosiasi Tanaman Hias Bunga dan Daun Potong Asthabunda sedangkan penelitian laboratorium dilaksanakan di Laboratorium Manajemen Produksi Tanaman, Sub Laboratorium Ilmu Tanaman, dan Sub Laboratorium Ekologi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) satu faktor dengan tiga ulangan. Faktor perlakuan adalah konsentrasi pupuk silika yang dilakukan dalam penelitian di lahan dengan tiga aras konsentrasi, yaitu 0 mg.L-1, 50 mg.L-1, dan 100 mg.L-1. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk silika dengan konsentrasi 100 mg.L-1 memberikan peningkatan pertumbuhan dan kualitas bunga krisan, seperti tinggi tanaman, diameter batang, kekerasan batang, diameter tangkai bunga, diameter bunga mekar, dan vase life dibandingkan dengan kontrol

    Pewarisan Karakter Kualitatif Populasi F2 Persilangan Seroja IPB X Peter Pepper dalam Rangka Perakitan Cabai Hias di Universitas Siliwangi

    Full text link
    Cabai, selain dimakan, dapat pula berfungsi sebagai tanaman hias yang mempunyai nilai keindahan. Berbagai nilai estetika yang dapat diambil antara lain adalah karakter pemendekan ruas, posisi bunga, dan warna buah muda. Pola warisan karakter itu diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan seleksi. Informasi itu dimanfaatkan agar proses seleksi menjadi lebih efisien. Ciri pemendekan ruas pada tanaman cabai akan menjadikan bentuk tajuknya menjadi perdu, hal ini tentunya sangat menarik karena buah cabai akan terkelompok, posisi bunga dan warna buah muda juga dapat meningkatkan keindahan tanaman cabai hias. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai pola pewarisan karakter kualitatif yang berhubungan dengan pemendekan ruas, posisi bunga, dan warna buah muda sebagai kriteria seleksi dalam proses pemilihan calon cabai hias. Tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah populasi tetua betina (P1) Seroja IPB yang memiliki karakter pemendekan ruas, posisi bunga tegak, dan warna buah hijau kekuningan, sedangkan tetua jantan (P2) Peter Pepper memiliki karakter buah berwarna hijau tua dan bentuk buah yang unik. Populasi dari tanaman cabai yang digunakan terdiri dari P1, P2, F1, dan F2. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-kuadrat untuk menetapkan rasio Mendel dalam populasi F2. Temuan penelitian mengindikasikan semua karakter yang dipengaruhi oleh satu gen. Seluruh karakter diatur oleh satu gen dengan rasio 3 (dominan): 1 (resesif). Karakter pemendekan ruas, posisi bunga tegak, dan warna buah hijau tua adalah karakter yang bersifat resesif. Karakter resesif ini akan berguna sebagai kriteria seleksi karena tanaman hasil seleksi yang ditanam di generasi berikutnya tidak akan mengalami segregasi, sehingga tanaman akan lebih cepat seragam

    Korelasi Karakter Morfologis dengan Fisiologis Biji Famili Asteraceae di Kaki Gunung Ungaran

    Full text link
    The Asteraceae family has a wide distribution supported by its adaptive capabilities, including seed morphological traits that influence physiological performance. This study aims to determine the morphological characteristics, physiological performance of seeds, and their correlation in members of the Asteraceae family at the foothills of Mount Ungaran. The findings of this study can also be applied and provide opportunities for further research on seed physiology, particularly in Asteraceae species. The observed parameters in this study include morphological traits (growth habit, achene type, achene length, pappus type, and pappus length) and physiological traits (maturation period, imbibition, germination percentage, germination rate, mean germination time, and vigor) in Asteraceae species at the foothills of Mount Ungaran. The study employs analysis of variance (ANOVA) and Principal Component Analysis (PCA) to assess the significant influence of species differences on seed physiological traits and the strong correlation between morphological and physiological characteristics. Species variation significantly affects seed trait diversity, with morphology playing a crucial role in determining physiological performance and supporting adaptive strategies for survival

    Monitoring Ekspresi Gen Chalcone Synthase dan Respon Pertumbuhan Lobak Singgalang (Brassica oleracea L.) Akibat Paparan Ultraviolet-B Ekstrem

    Full text link
    Singgalang cabbage (Brassica oleracea L.) is a local vegetable native to West Sumatra, cultivated in highlands around Mount Singgalang, Tanah Datar. Vegetables from Brassica genus are recognized for their high nutritional value and potential as functional foods. Key secondary metabolites in Brassica species, i.e., phenolic compounds and their derivatives, play a crucial role in antioxidant activity and are essential in promoting health. Light exposure, particularly ultraviolet-B (UV-B, 280-315 nm), can enhance biosynthesis of these compounds. UV-B intensity affects various process in plants including the phenylpropanoid pathway involved in secondary metabolite production. This study aimed to assess the expression of the CHALCONE SYNTHASE (CHS) gene under different UV-B intensities (0.3–3.0 µmol·m-2·s-1, 4 h) and examine the effects of two extreme UV-B intensities (0.3 and 3.0 µmol·m-2·s-1, 4h.d-1) in a controlled environment for 14 days. The results showed that increasing UV-B intensity enhanced CHS expression (1.0 and 3.0 µmol·m-2·s-1 showed thicker bands compared to 0.3 µmol·m-2·s-1, with a faint band in the control). Extreme UV-B exposure reduced chlorophyll content by 35–37% compared to the control, while carotenoids remained unaffected. Anthocyanin accumulation increased under low-intensity UV-B, whereas flavonoid levels were higher under high-intensity UV-B, suggesting different functional roles. UV-B exposure also influenced stomatal number and density in leaf. This preliminary study highlights the significant role of UV-B in enhancing specific metabolites in Singgalang cabbage, supporting its potential as a functional food

    Back Matter

    No full text

    Keragaman Karakteristik Pembungaan dan Hasil Beberapa Hibrida Semangka (Citrullus lanatus Thunb. Matsum. & Nakai) Hasil Persilangan Puncak

    Full text link
    Varietas semangka hibrida memiliki produktivitas dan keseragaman yang tinggi sehingga diminati oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi beberapa hibrida hasil persilangan antara galur inbrida dengan varietas Serif Saga Agrihorti (SSA) sebagai tetua jantan. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan, melibatkan 12 hibrida hasil topcross dan Serif Saga Agrihorti (SSA) sebagai satu varietas pembanding. Semua genotipe ditanam di lapangan dengan mengikuti praktik agronomi semangka yang standar. Karakteristik yang diamati meliputi waktu berbunga jantan dan betina, umur panen, serta diameter dan bobot buah, ketebalan kulit buah, tingkat kemanisan, dan jumlah biji fertil dan biji steril. Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Variabilitas genotipik dan fenotipik, heritabilitas dan koefisien korelasi genotipik dan fenotipik  karakter, diestimasi berdasarkan partisi nilai ragam dari ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan variabilitas genetik yang luas pada karakter umur berbunga jantan dan betina, serta bobot buah. Nilai duga heritabilitas yang tinggi diperoleh pada karakter umur berbunga jantan dan betina, bobot buah, diameter buah dan jumlah biji fertil. Empat genotipe hibrida yaitu G1, G6, G8, dan G10, menunjukkan bobot buah dan tingkat kemanisan yang lebih tinggi dibandingkan varietas SSA. Berdasarkan heritabilitas yang tinggi pada karakter bobot buah, maka keempat hibrida ini berpotensi untuk dikembangkan menjadi varietas semangka hibrida baru atau dimanfaatkan sebagai populasi dasar untuk perakitan varietas bersari bebas.

    Front Matter

    No full text

    Adaptabilitas Agronomi Genotipe Kacang Merah di Dataran Rendah Bogor

    Full text link
    Evaluation of kidney bean genotypes in the lowlands is a preliminary step in a plant breeding program to develop lowland-adaptive varieties. This study aims (1) to evaluate agronomic characters, (2) analyze the associations between yield component traits and total yield, and (3) select kidney bean genotypes adapted to lowland environment. The study was conducted in lowlands (185 m asl), Leuwikopo Experimental Station, IPB, Bogor, from March to June 2023. Ten kidney bean genotypes were arranged in a randomized complete block design. Observations included growth characters and yield components, followed by heritability, correlations, and multiple regression. Genotype was significantly affects plant height, total productive bunches, total pods number, total pod weight, total seed weight, and pod length. Characters with high broad sense heritability (h2bs>60%) were plant height, total productive bunches, pod length, total pod weight, and total seed weight. Total seed weight was identified as a selection trait for adaptation in lowland. Adaptive genotypes in the lowlands exhibited high total pod and seed weight, taller canopy, numerous productive clusters, and early maturity. Genotypes KM06, KM03, and KM04 showed the highest total seed weight per plant, indicating superior adaptation potential in lowland environments

    Uji Konsentrasi Metabolit Sekunder Bakteri Bacillus sp. terhadap Jamur Colletotrichum sp. Pada Benih Cabai Rawit Metode Blotter Test

    Full text link
    Low-quality seeds can negatively affect the success of agricultural practices by reducing yield and increasing susceptibility to pathogen infection. Pathogens may infect seeds starting from the field, during transportation, and throughout storage. The utilization of Bacillus sp. as a biological control agent has been extensively studied due to its ability to produce secondary metabolites with antifungal properties. This study aimed to determine the effective concentration level of secondary metabolites of Bacillus sp. Bth-22 in suppressing Colletotrichum sp. infection on chili pepper (Capsicum frutescens L.) seeds using the blotter test method. The experiment was arranged in a completely randomized design (CRD) with a single factor consisting of concentration levels (10%, 15%, 20%, 25%, and 30%), sterile distilled water, and the chemical fungicide propineb as controls. The results showed that treatment with various concentrations of secondary metabolites of Bacillus sp. Bth-22 significantly affected the infection level, with concentrations of 30% (G) at 36%; 25% (F) and KP (B) at 38.6%; 20% (E) at 40%; 15% (D) at 42.6%; and 10% (C) at 44%, compared with the negative control. In addition, treatments also suppressed infection levels, with 30% (G) at 43.3%; 25% (F) and KP (B) at 39.3%; 20% (E) at 37%; 15% (D) at 33.6%; and 10% (C) at 31%. Furthermore, application of Bacillus sp. Bth-22 secondary metabolites induced abnormalities in fungal hyphae, such as curling, twisting, and bending, indicating antifungal activity of the bioactive compounds produced by Bacillus sp. Bth-22

    Pengaruh Jenis Media Tanam terhadap Pertumbuhan, Hasil dan Kandungan Flavonoid Ciplukan (Physalis peruviana L.)

    Full text link
    Ciplukan (Physalis peruviana L.) merupakan salah satu tanaman liar yang memiliki banyak senyawa, salah satunya adalah flavonoid yang berguna bagi kesehatan. Hal ini membuat tanaman ciplukan berpotensi untuk dibudidayakan secara komersial. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam budidaya ciplukan adalah pemilihan jenis media tanam yang tepat sehingga tanaman ciplukan dapat memberikan hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media tanam terhadap pertumbuhan, hasil dan kandungan flavonoid ciplukan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Juni 2022 di Kebun Tri Dharma, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan jenis media tanam menggunakan vinasse dapat meningkatkan pertumbuhan dan kandungan flavonoid ciplukan. Sedangkan penggunaan pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing, dan vinasse memberikan pengaruh sama baiknya terhadap hasil tanaman ciplukan

    408

    full texts

    487

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Vegetalika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇