Muslim Heritage
Not a member yet
    201 research outputs found

    INOVASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN MELALUI MODEL HYPNOTEACHINGDALAM MENINGKATKAN MINAT DAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN BAGI ANAK PEMULUNG DI KOTA MAKASSAR

    No full text
    AbstractThis study aims to determine the description of the implementation of the Hypnoteaching model in learning to read the Qur'an for scavenger children in Makassar City, as well as to determine the increased interest and ability to read the Al-Qur'an part of the scavenger in Makassar City through the Hipnoteaching learning model. This is a classroom action research. The research subjects are 43 TK / TPA / TB Ar-Rasyid students in Tamangapa Village, Manggala District, Makassar City. This study consisted of three cycles. One cycle of this research is given two actions in two face-to-face. Then in each cycle consists of four stages, namely: planning, implementation, observation and reflection. Data were collected through observations and questionnaires. The results showed that the Hypnoteaching Method could increase the students' interest and ability to read the Koran at TK / TPA / TB Ar-Rasyid, Tamangapa village, Manggala sub-district, Makassar city. The implication of this research is the realization of an increase in interest and ability to read the Koran for scavenger children after they experience the learning process with the hynoteaching model which is very useful for them in order to continue the learning process of the Qur'an at a further stage as well as the process of education and spiritual guidance for scavenger children in Makassar city.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui gambaran pelaksanaan modelHypnoteaching dalam pembelajaran membaca al-Qur;an bagi anak pemulung di Kota Makassar, serta untuk mengetahui peningkatan minat dan kemampuan membaca Al-Qur’an bagianakpemulung di Kota Makassar melalui model pembelajaran Hypnoteaching.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa TK/TPA/TB Ar-Rasyid sejumlah 43 orang di Kelurahan Tamangapa Kecamatan Manggala Kota Makassar. Penelitian ini terdiri dari tiga siklus. Satu siklus penelitian ini diberikan dua kali tindakan dalam dua kali tatap muka. Kemudian dalam setiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Data dikumpulkan melalui hasil pengamatan dan pemberian angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode Hypnoteaching dapat meningkatkan minat dan kemampuan membaca Al-Qur’an siswaTK/TPA/TB Ar-Rasyid kelurahan Tamangapa kecamatan Manggala kota Makassar.Adapun Implikasi penelitian ini adalah terwujudnya peningkatan minat dan kemampuan membaca al-Quran bagi anak pemulung setelah mereka mengalami proses pembelajaran dengan model hynoteaching sangat bermanfaat bagi mereka dalam rangka kelanjutan proses belajar Al-Qur’an  pada tahap lebih lanjut serta proses pendidikan dan pembinaan spiritual bagi anak pemulung di KotaMakassar

    Riba dalam Al-Qur’an (Studi Pemikiran Fazlurrahman dan Abdullah Saeed)

    No full text
    Krisis moneter yang terjadi saat ini membuat perdebatan penafsiran beberapa pemikir Islam tentang keharaman dan kehalalan bunga bank. Beberapa dari mereka beranggapan bahwa bunga bank yang umumnya berlaku dalam sistem dunia perbankan dewasa ini adalah termasuk riba. Setidaknya terdapat dua pendapat mendasar yang membahas tentang riba yaitu penafsiran secara tekstualis dan penafsiran secara kontekstualis. Paham tekstualis dipelopori oleh gerakan neo-revivalisme Islam, sedangkan paham kontekstualis dipelopori oleh kaum neo-modernisme Islam. Dalam tulisan ini, akan membahas bagaimana hermeneutika double movement Fazlurrahman dan hermeneutika kontekstual Abdullah Saeed digunakan sebagai model interpretasi ayat riba dalam Al-Qur’an pada masa pewahyuan dan konteks ketika ayat riba akan ditafsirkan. Berdasarkan analisis data penelitian ini menghasilkan dua kesimpulan. Pertama, Fazlurrahman menyimpulkan bahwa larangan riba dalam Al-Qur’an menekankan aspek moral daripada menekankan aspek legal-formal pelarangan riba. Riba yang dilarang dalam Al-Qur’an adalah riba jahiliyyah yang mempraktikkan riba yang berlipat ganda (ad}’a>fan muda}>’afatan) QS. Ali Imran: 130. Ideal moral dari ayat tersebut adalah larangan melakukan eksploitasi terhadap kaum ekonomi lemah. Dengan demikian, selagi bank tidak menerapkan tambahan yang berlipat ganda (eksploitatif), maka hal itu dapat dibenarkan. Kedua, dalam menafsirkan ayat riba dalam Al-Qur’an, Abdullah Saeed lebih menekankan aspek moral (h}ikmah) daripada aspek literalnya. Statemen lakum ru’usu amwa>likum (bagimu pokok hartamu) telah diberi penekanan moral melalui penjelasan la> taz}limu>n wa la> tuz}lamu>n (kamu tidak melakukan penganiayaan dan tidak pula kamu dianiaya). Statemen pertama “penambahan dalam pinjam meminjam di atas pokok pinjaman” dianggap sebagai ”˜illah, sementara statemen yang kedua “kamu tidak melakukan penganiayaan dan tidak pula kamu dianiaya” merupakan h}ikmah

    Problematika Praktek Patoho Perspektif Hukum Ekonomi Syariah (Studi Kasus di Desa Sangga Kec. Lambu Kabupaten Bima)

    No full text
    Tulisan inimembahas tentang “Problematika Praktek Patoho Perspektif Hukum Ekonomi Syariah(Studi Kasus Di Desa Sangga Kec. Lambu Kabupaten Bima)”. Penelitian ini bertujuan untuk menengahi dua pendapat masyarakat mengenai hukum Patoho, karena sebagian ada yang mengatakan haram dan sebagian  mengatakanhalal/boleh. Untuk merespon hal tersebut, perlu mengetahui faktor yang  mendorong masyarakat melakukan transaksi Patohoserta menganalisis Praktek Patoho dengan Perspektif  Hukum Ekonomi Syariah, untuk mendapatkan jawaban yang jelas mengenai hukum dari praktek Patoho.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskripsi analisis, dengan Jenis penelitianlapangan (field research).Menggunakan tekhnik wawancara dan dokumentasi dalam mengumpulkan data.Hasil penelitian: Pertama, bahwaFaktor yang melatarbelakangi masyarakat melakukan Patoho yaitu karena adanya kebutuhan yang mendesak yang tidak bisa di tunda, jika di tunda akan menimbulkan kesulitan yang sangat (Masyaqqah) bagi petani. Kedua praktek Patoho yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sangga Kecamatan Lambu Kabupaten Bima telah sesuai dengan Hukum Ekonomi Syariah

    PENGGUNAAN PROSES KOGNITIF BENJAMIN SAMUEL BLOOM SEBAGAI PENDEKATAN DALAM PENGEMBANGAN BUKU AJAR TEKNOLOGI PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM

    No full text
    AbstractThe development of textbooks becomes something important to accompany and complete the learning resources of students. The development of educational technology textbooks for Faculty of Tarbiyah and Teacher Training of IAIN Ponorogo students is also very important. In addition, there are two main reasons why the development of educational technology textbooks is important. The first is the need of aplicable  material for Instructional Technology, and the second is the need of a handbook for students that in line with the curriculum, so students will more easily attend lectures in Educational Technology courses. This research is a development research. The design model used in this research is  ADDIE model (Analiyze, Design, Development, Implimentation, Evaluation). There are two techniques used for collecting data, which are questionnaire and test. The results showed that the validity of textbooks in Educational Technology perspective of Benjamin Samuel Bloom's cognitive process was good with validation of media experts got an average score of 3.36 with very good criteria, and validation of material experts got an average score of 3.25 with good criteria. with the result of both judgement from the expert, it is declared that the product is valid and worthy for use as a complement of the learning resources of students. And the effectiveness of the development of textbooks of  Educational Technology courses in the perspective of cognitive processes Benjamin Samuel Bloom obtained an average N-Gain of 0.40, which means that the textboox is good and efective as a resourse of learning for educational technology material.  AbstrakPengembangan buku ajar Teknologi Pendidikan menjadi sebuah keharusan  bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam sebagai pendamping dan pelengkap sumber belajar mahasiswanya. Selain itu, ada dua alasan utama mengapa pengembangan buku ajar mata kuliah Teknologi Pendidikan ini menjadi penting, pertama adalah perlunya materi Teknologi Pendidikan yang sifatnya aplikatif sesuai dengan kondisi riil pembelajaran , dan yang kedua adalah perlunya buku pegangan bagi mahasiswa untuk mempelajari mata kuliah Teknologi Pendidikan yang sesuai dengan kurikulum yang diberlakukan sehingga mahasiswa akan lebih mudah mengikuti perkuliahan. Penelitian ini merupakan penelitian R&D, dengan  menggunakan model ADDIE. Ada dua teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu angket dan tes. Adapun teknik analisa datanya adalah menggunakan passing grade (skor rerata) untuk data hasil penilaian ahli dan mahasiswa dan menggunakan persamaan Maltzer normalized gain (N-gain) untuk data hasil tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas buku ajar mata kuliah Teknologi Pendidikan perspektif proses kognitif Benjamin Samuel Bloom adalah baik, dimana validasi dari ahli media mendapatkan rata-rata skor 3.36 dengan kriteria sangat baik, dan validasi dari ahli materi mendapatkan skor rata-rata sebesar 3.25 dengan kriteria baik dan dari kedua penilaian tersebut produk dinyatakan valid dan layak untuk digunakan. Selanjutnya efektifitas pengembangan buku ajar mata kuliah Teknologi Pendidikan perspektif proses kognitif Benjamin Samuel Bloom memperoleh rata-rata N-Gain sebesar 0.40, dan berdasarkan pedoman penilaian yang digunakan, termasuk dalam kategori baik atau efektif

    PEMBERDAYAAN EKONOMI KOMUNITAS MUSLIM (STUDI PADA MAJELIS TA’LIM AL-MUTHMAINNAH DI KABUPATEN PONOROGO)

    No full text
    AbstractThe objective of thisstudy is to describe the patterns and strategies of society economic empowerment that are used by the management of the Islamic Board of Trustees and empowerment is ongoing before and after conducting empowerment. Besides, it describes the factors that influenced the empowerment activity.These three problem formulations were examined with the theory of society empowerment and social change because it related to changes that occur in society. The study was conducted in Pohijo, Sampung, Ponorogo. This study adopts a qualitative approach through field research on productive activities for a society based on data collected by interviews, observation, and document analysis.This study describes the results of this empowerment activity in terms of culinary, society can make pentol and meatballs with good taste. In terms of animal husbandry, society can breed goats properly so that the number of goats is increasing every year. In terms of agriculture, society can grow shallots with a good method, so that the harvest never fails. A Changing in attitudes and habits of the society from the results achieved from society empowerment activities have more helped the economy of the Talim Assembly congregation, especially empowerers. AbstrakTulisan bertujuan mengungkap pola dan strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat yang digunakan oleh pengurus Majelis Ta’lim Al-Muthmainnah di Desa Pohijo Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogodan pemberdaya sebelum, sedang berlangsung dan sesudah melakukan pemberdayaan serta mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi dalam kegiatan pemberdayaan ini.Sesuai dengan tujuan tersebut,data dikaji menggunakan teori pemberdayaan masyarakat dan perubahan sosial karena berhubungan dengan perubahan yang terjadi di masyarakat. Studi dilakukan di Desa Pohijo Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui penelitian lapangan tentang kegiatan yang produktif bagi masyarakat berdasarkan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan analisis dokumen.Studi ini mengungkapkan hasil dari kegiatan pemberdayaan ini yakni dari segi kuliner, masyarakat mampu membuat pentol dan bakso dengan citarasa yang enak. Dari segi peternakan, masyarakat mampu berternak kambing dengan baik hingga kian tahun kian bertambah jumlah kambingnya. Dari segi pertanian, masyarakat mampu bertanam bawang merah dengan metode yang baik sehingga setiap kali panennya tidak pernah gagal. Perubahan sikap serta kebiasaan masyarakat dari hasil yang sudah dicapai dari kegiatan pemberdayaan masyarakat ini sedikit banyak sudah membantu perekonomian jama’ah Majelis Ta’lim khususnya pemberdaya

    Kawin Hamil dalam Pernikahan Lotre

    No full text
    Permasalahan pelik dalam kehamilan pra nikah adalah enggannya pihak laki-laki bertanggungjawab atas perbuatannya, hal ini berlaku jika sama-sama mengetahui pihak laki-laki tersebut, namun lain halnya jika pihak perempuan melakukan hubungan seksual dengan banyak lelaki. Hal semacam ini banyak terjadi di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan, tetapi wilayah ini mempunyai jalan keluar tersendiri. Pernikahan lotre sebagai sebuah jenis penentuan calon suami di masyarakat Kecamatan Parang Kabupaten Magetan bagi wanita yang hamil di luar pernikahan yang sah dan melakukan hubungan seksual pra nikah tanpa ada laki-laki yang ingin bertanggung jawab dengan cara melotre calon suami. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, pernikahan lotre ini boleh dilakukan, walau pada dasarnya terdapat perbedaan pendapat para fuqaha terkait kebolehan wanita hamil untuk menikah. Adapun status anak hasil hubungan pra nikah dalam pernikahan lotre ini hanya mendapatkan nasab pada ibunya saja, sehingga jika ia perempuan dan hendak menikah hanya mendapat perwalian dari wali hakim saja

    Analisis Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Palaan (Kabupaten Malang) sebagai Implikasi dari Pt Greenfield Indonesia dalam Perspektif Maqashid Syariah

    No full text
    PT Greenfields Indonesia telah meraih kesuksesannya yang dibuktikan dengan pemasaran susu greenfields yang tidak hanya didalam negeri tetapi juga keluar negeri. Greenfield diharapkan mampu menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat Palaan (warga sekitar pabrik susu Greenfields) sehingga kehidupan warga Palaan semakin sejahtera. Kesejahteraan masyarakat ini perlu dilihat dari perspektif Islam yaitu dengan konsep “Maqashid Syariah” dengan memelihara kelima unsur pokok (kulliyat al khamsah) dalam maqashid syariah, yaitu hifdz din (menjaga agama), hifdz nafs (menjaga jiwa), hifdz aql (menjaga akal), hifdz nasl (menjaga keturunan) dan hifdz mall (menjaga harta).Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat palaan yang bekerja sebagai pegawai di Greenfield dan pegawai Bumdes Palaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Palaan belum mencapai kesejahteraan maslahah secara maksimal, yang dibuktikan dengan tidak terjawabnya semua indicator peneliti yaitu penjagaan kelima unsur Maqashid Syariah (Kulliyat Al Khamsah) yakni hifdz din, hifdz nafs, hifdz aql, hifdz nasl dan hifdz mall. Sedangkan kurangnya pencapaian kesejahteraan maslahah disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adalah usia yang masih sangat muda, tidak ada nya pekerjaan sampingan yang membantu mencukupi kebutuhan dan latar belakang pendidikan bukan dari pendidikan yang berbasis agama

    KEPEMIMPINAN KOLEKTIF BERBASIS CONTINUAL IMPROVEMENT DI SMAIT ABU BAKAR BOARDING SCHOOL KULON PROGO

    No full text
    AbstractThis research explores management patterns as the strategy of the SMAIT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo School (SMAIT ABBS KP) in realizing to become superior schools, SMAIT ABBS KP has challenges in making it happen. This School applies the principle of collective leadership with a continuous improvement strategy to realize new schools that have excellence predicate in accreditation and are leading in the achievements, where management is based on local excellence namely the power of human resources to create new schools that excel in accreditation.This research is a qualitative study that describes in detail and in depth all conditions in a context, about something that happens in the field. The results showed that the SMAIT ABBS KP implements collective leadership with a continual improvement strategy to create a superior school, so that even though it was only established in 2017, a lot of achievements were achievedby SMAIT ABBS KP. Some of them are: (1) schools with a predicate with an accred itation score of 94 (A) (2) getting various kinds of championships, both in academic, religious and other non-academic fields, (3) the realization of a compact and harmonious work team as provision to achieve progressive achievements AbstrakPenelitian ini menggali pola managemen sebagai strategi SMAIT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo (SMAIT ABBS KP) dalam mewujudkan sekolah yang unggul, karena sebagai sekolah baru, SMAIT BBS KP mempunyai tantangan dalam mewujudkannya. SMAIT ABBS KP menerapkan prinsip kepemimpinan kolektif dengan strategi continual improvement untuk mewujudkan sekolah baru yang berpredikat unggul dalam akreditasi dan terdepan dalam prestasi, di mana manajemen tersebut dilandaskan pada keunggulan lokal yaitu kekuatan SDM untuk mewujudkan sekolah baru yang unggul dalam akreditasi dan terdepan dalam prestasi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang mendeskripsikan secara rinci dan mendalam segala potret kondisi dalam suatu konteks, tentang sesuatu yang terjadi di lapangan.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa SMAIT ABBS KP menerapkan kepemimpinan kolektif dengan strategi continual improvement untuk mewujudkan sekolah yang unggul, sehingga walaupun baru berdiri tahun 2017 banyak prestasi yang sangat mengembirakan dan membanggakan di raih oleh SMAIT ABBS KP, karena sebagai sekolah yang baru 3 (tiga) tahun, telah berhasil meraih prestasi. Beberapa di antaranya adalah: (1) sekolah berpredikat unggul dalam akreditasi dengan meraih nilai 94 (A) (2) memperoleh berbagai macam kejuaraan, baik dalam bidang akademik, keagamaan dan non akademik lainnya, (3) terwujudnya tim kerja yang kompak dan harmonis sebagai bekal untuk melejitkan prestasi yang progressive.

    Analisis Perbandingan Kinerja Perbankan Syariah dengan Pendekatan Profitabilitas dan Maqasid Shari’ah (Studi Kasus pada Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia Periode Tahun 2013-2017)

    No full text
    Operasional bank syariah selain meningkatkan kinerja keuangan dituntut juga dalam pengoptimalan kinerja sosial karena Islam adalah agama yang mengedepankan pentingnya nilai-nilai sosial di masyarakat ketimbang hanya sekedar menghadapkan wajah kita ke barat dan ke timur dalam shalat. Dalam amanat UU No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, fungsi sosial dari bank syariah ini juga dipertegas. Tetapi persoalannya, selama ini evaluasi terhadap kinerja bank lebih terfokus kepada kinerja bisnis atau finansialnya semata. Cukup banyak penelitian yang menilai kinerja finansial bank syariah yang kemudian lebih dikenal dengan kesehatan bank syariah. Sementara, kinerja sosial bank syariah sering kali terlupakan. Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia merupakan bank yang memiliki jumlah aset dan jumlah kantor cabang yang banyak. Sehingga kedua bank tersebut harus memperhatikan kinerja keuangan dan kinerja sosialnya agar memiliki ciri khusus apabila dibandingkan dengan bank konvensional. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari annual report Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia selama lima tahun dari tahun 2013 sampai 2017 yang diaudit dan dipublikasikan. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan uji-t untuk membandingkan kinerja kedua bank tersebut dalam kinerja keuangan dan kinerja sosial.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbandingan kinerja dengan pendekatan profitabilitas kinerja Bank Syariah Mandiri lebih tinggi apabila dibandingkan dengan Bank Muamalat Indonesia. Berdasarkan uji-t yang dilakukan Bank Syariah Mandiri menunjukkan nilai yang lebih tinggi dari segi ROA maupun ROE apabila dibandingkan dengan Bank Muamalat Indonesia. Perbandingan kinerja sosial dengan pendekatan maqa>s{id shari>’ah  masing-masing bank menunjukkan keunggulannya di beberapa indikator. Bank Syariah Mandiri lebih tinggi pada indikator menjaga jiwa, menjaga akal, dan menjaga keturunan, sedangkan Bank Muamalat Indonesia lebih tinggi pada indikator menjaga agama dan menjaga harta

    PROBLEM KEHADIRAN DAN UPAYA HUKUM TERGUGAT DALAM PUTUSAN VERSTEK PERKARA PERCERAIAN PADA PENGADILAN AGAMA BANDUNG

    No full text
    AbstractImposing court decisions in verstek are regulated in Article 125 HIR paragraph (1) or Article 149 RBg paragraph (1). The main requirement is that the plaintiff fulfills the summons to the trial, while the defendant has never attended the trial at all until the verdict is passed. The various types of decisions passed on the grounds of the party's presence also have an impact on legal remedies that can be taken by the party objecting to the decision. This study aims to determine the interpretation and implementation of judges on the provisions of the decision making verstek. The type of research used is juridical normative, namely the statutory approach and legal theory on cases that are the object of research. The results found, that in practice at the Bandung Religious Court there are judges who have other interpretations of the terms of the requirements for the imposition of verstek decisions. The defendant who was never present during the examination of the case but was present at the reading of the verdict, the judge can still issue a verdict in verstek. The presence of the defendant at the reading of the decision is equivalent to the notification of the contents of the decision. In addition, on the verstek decision that was appealed, there was a high judge who accepted and granted the legal remedy. Even though the legal action against the Verstek decision was by verzet, not filing an appeal. AbstrakPenjatuhan putusan pengadilan secara verstek diatur dalam Pasal 125 HIR ayat (1) atau Pasal 149 RBg ayat (1). Syarat utamanya yaitu penggugat memenuhi panggilan persidangan, sedangkan tergugat sama sekali tidak pernah menghadiri persidangan sampai dengan putusan dijatuhkan. Beragamnya jenis putusan yang dijatuhkan atas alasan kehadiran pihak maka berdampak pula pada upaya hukum yang dapat dilakukan oleh pihak yang keberatan atas putusan itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran dan implementasi hakim terhadap ketentuan penjatuhan putusan verstek. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yaitu pendekatan perundang-undangan dan teori hukum terhadap kasus yang dijadikan objek penelitian. Hasil yang ditemukan, bahwa pada praktiknya pada Pengadilan Agama Bandung terdapat hakim yang memiliki penafsiran lain terhadap ketentuan syarat penjatuhan putusan verstek. Tergugat yang tidak pernah hadir selama pemeriksaan perkara tetapi hadir pada saat pembacaan putusan, hakim tetap dapat menjatuhkan putusan verstek. Kehadiran tergugat pada saat pembacaan putusan disetarakan dengan pemberitahuan isi putusan. Selain itu, atas putusan verstek yang diajukan banding terdapat hakim tinggi yang menerima dan mengabulkan upaya hukum tersebut. Padahal upaya hukum terhadap putusan verstek adalah dengan verzet, bukan mengajukan banding

    0

    full texts

    201

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Muslim Heritage
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇