Muslim Heritage
Not a member yet
    201 research outputs found

    Standar Proses Pembelajaran Sebagai Sistem Penjaminan Mutu Internal di Sekolah

    No full text
    Abstract: The quality of the learning process is manifested into the achieving standards in learning. These standards will be guidelines for all the process of learning activities, namely, planning, implementing and monitoring / evaluation. SMPN 1 Geger is one of the formal educational institutions that run the learning process by applying internal quality assurance to certify that the learning process is guaranteed and in accordance with predetermined standards. The result of this research revealed that in ensuring the quality of learning process, SMPN 1 Geger has a policy refers to the applicable legislation and internal policies made by the institution. Policies in the learning process comprises planning, implementation, assessment and supervision of learning. Quality assurance mechanism of learning process is conducted in five stages, namely; Quality mapping, compiling of quality fulfillment plan, quality fulfillment, conducting evaluation / quality audit, and formulating standard above SNP. There are several excellent programs implemented at SMPN 1 Geger, including implementing IT / E-Learning learning,  ICT Day, English Day, and Dinten Boso Jawi program, sister classes, GLS culture and teaching and learning system outside the class.Abstrak: Kualitas mutu proses pembelajaran dinyatakan dalam bentuk pencapaian standar-standar dalam pembelajaran. Standar-standar tersebut akan menjadi pedoman seluruh aktivitas proses pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan monotoring/evaluasi. SMPN 1 Geger merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang mengawal proses pembelajaran dengan menerapkan penjaminan mutu internal untuk memastikan bahwa proses pembelajaran terjamin dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dari penelitian ini diketahui bahwa dalam menjamin mutu proses pembelajaran, SMPN 1 Geger memiliki kebijakan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku serta kebijakan internal yang dibuat lembaga. Kebijakan dalam proses pembelajaran meliputi perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan pengawasan pembelajaran. Mekanisme penjaminan mutu proses pembelajaran yang dilakukan di  SMPN 1 Geger dilakukan melalui lima tahapan, yakni; pemetaan mutu, penyusunan rencana pemenuhan mutu, pemenuhan mutu, evaluasi/audit mutu, dan penyusunan standar di atas SNP. Terdapat beberapa program unggulan yang diterapkan di SMPN 1 Geger, diantaranya adalah menerapkan pembelajaran berbasis IT / E-Learning, terdapat juga program ICT Day, English Day, dan Dinten Boso Jawi, serta membentuk kelas rujukan, budaya GLS dan menggerakkan sekolah lapang atau sistem belajar mengajar di luar bangku sekolah

    Urgensi Sumber Daya Insani Dalam Institusi Perbankan Syariah

    No full text
    Abstract: This article analyzes the concept of human resources in sharia banking financial institutions. Human resources are considered one of important component in sharia banking institutions. Nowadays, the Islamic banks have found difficulty in finding competent and qualified human resources. They recruit human resources from the conventional banking. Descriptive analysis was employed as research design for scrutinizing the importance of human resources in the current sharia banking. The results of this study indicate that the existences of human resources in sharia banking are taken from the employees in conventional banks. Therefore, they less competent in the field of Shariah banking in particular. Human resources development is demanded for improving the quality of human resources itself. It implied that it will create qualified, skillful, competent human resources as well as have the expected work ethic. Due to the existence of Islamic work ethic and culture, it will produce good manners (akhlaqul karimah) in sharia banking institution.Abstrak: Artikel ini menganalisis tentang konsep sumber daya insani di lembaga keuangan perbankan syariah. Sumber daya insani merupakan komponen yang wajib ada dalam institusi perbankan syariah. Selama ini, pihak perbankan syariah mengalami kesulitan dalam mencari sumber daya insani yang berkompeten dan mumpuni. Mereka merekrut sumber daya insani dalam institusi perbankan syariah, justru mengambil  dari sumber daya insani perbankan konvensional. Dalam artikel ini, metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis. Merupakan suatu metode penelitian yang mendeskriptifkan bagaimana urgensi sumber daya insani dalam perbankan syariah saat ini. Dari deskripsi gambaran-gambaran dan masalah perbankan syariah yang ada, kemudian dianalisis dan dideskripsikan berdasarkan fakta-fakta atau kenyataan di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang terjadi selama ini hanyalah perpindahan pegawai dari bank konvensional ke bank syariah. Sehingga yang terjadi adalah kurang kompetennya sumber daya insani tersebut dibidang perbankan syariah secara khusus. Pengembangan sumber daya insani perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu atau kualitas dari sumber daya insani itu sendiri. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya insani yang masih jauh dari kata cukup. Dengan adanya pengembangan sumber daya insani, akan melahirkan insan-insan yang berkualitas, kompeten dan memiliki etos kerja yang diharapkan. Dengan adanya etos kerja islami dan budaya kerja islami,akan menghasilkan insan lembaga perbankan syariah yang berakhlakul karimah

    Urgensi Manajemen Inovasi Berbasis Kewirausahaan Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan

    No full text
    Abstract: Nowadays, education in Indonesia is still left behind from other countries. Based on several surveys conducted by PISA and the Global School by OECD, Indonesia always in the last rank. This study is intended to describe the forms of innovation, the supporting factors, and the practice of innovation management based entrepreneurship in SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo. The design of this research was qualitative. Data were collected through interview, observation and documentation. This study reveals that SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo to employed innovation management based entrepreneurship system, namely innovation based on entrepreneurial values in improving the quality of education. SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo conducted organizational innovation and product innovation, with the nature of duplication and extension innovation. The supporting factors in the construction of innovation by creating an innovator team and innovative climate system handled  by the headmaster. The innovation management based entrepreneurship in SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo has a series of activities, namely Plan: discovering information, Do: deciding innovation, Check: developing product by monitoring, Act: doing production, and entrepreneurial traits characterized by distributing product activity.Abstrak: Dari fakta yang ada pendidikan di Indonesia masih tertinggal dengan Negara-negara lain. Hal ini didasarkan dari beberapa survei yang ada baik PISA ataupun Sekolah Global oleh OECD Indonesia selalu menempati posisi terakhir. Tujuan dari penelitian ini ingin melihat bentuk-bentuk inovasi yang diciptakan, faktor pendukung, serta praktik dari manajemen inovasi yang berbasis kewirausahaan yang ada di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Dengan penentuan informan dengan metode purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo untuk meningkatkan mutu pendidikannya menggunakan sistem manajemen inovasi berbasis kewirausahaan, yakni inovasi yang didasarkan pada nilai-nilai kewirausahaan. Inovasi yang dilakukan di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo diantaranya inovasi organisasi dan inovasi produk, dengan sifat inovasi duplikasi dan ekstensi. Faktor pendukung inovasi berupa penciptaan sistem iklim inovatif dan tim inovator oleh kepala sekolah. Manajemen inovasi berbasis kewirausahaan yang ada di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo memiliki alur kegiatan Plan: discovering information, Do: deciding innovation, Check: developing product by monitoring, Act: doing production, serta ciri kewirausahaan ditandai dengan aktivitas distributing product

    Peran Kepala Sekolah Dalam Mengembangkan Mutu Budaya Organisasi

    No full text
    Abstract: In the context of Indonesia, the quality of education seems to be something taboo to talk about, however, according to researchers the quality of education in Indonesia is very apprehensive. It is necessary for the role of headmaster and special efforts in developing a quality education institution through organizational culture as a value system that is understood, imbued, run jointly by members of the organization as a system of meaning or guidance for the organizers. This study aims to describe the three roles and impacts role of the headmaster role in developing the quality of organizational culture, they are: (1) the role of the headmaster as a manager; (2) the role of the headmaster as the educator; (3) the role of the headmaster as the supervisor; 4) The impact of the headmaster's role in developing the quality of organizational culture quality at SDMT Ponorogo. This research is categorized into a field research with qualitative descriptive approach and the research design was case study. The setting of study was at SDMT Ponorogo.  The findings showed that (1). The role of headmaster as manager encompasses conducting internal and external analysis, internalizing the Islamic value that is kemuhamadiyahan value. (2). The role of the headmaster as an educator includes involving educators in upgrading, workshops or training in order to provide opportunities for educators to improve their knowledge and skills by learning to the higher education, conducting cadre to members of organizational culture and creating jargon to motivate members of organizational culture. (3). The role of the headmaster as a supervisor comprises overseeing and Evaluating the performance and achievement of members of organizational culture, conducting weekly, monthly and semester meetings, monitoring achievements of educators and learners. (4) The impact of the school headmaster's role in developing the quality of organizational culture is organizational culture climate becomes harmonious and schools achieve more attainments.Abstrak: Dalam konteks Indonesia, mutu pendidikan seolah-olah menjadi barang yang tabu untuk diperbicangkan, dalam konteks tersebut kualitas pendidikan di Indonesia sangat memperihatinkan. Untuk itu diperlukan peran kepala sekolah dan Upaya khusus dalam mengembangkan sebuah mutu lembaga pendidikan melalui budaya organisasi sebagai sistem nilai yang dipahami, dijiwai, dijalankan secara bersama oleh anggota organisasi sebagai sistem makna atau pedoman bagi pelaku organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tiga peran serta dampak peran  kepala sekolah dalam mengembangkan mutu budaya organisasi, yaitu: (1) Peran kepala sekolah sebagai Manajer, (2) Peran kepala sekolah sebagai Educator, (3) Peran kepala sekolah sebagai supervisor, dan (4) Dampak peran kepala sekolah dalam mengembangkan mutu budaya organisasi di SDMT Ponorogo. Dengan menghasilkan temuan: (1).Peran kepala sekolah sebagai manajer diantaranya: melakukan analisis internal dan eksternal, menginternalisasi nilai keislaman yaitu nilai kemuhammadiahan. (2). Peran kepala sekolah sebagai educator diantaranya: mengikut sertakan pendidik dalam penataran, workshop atau pelatihan memberikan kesempatan kepada pendidik untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dengan belajar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, melakukan pengkaderan kepada anggota budaya organisasi. membuat jargon-jargon untuk memotivasi anggota budaya organisasi. (3). Peran kepala sekolah sebagai supervisor diantarnya: mengawasi dan mengevaluasi kinerja dan pencapaian anggota budaya organisasi, mengadakan rapat setiap, minggu, bulan dan semester, memantau prestasi pendidik dan peserta didik. (4) Dampak peran kepala sekolah dalam mengembangkan mutu budaya organisasi diantaranya: iklim budaya organisasi menjadi harmonis, sekolah menjadi lebih berprestasi

    DESAIN JASA PENDIDIKAN PADA MADRASAH IBTIDAIYAH ALAM ISLAMIC CENTER PONOROGO

    No full text
    Abstract: This article discuss the description of educational services products, the implications of education services products to the excellent image school and  the strategy of product development of education services at Madrasah Ibtidaiyah Alam Islamic Center Ponorogo. It employed qualitative approach and case study research. The result of analysis showed that First, in creating educational product and program is carried by forming a series of activities including core benefit, basic product, expected product, augmented product, potential product and conducted observation, design product, socialization product, implementation product, evaluation product. Second, the strategy of educational product development services is conducted by changing old products, formulating similar products or programs and rearranging educational products or programs. Thirdly, in realizing its image as a superior school can be seen from three aspects, namely input, process and output. While the implication of education program or product can be carried out through the increasing of customer satisfaction.  Abstrak: Artikel ini akan membahas tentang bagaimana deskripsi produk jasa pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Alam Islamic Center Ponorogo, bagaimana implikasi produk jasa pendidikan terhadap citra madrasah unggul di Madrasah Ibtidaiyah Alam Islamic Center Ponorogo dan bagaimana strategi pengembangan produk jasa pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Alam Islamic Center Ponorogo. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Berdasarkan kajian dalam artikel ini, maka dapat disimpulkan: Pertama, Madrasah Ibtidaiyah Alam Islamic Center Ponorogo dalam menciptakan produk atau program pendidikannya dilakukan dengan membentuk rangkaian kegiatan yang meliputi core benefit, basic product, expected product, augmented product, potential product dan melakukan alur observation, design product, socialization product, implementation product, evaluation product. Kedua, strategi pengembangan produk jasa pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Alam Islamic Center Ponorogo dilakukan dengan mengubah produk lama, merumuskan produk atau program yang sejenis dan menata ulang produk atau program pendidikan. Ketiga, Madrasah Ibtidaiyah Alam Islamic Center Ponorogo dalam mewujudkan citranya sebagai madrasah unggul dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu input, proses dan output. Sedangkan implikasi produk atau program pendidikan terhadap citra madrasah unggul di Madrasah Ibtidaiyah Alam Islamic Center Ponorogo ini adalah dengan meningkatnya kepuasan pelanggan

    Pengaruh Guru Profesional dan Iklim Sekolah Terhadap Mutu Pembelajaran SD Muhammadiyah Terpadu Ponorogo

    No full text
    Abstract: This research aims to determine (1) the effect of professional teacher on the quality of learning, (2) the effect of school climate on the quality of learning, (3) the effect of teacher professional and school climate on the quality of learning. This research employed quantitative approach and the research design was Expost_Facto. The results of this study indicate: (1) There is a positive and significant effect of professional teachers on the quality of learning as it is proved by ttest 15.368> ttable 1.98 with the coefficient of determination 0.7. (2) There is a positive and significant effect of school climate on the quality of learning which is shown by ttest 22,745> ttable 1,98 with coefficient of determination 0,837. (3) There is a positive and significant effect of  teacher professional and school climate on the quality of learning shown by Ftest 257,963> Ftable 3,09 with contribution effectiveness equal to 83,8%. It can concluded that professional teachers and school climate significantly influence the quality of learning. Therefore, it is suggested that teachers should keep on improving their professionalism through sustainable professional development activities. Then, schools and stakeholders should establish a good school climate through the establishing and good school culture. Furthermore, the government should improve the continuous professional development activities for teachers. As for other researchers should conduct further research to reveal other factors that affect the less maximum quality of learning.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh guru profesional terhadap mutu pembelajaran, pengaruh iklim sekolah terhadap mutu pembelajaran, dan pengaruh secara bersama-sama antara guru profesional dan iklim sekolah terhadap mutu pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan rancangan penelitian Expost_Facto. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan guru profesional terhadap mutu pembelajaran yang ditunjukkan dengan thitung 15,368 > ttabel 1,98 dengan koefisien determinasi 0,7, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan iklim sekolah terhadap mutu pembelajaran yang ditunjukkan dengan thitung 22,745 > ttabel 1,98 dengan koefisien determinasi 0,837, dan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara bersama-sama antara guru professional dan iklim sekolah terhadap mutu pembelajaran yang ditunjukkan dengan Fhitung 257,963 > Ftabel 3,09 dengan sumbangan efektifitas sebesar 83,8%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru profesional dan iklim sekolah mempunyai pengaruh terhadap mutu pembelajaran. Oleh karena itu disarankan kepada para guru hendaknya terus berusaha meningkatkan keprofesionalannya melalui kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Bagi sekolah hendaknya membangun iklim sekolah yang baik melalui penanaman dan pembiasaan budaya sekolah yang baik oleh seluruh stakeholder sekolah. Bagi pemerintah hendaknya meningkatkan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru. Sedangkan bagi peneliti lain hendaknya melakukan penelitian lebih lanjut guna mengungkap faktor-faktor lain yang mempengaruhi dan menyebabkan kurang maksimalnya mutu pembelajaran

    KUMANDANG SHOLAWAT DI SEKOLAH KRISTEN: A POLICY ON AN INTER-FAITH DIALOGUE IN A CHRISTIAN SCHOOL

    No full text
    Abstrak: Mempertahankan keselarasan kehidupan antaragama harus dilakukan tanpa batas di semua lembaga di negara ini, termasuk di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kebijakan tentang dialog antar agama dan perannya dalam menjaga hubungan harmonis antara Muslim dan Kristen di sekolah Kristen. Ini adalah studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di SMP Kristen (SMPK) Seputih Raman Lampung Tengah. Kepala sekolah, guru Islam dan non-Muslim, dan siswa Muslim dan non-Muslim terlibat dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dengan observasi partisipatif dan wawancara mendalam. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa: 1) beberapa program, seperti kunjungan Masjid-Gereja dan sholawat sebagai tanda waktu sholat, terbukti sangat efektif untuk membangun harmoni hubungan Muslim-Kristen. Studi ini menyimpulkan bahwa dialog antar agama dapat ditanamkan secara efektif di lembaga pendidikan. Selain itu, kebijakan ini diharapkan dapat menjadi teladan yang baik bagi institusi lain.Abstract: Maintaining the harmony of inter-religious life should be definitely carried out in all institutions in this country including school. This study was aimed at revealing the policy on inter-faith dialogue and its role in maintaining harmonious relationship among the Moslems and Christians in a Christian school. This was a qualitative study with the case study method. The study was conducted in Christian Junior High School of Seputih Raman Lampung Tengah. The principals, Moslem and non-Moslem teachers, and moslem and non-Moslem students were involved in the study. The data were collected by participatory observation and in-depth interviews. The finding of the study revealed that: 1) the leaders at this school has long paid big attention to the policy on inter-faith relationship, 2) the research participants perceived that the brotherhood is not limited by the religion, 3) some programs, such as Mosque-Church visit and salawat as the sign of prayer time, were proven very effective to build the harmony of Moslem-Christian relationship. This study concludes that the inter-faith dialogue could be implanted effectively in educational institution. Furthermore, this policy is expected to be a good role model for other institutions

    Eksistensi Uang Elektronik Sebagai Alat Transaksi Keuangan Modern

    No full text
    Abstract: This article aims to examine the transformation of money as a means of modern financial payment. In the viewpoint of finance, electronic money is considered sufficient as a requirement of an object that can be functioned into money because it is easily to be stored, carried and not damaged straightforwardly. In Indonesia, electronic money payment have increased significantly. Indonesian Bank reported that the total electronic payment is 1.64 billion rupiah at November 2017. It increased 98% compare to November 2016. I employed descriptive analysis method. The findings showed that the development of startup business in Indonesia also affects on the increasing of electronic money transactions, such as online transportation Go-Jek or Grab. The competition between Grab and Go-Jek is not only about the business of the transport network, but also the competition of electronic money as the main business support of those company. They are struggling to develop their electronic money service, Grab through GrabPay and Go-Jek through Go-Pay. By targeting the mobile community, electronic money products from these two startup companies attract public interest. Indonesian Bank itself continues to encourage the use of electronic non-cash transactions. Several companies especially banking sectors apply electronic money in order to improve the convenience of the electronic money customers. Bank Indonesia also continuously strives to develop the system and rules on electronic financial transactions. Thus, it is expected that public society select electronic money transactions as a tool of payment for the advancement of the global economy in the digital age.Abstrak: Artikel ini bertujuan mengkaji mengenai transformasi uang sebagai alat transaksi keuangan modern. Dalam konsep keuangan, uang elektronik sudah mencukupi sebagai syarat suatu benda yang dapat difungsikan menjadi uang. Seperti mudah disimpan, mudah dibawa, tidak mudah rusak dan lain-lain. Di Indonesia transaksi uang elektronik telah mengalami peningkatan yang signifikan, per-November 2017 saja BI mencatat volume dan nilai transaksi uang elektronik dengan total nominal transaksi Rp.1,64 triliun atau naik 98% dibanding November 2016. Artikel ini menggunakan metode analisis deskriptif. Kesimpulan artikel ini yaitu berkembangnya bisnis startup di Indonesia juga mempengaruhi transaksi uang elektronik semakin meningkat, seperti transportasi online Go-Jek ataupun Grab. Persaingan antara Grab dan Go-Jek tidak hanya seputar bisnis jaringan tranportasi saja, namun juga persaingan uang elektronik sebagai pendukung bisnis utama perusahaan. Grab melalui GrabPay dan Go-Jek melalui Go-Pay berjuang mengembangkan layanan uang elektronik mereka. Dengan menyasar masyarakat mobile, produk uang elektronik dari dua perusahaan startup  ini cukup diminati masyarakat. Bank Indonesia sendiri terus mendorong penggunaan dan penerapan transaksi non tunai dengan uang elektronik. Sudah banyak perusahaan perbankan maupun perusahaan lainnya seperti jasa menggunakan uang elektronik, dan untuk meningkatkan kenyamanan para pengguna uang elektronik. Bank Indonesia juga terus berupaya melakukan pengembangan dan perbaikan terkait sistem maupun aturan tentang transaksi keuangan elektronik. Dengan demikian diharapkan transaksi uang elektronik terus menjadi pilihan masyarakat sebagai instrumen transaksi pembayaran demi kemajuan perekonomian global di era digital

    URGENSI SCIENTIFICS APPROACH DALAM PEMBELAJARAN TINGKAT DASAR (MI/SD) BERDASARKAN KURIKULUM 2013

    No full text
    Abstract: The curriculum is a metaconcept that is used to civilize humans with learning from various levels, especially in Elementary level (MI / SD). This paper aims to examine the urgency of Scientifics Approach in Basic Level Learning (MI/SD) based on the 2013 Curriculum. Due to the demand of society and the challenges of information and technology the curriculum is required to be developed by considering the fundamental aspects of the goals to be achieved in education. 2013 Curriculum tried to align the development of soft and hard skills. A distinctive feature of the curriculum is that learning is packaged in a scientific approach consisting of several activities, namely observation, questioning, enrichment, association and communication. This learning model provides a great opportunity to form the quality of human resources in Indonesia.Abstrak: Kurikulum adalah meta konsep yang digunakana untuk memanusiakan manusia dengan pemberlajaran dari berbagai tingkatan terutama di MI/SD. Tulisan ini bertujuan untuk menelaah Urgensi Scientifics Approach Dalam Pembelajaran Tingkat Dasar (Mi/Sd) Berdasarkan  Kurikulum 2013. Untuk menyesuaikan perkembangan zaman dan tantangan teknologi dan informasi, kurikulum dituntut untuk selalu dikembangkan dengan memeperhatikan aspek mendasar berupa tujuan yang ingin dicapai dalam pedidikan. Kuriulum 2013 mencoba menyelaraskan pengembangan soft skill dan hard skill secara proporsional. Hal yang menarik dan menjadi keunikan dalam kurikulum adalah pembelajaran dikemas dengan pendekatan scientific approach yang teridiri dari kegiatan obeservasi, menanya, pengayaan, asosiasi dan komunikasi. Model pembelajaran ini memberikan peluang besar untuk membentuk indonesia berkulitas dengan SDM yang kreatif dan berkarakter

    KONSTRUKSI HADIS PENDIDIKAN SHALAT DALAM TINJAUAN FILSAFAT PENDIDIKAN

    No full text
    Abstract: Worship education is one of the significant aspects for the realization of noble character as expected in the objectives of the national education system. Therefore, Muhammad saw as the Messenger of Allah in one of his hadiths commands for praying at the age of seven and allowed to beat them if he did not carry it out at the age of ten. However, prayer education so far is only limited knowledge and practice without being escorted by appreciation. This article examines the construction of prayer education hadist based on the philosophy of education. It has become an urgent issue as indicated by the decline of the character’s value of the nation's generation. Thus, the expected objective of praying has not been fully achieved. In addition, the hitting punishment in the context of education which was allowed by the Prophet cannot be realized and it bounce back to educators because it is considered as violence. This study revealed that the selection of material for praying is a blending system of essentialism, neoscolatisism, pragmatism, and essentialism. The method of punishment is relevant to a blend of philosophies of idealism, perennialsm, essentialism, and behaviorism. Both the material and methods in the hadith of prayer education do not conflict with the philosophy of Pancasila. In fact, both are manifestations of the practice of philosophy so that the hadith of the prayer education is relevant and still actual.Abstrak: Pendidikan shalat adalah salah satu aspek penting bagi terwujudnya akhlak mulia sebagaimana yang diharapkan dalam tujuan sistem pendidikan nasional. Karena itu, Rasulullah Saw. sebagai penyempurna akhlak dalam salah satu hadisnya memerintahkan shalat sejak usia tujuh tahun dan membolehkan memukul jika tidak melaksanakannya di usia sepuluh tahun. Namun, pendidikan shalat selama ini hanya sebatas knowing (pengetahuan) dan doing (praktik) tanpa disertai penghayatan nilai (being). Artikel ini akan mengkaji tentang konstruksi hadis pendidikan shalat dalam tinjauan filsafat pendidikan. Hal ini menjadi urgen ditunjukkan dengan masih merosotnya akhlak atau karakter generasi bangsa. Dengan demikian, fungsi shalat yang diharapkan belum tercapai sepenuhnya. Di samping itu, hukuman memukul dalam rangka mendidik yang dibolehkan oleh Rasulullah Saw. dalam hadisnya tidak bisa terealisasi dan justru menjadi boomerang bagi para pendidik karena dianggap oleh masyarakat sebagai kekerasan. Dari kajian yang dilakukan melalui pendekatan filsafat pendidikan, pemilihan materi shalat merupakan perpaduan dari filsafat esensialisme, neoskolatisisme, pragmatisme, dan esensialisme. Metode hukuman relevan dengan perpaduan filsafat idealisme, perenialisme, esensialisme, dan behaviorisme. Baik materi dan metode dalam hadis pendidikan shalat tidak bertentangan dengan filsafat Pancasila. Justru keduanya adalah wujud dari pengamalan filsafat tersebut sehingga hadis pendidikan shalat tersebut bersifat relevan dan tetap aktual

    0

    full texts

    201

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Muslim Heritage
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇