FamilyEdu: Jurnal Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
Not a member yet
97 research outputs found
Sort by
Pengembangan Modul Digital Berbasis Self-determined Learning Pada Mata Pelajaran Pengetahuan Dasar Pekerjaan Sosial di SMKN 15 Bandung
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengambangkan modul pembelajaran berupa modul digital berbasis self-determined learning pada mata pelajaran Pengetahuan Dasar Pekerjaan Sosial (PDPS) khususnya pada Kompetensi Dasar (KD) praktik pekerjaan sosial dan hukum kesejahteraan sosial di SMKN 15 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode research and development dengan modul planning, production and evaluation (PPE). Tahap planning merupakan tahap melakukan analisis kebutuhan untuk pembuatan modul digital. Tahap production merupakan tahap menentukan konten materi modul, membuat flowchart, storyboard, serta pembuatan modul digital berbasis self-determined learning. Pembuatan modul dimulai dari menyusun materi modul pada software microsoft word yang disimpan dalam format html, lalu file dibuka pada software sigil untuk menambah video, audio dan pendukung pembelajaran lainnya kemudian simpan dalam format epub. Modul digital telah selesai dan selanjutnya melakukan tahap evaluation yaitu menilai kelayakan modul digital oleh ahli materi dan ahli media . Modul digital dinyatakan sangat layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran oleh ahli materi. Begitupun hasil validasi dari ahli media pembelajaran digital menyatakan bahwa modul digital sangat layak digunakan dalam kegiatan belajar. Maka dapat disimpulkan bahwa modul digital berbasis selft-determined learning mata mata pelajaran PDPS khususnya KD praktik pekerjaan sosial dan hukum kesejahteraan sosial dinyatakan sangat layak untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Rekomendasi dari penelitian ini ditujukan kepada SMKN 15 sebagai lembaga penyelenggara pendidikan harus memfasilitasi guru dalam berinovasi mengembangkan kegiatan pembelajaran digital yang menunjang pembelajaran mandiri, Guru mata pelajaran diharapkan menggunakan modul digital sebagai sumber belajar mandiri peserta didik. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian dapat ditindak lanjuti dengan menerapkan modul digital berbasis self-determiend learning.Kata Kunci:Pengembangan Modul Digital, Self-determined Learning, Pembelajaran Digital, Pengetahuan Dasar Pekerjaan Sosia
Pengembangan Media Edukasi Boneka Tangan sebagai Stimulasi Moral pada Anak Usia Dini
Penelitian ini dilatar belakangi oleh media edukasi boneka tangan yang digunakan di PAUD belum tersedianya media edukasi boneka tangan untuk stimulasi moral pada anak usia dini, perlunya pengembangan media edukasi boneka tangan sebagai media bercerita untuk memudahkan pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengembangan media edukasi boneka tangan berdasarkan analisis kebutuhan, (2) merancang pengembangan produk media edukasi boneka tangan yang terbuat dari kain fannel melalui, kegiatan sehari – hari yang dapat menstimulasi perkembangan moral anak usia dini usia dini usia 3 – 5, (3) melakukan uji validasi boneka tangan dan buku pedoman media edukasi boneka tangan melalui expert judgment. Model yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model PPE yang terdiri dari 3 tahapan yaitu, Planning, Production, Evaluation. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) media edukasi boneka tangan yang digunakan di PAUD belum disetai buku pedoman dalam bercerita dalam menstimulasi moral pada anak usia dini, sehingga temuan ini yang menjadi kebutuhan dalam merancang media edukasi boneka tangan, yang sesuai dengan stimulasi moral pada anak usia dini, (2) media edukasi dikembangkan sesuai dengan perkembangan moral anak usia dini, (3) kegiatan expert judgment dilakukan oleh dua validator yaitu, ahli pendidikan anak usia dini dan ahli alat permaian edukatif. Hasil dari kegiatan expert judgment media edukasi boneka tangan sebagai stimulasi moral pada anak usia dini, menunjukan kriteria sangat layak pada boneka tangan dan kriteria layak pada buku pedoman media edukasi boneka tangan sehingga dapat digunakan oleh guru sebagai media edukasi dalam menyampaikan cerita yang sesuai dengan perkembangan moral anak usia dini. Rekomendasi dari penelitian ini, bagi pendidik, hendaknya media edukasi boneka tangan ini digunakan sebagai media dengan tujuan untuk menanamkan moral pada anak usia 3-5. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat melakukan pengembangan media edukasi boneka tangan yang lebih menarik lagi
Pengembangan Video Tutorial Melukis Kain Dengan Teknik Batik Malam Dingin Pada Pembelajaran Batik
Penelitian ini berdasarkan hasil analisis kebutuhan pada Mata Kuliah Batik yang dilakukan oleh peneliti di program keahlian Prakarya, Prodi PKK FPTK UPI. Hasil analisis kebutuhan menunjukan bahwa dibutuhkannya pengayaan dan pengembangan untuk materi batik malam dingin, terutama pengembangan media. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangakan media pembelajaran berupa video tutorial untuk Mata Kuliah Batik. Penelitian ini menggunakan metode Research And Development (RD) dengan model PPE (Planning, Production and Evaluation). Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa video tutorial dapat digunakan untuk media pembelajaran, dengan rincian hasil validasi oleh ahli materi dengan rata-rata persentase 100% dan ahli media dengan rata-rata persentase 85,71% sehingga berada pada kategori sangat layak, karena aspek kualitas materi, kebermanfaatan materi, kualitas media, penggunaan bahasa, dan layout media sudah memenuhi kriteria penilaian yang ada. Rekomendasi diajukan kepada dosen Mata Kuliah Batik untuk menggunakan video tutorial sebagai media pembelajaran untuk mendukung kemandirian mahasiswa dalam proses pembelajaran, dan bagi calon peneliti agar bisa mengimplementasikan video tutorial ini dan menguji keefektivitasannya
Pengembangan Job Sheet Cleaning Bathroom Sebagai Room Attendant Pada Housekeeping Department
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi ketersediaan job sheet yang ada di SMK Negeri 9 Bandung belum merujuk pada komponen job sheet yang seharusnya dan job sheet belum sesuai dengan SOP Hotel. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Merencanakan pengembangkan job sheet cleaning bathroom sesuai analisis kebutuhan. (2) Memproduksi job sheet yang dikembangkan sesuai komponen job sheet berdasarkan hasil analisis kebutuhan. (3) Mengevaluasi dengan melakukan uji validasi job sheet cleaning bathroom melalui expert judgment. Penelitian ini menggunakan model PPE (planning, production, and evaluation). Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Perencanaan (planning) berdasarkan kebutuhan pengembangan job sheet cleaning bathroom karena job sheet yang tersedia belum merujuk pada komponen job sheet dan masih menjadi pegangan guru dan belum sesuai SOP. (2) Production job sheet pada tahap persiapan meliputi peraturan praktik, keselamatan kerja, penampilan diri (grooming). Tahap pelaksanaan job sheet berisi kegiatan praktik terbagi menjadi 4 kegiatan. Tahap hasil berisi penugasan yang disesuaikan pada setiap job sheet dan pedoman self evaluation. (3) Peneliti melakukan validasi (expert judgment) job sheet kepada 4 validator diantaranya 2 ahli kurikulum dan 2 ahli materi untuk menilai kelayakan job sheet cleaning bathroom yang telah dikembangkan. Hasil validasi oleh ahli kurikulum dan ahli materi Job sheet cleaning bathroom dinyatakan valid dengan memperoleh rata-rata 94,75% termasuk kriteria sangat layak tanpa revisi. Bagi peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian ini dengan mengimplementasikan job sheet cleaning bathroom sebagai room attendant pada housekeeping department ini kepada peserta didik SMK Akomodasi Perhotela
Pengembangan Program Penyuluhan Makanan Pendamping ASI untuk Posyandu
Penelitian ini berdasarkan permasalahan yaitu belum adanya program penyuluhanyang khusus mensosialisasikan pentingnya pemberian makanan pendamping ASIyang tepat kepada ibu menyusui di posyandu Lestari Desa Tarumajaya. Gizioptimal sangat berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik,serta kecerdasan bayi. Pemenuhan gizi bayi dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap,dan cara ibu dalam memberikan makan kepada bayi karena ibu adalah orang yangmemiliki hubungan paling dekat dengan bayi. Tujuan penelitian ini adalah untukmengembangkan program penyuluhan makanan pendamping ASI untukposyandu. Program penyuluhan MP-ASI ini bertujuan agar dapat meningkatkanpengetahuan, sikap, dan keterampilan para ibu menyusui mengenai MP-ASI.Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan modelPlanning, Production, and Evaluation. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari15 orang, meliputi 10 orang ibu menyusui, satu orang kader posyandu, dua orangahli penyuluhan, dan dua orang ahli materi. Temuan penelitian menunjukkanpengembangan program penyuluhan MP-ASI untuk posyandu dibutuhkan bagiibu menyusui. Hasil expert judgment menunjukkan bahwa program penyuluhanMP-ASI yang dikembangkan berada pada kategori sangat layak untuk digunakan.Rekomendasi penelitian ini yaitu bagi peneliti selanjutnya dapat menindak lanjutimengenai implementasi program penyuluhan makanan pendamping ASI ini, danbagi kader posyandu dapat dijadikan sumber rujukan dan pedoman dalampenyelenggaraan program penyuluhan makanan pendamping ASI di posyandu.Kata Kunci: Program Penyuluhan, Makanan Pendamping ASI, Ibu Menyusui,Posyandu
Pengembangan Job Sheet Florist Berbasis Contextual Teaching Learning Pada Praktik Akomodasi Perhotelan
Penelitian ini berdasarkan pembelajaran florist yang terdiri dari teori dan praktik. Dalam kurikulum 2013 peserta didik dituntut untuk aktif sehingga strategi pembelajaran yang dapat digunakan adalah pendekatan berbasis contextual teaching learning. Selain pendekatan salah satu yang dapat menunjang keberhasilan pembelajaran yaitu menggunakan job sheet. Penggunaan job sheet berbasis contextual teaching and learning dapat membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata peserta didik yang mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan job sheet florist berbasis contextual teaching learning pada praktik akomodasi perhotelan, dan melakukan uji kelayakan melalui expert judgment. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan PPE (Planning, Production, dan Evaluation). Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan wawancara, validasi expert judgment dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pengembangan job sheet berbasis contextual teaching learning dengan menerapkan 7 komponen yaitu komponen pembelajaran konstruktivis, Inquiry, Questioning, Learning Community, Modeling, Reflection, Authentic assessment, dapat membantu peserta didik dalam pelaksanaan praktik
Pengembangan Instrumen Pengukuran Perkembangan Sosial-Emosional Anak Berbasis Home-Based Childcare
ABSTRAKPenelitian ini berdasarkan pada belum adanya instrumen pengukuran yang dilakukandalam mengukur perkembangan sosial-emosional anak usia 3-4 tahun di day care DaarutTauhiid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan instrumen pengukuran,pengembangan instrumen pengukuran perkembangan sosial-emosional anak, danmelakukan expert judgment. Metode penelitian yang digunakan, yaitu Research andDevelopment (RD) dengan model penelitian, yaitu PPE yang meliputi Planning,Production, dan Evaluation. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakanwawancara dan validasi expert judgment. Partisipan penelitian ini, yaitu ahli pengukurandari akademisi, ahli materi bidang keahlian, dan pengelola day care. Hasil validasi padastruktur instrumen dan aspek pengukuran menunjukkan bahwa instrumen pengukuranyang dibuat sangat layak, sehingga instrumen pengukuran dapat digunakan di childcareatau day care. Hasil penelitian direkomendasikan pada pengelola childcare atau day carebahwa instrumen pengukuran yang telah divalidasi oleh para ahli dapat diimplementasimenjadi panduan atau acuan saat mengukur perkembangan sosial-emosional anak usia 3-4 tahun dan dapat menjadi salah satu rules model dalam pembuatan instrumenpengukuran perkembangan sosial-emosional anak usia 3-4 tahun serta bagi penelitiselanjutnya dapat dilakukan penelitian pada variabel atau ruang lingkup masalahpenelitian, yaitu uji coba instrumen pengukuran, implementasi instrumen pengukuran,dan efektivitas penerapan instrumen pengukuran perkembangan sosial-emosional anakusia 3-4 tahun berbasis home-based childcare.Kata Kunci: Pengembangan, Instrumen Pengukuran, Stimulasi, Perkembangan sosialemosional,anak usia 3-4 tahun.
Pengembangan Bahan Ajar Teknik Manual Heat Transfer Pada Mata Pelajaran Sablon Di SMK Negeri 14 Bandung
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan bahan ajar mata pelajaran sablon sebagai sumber belajar mandiri peserta didik di Program Keahlian Batik dan Tekstil SMK Negeri 14 Bandung. Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan bahan ajar mata pelajaran sablon yang sudah tersedia di lapangan dengan menghasilkan produk berupa modul untuk memfasilitasi peserta didik dalam belajar mandiri. Metode penelitian yang digunakan ialah Research and Development (RD) dengan model Planning, Production and Evaluation (PPE). Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai guru mata pelajaran sablon dan menyebar angket kepada beberapa peserta didik sebagai sampel. Temuan analisis kebutuhan bahwa ketersediaan bahan ajar mata pelajaran sablon kompetensi dasar sablon manual tanpa film masih terbatas pada aspek materi dalam menunjang pembelajaran mandiri, maka untuk memperkaya bahan ajar yang ada serta dalam menambah wawasan peserta didik sehingga perlu pengembangan modul sebagai bahan ajar yang dimungkinkan dapat memfasilitasi pembelajaran mandiri. Hasil analisis kebutuhan dijadikan sebagai rujukan yang didukung oleh sumber lain sebagai panduan pembuatan modul. Modul Teknik Heat Transfer Painting yang dibuat dibagi menjadi tiga bagian, yakni bagian muka modul, bagian isi dan penutup modul. Hasil penelitian diperoleh bahwa Modul Teknik Heat Transfer Painting yang sudah divalidasi sangat layak untuk dijadikan sebagai bahan ajar peserta didik di Program Keahlian Batik dan Tekstil SMK Negeri 14 Bandung
Pengembangan Job Sheet Perawatan Bayi Pada Mata Kuliah Pendidikan Babysitter dan Caregiver
Permasalahan pada penelitian ini yaitu belum adanya bahan ajar job sheet yang lengkap dan sistematis di mata kuliah Pendidikan Babysitter dan Caregiver, oleh karena itu perlu dikembangkan job sheet sesuai SKKNI dan panduan pembuatan job sheet. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan job sheet perawatan bayi sebagai panduan pada saat praktik secara mandiri. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (RD) dengan model (PPE) Planning, Production, Evaluasi. Pengembangan job sheet perawatan bayi meliputi struktur komponen job sheet, konten materi, dan langkah-langkah kerja. Hasil expert judgment bahwa job sheet perawatan bayi khususnya perawatan tali pusat dan memandikan bayi berada pada kriteria sangat layak untuk digunakan. Ketercapaian kriteria tersebut divalidasi oleh ahli akademisi kebidanan dan ahli materi. Rekomendasi bagi dosen pengampu, hendaknya job sheet perawatan bayi dapat dijadikan panduan pelaksanaan pembelajaran praktik agar lebih terarah sehingga memperoleh hasil yang optimal dan bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat diuji cobakan melalui implementasi job sheet.Kata Kunci : Job sheet, Perawatan Tali Pusat, Memandikan Bayi
Family Support Dalam Proses Pemulihan Pasien Rehabilitasi Napza Di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana dukungan keluarga pada pasien rehabilitasi napza di RSJ Provinsi Jawa Barat berdasarkan (1) Dukungan emosional, (2) Dukungan Penghargaan, (3) Dukungan Instrumental, dan (4) Dukungan Informasional. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitaf melalui kuiosner yang diberikan melalui google form. Hasil penelitian yang didapat yaitu, (1) Ketidakpahaman orangtua dalam memberikan dukungan kepada anak menjadi kendala orangtua dalam memberikan sikap kepada anak yang sedang melakasanakan rehabilitasi. Ketidak pahaman tersebut terjadi karena faktor umur dan pendidikan orangtua. (2) Dukungan keluarga berdasarkan dukungan emosional yang jarang diberikan yaitu, orangtua mengaku jarang mendampingi pasien ketika sedang merasakan kegelisahan menjalani rehabilitasi, (3) dukungan penghargaan yang jarang diberikan, yaitu keluarga mengaku jarang memberikan pujian ketika pasien melakukan hal yang membuat bangga, (3) dukungan instrumental yang jarang diberikan yaitu keluarga mengaku jarang menemani pasien saat pemeriksaan kesehatan secara rutin, (1) dukungan informasional yang jarang diberikan keluarga yaitu, orangtua mengaku jarang membantu dan memberikan keterampilan serta pengetahuan kepada pasien selama menjalani rehabilitasi. Keluarga sebagai sumber pemberi dukungan yang paling utama perlu memiliki pemahaman secara mendalam mengenai pemberian dukungan agar dapat membantu individu meningkatkan kondisinya serta membangkitkan semangat. Keyword:Family Support, korban napza, dukungan emosional, penghargaan, instrumental, dan informasional